Opini

Kumpulan tulisan random tentang pandangan hidup, perenungan dan ideologi ala Molzania

  • Opini

    Fenomena Dilan: Kontroversi Gaya Pacaran Remaja dan Aspek Psikologisnya

    Sejak kemunculannya di tahun lalu, antusiasme masyarakat Indonesia terhadap film remaja berjudul “Dilan 1990” sangatlah tinggi. Terbukti dengan jumlah penonton yang membeludak hingga berjeti-jeti hanya dalam beberapa hari tayang. Pun dengan sekuelnya yang tayang beberapa hari yang lalu. Film “Dilan 1991” yang jalan ceritanya kelanjutan dari kisah percintaan antara Dilan dan Milea itu tembus 3 juta penonton dalam waktu 3 hari tayang. Bahkan Pak Jokowi pun mengapresiasi film Dilan dengan ikut serta duduk manis di kursi penonton. Fenomena ini membuktikan kalau film Indonesia masih banyak diminati. Ditengah gempuran film-film barat. Seperti biasa sejak tahu kemunculan film “Dilan 1990”, Molzania segera berusaha untuk membaca bukunya terlebih dahulu. Jika bagus dan menarik,…

  • Opini

    Berpikir Kreatif Dimulai dari Kesederhanaan

    Hari ini Google Doodle menayangkan sosok perempuan Jepang bernama Katsuko Saruhashi. Tentunya karena telah diapresiasi oleh Google, maka wanita ini bukanlah perempuan biasa. Ia nyatanya seorang ilmuwan kelautan yang telah memiliki banyak temuan yang mengagumkan. Salah satunya ialah Saruhashi Table yang digunakan untuk mengukur konsentrasi asam karbonat dalam air berdasarkan suhu, kandungan pH dan kadar klorinnya.  Lebih jauh yang Molzania baca ternyata kekaguman Katsuko pada air, telah dimulainya sejak kecil. Dulu semasa duduk di sekolah dasar, ia kerap merenung di kelas saat hujan alih-alih menyimak gurunya. Katsuko mempertanyakan kenapa hujan bisa turun dari langit. Mungkin bagi orang dewasa kedengarannya hal yang biasa saja. Bahkan tak jarang merasa setiap anak yang…

  • Opini

    Kisah Dua Beranak dan Seekor Keledai

    Suatu hari seorang ayah dan anak laki-lakinya menggembara bersama dengan seekor keledai. Orang-orang yang melihat mereka lantas bergosip tentang betapa bodohnya ayah dan anak itu. Punya hewan peliharaan, tapi kok tak dinaiki. Kisah Dua Beranak dan Seekor Keledai Lantas sang anak berpikir keras. Ia lalu membiarkan sang ayah menaiki keledai. Melihatnya orang-orang mulai mencibir sang Ayah sebagai tak tahu diri. Sang anak dibiarkan berjalan hingga kelelahan, sementara si ayah enak-enak duduk. Mendengarnya, mereka pun bertukar posisi. Sang anak duduk di atas keledai, sementara ayah berjalan. Orang-orang pun kembali berbisik-bisik tentang si anak yang durhaka. Ayah dan anak lalu menaiki bersama-sama hingga keledai terlihat kelelahan, sementara orang-orang pun iba melihat keledai…

  • Opini

    Sejarahmu adalah Identitasmu!

    Presiden pertama kita pernah berkata, “Jangan Sekali-Kali Melupakan Sejarah!” atau sering orang-orang singkat dengan kata “JAS MERAH”. Sebenarnya apa itu sejarah? Sejarah ialah kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau. Nggak hanya bangsa, setiap orang juga punya sejarah. Dan sejarah itu selalu punya dua sisi yang berlawanan; sejarah baik dan sejarah buruk. Sejarahmu adalah Identitasmu! Adapun sejarah sebaiknya diceritakan kepada anak cucu agar menjadi tambahan pengetahuan buat mereka. Nulis blog ini juga termasuk bagian dari sejarah juga nantinya. Banyak cerita yang para blogger tuangkan di blog menjadi inspirasi bagi para pembacanya. Pengalaman demi pengalaman yang blogger tuangkan menjadi tambahan ilmu bagi readers. Setiap manusia siap ataupun nggak pasti…

  • Opini

    Belajar Dari Katak yang Tuli

    Semalam Molzania baru habis baca buku motivasi wanita yang cukup menyentuh. Disana penulisnya menceritakan sebuah dongeng tentang katak yang tuli. Karena kekurangannya itu, sang katak dijauhi oleh teman-temannya. Ia kerap diejek dan dihina. Namun si katak tidak ambil pusing dengan kelakuan teman-temannya itu. Ia tetap menjalani hari-harinya dengan penuh kecerian. Suatu hari, si katak yang tuli beserta beberapa orang temannya berjalan-jalan di hutan. Nasib malang menimpa mereka semua. Katak-katak kecil itu terperosok di dalam lubang. Melihat kenyataan itu, mereka pun panik dan meminta tolong. Namun tak ada seorangpun yang mendengar jeritan mereka. Setelah beberapa jam berada di dalam lubang. katak-katak yang masih bermain di kolam menyadari sesuatu. Semua kehilangan si…