Disabilitas

Disabilitas Berdikari Lewat Teknologi Saat Pandemi

Disabilitas bukan berarti terbatas. Edy Cahyono, mendirikan website Rumah Kinasih dan membantu teman-teman disabilitas lainnya membuat kerajinan tangan yang mampu menembus pasar luar negeri.

Lewat situs tersebut, Heru menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus memasarkan berbagai produk hasil karya penyandang disabilitas. Rumah Kinasih kini dapat membantu sekitar 54 penyandang disabilitas berkerja di Blitar, Jawa Timur.  

rumah kinasih

Berbagai inovasi yang dihasilkan oleh disabilitas di atas tak lepas dari peran serta internet. Lewat era digital 4.0, banyak orang yang bisa berkarya dari rumah. Menjadi mandiri, lewat bantuan teknologi. 

 

Sulitnya Mencari Kerja Bagi Disabilitas Dewasa

Selama ini orang-orang yang berkebutuhan khusus selalu dipandang sebelah mata. Berbagai bentuk perlakuan diskriminasi terhadap kaum kami masih menjadi budaya.

Banyak kaum disabilitas lantas menjadi rendah diri karenanya. Minderan lalu memilih untuk menjauh dari pergaulan.

Disabilitas kerap dianggap menjadi beban tanggungan masyarakat. Padahal sesungguhnya disabilitas juga punya potensi jika diberi kesempatan. 

fakta disabilitas di dunia

Data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menyebutkan ada sekitar 8,6 persen atau 21 juta penduduk Indonesia yang menjadi penyandang disabilitas. Tapi baru 10 persen yang terserap di pasar kerja.

Meski di Indonesia sudah diberlakukan UU Disabilitas yang mengatur kuota lapangan kerja untuk disabilitas, tetapi ternyata masih belum sepenuhnya terealisasi.

Ketiadaan data angkatan kerja disabilitas yang jelas menjadi salah satu penyebabnya. Kuota minimal 1 persen untuk perusahaan swasta dan sedikitnya 2 persen bagi BUMN dan pemerintah daerah tentunya jauh dari kata cukup.

Suci, penyandang disabilitas mengaku sudah 50 kali melamar pekerjaan tapi tak pernah berhasil. Beberapa perusahaan tempat ia melamar pekerjaan bahkan terang-terangan menolak karena kedisabilitasannya.

Kebanyakan penyandang disabilitas akhirnya memilih berkerja di sektor informal. Sebagian memilih menjadi pengusaha dan berkerja sendiri. Terbatasnya akses ke pendidikan dan pekerjaan menjadi penyebabnya.

Baca Juga:  Senangnya Punya Asisten Pribadi yang Super Setia

 

Nasib Disabilitas di Tengah Pandemi

Pandemi Covid-19 yang tengah melanda Indonesia saat ini berhasil memporakporandakan negeri. Dibayang-bayangi resesi, perekonomian negara saat ini terus merosot.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengemukakan bahwa pada kuartal II tahun 2020 ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 5,32 persen. Angka ini merupakan yang terendah sejak 1999. 

kota jakarta dan hiruk pikuknya

Keadaan ini tidak hanya beresiko untuk non-disabilitas, tapi juga memukul telak kaum disabilitas. Apalagi kaum disabilitas termasuk yang rentan akan dampak pandemi.

Kaum disabilitas termasuk yang susah untuk menerapkan protokol kesehatan. Kami sulit untuk jaga jarak.

Sulit pula untuk tidak menyentuh benda-benda lain saat berada di luar rumah. Akibatnya mau tidak mau harus membiasakan diri untuk tinggal di rumah saja. 

Ada sekitar 86% disabilitas yang berkerja di sektor informal yang berpenghasilan rendah. Semenjak pandemi, pendapatan mereka menurun drastis.

Pendapatan Disabilitas Menurun Drastis Semenjak Pandemi

Misalnya saja yang dialami oleh kaum disabilitas netra. Sebelum pandemi, mereka kebanyakan berkerja sebagai tukang pijat.

