Antologi

Baidu Sahabat Setiaku

Baidu? Apaan tuh? Aku penasaran dengan banyaknya link yang
beredar di timeline Facebookku. Beberapa teman mengundangku untuk bergabung
dengannya. Sinyal radar kuter milikku langsung berbunyi. Tanpa pikir panjang,
aku pun melakukan pendaftaran akun di Baidu UEC.

Tampilan Web Baidu UEC
Ternyata
Baidu UEC semacam online working yang mengharuskan kita mengerjakan tugas-tugas
yang tersedia. Entah ini program keberapa yang sudah kujalankan. Basis
sistemnya berupa kupon. Semakin banyak kupon yang kita miliki, semakin besar
peluang hadiah yang dapat kita tukar.
Ceki-ceki
di google, Baidu UEC sudah dijalankan di sejumlah negara. Sebut saja Brazil dan
Arab Saudi. Projek terbaru Baidu ya di Indonesia. Mungkin karena prospek IT di
negeri ini meningkat akhir-akhir ini. Maka Baidu tak ragu untuk membuka Baidu
UEC disini.
Baidu
sendiri merupakan perusahaan jasa web asal negeri tirai bambu. Kantor pusatnya
berada di distrik Haidan, kota Beijing. Beberapa produk Baidu yang mendunia
ialah Baidu Antivirus, Baidu Browser, dan lain-lain. Lewat Baidu UEC kita
diajak untuk mengenal produk-produk Baidu tersebut. Disana kita berperan
sebagai klien yang membantu Baidu untuk terus meningkatkan kualitas produknya.

Contoh Tugas-Tugas Baidu

Pertama
kali bergabung sekitar awal September tahun lalu. Itu artinya aku baru
bekerjasama dengan Baidu kurang lebih 4 bulan. Tentunya banyak sekali suka duka
yang telah kurasakan bersama Baidu. Awalnya aku tidak terlalu tertarik untuk
menjalankan tugas-tugas Baidu. Menurutku, tugas-tugas Baidu kebanyakan
melibatkan smartphone Android. Aku takut aplikasinya mengandung virus atau
malware yang meresahkan. Ujung-ujungnya kinerja smartphoneku memburuk.

Tapi
setelah mendengar beberapa testimoni teman-teman kuterku. Hanya butuh waktu
satu minggu aku mantap bergabung dengan Baidu UEC. Terlebih setelah
hadiah-hadiah yang tersedia bikin ‘mupeng’. Waktu itu, aku hanya mengerjakan
tugas kuesioner saja. Tak apalah kupon yang didapat hanya sedikit, pikirku.
Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit, bukan?

Dari sekian banyak tugas, tugas favoritku ialah UAQ. Itu semacam aplikasi yang harus diinstall di PC atau laptop untuk mendapatkan kupon. Hadiah kupon diatur berdasarkan lamanya penggunaan PC atau laptop kita. Perjamnya dihargai 5 kupon. Ini tugas termudah di UAC. Paling banyak aku bisa mengumpulkan hingga 30 kupon dalam sehari. Sangat lumayan untuk mendapatkan kupon gratis. Sayangnya program UAQ tidak bisa berjalan lama. Paling hanya satu atau dua bulan. Tergantung pihak Baidunya. 🙁

Akhir
September aku berhasil menukarkan hadiah pertamaku. Kutukarkan kupon sejumlah
1680 untuk sebuah micro SD. Untuk mendapatkannya, aku hanya perlu mengerjakan
tugas-tugas mudah tanpa melibatkan smartphone. Lagipula sebagai pengguna baru,
aku sudah mendapatkan modal awal sebesar 500 kupon.
Setelah
penukaran hadiah pertama, aku merasa cemas. Kulihat banyak pengguna lain protes
di wall group Baidu. Katanya penukaran hadiah Baidu lama. Malah beberapa
diantara mereka ada yang bilang itu hanya hoax. Bingung aku lalu bertanya pada
admin group yang orang Chineese asli. Namanya miss Liao.
Miss
Liao orangnya baik dan ramah. Keluhanku ditanggapi dengan baik. Kami berkomunikasi
menggunakan bahasa Inggris. Katanya estimasi penerimaan hadiah lebih kurang
tiga bulan. Diluar itu baru boleh kita protes bila hadiah masih tak kunjung sampai.
Satu setengah bulan kemudian, hadiahku selamat sampai rumah.

Hadiah Pertamaku Dari Baidu UEC

Akhirnya
setelah lama komunikasi, aku pun bersahabat dengan admin Liao. Jika ada waktu
luang, aku sering bertukar pikiran dengannya. Dari dulu, aku bercita-cita
keliling dunia. Lewat cerita yang sering dibagi miss Liao, aku tahu lebih
banyak tentang negaranya. Di sisi lain, aku pun bercerita tentang negeriku
Indonesia. Kuharap miss Liao bisa mengunjungi Indonesia dalam waktu dekat.

Keinginanku
terkabul. Akhir tahun lalu, Miss Liao berkesempatan datang ke Jakarta. Meski
tak sempat bertatap muka karena terpisah jarak, aku sudah cukup senang. Miss
Liao sangat suka dengan Jakarta. Dia ke Jakarta dalam rangka Baidu Gathering
Event. Aku yang berada di kota Palembang juga ingin dikunjungi. Kuharap lain kali
Baidu bisa berkeliling ke kota-kota di Indonesia. Sehingga miss Liao dapat
mengunjungi kota Palembang tempatku berada.
Beberapa
waktu lalu, aku mendapatkan masalah dengan Baidu. Link register Baidu milikku
disalahgunakan oleh orang lain. Dia menggunakan fake account untuk mendaftar
menggunakan linkku. Aku takut kalau-kalau akunku dituduh curang oleh sistem lalu
dibanned. Jika dibanned, mau tak mau hasil jerih payah kupon yang sudah
kukumpulkan bakalan hangus.
Aku pun
mengirimkan inbox dengan miss Liao. Kuharap miss mau mendengarkanku. Ini bukan
sepenuhnya kesalahanku. Aku membuat postingan tentang hadiah Baidu dengan
menyertakan link register. Tujuannya agar orang percaya kalau Badu itu bukan
hoax. Ambil saja poinku, tapi jangan banned akunku, pintaku pada miss Liao.
Untungnya
keluhanku didengar. Akunku tak dibanned oleh Baidu, melainkan hanya poin
inviteku yang berkurang. Aku menarik nafas lega. Kuucapkan beribu-ribu terima
kasih pada miss Laio. Kudoakan semoga orang yang mengerjai akunku tersebut
cepat sadar. Perbuatannya sungguh tak elok untuk dilakukan.
Aku berkomitmen
menjadi pengguna Baidu yang loyal dan jujur. Selama ini aku tidak pernah
mengundang orang untuk bergabung. Aku hanya memposting linkku di blog, lalu
kubiarkan. Sejauh ini, poin yang didapat olehku hanya dari pengerjaan tugas.
Inviteku hanya satu orang. Namanya Annisa Rahmadina, mungkin pengunjung blogku
yang mendaftar.
Kedepannya
kuharap Baidu UEC berkenan meningkatkan kualitasnya. Terutama untuk link user
yang disalahgunakan oleh orang lain. Ini sangat tidak adil untuk pengguna asli.
Mereka sudah susah payah mengumpulkan poin. Sekarang ada semacam ketakutan jika
menyebar link di internet. Padahal itu satu-satunya cara untuk mendapatkan
pengguna baru. Sekalian untuk promo Baidu di dunia maya. Takutnya malah
disalahgunakan seperti tadi.
Kini
aku sedang menunggu hadiah kedua. Akhir November lalu aku menukarkan kupon
dengan hadiah tongsis. Sekarang targetku adalah mendapatkan kamera Fujifilm
atau smartphone baru. Semoga poinku lekas terkumpul.
Oh ya
kemarin-kemarin, ada yang mengatakan kalau Baidu UEC tidak akan berumur
panjang. Sewaktu-waktu bisa berhenti mendadak. Kuharap info ini tidak benar.
Aku menyayangi Baidu UEC. Bukan hanya karena hadiah, melainkan juga karena kebersamaan
yang terjalin sesama member. Kudoakan Baidu UEC dapat berumur panjang, sehingga
bisa terus menyediakan hadiah dan tugas-tugas menarik bagi para user. Aamiin.

Leave a Reply

%d bloggers like this: