Jalani Hidup Apa Adanya Tanpa Syarat Ketentuan

  • Whatsapp
IM3 Ooredoo

Terpengaruh sosial media, orang-orang terbiasa menampilkan citra diri begitu sempurna.
Bergaya glamour dengan latar yang prestige terkadang membuat orang jadi lupa diri.
Sindrom “Pencitraan” begitulah orang-orang menamakannya.
Keinginan untuk selalu tampil sempurna. Menjadi primadona agar mendapat attention dari dunia maya.

Molzania pribadi sebagai pengguna sosial media seringkali terjebak. Upload foto diri yang paling keren dan bagus.

Dapatlah feedback berupa love dan komentar dalam jumlah yang banyak. Senang? Tentu saja.

Tetapi jika nanti nggak sengaja scrolling feed ternyata punya orang justru lebih bagus.

Maka muncullah rasa depresi karena merasa iri. Ternyata temen rupanya terlihat lebih bahagia dan sukses.

Sementara diri ini merasa segitu gitu aja. Akhirnya muncullah rasa minder.

Saat keluar rumah, bawaannya jadi rendah diri. Ketemu orang jadi salah tingkah.

Belum lagi kalo ngeliat teknik edit foto orang lain lebih kece. Mau belajar kok males.

Akhirnya dipendem sendiri. Berujung menyalahkan diri sendiri.

Terkadang begitulah yang namanya kehidupan. Suatu saat ada di atas, kadang jatuh di bawah.

Padahal apa yang ditampilkan seseorang di sosial medianya, belum tentu wujud dia yang sebenarnya.

Seperti halnya puncak gunung es, orang-orang hanya melihat kita saat berada di puncak.

Tanpa memandang bagaimana keadaan kita dalam meniti ke puncak gunung es tersebut.

hidup ini begitu berharga

Lantas Bagaimana Bila Hidup Ingin Tanpa Kepalsuan

1, Fokus Berkarya

Terlalu memikirkan apa pendapat orang lain terhadap kita membuat kita mengejar kesempurnaan.

Akibatnya terjebak dalam sindrom pencitraan diri seperti di atas. Padahal kita nggak bisa memuaskan pendapat semua orang.

Makanya lebih baik kita fokus terhadap diri sendiri. Terus perbaiki kekurangan diri.

Semangat berkarya tanpa menghiraukan kehidupan orang lain.

Baca Juga:  Belajar Dari Katak yang Tuli

2. Jangan SOS x 2

SOS itu singkatan dari senang melihat orang susah. Kebalikannya susah melihat orang senang.

Atau dengan kata lain iri melihat kesuksesan orang lain.

Seperti yang Molzania katakan, setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Memang susah sih untuk nggak iri sama orang lain yang lebih sukses.

Apalagi misalnya nih orangtua atau kerabat kita terus-menerus merongrong kita di rumah.

“Lihat nih si X udah sukses, udah jadi kaya dia. Punya mobil..” dan sebagainya.

Telinga siapa yang nggak sakit karena dibanding-bandingin.

Tapi lagi-lagi, jangan SOS x 2 sama orang lain. Mending ngerjain hal lain yang lebih positif.

3. Jadi Pribadi yang Bersyukur

Diucapkan memang mudah. Tapi berat ketika dijalankan.

Padahal ketika kita bersyukur, maka nikmat hidup akan Allah SWT tambahkan.

 

Jalani Hidup Apa Adanya Tanpa Syarat Ketentuan

Tampil apa adanya disini maksudnya menjadi pribadi yang tetap rendah hati.

Soalnya manusia itu makhluk sosial pasti membutuhkan bantuan orang lain.

Setiap hal yang kita lakukan tidak pernah lepas dari bantuan orang lain. Contohnya Molzania sendiri.

Kalau kamu emang suka melakukan suatu hal.

Sepanjang yang kamu lakukan tidak bertentangan dengan agama dan budaya masyarakat, lakukan saja.

Setelahnya selalu berterimakasih kepada orang yang mendukungmu dari belakang.

Soalnya tanpa mereka tentulah kita bukan siapa-siapa.

Tak lupa berterimakasih pula pada Allah SWT yang telah melancarkan segala urusan kita hingga detik ini.

Jangan berputus asa jika kita melakukan kesalahan.

Memang sih ya pikiran kita seringnya mendadak buntu ketika kita melakukan kesalahan.

Apalagi bila kesalahan itu termasuk fatal dan nggak bisa diubah. Terbayang seumur hidup kita mesti menanggungnya.

Baca Juga:  De Javu

Siap-siap di-judge oleh komentar pedas orang lain.

Manusiawi kok melakukan kesalahan.

Berkaca dari pengalaman pribadi, Molzania selalu berusaha untuk berfikir positif.

Selalu ada pembelajaran dari setiap kesalahan yang manusia buat.

Menjadikan kita manusia untuk berhati-hati dalam melakukan pekerjaan.

Di masa depan, kesalahan membuat kita nggak ingin mengulanginya lagi.

Sudah saatnya hidup dengan jujur dan apa adanya. Tanpa basa-basi, tanpa tedeng aling-aling, tanpa kepura-puraan dan tanpa tipu-tipu.

Bukan cuma sekedar jargon. Ketika kita mengaplikasikannya ke dalam kehidupan, insha Allah kita akan menjadi pribadi yang gampang untuk bersyukur.

Biarlah orang lain hidup dalam kepalsuan, kita hidupnya secara jujur. Berani speak up sama orang lain, jangan mudah minder.

Utarakan perasaan sobat yang tanpa kepura-puraan. Lagian hidup ini hanya sekali.

Apapun yang sobat inginkan, usahakan tetap berada di jalur positif.

Kebebasan bukan berarti kita bebas untuk berbuat semaunya.

Alasannya karena cuma IM3 Ooredoo yang ngasih kita semua paket terbarunya yaitu Freedom Internet.

Dengan paket terbaru ini, IM3 bakalan ngasih kita internetan yang bebas syarat ketentuan.

Bikin kita bisa internetan sepuasnya meski tanpa kuota. ^^

Flyer Freedom Internet IM3 Ooredoo

Hidup ini simpel banget kan?
Mana lagi zamannya serba #WFH #SFH pula.
Pas banget dong pake IM3 Ooredoo..
Kalo kuota utama internet kita habis, melalui fitur Pulsa Safe, kita bisa tetap internetan tanpa syarat ketentuan.

2.008 Views

Tinggalkan Balasan

33 Komentar

  1. Diterima nasihatnya supaya aku terus bisa fokus berkarya
    Terlalu banhak hal yang menggoda diri ini bikin nggak fokus hiks
    Terlalu berisik dunia di sekitar

  2. Tulisan keren. Setuju hidup haruslah tanpa kepalsuan. Tetapi tidak pula banget “apa adanya”. Ada hal-hal dimana kita harus mengubah diri menjadi lebih baik, meningkatkan cara berpikir, cara berprilaku, termasuk cara berinteraksi dengan orang lain. Kata Ibu saya dulu. Selamat pagi menjelang siang molly.

  3. Hidup apa adanya dan terus mengalir semangat untuk berkarya ya. Aku pun mengisi blogku dengan cerita keseharianku, Insya Allah bikin tenang kalau hidup tanpa pura-pura ya.