CIRI-CIRI AKUN PENIPU YANG MENGAKU CUSTOMER SERVICE BANK
Teknologi

AWAS! Ini Ciri-Ciri Akun Penipu yang Mengaku Customer Service Bank

Sebuah postingan twitter dari Ismail Fahmi menyebutkan bahwa jaman sekarang marak penipuan online yang mengaku customer service (cs) bank. Penipunya konon berhasil memperdaya banyak korban yang melakukan komplain via sosial media dengan berbekal bot twitter. Korbannya konon menderita kerugian hingga jutaan rupiah.

Modusnya sih cukup simpel. Sang pelaku membuat akun twitter palsu yang mirip akun twitter resmi bank. KetikaΒ  pengguna twitter melakukan komplain terhadap bank yang bersangkutan di twitter, nantinya si pelaku akan gercep membalas komplain tadi.

 

 

Pelaku membuat balasan yang seolah-olah customer service beneran, lalu menyertakan link LiveChat Whatsapp yang dapat dihubungi. Korban yang panik lantas terperdaya menghubungi pelaku lewat Whatsapp. Di sana, pelaku pun berusaha untuk mencuri akun bank sang korban. Setelah berhasil, pelaku menguras habis isi tabungannya.

Serem banget ya, Sobat! Untuk itu Molzania berusaha untuk membuktikan sendiri. Ternyata begitu Molzania memention sendiri akun bank melalui twitter. Akun penipu langsung gercep merespon tweet Molzania. Pesan yang mereka berikan begitu rapi dan terstruktur. Jika tak hati-hati, bukan tak mungkin kita akan ditipu juga.

ciri-ciri akun penipu yang mengaku customer service bank

Ciri-Ciri Akun Penipu yang Mengaku Customer Service Bank

Jika Molzania perhatikan balasan tweet dari penipu di atas, Molzania tahu bahwa rata-rata modus mereka sama. Sedihnya, hampir semua bank di Indonesia dikerjai penipu ini. Untuk itu sebagai nasabah sebaiknya kita mengetahui ciri-ciri akun penipu yang mengatasnamakan Customer Service Bank berikut ini:

  1. Nama akun twitter yang mirip dengan asli

Jika kita menulis di twitter dengan nama bank, maka banyak sekali akun-akun bank yang palsu yang bermunculan. Harap berhati-hati karena semuanya itu palsu. Apabila kita klik akunnya, maka isinya sama yaitu mendadak jadi cs palsu balas-balasin komentar dan keluhan nasabah.

contoh akun bank mandiri palsu

2. Layanan telepon Whatsapp yang mencurigakan.

Ada beberapa bank yang memang memiliki nomor resmi untuk layanan pengaduan melalui Whatsapp. Bentuknya bisa saja berupa nomor pribadi. Namun biasanya hanya satu nomor saja, dan terdaftar pada website resmi mereka. Bukan berupa nomor telepon yang berasal dari luar negeri seperti di bawah.

Nomor Whatsapp dari negara lain

3. Akun twitter yang baru dibuat memiliki 0 follower.

akun penipu followersnya sedikit

4. Usia akun yang masih baru dibuat

Akun customer service (CS) bank palsu biasanya baru dibuat. Tidak terdapat banyak aktivitas seperti halnya bank resmi.

akun baru dibuat

5.Β  Cepat merespon bukan berarti asli.

Umumnya akun bank resmi lama atau lambat merespon, karena dibalas oleh manusia. Akun bank palsu membalas pesan kita secara otomatis via bot twitter. Jadi isi pesannya sama semua dan biasanya direspon dalam hitungan detik.

akun bank palsu membalas pesan menggunakan bot

6. Tidak memiliki tanda verifikasi di samping nama akun, bukan pada foto profil.

Untuk mengelabui korbannya, akun bank palsu juga menyertakan tanda verifikasi resmi dari Twitter. Namun letaknya bukan di samping nama akun, melainkan pada foto profil.

tanda verifikasi akun bank palsu terdapat pada foto profil

Tips Agar Terhindar dari Penipuan Berkedok Customer Service Bank

Penipuan memang tidak bisa kita hilangkan begitu saja dari muka bumi. Malah seiring waktu, korban penipuan terus saja bertambah. Untuk itu kita sebagai nasabah-lah yang sebaiknya melindungi diri sendiri. Untuk itu, Molzania berikan tips-tips untuk menghindari penipuan bank berkedok customer service:

  1. Jangan panik yang berlebihan

Bila mengalami masalah, sebaiknya kita menenangkan diri terlebih dahulu. Apabila berhubungan dengan data-data akun bank, termasuk layanan sms banking, ada baiknya meminimalisir mengadu via sosial media. Kecuali kalau sekedar bertanya mengenai layanan bank. Toh nggak begitu cepat juga responnya.

Sebaiknya segera pergi ke bank resmi atau hubungi layanan pengaduan via telepon. Jika terpaksa harus komplain lewat sosial media bila mendapat respon, jangan langsung membalas. Periksa dulu apakah betul itu dari sosmed bank yang resmi.

2. Ketahui akun sosial media bank asli

Nah ini penting banget untuk kita nasabah. Sebaiknya catat dan simpan data akun resmi sosial media setiap bank yang kita miliki. Baik itu nomor telepon pengaduan, twitter, Instagram, Facebook, website dan nomor Whatsapp (jika tersedia). Simpan semua di hape kita. Bila sewaktu-waktu dibutuhkan, kita tinggal menghubunginya saja.

3. Jangan berikan kode OTP pada siapapun

Bank resmi tidak akan pernah meminta kode OTP nasabahnya. Jadi jangan percaya bila ada yang memaksa kita untuk memberikan kode OTP yang masuk ke inbox. Ini berbahaya sekali untuk keamanan data pribadi kita juga. Salah-salah malah tabungan kita terkuras dan data pribadi kita tersebar.

Sekian dulu. Semoga bermanfaat bagi sobat semua. Jangan lupa berikan komentar dan bagikan ke sosial media sobat juga ya. Sampai jumpa di postingan berikutnya. ^^

293 Views
Baca Juga:  Email Password Reset Apple ID Palsu

16 Komentar

  • Imawati Annisa

    Memang harus hati2 ya zaman sekarang. Makin banyak penipuan, makin banyak modusnya. Kalau udah ketauan begini, pasti langsung oknum2 cari cara lain buat nipu. Btw akun2 kayak gitu bisa aja kan kita report? Biar musnah yang palsu2 gak jelas gitu. Heu..

    • Molzania

      bisaa.. tapi banyak banget. baiknya sih bank memiliki tim blokir sendiri jadi ya mereka lah yang bertugas memberantas akun bank palsu πŸ™‚

  • Lisa Maulida R

    Halo mbak Molly, salam kenal ^^
    Kali pertama saya berkunjung ini, waktu liat blognya : cyantiiikkk warna pink <3. Kebetulan saya juga suka warna pink (pake bangett) hehe.
    Ini artikelnya bermanfaat bangett. Saya jadi teringat dosen saya yang baru saja pulang studi, dikejutkan dengan sebuah berita modus penipuan atas nama beliau.
    Yang jadi pertanyaan (berbau pernyataan) saya kenapa harus mencari rejekinya dengan cara yang ngga baik. Semoga ngga ada lagi korban penipuan karena CS abal-abal ini.
    Sukses buat mbak Molly ^^

  • Yuni BS

    Benar juga bahwa sebaiknya kita nggak banyak mengadukan permasalahan perbankan ke media sosial. Sekali pun bank yang terkait memiliki akun resmi. Bukan apa-apa. Jaman sekarang terkadang ada saja celah untuk melakukan tindak kejahatan. Meminimalisir jauh lebih baik.

    Konon, mendatangi bank langsung untuk penyelesaian lebih efektif. Kita bisa bicara langsung dengan CS dan seketika mendapatkan jalan keluar.

    Lalu, bagaimana jika jauh dari bank?

    Nah, penting bagi kita untuk mengetahui akun resminya. Biasanya tercantum di buku tabungannya. Meski ketika menghubungi CS melalui telepon kadang kita harus merogoh kocek. Tapi itu lebih baik sih, ketimbang jadi bermasalah di kemudian hari.

    Pendapat yuni sih begini. Hehehe…

  • Hida

    Halo mbak Molly..bener banget nih, marak banget penipuan akun bank palsu sekarang ini. Saya juga pernah tuh di dm salah satu akun palsu bank swasta. Kebetulan waktu itu saya bikin status ttg cara membuat norek untuk anak saya. Wuiidih mrk gercep banget ya..untung aja saya keburu ngeh kalo itu akun palsu krn kok folloernya dikit dan baru dibuat akunnya, satu lagi mereka ga centang biru di akun. Emang intinya sih ga boleh panik ya mbak..makasih banget lho sharingnya, bermanfaat banget ini.

  • mayarumi

    ya ampun banyak sekali yah mba akun palsunya, bikin orang yang panik pasti gak akan ngeh deh, apalagi ini kan berkesan penipu memberikan kemudahan sekali untuk proses bila kita terkendala yah.. penting memang kita untuk tahu official sosmed bank yang kita gunakan agar selalu update informasinya juga

  • ayanapunya

    Sekarang makin banyak aja ya, cara orang buat nipu. Memang sih logikanya kalau kita mention ke akun resmi bank jawabannya biasanya agak lama dan kadang mereka mintanya malah lanjut ke DM. Heu

  • mariatanjungmenulis

    Agak ngeri ngeri juga ya kalau berhubungan dengan akun penipu ini. Mereka sudah canggih banget bahkan verifikasi pun mereka palsukan. Bener-bener gemes nih sama penipunya. Kalau aku mending datang langsung ke bank nya aja kali ya

  • @mirasahid

    Nah, ini dia. Saat seseorang dalam kondisi panik, biasanya tegesa-gesa. Ingin dapat solusi malah semakin tertipu. Literasi komunikasi di digital memang perlu dipahami oleh semua pengguna media daring, termasuk melatih mental dalam media daring. Asli, gemes sih sama oknum-oknum yang udah nggak waras ini. Mudah-mudahan polisi siber yang saat ini sedang digaung-gaungkan, bisa menertibkan akun-akun seperti ini. Oiya, salam kenal ya, Mak πŸ™‚

  • Ihwan H

    Penipu zaman now niat banget yaa, kasian masyarakat awam jadi sasaran empuk mereka. Semoga tulisan ini banyak yang baca sehingga banyak masyarakat yang terbantu.

Tinggalkan Balasan