Antologi

Menghidupkan Sastra Palembang

Kredit : lindation.blogspot.com

“Tulisan ini diikutkan ke dalam lomba “”Novel Girls in the Dark by Akiyoshi Rikako”


Apa yang kalian pikirkan tentang klub sastra? Membosankan?
Kegiatannya paling cuma baca buku atau nulis cerita? Eit, jangan salah ya. Mari
kuperkenalkan pada klub sastra paling keren sedunia yaitu Klub Sastra Berbagi.
Sesuai
dengan namanya, klub sastra ini bersifat persuasif. Mengajak masyarakat di
sekitar untuk mencintai dunia sastra, khususnya dalam hal ini sastra nusantara.
Kenapa Molzania memilih sastra nusantara ? Karena sastra kita nggak kalah kok
kualitasnya dari luar negeri. Andrea Hirata, Dewi “Dee” Lestari dan
Habiburrahman El Shirazy boleh jadi salah satu contoh penulis Indonesia
berbakat yang karyanya sudah mendunia.
Spesifikasi
sastra nusantara memang terlalu luas untuk dijamah. Jadi, Molzania memilih
sastra Palembang sebagai tema yang diangkat ke kegiatan klub Sastra Berbagi.
Alasannya karena Molzania sendiri wong Plembang, so jadi lebih merakyat bukan?
*cielahh*
Beberapa
kegiatan Klub Sastra Berbagi ala Molzania yang menarik, diantaranya:
  • Temu Diskusi dengan Tokoh Sastra Palembang, ini
    akan jadi sangat menarik. Bayangkan kita bisa belajar langsung dengan
    tokoh-tokoh sastra asal Palembang yang sudah malang melintang di dunia
    literasi. Molzania yakin kegiatan ini akan bermanfaat untuk anggota-anggota
    klub sastra di masa depan. Tidak hanya itu mungkin masyarakat sekitar juga
    kepingin berpartisipasi juga dalam temu diskusi. Seminar kecil-kecilan ala klub
    sastra gitu deh…
  • Charity is The Best, tentunya Klub Sastra
    Berbagi gak akan lengkap tanpa kegiatan beramal. Berhubung mau deket-deket
    bulan puasa, jadi Klub Sastra Berbagi akan mendatangi panti-panti asuhan atau
    perpustakaan rakyat untuk bagi-bagi buku gratis. Sumbangan buku-buku bisa dari
    anggota atau masyarakat sekitar yang ingin menyumbang. Kegiatan yang
    menyenangkan, sekaligus mendapat pahala, Bukan?
  • The Dul Muluk Show, Teater asli Palembang ini
    sudah mulai terlupakan. Klub Sasra Berbagi ingin menghidupkannya lagi, tentunya
    disesuaikan dengan trend perkembangan zaman. Dikemas menarik sehingga The Dul
    Muluk Show bisa dinikmati oleh semua lapisan usia. Lebih fresh, tapi tidak
    meninggalkan kesan Bahaso asli Palembang didalamnya.
  • Children Fun N’ Tour, namanya juga klub
    sastra berbagi. Nggak cuma orang dewasa, teman sebaya, anak kecil juga kudu diperhatiin.
    Kita bisa melakukan hal-hal yang berhubungan dengan sastra disana. Misalnya
    story telling, permainan interaktif, dan sebagainya. Ceritanya diisi dengan dongeng-dongeng asli melayu yang merupakan akar budaya Palembang. Sebut saja batu belah batu bertangkup, Kisah Si Pahit Lidah, dll. Kegiatan ini bisa juga
    diatur dengan memanggil anak-anak kecil di sekitar rumah lhoo… Dijamin seru
    dan menyenangkan.
Nah,
ini kegiatan klub sastra seru versiku. Bagaimana denganmu?
22 Views

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: