Cover isc
Disabilitas

Mengenal Indonesian Stuttering Community (ISC), Komunitas untuk Orang Gagap di Indonesia

INDONESIAN STUTTERING COMMUNITY (ISC), KOMUNITAS PENYINTAS GAGAP INDONESIA – Tahukah sobat kalau setiap tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai hari kepedulian terhadap gagap. Dalam Bahasa Inggris, gagap seringkali disebut sebagai stuttering atau stammering. Sebenarnya sama saja istilahnya itu. Hanya berbeda negara saja. Istilah stuttering banyak dipakai di Amerika Serikat. Sementara stammering banyak dipakai di UK.

Mengapa gagap dianggap menjadi suatu masalah saat ini? Di Indonesia, bahkan juga di dunia ini, penyandang gagap seringkali menjadi tertawaan. Hal ini terekam jelas dalam film Jepang yang berjudul “Shino Can’t Say Her Name“. Banyak pula anggapan orang yang salah terhadap gangguan ini. Gagap seringkali dipandang sebagai sebuah bentuk kecemasan. Padahal, kegagapan dapat menjadi indikasi masalah kesehatan.

Apa Itu Gagap dan Penyebab Munculnya Gagap? 

Sebenarnya apa sih itu gagap? Mengapa gagap dianggap menjadi suatu masalah saat ini?  Gagap artinya gangguan masalah saat berbicara yang identik dengan pengulangan kata, suku kata atau suara. Istilahnya dalam Bahasa Inggris disebut blocking. Penderita gagap seringkali diikuti dengan perilaku yang dianggap aneh, seperti kedipan mata yang terlalu cepat, atau bibir yang gemetar.

 ilustrasi gagap

Dikarenakan hal tersebut, penderita gagap sulit dalam berkomunikasi dengan orang lain. Diperkirakan ada sekitar satu persen penyandang gagap di seluruh dunia. Secara statistik, gagap lebih banyak dialami laki-laki dibandingkan perempuan. Rasionya mencapai 4 : 1. Gangguan gagap kebanyakan diderita oleh anak-anak. Ada sekitar 5 persen populasi anak-anak yang menderita gagap di dunia ini.

Penyebab seseorang menjadi gagap bermacam-macam. Pada umumnya dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain faktor genetik, masalah tumbuh kembang, trauma psikis, dan koordinasi otot dan syaraf otak. Gangguan gagap dapat terjadi sejak masa kanak-kanak yang menetap hingga dewasa.

Baca Juga:  Bukan Tokoh Utama, Sosok Wanita Disabilitas Tangguh Drakor Ini Menginspirasi

Indonesian Stuttering Community (ISC), Komunitas untuk Orang Gagap Pertama dan Terbesar di Indonesia

Jujur, Molzania cukup kaget kalau ada komunitas untuk orang gagap. Kesannya aneh nggak sih? Molzania pun baru tahu tentang komunitas ini sejak tahun lalu. Bermula dari upload video untuk lomba. Eh, ga taunya malah dilike oleh instagram komunitas ini. Entah karena cara bicara Molzania agak gagap di video itu, ya? Jadi mereka adminnya itu ngeh kalau Molzania itu gagap.

Usut punya usut, ternyata perkiraan Molzania salah. Ternyata foundernya, Dwiki Firmansyah, sama-sama tergabung dengan komunitas disabilitas. Nah, Molzania share video lombanya ke wag komunitas tersebut. Nggak disangka malah dilike oleh miminnya. Haha. Dikarenakan keingintahuan yang besar (baca: kepo), Molzania pun memutuskan untuk bergabung. Toh, Molzania juga kepingin tahu dong bagaimana cara biar gak gagap lagi? Mungkin mereka ada solusinya.

ndonesian Stuttering Community (ISC) Instagram

Ternyata Komunitas ISC ini sudah berdiri sejak 13 Januari 2017. Komunitas ini didirikan oleh Dwiki Firmansyah yang juga seorang stutter sejak masih kecil. Gaya berbicaranya yang dianggap aneh membuat dia sering dibully saat sekolah. Menjelang akhir kuliah, Dwiki pun mencoba untuk menerima dirinya. Lalu dia pun berusaha untuk membuat komunitas Indonesian Stuttering Community (ISC).

Saat ini komunitas untuk penyintas gagap ini menjadi yang pertama dan terbesar di Indonesia. Anggotanya sudah berjumlah ribuan orang yang menjangkau seluruh bumi pertiwi. ISC memiliki komunitas online yang tergabung dalam Whatsapp, Facebook, dan Discord. Ternyata banyak juga ya penderita gagap di Indonesia. Molzania pun nggak nyangka loh, kalau ada banyak orang yang gagap.

Jangan salah, anggota ISC nasional terdiri dari orang-orang dengan latar belakang yang beragam. Ada yang dari kalangan pelajar, mahasiswa dan dari berbagai profesi seperti psikolog, konten kreator dan lain-lain. Mereka rata-rata masih berusia muda. Beberapa media online dan televisi sudah pernah meliput komunitas ini. Diantaranya Kompas TV, Remotetivi, dan lain-lain.

104 Views

Tinggalkan Balasan