Keseharian

Kumpulan kisah perjalanan hidup seorang perempuan disabled bernama Molzania

  • Diary

    Mengisi Kemerdekaan Lewat Festival Kelas Inspirasi Palembang

    Tepat hari kemerdekaan lalu Molzania diundang ke event Kelas Inspirasi Palembang oleh salah seorang sahabat. Tema acaranya menarik makanya langsung setuju untuk datang. Nama acaranya Festival Kelas Inspirasi. Lokasinya di Palembang Icon Mall. Acara yang diisi dengan sharing bareng para tokoh Komunitas Kelas Inspirasi Palembang berlangsung meriah dan inspiratif. Seminarnya digelar dari siang hingga sore. Cuaca Palembang yang terik berbanding terbalik dengan keadaan di dalam mall yang dingin karena mesin pendingin. Tapi biarpun begitu, Molzania lumayan membutuhkan usaha yang luar biasa untuk berjalan dengan menggunakan tongkat ke aula di tengah-tengah. Hosh, hosh, hosh, capek tapi tetap semangat. Sesi pertama kegiatan seminar diisi dengan dua pembicara yang merupakan wakil dari Indonesia…

  • Diary

    Siapapun Capres Cawapresnya, Tetap Rekam Jejak Solusinya

    Beberapa hari belakangan ini, timeline Molzania penuh dengan politik. Maklum sekarang lagi hangat-hangatnya pendaftaran capres dan cawapres untuk pemilu tahun depan. Wah, nggak berasa ya. Udah mau pemilu pilpres lagi. Padahal rasanya baru saja 4 tahun yang lalu Molzania ikutan nyoblos. Lalu buat postingan blog “Saatnya Indonesia Memilih Pemimpin“.  Maka terusunglah capres dan cawapres yang baru saja diumumkan semalam. Nama capresnya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Siapa sih penggiat medsos yang tak mengenal beliau-beliau ini? Hehe. Pak Prabowo dan Pak Jokowi dua orang yang sering diributkan di jagad sosmed. Sudah 4 tahun berlalu, tapi nyatanya dua orang ini kembali bertarung di kancah politik Indonesia. Ibaratnya dunia politik itu…

  • Diary

    Kata-Kata Bijak Ini Buat Hidupmu Penuh Semangat

    Sedih dan senang selalu bergantian datangnya dalam hidup kita. Untuk itu saat kita merasakannya, hendaknya jangan terlalu berlebihan. Nikmati saja sebagai proses pembelajaran dalam kehidupan. Biarkan mereka berdua menjadi pemanis, meski kesedihan rasanya tak manis. Jauhkan selalu diri dari pikiran negatif agar sikap kita tak overreaktif. Memang sulit, tapi ketika kita mencoba untuk tidak berlarut dalam keduanya, jiwa yang tenang dan damai pun kita rasakan. Molzania sendiri memberi batasan untuk merasa senang dan sedih hanya dalam maksimal 24 jam. Tujuannya apa? Tak lain agar tak berlebihan. Segala sesuatu yang berlebihan tak ada yang baik. Meski untuk melupakannya sungguh sulit. Malah itu terus berputar-putar di kepala. Tapi harus dicoba semaksimal mungkin…

  • Diary

    Mewujudkan Indonesia Negeri yang Ramah Disabilitas

    Dulu sewaktu masih SD, Molzania pernah mengikuti sebuah lomba menulis. Tema besarnya bercerita tentang harapan anak Indonesia untuk presiden. Disitu Molzania membayangkan kalau suatu hari nanti betul-betul bisa bertemu. Tak disangka mimpi itu pelan-pelan terwujud. Yah. walaupun nggak bertatap muka secara langsung, setidaknya mewakililah. Pada saat dewasa, Molzania betul-betul menyampaikan aspirasi di depan tim komunikasi presiden. Sebagai kaum minoritas, kaum disabled jumlahnya cukup banyak di Indonesia yakni mencapai 12 persen. Pada kesempatan tersebut, Molzania berbagi pengalaman sebagai disabled yang juga menjadi bagian dari generasi muda Indonesia. Harapannya Molzania bisa mewakili teman-teman disabilitas diluar sana yang mungkin belum berkesempatan menyampaikan aspirasinya secara langsung. Pada era pemerintahan Presiden Jokowi, di Indonesia sebenarnya…

  • Diary

    Nonton Bareng Pemutaran Perdana Film Dokumenter Jepang-Indonesia “The Daughters”

    Sesuai janji Molzania kemarin, hari ini Molzania akan bercerita mengenai event di The Japan Foundation Jakarta yang baru-baru ini Molzania ikuti. Sedikit cerita di blog yang Molzania posting kemarin, kalau film “The Daughters” ini bukanlah film biasa. Film ini merupakan film yang dibikin oleh anak muda asal Indonesia yaitu Ima Puspita Sari yang juga merupakan penerima beasiswa pertukaran budaya atau fellowship program dari The Japan Foundation tahun 2017. Nonton Bareng Pemutaran Perdana Film Dokumenter Jepang-Indonesia “The Daughters” Ima sendiri bukanlah orang baru dalam industri film, Pengalaman Ima dalam membuat film sebenarnya sudah lumayan banyak. Sejak tahun 2001 Ima mengawali kariernya sebagai fotografer acara-acara pernikahan. Dia lalu bersama teman-temannya menggarap beberapa film…