Antologi

Happy Birthday, Haru!

[Diikutkan dalam lomba ultah ke-4 Penerbit Haru]

Pagi ini Haru uring-uringan. Anak ayam yang biasanya selalu
bersemangat pergi ke sekolah malah manyun. Ibu Haru pun dibuat pusing tujuh
keliling. Sarapannya tak dihabiskan Haru. Padahal itu makanan favoritnya.

“Cepatlah
makan, Nak. Kau harus pergi ke sekolah!” perintah Ibu. Lima belas menit lagi
bel sekolah sudah berbunyi.

Beberapa
bulan ini, Haru punya kesibukan baru. Usianya sudah empat tahun. Ia bersekolah
di TK dekat rumahnya. Awalnya Haru pergi ke sekolah dengan hati senang. Namun,
kini ia merajuk. Entah kenapa.

“Selamat
pagi, Haru.” Kata Bu Moni Monyet, guru kelas Haru sesampainya di kelas. Haru
kelihatan ogah-ogahan menaruh tasnya di lemari. Sampai-sampai Bu Moni harus
membetulkan posisi tasnya agar tak jatuh.

Haru
pun duduk manis di kursinya. Ia melipat tangannya dengan rapi. Teman-temannya
juga melakukan hal yang sama.

“Anak-anak,
hari ini kita akan belajar berhitung. “ ajak Bu Moni ramah, “Kita belajar
sambil bernyanyi.”

Anak-anak
menyambutnya dengan antusias. Kecuali Haru. Ia masih merajuk. Bibirnya monyong
ke depan. Ibu Haru yang melihatnya dari luar kelas sampai geleng-geleng kepala.

Melihat Haru berwajah murung, Bu Moni lalu menghampirinya. “Kamu kenapa, Haru?” tanya
Bu Moni lembut. Haru menggeleng pelan.
 Teman-teman
Haru kelihatan bingung. Mereka berusaha menghibur Haru. Lili Lebah tersenyum
manis pada Haru.  Koko beruang menepuk-nepuk pundaknya. Tetapi Haru hanya menatap
mereka semua sendu.

”Ayo,
anak-anak kita berhitung dari angka satu.” Ajak Bu Moni yang sudah kembali ke
depan kelas.

“Satu…
Dua… Tiga… Empat, “ teriak Bu Moni. Anak-anak lalu menirukan suaranya.
Sampai disana Bu Moni tersenyum manis.

“Anak-anak,
tahukah kalian arti angka 4 hari ini?” tanya Bu Moni. Semua jadi penasaran
dibuatnya. Terlebih Haru. Ia mendongakkan kepalanya sedikit ke arah gurunya.
Tiba-tiba,
Koko mengacungkan tangannya. “Hari ini hari ulang tahun Haru yang keempat Bu
Guru!” teriaknya keras-keras. Bu Moni tersenyum senang.
Lalu,
Ibu Haru pun muncul ke dalam kelas. Ia membawa sepiring kue ulang tahun yang
cukup untuk semua orang.

Haru
tersenyum kesenangan. Ternyata orang-orang tidak melupakan hari ulang tahunnya.
Mereka malah merayakannya. “Selamat ulang tahun, Haru!” pekik teman-temannya
bersamaan ketika Haru berhasil meniup lilin ulang tahunnya yang berbentuk angka
empat.
Sahabat Haru, Koko beruang menyerahkan kotak kado berukuran besar padanya. Tak sabar, Haru segera membukanya. Ternyata isinya mainan robot Transformer yang telah lama diidamkan Haru. 

“Terima kasih semua. Kalian yang terbaik, ” ucap Haru sambil terharu.

Leave a Reply

%d bloggers like this: