Tips

Tradisi Unik Buka Puasa Ala Wong Palembang

Wah, tidak terasa sudah bulan Ramadhan lagi. Padahal rasanya baru beberapa bulan yang lalu menjalaninya. Ternyata itu sudah tahun lalu. Bersyukur banget Molzania masih diberi kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan Ramadhan tahun ini. Nggak kebayang jangan-jangan ini malah bulan puasa terakhir Molzania.

Bulan puasa bulan yang paling dirindukan oleh umat Islam. Tidak hanya karena nilai ibadahnya yang dilipatgandakan, tetapi juga aktivitas berpuasa yang berbeda dari hari-hari sebelumnya. Pokoknya entah kenapa, bulan puasa selalu disambut dengan antusias. Meski sebenarnya puasa itu merupakan aktivitas yang melelahkan. Bagaimana tidak kita wajib menahan lapar dan haus sepanjang hari?

Pada saat puasa, momen yang paling ditunggu tentu saja saat berbuka puasa. Bagi masyarakat Palembang sendiri, ternyata ada beberapa tradisi unik yang dilakukan menjelang berbuka. Salah satunya yaitu tukaran takjil. Ini dilakukan secara rutin setiap minggu oleh masyarakat yang tinggal di Seberang Ulu, Palembang.

Nantinya seorang warga berinisiatif untuk berkeliling dari rumah ke rumah untuk menukar takjil. Mulai pukul empat sore hingga menjelang maghrib. Jika ada sisa makanan, maka akan dibagikan ke anak-anak yang tinggal di kampung tersebut. Secara tidak langsung, tradisi unik ini bisa mempererat kebersamaan warga sekitar.

Tradisi lain yang tak kalah unik ialah tradisi menyantap bubur suro di Masjid Suro, Palembang. Sebenarnya sih bubur suro itu bubur dengan kuah sop biasa yang diberi campuran daging. Bubur suro ini dimasak selama tiga jam sebelum berbuka puasa. Hal yang membuatnya istimewa ialah bubur ini hanya tersedia selama bulan puasa saja.

Menjelang waktu berbuka puasa, terlihat wong Palembang selalu berduyun-duyun mengantre untuk mencicipi bubur yang dibagikan gratis ini. Bagi kalian yang pengin menyantapnya juga, Molzania sarankan untuk datang lebih awal supaya kebagian. Percaya atau tidak, tradisi berbagi bubur suro sudah dilakukan secara turun temurun sejak tahun 1834. Hmm… lumayan lama juga ya.

Sementara itu untuk yang berbuka puasa di rumah, satu penganan khas Palembang yang tak boleh dilewatkan. Apalagi kalau bukan pempek. Seharian berpuasa, pastilah merindukan cita rasa pempek. Molzania sendiri heran mengapa kami selalu tergila-gila sama pempek? Kapanpun dan dimanapun. ^^

89 Views

8 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *