Antologi

Flash Fiction #SuperJunior Untitled Chapter 2

Sambungan dari Chapter 1 kemaren hihiii dibuat untuk menyemarakkan Anniversary ELF yang jatuh tepat tanggal 2 Juni kemarin… Hurray,, ELF udah bukan balita lagi, tp sdh beranjak kanak-kanak. xD
Sebelumnya mian baru sempet posting chapter duanya sekarang cz kemaren ga sempet ngelanjutin, karena ada ujian semester alias ujian online di Universitas Terbuka. Alhamdulillah, nilai gue lumayanlah, berkat jimat kesayangan gue… foto2 my yesung oppa :-* hehehe *dijitak siwon*
Bercerita dikit tentang inspirasi flash fiction garapan gue yang bahkan belom ada nama xD, selain dari drama korea yang gue tonton tiap hari, ff ini juga gue persembahin buat ke fantastic four kesayanganku (bukan lagi trio man lhooo xD) Yep, gue kemarin lupa masukin Kibum Oppa yang cute banget itu (mian ya oppa T.T) tapi setelah gue pikir2 lagi ternyata DongHae, Leeteuk, sama Henry dan Zhoumi juga keren juga.(Sungmin juga, ryewook dan eunhyuk mereka juga imut, Shindong meskipun rada gendutan juga cakep kok )… Arrgghh, pengen masukin foto oppa-oppa gue itu ke blog… Semuanya ganteng-ganteng, pokoke maknyoss hehehe…  Tunggu post gue selanjutnya ya dlm waktu yg tak ditentukan xD
So, biasku adalah semua member super junior, gak peduli SJ 13 atau SJ 13+2. Hihihii… And rencananya, gue juga mau mengikutsertakan mereka ber 13+2 buat jadi cast di flash fictionku ini. Cuma satu-satu ya cz selain mau bikin penasaran aku juga mau ngumpetin mereka dulu hihiii… untuk sementara baru dua yang aku keluarin yaitu Kyuhyun dan Siwon xD (jeongmal gomowo buat yang udah baca) :DD
Flash Fiction #SuperJunior Untitled Chapter 2 
Chapter sebelumnya:
Sepuluh menit berlalu dalam hening di
sekelilingku. Tak tahan, aku pun menoleh. “geugeos-eun mueos-inga?”
tanyaku gugup. Takut jikalau kata-kataku malah menyakitinya. Hyung Soo
menatapku tertegun. “Ne, sepertinya kau benar” katanya cepat. Aku
kembali mengacak-acak rambutnya.
Chapter 2 :
“Pabo! Kau itu seperti Mario Bros!” candaku berusaha membuatnya
tertawa. Kulirik rambutnya yang berantakan. Mulut Hyung Soo maju sekitar
tiga centimeter. Aku tergelak. “Hey, kau pria gameboy!” sungutnya
kemudian.
Seperempat jalan menuju kampus
Hyung Soo tiba-tiba, mesin mobilku mati. Mogok. Tak bisa berjalan. “Apa
yang terjadi ?” jerit yeoja itu. Aku pun turun dari mobil dan memeriksa
mesinnya. Asap menyembur keluar tatkala kubuka bagian mesin mobil.
“Err… Sepertinya mesinnya ada yang rusak!” kataku setelah melihat
Hyung Soo menyusulku keluar. “Yah, sepertinya aku harus berangkat
sendiri” ujarnya seraya menatapku. Aku mengiyakan.
“Apa boleh buat?! Sepertinya aku juga harus naik taksi” katanya lagi.
Aku membuka dompet dan menyerahkan beberapa lembar seribuan won padanya.
“Gunakan ini,” ujarku. Hyung Soo menerimanya dengan senang hati. 
Senyum merekah di bibirnya. “Jeongmal Gomawo Oppa…” ujarnya seraya
berbalik meninggalkanku menuju halte bis terdekat.
Aku telat sepuluh menit saat tiba di kantor. Semua orang menatapku
aneh. “Mengapa? Aku hanya terlambat sepuluh menit” ujarku pada semua
orang. Aku meletakkan tas kerjaku dan bergegas menuju ruang rapat.
Nampaknya rapat dadakan pagi ini belum dimulai. Beruntungnya aku!
Pukul sebelas rapat yang dipimpin oleh Manajer Shin pun selesai.
Melegakan rasanya. Rapat kali ini hanya membahas beberapa poin penting.
Aku mendapat kabar gembira. Usulanku tentang desain model terbaru
diterima. Manajer Shin menatapku puas. Dia menyuruhku untuk bekerja
lebih baik lagi. Aku menyanggupinya.
Moon Hyung Soo POV
“Dasar Cho Kyuhyun lebay,“ pekikku dalam hati begitu tiba di pelataran
kampus Kyuhyang University. Ditanganku tergenggam uang sepuluh ribu won.
Jumlah yang cukup banyak bukan? Cukup untuk mentraktir diriku ini makan
sepuasnya di kantin kampus. Uang yang diberikan hyungku itu sebenarnya
terlalu banyak untuk ukuran mahasiswi gaje sepertiku. Hihihi… tapi tak
apalah, aku kan dongsaeng kesayangannya…
Aku tiba di kelas bersamaan dengan Miss Lee, dosenku yang terkenal
killer itu. Belum apa-apa dia sudah menanyakanku ini itu. Menyebalkan
sekali bukan? Untung saja aku dianugerahi otak yang cukup pintar untuk
bisa menjawab ulangan harian dadakan khusus untuk diriku itu. Pertanyaan
yang mungkin terlihat sukar untuk mahasiswa lainnya.
Waktu dua jam berlalu tanpa begitu banyak hambatan. Saatnya menuju
kelas kedua yang akan dimulai setengah jam lagi. Cukup untuk aku
berjalan-jalan di pelataran kampus daripada bengong di kelas. Sebenarnya
untuk ukuran mahasiswa tingkat akhir sepertiku semestinya sedang
sibuk-sibuknya memikirkan judul skripsi yang ingin dibuat semester
depan. Aku bahkan belum mencari bahan referensi untuk judul skripsiku.
Ini semua karena…
Plakk!! Seseorang
menepuk pundakku. Aku pun menoleh. Tampak seseorang bertubuh jangkung
berdiri di belakangku. Pria dengan sosok tubuh tegap itu tersenyum.
“Chagi,” ujarnya lembut. “mwohaneun geoya?” balasku  “Hanya memastikan
kau baik-baik saja” kata Siwon lagi. Choi Siwon, nama lengkap pria
berwajah seperti artis korea yang tergabung dalam boyband terbesar di
dunia itu. Dia adalah pacarku.
Aku
tersenyum. Siwon merangkul punggungku. Kami berjalan bersama menuju
kafetaria yang ditengah-tengah area kampus. Lokasinya sangat strategis.
Selain kantin dan perpustakaan, Kafetaria adalah tempat terbaik yang
bisa kau kunjungi di Kyuhyang University. Jika di perpustakaan, tersedia
begitu banyak buku yang bisa kau lahap, maka disini kau akan menemukan
beragam jenis makanan. Mulai dari sushi jepang, kimchi korea sampai
varian pasta Amerika yang menggoda selera.
Aku menghabiskan kimchiku dengan perasaan campur aduk. Sepuluh menit
berlalu tanpa pembicaraan terjadi diantara kami berdua. ”gwaenchanhayo,
sepertinya aku harus kembali ke kelas” ujarku tanpa menatap Siwon. Lalu,
aku pun menegakkan badanku dan mencoba pergi secepatnya dari situ.
“Jamkkan, aku ingin mengajakmu kencan malam ini,” ujar Siwon setengah
berteriak, ia bangkit lalu berdiri tepat di hadapanku. “Mwo? Kencan?”
kataku setengah tak percaya.
“Ne, Ken-Can.
Kau bersedia kan?” ucap Siwon setengah memohon. Tak ada yang bisa
kulakukan lagi selain membiarkan kepalaku mengangguk. Jeritan kecil
kegirangan meluncur dari mulut kecilnya. Sedetik kemudian, tubuhku
berada dalam dekapan Siwon.“Kujemput kau pukul tujuh malam ini,”
bisiknya di telingaku. Aku melepaskan diri, lalu berusaha memberikan
senyum termanisku padanya. “neujji malayo,” tegasku padanya.
Sejak pertemuanku dengan Siwon siang tadi, waktu berlalu dengan sangat
cepat. Aku tergopoh-gopoh kembali kerumah. Jam menunjukkan pukul lima
sore. “Pulang terlambat?” tanya Kyuhyun padaku. Aku mengangguk, hampir
terjatuh melepaskan sepatuku lalu bergegas ke kamar mandi dan
menghabiskan waktu setengah jam disana. Begitu aku membuka pintu kamar
mandi. Kyuhyun tergelak melihat tingkahku. “Mwo?” ketusku tidak setuju.
“naljjaleul wonhasibnikka?” tanya Kyuhyun lalu tergelak lagi.
 “Geugeos-eun dangsin-i sang-gwanhal baga aniya,” balasku cepat.
Satu jam lagi Siwon akan menjemputku. Apa yang harus kulakukan? Tegakah
bila aku membatalkan rencananya malam ini? Aku menghela nafas. Sampai
kapan aku harus terjebak dalam skenario yang kubuat sendiri? cham-eulo
(memang), tiga bulan lalu aku masih mencintainya. Namun semenjak
peristiwa itu, cintaku padanya perlahan memudar. Pengkhianatan yang
dilakukan oleh Siwon di belakangku membuatku sulit untuk melupakannya.
Dadaku terasa sesak setiap kali ingat kejadian tiga bulan lalu.~to be
continued~ ^^
Note block:
Pabo : Bodoh
Jeongmal gomawo: terima kasih banyak
dongsaeng: adik
Chagi: sayang
mwohaneun geoya? : Apa yang kau lakukan?
gwaenchanhayo: Baiklah
Jamkkan: tunggu
neujji malayo: jangan telat
naljjaleul wonhasibnikka? : ingin kencankah?
Geugeoseun dangsini sanggwanhal baga aniya: bukan urusanmu
cham-eulo : memang
60 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *