Antologi

Senyum Cerah Senyum Systema Nano

Dulu aku sering heran ketika melihat teman nenek datang
berkunjung. Beliau sering sekali mengunyah daun sirih yang didalamnya diberi
kapur. Membuat dirinya seakan-akan sedang meminum darah. Seisi mulutnya
merah-merah semua. Suatu saat iseng aku bertanya kegunaannya untuk apa. Teman
nenekku menjawab itu untuk kebersihan gigi. 
Kegiatan Menyirih untuk Memutihkan Gigi
“What?” batinku terlonjak kaget. “Membersihkan gigi saja
harus berubah jadi vampire terlebih dahulu?” Aku menggeleng-gelengkan kepala mendengarnya.
Lalu kuterka-nerka seperti apa rasa daun sirih itu. Teman nenekku menjawab lagi
rasanya enak, mulut jadi terasa lebih segar.

Lain
waktu, aku pergi ke masjid menemani ayah untuk shalat Maghrib. Usiaku 10
tahunan waktu itu. Di masjid aku bertemu dengan pak ustadz teman ayahku. Beliau
menasehatiku kalau mau shalat sebaiknya membersihkan diri terlebih dahulu.
Kubalas pernyataannya dengan mengatakan kalau aku sudah mandi sore sebelum
pergi ke masjid. Beliau manggut-manggut senang.

“Molly, sudah sikat gigi belum?” tanyanya lagi. Aku menggeleng.
Pak Ustadz pun mengeluarkan sebuah benda yang membuatku tercengang. Belakangan
aku tahu kalau itu siwak. Pak Ustadz kembali menasihatiku untuk tak lupa sikat
gigi. Aku heran kok sikat gigi Pak Ustadz berbeda dari yang lain.


Siwak
ternyata “sikat gigi”nya Rasulullah. Terbuat dari pohon Arak yang mempunyai
nama latin Salvadora Persica. Pohon ini memiliki dahan dan akar yang lembut
yang ternyata telah direkomendasikan oleh WHO sebagai pembersih mulut dan gigi.
Penelitian menunjukkan bahwa di dalam seratnya terkandung berbagai macam
zat-zat yang bermanfaat untuk kesehatan mulut dan gigi.  Diantaranya Fluoride, abrasive, antiseptik,
deterjen, astringent dan enzyme inhibitor.
Pulang
kerumah, aku jadi kepingin mencoba siwak. Keesokan harinya Ayah membelikanku
sebatang siwak yang lalu segera kugunakan. Rasanya aneh. Mungkin karena aku
belum terbiasa. Ternyata sikat gigi menggunakan siwak tak cocok untukku. Aku
tetap lebih suka sikat gigi bulu anak-anak berwarna merah jambu kesukaanku.
Bicara
soal kesehatan gigi, mama adalah polisi gigi nomor satu di dunia. Beliau selalu
cerewet bila menyuruh anak-anaknya sikat gigi. Kalau aku lagi malas atau sakit,
mama tahan membawakan segelas air dan sikat gigiku supaya aku tetap sikat gigi
di atas kasur. Sampai aku duduk di kelas 1 SMA pun, mama terkadang masih
menyikatkan gigiku malam-malam sebelum tidur.

Mama Sang Polisi Gigi
Alasannya
kata mama, aku suka tidak bersih menyikat gigi. Gigiku sangat licin ketika
dirabanya. Itu menunjukkan kalau di gigiku masih ada sisa makanan yang melekat.
Mama mengusahakan kami anak-anaknya untuk tidak seperti beliau di masa kecilnya
dulu. Waktu kecil, mama kurang memerhatikan kesehatan gigi. Akibatnya di masa
dewasa, mama sering bolak-balik pergi ke dokter gigi. Entah untuk menambal,
atau bahkan mencabut gigi karena giginya keropos.

Mama
tak mau hal itu terjadi pada anak-anaknya. Kata mama pengobatan gigi akibat
sakit itu mahal. Mending uangnya ditabung untuk keperluan pendidikan atau
jalan-jalan. Udah gitu kata mama rasa sakitnya itu bikin gak tahan. Sakitnya
tuh disini, kata mama nunjuk gigi sama kepala. Ternyata sakit gigi juga bisa
menyebabkan sakit kepala. Maka dari itu, mama lebih suka memarahi aku dan adik
kalau lupa menyikat gigi.

Terkadang
aku suka protes sama mama. Mama tuh kepooo banget deh sama persoalan gigiku.
Nemu karang gigi sedikit, udah langsung disuruh periksa ke dokter gigi. Bolong
sedikit, cepat-cepat disuruh tambal. Kalau tidak mau, mama tahan menemaniku ke
dokter gigi. Bahkan hingga saat ini kesehatan gigiku tak pernah absen
diinterogasi.

Saat
gigi depanku patah karena terjatuh, mama menyesalnya minta ampun. Beliau
memarahiku yang ceroboh saat bermain bersama teman-teman. Mama membawaku ke
dokter gigi untuk dipasangi tambalan gigi depan. Namun karena sering lepas,
kelas 2 SMU aku tak mau lagi memasangnya. Toh gigi depanku yang patah hanya
sedikit sehingga tidak memengaruhi penampilanku secara keseluruhan.

Setelah
aku dewasa, aku baru memahami “kecerewetan” mama. Ternyata perawatan gigi sejak
dini itu penting sekali. Pengobatan lebih mahal daripada perawatan gigi. Lebih
baik mencegah daripada mengobati. Setelah insiden gigi bolong beberapa waktu
yang lalu, aku insyaf untuk lalai menyikat gigi. Bukan hanya soal biayanya,
tapi juga karena rasa sakitnya.

Benar
kata mama, rasanya di bor itu sakit. Ngilunya minta ampun. Belum lagi suara
peralatannya yang berisik. Sakitnya tuh benar-benar di gigi dan kepala. Ditambah
lagi menguras isi kantong. Untungnya dokter gigi langgananku paham kalau aku
masih coba-coba mencari penghasilan sendiri. Jadi biayaku sedikit dimurahkan
olehnya.

Belajar
dari pengalaman, kini aku lebih concern terhadap kesehatan gigi dan mulutku.
Untuk perawatan gigi harian, kupercayakan pada Systema Nano. Systema Nano
mengandung butiran kalsium nano untuk mencegah sekaligus mengobati gigi yang
berlubang. Selagi lubang gigimu masih berukuran nano, segera ditutupi dengan
Systema Nano.

Ada dua
varian Systema Nano yang bisa kita pilih; yaitu Spring Fresh dan Menthol
Breeze. Selain Nano Kalsium, SystemaNano juga mengandung Erythritol dan Micro Foam. Erythritol berfungsi untuk
mengurangi plak di gigi secara efektif lebih cepat dibanding pasta gigi biasa.
Sedangkan Micro Foam atau busa berukuran Mikro mempercepat penyebaran Nano
Kalsium dan Erithritol hingga ke sela-sela gigi, untuk mulut sehat dan
terlindungi secara menyeluruh dari gigi berlubang.

SystemaNano tergolong produk pasta gigi baru di Indonesia. Dikembangkan langsung oleh
Lion Jepang, perusahaan yang tentunya sudah akrab di telinga kita rakyat
Indonesia. Pasta gigi ini memberikan aksi perlindungan cepat dan tepat untuk 8 masalah mulut,
yaitu:

  1. Membantu memperbaiki gigi berlubang dalam 2 minggu
  2. Membantu memperkuat gigi dan enamel gigi
  3. Membunuh bakteri
  4. Membantu mengurangi plak
  5. Menjaga gusi tetap sehat
  6. Menetralisir asam di mulut
  7. Mengurangi bau mulut
  8. Melindungi gigi secara menyeluruh
Aku dan Systema Nanoku

Selain
itu untuk merawat gigi, aku juga menghindari makanan dan minuman yang
berpotensi merusak gigi. Diantaranya teh, kopi, minuman bersoda, cuka dan
kecap. Makanan dan minuman tersebut mengandung zat tanin yang menimbulkan noda
pada gigi. Aku juga membiasakan untuk tidak sesering mungkin makan-makanan yang
mengandung asam. Karena sifat rongga mulut kita basa, bila keseringan
mengonsumsi yang asam-asam, bisa menimbulkan efek korosif pada gigi.

Setelah
rutin membiasakan pola gigi sehat, gigiku kini tak lagi bermasalah. Berkat
Systema Nano, gigiku yang dulu kuning akibat mengonsumsi cuka pempek, kini
perlahan memutih. Selain itu, karena Systema Nano juga kepercayaan diri jadi
meningkat. 

Senyum Gigi Sehat Systema Nano
Gak perlu repot-repot mengunyah daun sirih, Systema Nano punya semua yang kamu butuhkan untuk gigi sehat. Selain pasta gigi, Systema Nano juga dilengkapi obat kumur dan sikat giginya juga lohh… Bangga deh jadi generasi muda Systema Nano, gigiku putih senyumku
pun cemerlang… ^o^

Buat yang mau tau lebih lengkap mengenai produk Systema Nano dan info mengenai kesehatan gigi, kunjungi websitenya di SystemaSolution.com. Pantengin juga Facebooknya di Systema Solution. Yuk, hidup sehat dengan rajin merawat gigi dimulai dari sekarang!

8 Views

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: