Pak Kapolres “Sanjo” ke Rumah Blogger Disabilitas Palembang. Ada Apa?

Ngobrol Santuy Sama Pak Kapolres Palembang

Speechless! Ga nyangka! Awalnya juga masih gak percaya. Tapi kira-kira 10 hari yang lalu, sempat dihubungi oleh polisi yang ternyata ajudan dari Pak Kapolresta Palembang yang saat ini dijabat oleh Bapak Kombes Pol. Mokhammad Ngajib. Beliau ini Kapolres baru loh. Resmi menjabat bulan Januari lalu.

Ternyata tulisan blog Molzania tentang pengalaman vaksin dibaca oleh beliau.  Waktu itu, Molzania kebetulan vaksinasi di RS. Bhayangkara. Ya, Molzania niatnya emang murni ingin berbagi. Menghimbau kepada penyandang disabilitas lainnya agar jangan takut divaksin. Soalnya kan dengar-dengar dari sesama teman disabilitas, pada waktu itu masih banyak yang menghindari vaksin COVID-19.

Bacaan Lainnya

Ngobrol Santuy Sama Pak Kapolres Palembang

Padahal itu kan untuk kebaikan diri kita sendiri. Demi supaya Indonesia bisa turun angka pasien COVID-nya. Sebisa mungkin nih kita yang belum kena untuk mengusahakan yang terbaik. Salah satunya lewat jalan vaksinasi dan jaga ketat prokes. Eh, gak disangka tulisan Molzania ini menarik perhatian Pak Kapolres. Selang beberapa saat usai dihubungi oleh ajudannya beliau, Pak Kapolres menelepon Molzania langsung! Lalu beliau berencana untuk bertemu Molzania. Wah, mimpi apa nih semalam Molzania?

Ada kejadian lucu nih, waktu itu Molzania nerima teleponnya pas lagi webinar. Awalnya nggak ngeh, Molzania tolak dulu secara halus.  Sesudah webinar, dicek lagi ternyata yang nelepon Pak Kapolres. Wadidaww.. maaf ya, Pak. 

Eh, ini beneran gak ya? batin Molzania. Secara Molzania kan orang biasa saja. Saat Molzania nanya alasannya, intinya Pak Kapolres mau meminta saran mengenai kebijakan Polri di Palembang yang relate dengan disabilitas. Jujurly, Molzania nervous to the max menerima telepon dari beliau ini. Sore harinya, Pak Wakil Kapolsek Kalidoni datang ke rumah. Berarti beneran, dong ini?? Huwaaa.. O.o. Secara selama ini Molzania gaulnya cuma sama temen blogger, doang. >,<

Baca Juga:  Menguak Resep Rahasia Menulis Gola Gong

Ngobrol Santuy dengan Bos-nya “Plisi” Palembang

Awalnya sempat batal, karena Bapak Ngajib mendadak sakit. Okelah, fiks ditunda hehe.. sampai kapan? Entahlah. Molzania juga nggak enakan mau nanya langsung. Nah sore hari kemarin, Molzania mendadak dihubungi lagi. Ternyata Pak Ngajib mau datang sore itu juga which is kemarin. Sungguh sebuah surprise yang gak disangka-sangka. :O

Molzania pun berkesempatan untuk mengobrol langsung. Pak Ngajib ternyata asalnya dari Banyumas, Jawa Tengah. Lulus dari Akpol tahun 1995. Sudah kurang lebih 25 tahun bergabung di POLRI. Beliau menggantikan Kombes Irvan menjadi Kapolres. Mengutip dari Tribunnews, visi misinya menjadi Kapolresta Palembang ialah menciptakan iklim kepolisian yang berani, jujur dan bertanggungjawab.

Dari pertemuan ini, Molzania tahu kalau Pak Ngajib orangnya humble dan baik banget. Soalnya kan citra polisi itu identik dengan ketegasan dan kegarangan. Soalnya mereka kan terbiasa menghadapi para penjahat. Tapi Pak Polisinya ternyata baik. dan ramah. Molzania pun banyak dapat insight bagus dari diskusi singkat ini.

Pak Ngajib Sosok yang Ramah Kepada Disabilitas

Ketika Molzania wawancarai, beliau ternyata sudah terbiasa dan sering berhadapan dengan disabilitas. Sebelum di Palembang, Bapak Ngajib pernah ditugaskan di Bandung. Nah di sana, beliau sering mengadakan pertemuan dengan banyak komunitas disabilitas. Tujuannya untuk mendapat masukan dari mereka soal kebijakan polisi yang ramah disabilitas,

Berkah Ngeblog Disanjoi Kapolres Bapak M. Ngajib

Molzania pun berkisah di Palembang juga ada komunitas disabilitas. Namun jumlahnya kemungkinan tidak banyak. Salah satu komunitas itu namanya HWDI alias Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia. Molzania juga turut bergabung di sana. Mendengarnya, Pak Kapolres sangat antusias. Semoga suatu hari nanti, Molzania juga bisa mengajak teman-teman untuk diskusi bareng.

Baca Juga:  Ujian CA Tidak Sulit Kok

Kemudian Molzania juga singgung nih mengenai fasilitas disabilitas yang dimiliki oleh Kepolisian RI. Soalnya kan disabilitas kalau mau lapor polisi susah jika tak difasilitasi. Di Polsek-Polsek Palembang, apakah sudah tersedia? Beliau menjawab saat ini sudah tersedia kursi roda dan ramp. Bahkan di Kapolrestabes, sudah tersedia programnya sejak dua tahun lalu. Tentu senang banget, dong Molzania mendengarnya. Keren banget. Alhamdulillah..

Tak lupa, Molzania juga memberikan masukan terkait penyediaan huruf braille dan juru bahasa isyarat. Soalnya kan kita mengenal lima jenis disabilitas. Jadi mereka yang disabiltas netra dan rungu juga harus diperhatikan. Mungkin bisa ditambah lagi dengan toilet yang ramah disabilitas. Jujurly, Molzania sendiri sering struggle di tempat-tempat publik berkenaan dengan keberadaan toilet disabilitas. Di Kota Palembang, masih sangat kurang.

Ciptakan Aplikasi Smartphone untuk Disabilitas Lapor Polisi

Satu bulan menjabat Kapolres, ternyata Pak Ngajib bikin terobosan. Beliau saat ini sedang menciptakan sebuah aplikasi smartphone untuk lapor polisi bagi warga Kota Palembang. Aplikasi ini didesain ramah untuk disabilitas juga. Sehingga kaum disabilitas yang mau lapor polisi, bisa tinggal tekan melalui hapenya. Nanti polisi dari Polsek akan datang ke rumah.

Menurut Molzania sih, ini sebuah ide yang brilian. Selama ini Molzania juga takut sendirian jika berpergian. Apalagi mesti naik transportasi online misalnya. Soalnya takut dirampok dan dijadikan incaran penjahat. Mama Molzania juga selalu mewanti-wanti hal yang demikian. Diharapkan dengan adanya aplikasi ini, angka kejahatan khususnya di Kota Palembang akan menurun.

Pak Kapolres Molzania Ajarin Salam dari Korea
Pak Kapolres Molzania Ajarin Salam dari Korea.

Pak Kapolres juga memention bahwa aplikasi ini juga bakal bermanfaat untuk mereka yang menjadi korban, namun enggan melapor. Misalnya korban KDRT. Aplikasi semacam ini bikin Molzania teringat sama layanan telepon 911 di Amerika. Saat seseorang menelepon  dalam keadaan berbahaya, maka polisi terdekat akan sigap menanggapi laporannya. Beberapa saat kemudian, polisinya udah nongol di depan rumah.

Baca Juga:  Naruto Gaiden The Next Generation of Naruto Cs

Niatnya sudah baik. Tapi apa yang dirancang untuk disabilitas, hendaknya wajib diuji coba dulu. Pengujiannya tentu saja dengan melibatkan disabilitas langsung. Soalnya bagaimanapun, disabilitas memiliki hambatan yang beragam. Jadi nanti dari sana bakal dapat masukan bagus tentang kekurangan dan kelebihan aplikasi ini. Mudah-mudahan aplikasi smartphone ini bisa segera launching. Molzania sendiri udah gak sabar mereviewnya di blog. 🙂

517 Views

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *