Sejuta Pesona Kota Seoul yang Ramah Disabilitas

Kota Seoul, Kota Impian

Jika berkesempatan mengunjungi Korea Selatan, kota pertama yang ingin Molzania jelajahi ialah Kota Seoul. Mungkin bagi sebagian orang akan mengernyitkan dahi. Mengapa harus Seoul? Bukankah banyak kota lain di Korea Selatan yang jauh lebih indah dan menarik? Well, konteksnya ini adalah pengalaman pertama. Jadi liburan di ibukota adalah suatu keharusan bagi pelancong asing.

Sejuta pesona kota seoul yang ramah disabilitas

Bacaan Lainnya

Memiliki sejarah yang panjang, kota Seoul menjadi semacam ikon utama di Korea Selatan. Sama seperti layaknya Jakarta di Indonesia. Siapa yang tidak mengenal kota ini ? Seoul menjadi wajah Korea Selatan. Akan berbeda jika nantinya sudah berkunjung ke sana, Molzania akan memilih kota-kota yang lainnya. Hingga akhirnya seluruh kota di Korea Selatan sudah dikunjungi. Baru saat itu bisa membandingkan lagi dan memilih kota favorit.

Sejarah Panjang Kota Seoul yang Tersohor

Percaya nggak sih kalo Kota Seoul telah ada sejak zaman dahulu? Bahkan sebelum negara resmi Republik Korea Selatan berdiri. Tepatnya sejak era dinasti Joseon, Seoul telah menjadi pusat pemerintahan kerajaan tersebut sejak didirikan tahun 1394. Dulu namanya bukan Seoul, tapi dinamakan kota Hansong atau Kyeongseong. Makin mirip Jakarta nggak sih? Soalnya sebelum resmi berganti nama Jakarta, kota terbesar di Jakarta ini disebut dengan nama Batavia.

Baca Juga:  Travelling Around The City Part 1

Jauh sebelum itu, sebenarnya Kota Seoul pertama kali diklaim oleh Kerajaan Baekjae. Sebuah kerajaan besar di semenanjung Korea yang berdiri pada abad sebelum masehi. Akan tetapi kota ini dulu namanya adalah kota Wiryeseong dan tetap menjadi pusatnya kerajaan Baekjae. Mungkin karena lokasinya berada di tepi sungai Han, makanya kota Seoul menjadi kota yang strategis. Pernah baca kalau peradaban manusia dimulai dari tepian sungai karena dekat dengan air dan sumber makanan.

Sejarah Singkat Kota Seoul

Pada perjalanannya, Seoul tetap menjadi pusatnya Korea selama berabad-abad kemudian. Saat Korea dijajah oleh Jepang, banyak bangunan bersejarah di sana yang dihancurkan. Dilansir oleh Wikipedia, kota ini nyaris hancur saat perang Saudara dengan Korea Utara, tetapi pembangunan yang berlangsung di tahun 1960-1970an perlahan mengubah wajah Seoul menjadi seperti sekarang.

Pada tahun 2022 ini, data dari Pemerintah Korea Selatan menunjukkan Kota Seoul berpenduduk lebih dari 9,7 juta orang. Di kota ini kita dapat mengunjungi banyak destinasi pariwisata modern dan tradisional. Seoul menjadi rumah bagi lima kerajaan megah di Korea Selatan. Saat berkeliling kota Seoul, kita bisa menggunakan kartu khusus yang memungkinkan kita memasuki berbagai lokasi wisata secara gratis.

5 Lokasi Wisata Wajib Kunjung di Kota Seoul

Setelah bercerita panjang lebar mengenai Kota Seoul, saatnya Molzania ingin mengajak kalian untuk jalan-jalan ke 5 lokasi wisata favorit di kota ini. Mungkin sebagian besar dari kita ada yang sudah mengenalnya di drama. Tapi tetap saja rasanya belum lengkap kalau tak mengunjunginya sendiri.

Diceritakan oleh seorang blogger spintheglobe.net bernama Sylvia, yang juga seorang pengguna kursi roda, terdapat banyak lokasi wisata yang ramah disabilitas di Kota Seoul. Berikut beberapa diantaranya:

Baca Juga:  6 Jembatan Palembang, Ikon Yang Melewati Sungai Musi

1. Istana Gyeongbokgung

Istana Gyeongbokgung merupakan istana terbesar di seantero Korea Selatan. Istana ini menjadi bangunan kerajaan utama pada era dinasti Joseon. Lokasinya berada di daerah Jongno, pusat kota Seoul. Menurut Sylvia, bangunan istana Gyeongbok belum ramah untuk penyandang kursi roda. Akan tetapi kita bisa berjalan-jalan di lapangan utamanya, meski jalannya agak tidak rata. Toilet ramah disabilitas tersedia untuk kita yang kebelet pipis. ๐Ÿ™‚

Istana Gyeongbokgung di Seoul

2. Museum Nasional Korea

Museum Nasional Korea menyajikan pameran benda-benda bersejarah bagi masyarakat Korea Selatan. Sejak masa prasejarah hingga kerajaan Joseon. Lokasinya masih berada di area istana Gyeongbok. Sylvia bercerita bahwa di sini tersedia ramp dan toilet aksesibel yang lumayan luas.

The National Folk Museum of Korea

3. Pasar Tradisional Gwangjang

Pasar Gwangjang boleh dibilang pasar tradisional terbesar di Korea Selatan. Sebelumnya dikenal dengan nama Pasar Dongdaemun. Lokasinya masih satu area dengan istana Gyeongbok di daerah Jongno. Di pasar ini menyediakan banyak pernak-pernik buatan tangan dan perlengkapan fashion khas Korea. Seluruh area pasar didesain berjalan rata, sehingga pengguna kursi roda dapat dengan nyaman berjalan-jalan di sana.

Pasar Tradisional Gwangjang

4. Distrik Myeongdong

Myeongdong area pusat perbelanjaan favorit para turis. Ratusan toko berjejer di sepanjang jalan menawarkan banyak kebutuhan fashion, skincare dan kosmetik buatan Korea Selatan. Banyak toko yang menyediakan ramp khusus kursi roda. Sehingga penggunanya dapat leluasa berbelanja di sana.

Myeongdong

5. N Seoul Towerย 

Ini adalah menara terbesar di Kota Seoul. Tingginya kurang lebih 239 meter. Kita bisa melihat seantero kota Korea berikut pemandangan sungai Han dari atas menara. Di sini tersedia lift dan seperangkat audio yang bisa kita sewa dengan harga murah sebagai pemandu suara untuk disabilitas netra.

Baca Juga:  Ketahui Daftar Lengkap 15 Bandar Udara Korea Selatan

NSeoul Tower, Menara di kota seoul

Fasilitas Disabilitas yang ada di Kota Seoul

Sebagai seorang disabilitas, berdarmawisata ke suatu tempat memiliki tantangan tersendiri. Terlebih bagi seorang disabilitas daksa yang membutuhkan kursi roda seperti Molzania. Akan tetapi untunglah Pemerintah Kota Seoul sudah menyediakan fasilitas dan pelayanan publik yang ramah disabilitas.

Menurut laman VisitSeoul.net, banyak tempat dan area wisata yang sudah dilengkapi dengan fasilitas toilet, ramp dan lift. Stasiun kereta bawah tanah dan bandara sepenuhnya aksesibel untuk membantu lima jenis disabilitas. Tempat penyewaan alat bantu seperti kursi roda elektrik dan manual berbagai jenis dapat ditemukan dengan mudah. Stasiun kereta api bawah tanah Seoul Metro bahkan telah dilengkapi guiding block dan sistem informasi yang tersedia dalam bentuk audio dan visual.

Akan tetapi untuk dapat berkeliling kota, hendaknya disabilitas daksa menggunakan taksi. Walaupun harganya sedikit lebih mahal, tetapi akan terasa lebih aman dan nyaman. Terdapat pilihan taksi khusus untuk disabilitas dengan space yang luas. Tidak disarankan naik menggunakan bus karena ketersediaan bus dengan lantai bawah masih terbatas. Bus lantai bawah ini tangga menuju pintu masuk dan keluarnya dibuat lebih rendah, sehingga kursi roda dan orang tua dapat naik dengan mudah.

Source:

https://www.worldtravelguide[.]net/guides/asia/south-korea/seoul/history/
www.sto.or.kr
https://english.visitseoul[.]net/accessibility
https://spintheglobe[.]net/dir/2019/03/15/16-wheelchair-accessible-things-to-do-in-and-near-seoul-south-korea/

664 Views

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 Komentar

  1. Masya Allaaah salut sama tulisan Molly ini
    membuka mata – dan salut sama pemerintah yang negaranya aman disabilitas seperti KOrea ini

    aku pernah baca dulu diundang ke peluncuran buku Neng Koala – jadi cerita salah satu mahasiswi dari Indonesia di Australia sana, dia suami istri disable ( paraplegia) dan muslimah berhijab pula – dan selama di Australia : BARU KALI ITU DIA BISA BERTUALANG WISATA KE MANA MANA tanpa didampingi keluarga!

    Nah loh, keren kan! Tak doain kamu sampe Korea dan Australia yaaaa Molly sayang, tulisanmu ini baguuuus banget

  2. Salah satu negara yang pengen banget aku kunjungin, selain berharap bisa ketemu artis kpop yang ak idolakan juga tempat wisata alam serta kulinernya juga yang gak kalah keren hhu