Antologi

Flash Fiction #SuperJunior Untitled Chapter 7

Behind The Scene:

Mian, baru sempet posting, setelah lima hari menghilang hehehe… Seperti biasa sibuk ama kerjaan dan urusan vote kafebrownies hehehe.. Dan ada kabar gembira yang terjadi dua hari lalu, tepat pukul setengah delapan malam, hari Rabu tanggal 13 Juni 2012. Aku dinyatakan sebagai pemenang di fanpage facebook You.C Vitamin Water dan mendapat hadiah NEW IPAD 2012. Yippiee, senangnya. Gak nyangka banget bisa menang, akhirnya detektif quiz sudah siap untuk pensiun bentar lagi… hohohoo
Mian lagi, jadi curhat colongan hehehe… Curhatku akan dikupas besok ya, lengkap deh pokoknya. Balik lagi ke flash fictionku yang kian hari kian gaje aja… hohoho #Plakkk *dijitak Yesung* Di Chapter 7 ini si Hyung Soo rada amnesia cz lupa ulang tahunnya ndiri T.T. sebenarnya gak ada ide, tapi dipaksain aja deh hehe jadinya gaje gini… Tapi semoga bisa dipahami ya jalan ceritanya. Masukan + Kritikan alias keripik kentang yang super pedas jgn lupa dibagi ^^
Episode Sebelumnya:

dalkomhan
eonni! Jangan cengeng lagi ya, “ candaku sambil tersenyum manis
pada Hyung Soo. Ia tampak gelisah. Kuusap kepalanya pelan seraya merangkulnya
dengan kedua tanganku. “Tenang saja, aku pasti kembali,” ujarku lagi tanpa tahu
apa yang akan terjadi selanjutnya.
Flashback Kim Jong Woon aka Yesung
END
Flash Fiction #SuperJunior Untitled Chapter 7
 
Chapter 7
Moon Hyung Soo POV
Aku menemukan Kyuhyun dalam keadaan berdarah. “Apa yang terjadi?”
tanyaku. Kyuhyun menggeleng. Wajahnya kisut. Aku kemudian membawakan
semangkuk air dan obat merah. Kubasuh lukanya pelan. Kyuhyun tampak
meringis.
“aya ui tongjeung,” ujar Kyuhyun kesakitan
ketika aku menyentuh luka-lukanya, “Pelan-pelan” katanya lembut. Aku
mengangguk. Segera setelah aku menemukan bahwa luka-lukanya telah
bersih, aku pun menutupnya dengan plester. “Sepertinya aku harus
berwajah topeng selama beberapa hari,” canda Kyuhyun padaku.
“Jangan
melucu disaat seperti ini, “ timpalku. Aku tahu ia sangat kesakitan.
Mungkin butuh istirahat. Maka aku pun berlalu keluar dari kamarnya. Tak
mau menganggu Kyuhyun. Setengah jam kemudian kulihat Kyuhyun sudah
tertidur pulas seperti bayi. Wajahnya terlihat kyut dengan plester
miring di kepala. Aku tertawa pelan.
Pukul tujuh malam,
aku bergegas membawakan sup aspragus hangat ke kamar Kyuhyun. “Pukul
berapa sekarang?” tanyanya waswas. Kujawab pukul tujuh malam. Ia
terlonjak kaget menyadari betapa bodohnya ia bisa tertidur hingga lima
jam. Aku menggeleng pelan, meminta Kyuhyun berhenti menyalahkan dirinya
sendiri.
Kyuhyun mendesah lalu mulai menyeruput sup
asparagus buatan eomma. Aku menatapnya dengan penuh kecemasan. Ia
sepertinya sudah siap untuk bercerita. “Dia itu sahabatku, bahkan aku
pula yang merekomendasikannya bekerja di perusahaan…” lirih Kyuhyun.
“Nugu
Oppa? Biar aku yang menghajarnya nanti…” makiku geram. Kukepalkan
kedua tanganku, lalu menunjukkannya ke depan wajah Kyuhyun. “Kau ini
ada-ada saja,” ujarnya sambil tertawa. Kyuhyun mengelus kepalaku lembut.
Tiba-tiba aku merasakan hapeku bergetar. Terburu-buru aku mengangkatnya
lalu bergegas ke luar kamar. Kyuhyun menatapku dengan wajah bingung.
“Halo,” sapaku. “Chagiya?” seru Siwon dari seberang telepon. Ahh,
rupanya Siwon-ssi…
“Ada apa?” tanyaku ketus.
Aku benar-benar tak mau diganggu siapapun saat ini. “Tak bisakah kau
memperlembut suaramu, Chagi?” tanya Siwon balik. “Ne, Ne, cepatlah,”
jawabku tak sabar.
“Aku ingin kau ke luar
rumah!” perintah Siwon. Nadanya penuh misteri. Ada apa lagi ini? Tanyaku
dalam hati. Aku pun bergegas ke luar rumah. “Tak tahukah kau ini sudah
pukul berapa?” tanyaku pada Siwon. Dia hanya tergelak. “Menyebalkan,
huh?” gerutuku.
Hampir terjatuh aku menuruni
tangga, bergegas menghampiri Siwon yang katanya sudah ada di luar rumah.
Apakah ini semacam perayaan atau lelucon bodoh yang ingin dilakukan
Siwon? Entahlah. Tapi saat aku tiba di ruang tamu, tampak Siwon sedang
duduk manis di kursi didampingi appa dan eomma yang lantas tersenyum
padaku. Ada Kibum, Ryeowook, dan Sungmin juga disana.
“saeng-il chugha Moon Hyung Soo!!” seru mereka.
Cho Kyuhyun POV
Aku tak menyangka Moon Hyung Soo ternyata benar-benar melupakan hari
ulang tahunnya sendiri. Ia sungguh sibuk dengan urusannya sendiri saja
akhir-akhir ini. Sepertinya tugas-tugas kuliahnya yang hampir berakhir
semester depan sangat menyita waktunya. Moon Hyung Soo ingin
membahagiakan kami semua dengan prestasi belajarnya.
“Dasar kau, hyung pabo!” gerutunya marah. Kami cekikikan. Siwon tampak
tersenyum kecil. Ia kelihatan sangat manis dengan blazer putih menutupi
lengan berototnya. Moon Hyung Soo tampak kotor dengan cairan telur dan
sagu menutupi rambut dan wajahnya.
“Kalian
harus membereskan semua kekacauan ini…” ucap eomma sembari menahan
tawa menatap wajah Hyung Soo yang cemberut. Luka-lukaku serasa sudah
sembuh melihat wajah Hyung Soo yang seperti badut saat ini. Kini, aku
harus menahan sakit perut akibat terlalu banyak tertawa.
Tepat pukul sebelas malam, perayaan ulang tahun kecil-kecilan Moon
Hyung Soo berakhir. Siwon pamit pulang disusul Ryeowook dan Sungmin.
Besok mereka harus kembali bekerja, dan Siwon harus kuliah. Kibum ingin
menginap semalam di kamarku. Aku menyetujuinya saja.
“Silahkan bereskan sendiri, aku tak ingin membantu,” sungut Hyung Soo
padaku dan Kibum. Ia lalu melangkah menuju kamar mandi. Sepertinya ia
ingin mandi sekali lagi malam ini. Kibum terkekeh pelan disebelahku.
Kini, aku dan dia yang harus membereskan sisa-sisa kekacauan.
“Eonni benar-benar sudah berubah,” ujar Kibum seraya mengepel lantai.
Aku mengangguk pelan mendengarnya. Tepat pukul satu dini hari, ruang
tamu pun kembali bersih. “Sekarang sudah waktunya tidur,” ujarku sambil
merangkul Kibum. “Yeah, aku mengantuk,” balas Kibum lemah. Ia pun
menguap lebar-lebar.
Aku tidur dengan nyenyak
malam ini. Lamat-lamat kudengar bunyi dengkuran Kibum tepat disebelahku.
Aku memejamkan mataku lebih erat. Mimpiku dimulai dengan cara yang
aneh. Tubuhku seperti terbang ke masa dimana aku masih berumur sepuluh
tahun. Sesosok wajah hadir disana dengan senyumannya yang khas. Kami
berpelukan sangat erat. Kulihar Hyung Soo kecil seperti ingin menangis
melihat kami. Aku tertegun sejenak, mimpiku seketika berakhir dan
berganti dengan mimpi yang lain.
“Yesung-ah,
kuharap kita selalu bisa bersama seperti saat ini,” ujarku tanpa
beranjak menatap senja yang ada di langit dari beranda kecil di belakang
rumah. Yesung hanya terdiam mendengarnya. Aku menduga ia sedang
memejamkan mata. Tidak terasa sudah lima tahun kami selalu bersama.
Usiaku dengannya yang terpaut setahun membuat persahabatan kami
senantiasa akrab. Kami selalu dekat. Aku menyebutnya persahabatan
sejati.
Waktu, hanya waktu yang bisa
memisahkanku dengan Yesung, sahabatku itu. Aku tak menyangka bahwa
waktunya akan tiba juga. Kian hari kian terasa dekat. Semakin ia dekat,
aku tahu bahwa hari itu akan menjadi hari perpisahan bagi kami. Mungkin
untuk selamanya.~to be continued~^^    
Note Block:
aya ui tongjeung: aduh, sakit
Nugu : Siapa
saeng-il chugha: Selamat Ulang Tahun
21 Views

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: