Review

Review Aplikasi Smartphone Pembantu Tuna Netra Be My Eyes

Kemajuan teknologi saat ini semakin memudahkan kaum disabilitas. Dibandingkan zaman dahulu, kini para disabilitas tidak lagi merasa canggung saat harus beradaptasi dengan mereka yang non disabilitas. Orang-orang di luar sana pun mulai melek dan peduli terhadap dunia disabilitas. Mereka menciptakan berbagai alat untuk membantu disabilitas dapat beraktivitas dengan normal. Salah satunya dengan kehadiran aplikasi smartphone khusus disabilitas.

Kali ini Molzania akan membahas aplikasi smartphone untuk tuna netra. Namanya “Be My Eyes”. Sesuai judulnya, aplikasi ini mengajak para penggunanya untuk menjadi “mata” bagi disabilitas netra. Saat ini anggotanya sudah lumayan banyak. Mencapai jutaan dan tersebar di seluruh dunia. Terdiri dari mereka yang disabilitas netra dan non disabilitas netra.

Cara pakainya mirip seperti penggunaan video call. Nantinya disabilitas netra menghubungi non disabilitas untuk meminta bantuan mengenai apapun. Biasanya untuk membantu mereka mengenali tulisan, lokasi atau barang yang tidak bisa mereka lihat. Nah keduanya tinggal berinteraksi alias bercakap-cakap lewat aplikasi ini.

Setiap ada permintaan bantuan, tersedia notifikasi di android kita. Rasio pengguna antara disabilitas netra dan non disabilitas netra yang sedikit membuat kita tidak menerima permintaan bantuan setiap saat. Kita juga harus berlomba-lomba dengan pengguna lain jika ingin menawarkan bantuan. Bisa saja saat itu kita tidak bisa menerima panggilan bantuan, sehingga diambil alih oleh pengguna lain. Atau bisa pula kita keduluan pengguna lain saat ada tuna netra yang butuh bantuan.

Tidak banyak fitur yang tersedia di aplikasi ini untuk pengguna non disabilitas netra. Tapi kita bisa mengisi profil pengguna. Aplikasi ini termasuk aplikasi untuk global. Artinya tuna netra yang mengakses bisa dari negara mana saja. Untuk itu kita wajib menyertakan bahasa yang kita kuasai. Tujuannya agar aplikasi tidak salah memilih orang yang ingin membantu.

Misalnya simulasinya seperti ini. Molzania menguasai dua bahasa; Inggris dan Indonesia. Makanya di kolom primary language, Molzania memilih bahasa Indonesia sebagai bahasa utama. Selanjutnya di kolom other language atau bahasa lainnya, Molzania memilih ‘English’ alias bahasa Inggris. Ada lumayan banyak pilihan bahasa yang tersedia disana. Termasuk dua jenis bahasa daerah asli Indonesia sendiri, yaitu Jawa dan Sunda.

Molzania sudah beberapa kali membantu tuna netra lewat aplikasi ini. Meskipun ada juga yang terlambat mengangkat panggilan bantuan. Ternyata menyenangkan rasanya membantu sesama. Semua tuna netra yang Molzania bantu kebanyakan berasal dari Indonesia. Ada yang ingin meminta untuk membaca nominal uang, bahkan tulisan di judul buku yang ternyata isinya buku yasin dan tahlil untuk tuna netra.
Kekurangan aplikasi ini terletak pada masalah keamanan safety. Sesiapa saja bisa mendaftar menggunakan filter akun mana saja. Entah itu berstatus sebagai tuna netra ataupun non disabilitas netra. Artinya aplikasi ini rawan disalahgunakan. Mudah-mudahan ini hanya kekhawatiran Molzania saja. Sepanjang Molzania menggunakan aplikasi ini belum menemukan yang aneh-aneh. Semoga nggak ada orang jahat yang ingin mengerjai orang lain lewat aplikasi bertujuan mulia ini.

Aplikasi semacam ini mengingatkan Molzania dengan salah satu games horror yang beberapa tahun lalu sempat booming. Judulnya “Perception”. Di dalam games itu, sang tokoh utama yang seorang tuna netra meminta bantuan mata lewat aplikasi android semacam “Be My Eyes”. Dulunya Molzania tidak menyangka bahwa aplikasi seperti ini beneran ada. Ternyata Molzania salah. Aplikasi “Be My Eyes” benar-benar ada.
108 Views

6 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *