10 Camilan dan Kue Tradisional Korea yang Mirip Indonesia

Camilan Korea Indonesia

10 KUE TRADISIONAL KOREA MIRIP INDONESIA – Semakin Molzania mengenal Korea Selatan, Molzania merasa ada banyak kemiripan dalam hal tradisi dan budaya. Tak terkecuali soal makanan. Ternyata setelah mencari tahu, ada banyak kuliner Korea yang mirip kayak di Indonesia. Mungkin karena sama-sama benua Asia kali ya..

Akhirnya Molzania pun berinisiatif untuk mencari tahu lebih lanjut. Memang sih gak semua makanan kita sama persis. Tapi setidaknya ada kemiripan tekstur dan rasa. Mungkin juga dari segi bahan dan penyajiannya yang memiliki kemiripan.

Sehingga pas kita jalan-jalan ke Korea, mungkin saja kita akan menyukainya dan sedikit merasa de javu. Seakan-akan pernah menyantap makanan ini sebelumnya, tetapi entah kapan dan di mana. Tahunya ya memang mirip kaya kuliner Indonesia Raya.

10 Kue Tradisional Korea Mirip Indonesia

Kenapa harus kue sih? Simple sebenarnya karena Molzania penyuka kue. Terutama camilan yang rasanya manis. Apalagi kalau pergi ke tempat yang berbeda, pasti nyempetin untuk jajan kue-kue khas di kota atau negara tersebut. Berasa penasaran gitu dengan kuliner khasnya.

Penasaran? Di bawah ini Molzania tulis 10 kue tradisional Korea yang mirip Indonesia. Beberapa di antaranya, Molzania udah pernah cobain sendiri. Ada juga yang belum, sih. Tetapi setelah menimbang-nimbang, Molzania merasa keduanya akan mirip. Memang nggak semuanya kue, ada pula yang berupa minuman. Berikut 10 kue tradisional Korea mirip Indonesia :

Baca Juga:  Nikmatnya Bakso Lobster Viral di Palembang

Gangjeong vs Bipang

Gangjeong merupakan snacks tradisional Korea yang terbuat dari campuran beras ketan dan alkohol yang dipotong-potong lalu dikeringkan. Camilan Korea ini disajikan saat hari raya atau untuk upacara peringatan tertentu. Di Indonesia gangjeong mirip seperti bipang. Sama-sama terbuat dari tepung beras. Teksturnya pun mirip yaitu kriuk-kriuk.

Gangjeong vs Bipang

Patbingsu vs Es Kacang Merah

Di restoran Korea Indonesia, minuman menyegarkan ini seringkali dimasukkan dalam pilihan menu dessert. Habisnya Patbingsu menjadi favorit banyak orang. Es serut dari Korea ini umumnya disajikan dengan kacang merah dan buah-buahan manis lainnya. Mirip seperti minuman khas Indonesia yang kita kenal. Tak lain dan tak bukan: ES KACANG MERAH!!!

Patbingsu vs Es Kacang Merah

Dalgona vs Gulali

Sejak awal booming di Indonesia, permen Dalgona ala Korea ini mengingatkan Molzania akan camilan masa kecil dulu. Apalagi kalau bukan Gulali. Kedua camilan ini mulai dari bahan dan cara pembuatan sama persis. Terbuat dari gula putih yang dipanaskan, lalu dibentuk dan dibiarkan mendingin. Cuma bentuknya yang gak mirip. Gulali berwarna-warni dan memiliki aneka bentuk. Dalgona bentuknya bulat pipih.

Dalgona vs Gulali

Dasik vs Kue Satu

Kalau dua kuliner ini mungkin tidak semua mengenalnya. Soalnya kue satu sendiri merupakan kue kering tradisional Palembang. Dasik dan kue satu memiliki kesamaan yaitu sama-sama terbuat dari kacang hijau. Teksturnya pun mirip; agak keras digigit namun lumer di mulut. Perbedaannya kue satu berwarna putih bersih, sementara Dasik dibuat berwarna-warni.

Dasik vs Kue Satu

Kwabaegi vs Roti Bantal

Satu kesamaannya; sama-sama roti goreng yang dibalurin gula putih. Rasa keduanya manis. Hanya saja bentuk keduanya tak mirip. Kwabaegi, roti goreng Korea ini dibentuk spiral alias melilit. Sementara roti bantal seperti namanya berbentuk persegi menyerupai bantal.

Baca Juga:  Kuliner Khas Palembang ini Modifikasi Lain dari Pempek

Kwabaegi vs Roti Bantal

Sungpyeon vs Kueku

Kueku bukan kue tradisional asli dari Indonesia. Melainkan kue tradisional khas tionghoa. Bahannya terbuat dari tepung ketan yang diberi isian kacang hijau. Teksturnya kenyal dengan isi yang rasanya manis. Dari segi bentuk, tekstur dan rasa, kueku ini memiliki kemiripan dengan Sangpyeon. Namun sangpyeon memiliki isian yang lebih kaya karena dapat terbuat dari aneka kacang-kacangan, seperti kacang merah, wijen, dan lain-lain.

Sungpyeon vs Kueku

Yaksik vs Wajik

Yaksik merupakan camilan Korea yang terbuat dari beras ketan yang diberi aneka kacang-kacangan dan gula merah. Camilan Yaksik dipotong kecil-kecil dan berwarna coklat. Kuliner manis ini mengingatkan Molzania pada wajik yang merupakan makanan khas Jawa Tengah. Bedanya wajik tidak diberi isian apapun.

Yaksik vs Wajik

Tteokbokki vs Seblak

Tteokbokki alias topokki ini memang menjadi kuliner Korea favorit di Indonesia. Pasalnya topokki hampir selalu ada di restoran-restoran Korea. Tteokbokki merupakan camilan Korea yang terbuat dari teok yang kuahnya dimasak menggunakan saus gochujang. Rasanya yang pedas mengingatkan Molzania dengan kuliner tradisional Bandung yaitu Seblak. Menurut kalian ada kemiripan gak sih?

Tteokbokki vs Seblak

Odeng vs Pempek

Sebagai orang Palembang, ada perasaan de javu saat pertama kali menyantap Odeng. Dari segi bentuk dan rasa, odeng mirip seperti pempek. Ternyata bahan pembuatannya juga terbuat dari tepung sagu dan ikan giling. Makanya Molzania pun berinsiatif membuat resep tteokbokki pakai pempek sebagai pengganti odeng.  Ternyata enak-enak saja rasanya.

Yakgwa vs Gemblong

Yakgwa merupakan roti tradisional Korea yang disiram madu dan diberi taburan wijen. Kue yakgwa sudah dikenal sejak dinasti Georyeo dan menjadi kue persembahan dari raja untuk dewa. Sepintas kue yang berwarna coklat dan rasanya manis ini membuat Molzania terkenang sama kue Gemblong yang terdapat lapisan gula merah di luarnya. Sama-sama manis menurut sobat, apakah keduanya mirip? ^^

Baca Juga:  Manfaat Mengonsumsi Pisang Cavendish Bagi Kesehatan

Yakgwa vs Gemblong

Nah itulah 10 camilan dan kue tradisional Korea mirip Indonesia versi Molzania. Kalau sobat punya rekomendasi lain mungkin bisa dituliskan ke kolom komentar. Atau mungkin merasa perbandingan di atas nggak mirip, boleh deh tulis pendapatnya juga di bawah. Selamat membaca! Semoga bermanfaat. ^^

Sumber Artikel:

https://www[.]chefspencil[.]com/top-25-korean-desserts-sweets/
https://kimchimari[.]com/best-korean-desserts-recipes/

1,012 Views

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

49 Komentar