Mewabahnya Covid-19 di Indonesia membuat mereka kehilangan mata pencaharian. Tak ada yang mau menggunakan jasa mereka lagi karena takut tertular Corona.  

Tentunya menjadi tugas kita bersama untuk membantu mereka yang sedang kesulitan. Termasuk kaum disabilitas. 

Berkembangnya teknologi internet memberikan pencerahan baru bagi kaum disabilitas. Mereka bisa memanfaatkan internet untuk memberdayakan diri. Lewat kemajuan digital, orang disabilitas bisa tetap berkarya dari rumah. 

 

Disabilitas Mandiri Punya Penghasilan Sendiri

Menjelang tamat SMA, Molzania sudah punya keinginan untuk berpenghasilan sendiri. Cari tahu sana sini, Molzania lalu berkenalan dengan dunia kepenulisan online. 

Tak dinyana, akhirnya Molzania lebih memilih berkerja sesuai dengan passion yaitu menjadi seorang konten kreator. 

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by 🌺MOLZANIA🌺 (@molzania) on

Dulu pernah sih kerja kantoran. Tepatnya berkerja sebagai salah satu staf administrasi di kantor notaris di kota Palembang.

Tapi rutinitas kerja kantoran yang pergi pagi pulang sore ternyata cukup menyita fisik dan waktu. Akhirnya memilih untuk kerja di rumah saja.

Hobi menulis sejak kecil ternyata menjadi modal yang besar untuk menjadi seorang konten kreator.

Sudah sepuluh tahun lebih Molzania menjalankan karier sebagai seorang blogger. Plus beberapa tahun terakhir merambah dunia masak-memasak di YouTube.

Dari internet, Molzania berkenalan dengan banyak orang. Ternyata tidak sedikit kaum disabilitas yang juga memilih berkerja lewat internet. Mereka tanpa malu-malu berkarya dengan passion masing-masing.

Apalagi di saat pandemi kayak sekarang. Nggak perlu susah-susah melamar pekerjaan. Cukup gunakan internet saja. Kita bisa mulai berkarya dari rumah. 

 

Tak Terbatas di Tengah Keterbatasan

Baru-baru ini ada Laninka Siamiyono yang seorang disabilitas daksa jadi seorang beauty vlogger. Gadis ini memiliki channel YouTube tentang kecantikan dan saat ini aktif di berbagai kegiatan sosial untuk disabilitas. 

disabilitas berkarya dengan kemampuannya masing-masing

Lain lagi Kirana Salsabila, gadis yang tinggal di Kediri ini seorang teman tuli. Kirana yang memiliki hobi modelling ini telah menjuarai berbagai lomba fashion show. Dia sekarang aktif di Instagram dan memiliki channel YouTubenya sendiri. 

Di luar negeri, Molzania mengenal seorang cewek bernama Emma yang tinggal di Skotlandia. Emma berkerja sebagai seorang blogger dengan situs blognya Simply Emma.

Ia penyintas muscular distrophy penyakit yang membuatnya harus duduk di kursi roda. Tapi semua kenyataan itu tak menghalanginya untuk jadi seorang travel blogger.

Lewat blognya, ia membagikan pengalaman travellingnya serta menulis berbagai tips travelling untuk disabilitas yang ingin berkeliling UK. 

EMMA disabled travel blogger

Dari pengalaman sesama disabilitas, Molzania belajar kalau ternyata kita kaum disabilitas juga bisa berpenghasilan sendiri. Molzania pun dengan ini mengajak kaum disabilitas lain untuk tidak menyerah dan berputus asa.

Sebelum pandemi, Molzania suka mendapatkan undangan blogger gathering. Biasanya setelah acara, para blogger diberi tugas berbayar untuk membuat beritanya.

Mewabahnya Covid-19 di Indonesia membuat kegiatan offline tersebut otomatis dihentikan. Tapi dengan adanya internet, blogger gathering dialihkan dalam bentuk online lewat aplikasi Zoom.

 

Macam-Macam Pekerjaan untuk Disabilitas di Internet

Berikut ini Molzania tuliskan beberapa rekomendasi pekerjaan untuk disabilitas yang bisa menghasilkan hanya dengan menggunakan internet, antara lain:

  1. Blogger
    Bermodalkan internet dan Domain Murah, kita bisa membuat blog dan berkarya dari sana!
  2. YouTuber
    Seperti Laninka, bagi sobat yang hobi tampil di depan layar bisa coba jadi YouTuber. Bahkan teman tuli saat ini mulai banyak loh yang jadi YouTuber.  
  3. Gamers
    Hobi main games? Cobalah berlatih dan bermimpi jadi atlet olahraga e-Sports
  4. Translator
    Kalau kalian merasa jago berbahasa Inggris, gabung saja di situs-situs yang menyediakan jasa penerjemahan berbayar. 
  5. Programmer
    Buat aplikasi toko online, bantu sesama disabilitas berwirausaha. 

Semua pekerjaan tersebut menghasilkan dan dapat dilakukan secara mudah hanya dengan bermodalkan internet. Jangan lupa sertakan portofolio kalian dalam suatu website dengan menggunakan Hosting Terbaik Indonesia.

Molzania merekomendasikan kalian untuk menggunakan hosting dan domain dari Indonesia. Bagi kalian yang pemula tak perlu khawatir, sobat bisa tetap menggunakan Hosting WordPress Terbaik. Mintalah bantuan pada customer service yang siap sedia membantu setiap kesulitan yang kita alami. 

 

Referensi:

[1]International Labour Organization. 2013. Inklusi Penyandang Disabilitas di Indonesia. https://www.ilo.org/wcmsp5/groups/public/—asia/—ro-bangkok/—ilo-jakarta/documents/publication/wcms_233426.pdf

[2]Isnainiyah, Lu’Lu’ul. 2020. Kirana Salsabila, Disabilitas yang Juarai Berbagai Lomba Fashion Show. Diakses pada 6 September 2020. https://radarkediri.jawapos.com/read/2020/06/13/198969/kirana-salsabila-disabilitas-yang-juarai-berbagai-lomba-fashion-show

[3]Kustiani, Rini. 2020. Jenis Pekerjaan buat Penyandang Disabilitas Beda di Tiap Daerah. diakses pada 3 September 2020. – https://difabel.tempo.co/read/1314735/jenis-pekerjaan-buat-penyandang-disabilitas-beda-di-tiap-daerah

[4]Lumbanrau, Raja Eben. 2019. Kisah Penyandang Disabilitas Mencari Kerja: Hampir 50 Kali Melamar Lowongan tapi Hasilnya Nihil. Diakses pada 3 September 2020. https://www.bbc.com/indonesia/majalah-50512664

[5]Mayasari, Anggi. 2018. Kisah Laninka Siamiyono, Difabel yang Merasa Hidup Kembali Karena Makeup. diakses pada 4 September 2020. – https://wolipop.detik.com/entertainment-news/d-4141002/kisah-laninka-siamiyono-difabel-yang-merasa-hidup-kembali-karena-makeup

[6]Podcast KBR Prime. 2020. Kesiapan Disabilitas Masuki Kenormalan Baru diakses 4 September 2020. –
https://www.kbrprime.id/listen.html?type=story-telling&cat=ruang-publik&title=kesiapan-disabilitas-masuki-kenormalan-baru

[7]Tosiani. 2020. Produk Kerajinan Kaum Disabilitas Tembus Pasar Luar Negeri. Diakses pada 5 September 2020.
https://mediaindonesia.com/read/detail/294473-produk-kerajinan-kaum-disabilitas-tembus-pasar-luar-negeri

1.428 Views

26 Komentar

Tinggalkan Balasan