Antologi

Rumah Limas Berhantu

Cerita ini merupakan kisah nyata yang dialami mama di waktu
kecil. Dulu di pelosok Kota Palembang masih banyak didirikan rumah panggung
khas Palembang. Namanya tentu saja rumah limas. Disanalah mama menghabiskan
masa kecilnya. Rumah ini rumah warisan turun temurun dari kakek buyut mamaku.
Kata mama, rumah limas tempat tinggalnya dulu sangatlah luas dan besar. 
Mengingat
ukurannya yang sangat luas, rumah ini lalu dibagi tiga oleh kakek buyutku Lantai
bawah disewakan kepada penduduk sekitar yang kebanyakan bermarga chineese.
Sementara lantai kedua dibagi menjadi dua rumah; satu untuk tempat tinggal kakek
buyutku dan satu lagi untuk hunian nenek dan kakek alias tempat tinggal mama.

Keluarga
mama termasuk keluarga besar. Mama mempunyai delapan saudara kandung; lima
laki-laki dan empat orang perempuan. Mama sendiri anak kedelapan. Di masa
kecilnya, mama termasuk anak yang pemberani. Meski ia kerap mengalami peristiwa
mistik.

Di
dalam salah satu ruangan di rumah mama, terdapat satu ruangan khusus. Ruangan
itu berisi berbagai benda peninggalan bersejarah milik Buyut Lokan. Konon,
Buyut Lokan termasuk orang sakti yang tinggal di Kota Palembang beratus tahun
lalu. Setiap malam Jumat, kakek buyutku selalu memandikan benda-benda keramat
itu. Satu persatu keris-keris dan jimat-jimat tua diguyuri air suci. Tak lupa
dibacakan mantra dan doa khusus.
Entah
bagaimana ritual ini membuat suasana rumah jadi berkesan angker. Mirip seperti
film The Conjuring dimana satu persatu penghuni rumah mengalami hal-hal gaib.
Mama misalnya, di suatu malam saat mati lampu, beliau yang waktu itu masih berusia
lima tahun, melihat korek api yang bergerak sendiri.
Ceritanya
mama waktu itu sedang tidur-tiduran di kasur. Ranjang yang digunakan mama
dibuat bertingkat dimana tingkat atas digunakan oleh kakak perempuannya. Mama
sendiri lebih suka tidur di ranjang bawah. Saat sedang asyik melamun, mama melihat
sepercik cahaya mirip api yang baru dihidupkan pada korek api dari arah luar
kamar. Pintu kamar mama sedang tidak dikunci saat itu, sedangkan kamar mama
menghadap langsung kamar penyimpanan Buyut Lokan.
Cess!!
Api itu kemudian bergerak cepat, lalu menghilang. Disana sedang tidak ada
siapa-siapa, semua orang sudah berada di kamar masing-masing. Mama yang
melihatnya langsung bergidik ketakutan. Kejadian ini tidak berlangsung sekali,
tetapi mama mengalaminya dua kali. Batin mama berucap itu pasti kerjaan hantu
yang iseng.
Lain
lagi dengan yang dialami kakak laki-laki mama alias uwakku. Sore hari yang
cerah, tidak ada hujan tidak ada angin, uwak yang saat itu sedang berdiri di
beranda bersama uwakku yang satunya, mereka seperti biasa bercanda. Tiba-tiba
dari arah plafon, terdengar suara-suara. Dan byurr!! Air dingin mengguyur
kepalanya entah dari mana. Seperti ada orang yang menuangkan air, tapi setelah
dilihat tidak ada siapapun. Melihatnya keduanya pun berlari ketakutan dalam
keadaan basah kuyup.
Hantu
rumah limas memang kerap berbuat iseng. Mungkin ia mau berkenalan dengan
penghuni rumah. Tapi tidak ada satupun yang ingin melakukan itu. Bertahun-tahun
kemudian, rumah limas masa kecil mama terbakar. Tak ada satupun benda-benda
keramat milik Buyut Lokan berhasil diselamatkan. Untunglah, kalau tidak mungkin
akan lain ceritanya. Hingga saat ini kejadian mistik ini menimbulkan semacam
trauma di benak saudara-saudara mama. Termasuk mama sendiri. Mereka barangkali
harus mengadakan perayaan Halloween untuk mengenangnya.
24 Views

4 Comments

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: