Antologi

Agen Laku Pandai Turut Majukan Perekonomian Indonesia

Laku pandai merupakan layanan keuangan tanpa kantor dalam
rangka keuangan inklusif. Sementara layanan keuangan digital merupakan
perluasan layanan sistem pembayaran menggunakan teknologi, baik melalui telepon
genggam maupun web, yang tidak dilakukan di kantor fisik alias oleh pihak
ketiga yang disebut agen laku pandai.
Namun sayangnya, menurut hasil survei Lembaga Penyelidikan
Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Indonesia, masih banyak orang yang belum tahu dengan program Laku Pandai. Selain
itu, masih ada kecenderungan masyarakat Indonesia masih lebih memilih membuka
rekening bank di kantor cabang bank. Padahal, membuka rekening tabungan di agen
Laku Pandai dinilai lebih murah, sehingga menguntungkan nasabah.
Direktur Pengembangan Inklusi Keuangan OJK, Eko Ariantoro
mengatakan “Saat ini di Indonesia satu agen baru mengurus sekitar 20 rekening.
Namun, idealnya adalah 100 rekening. Maka dari itu, akan ada kampanye yang akan
digalakkan untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap program laku pandai
serta mengajak mereka untuk menjadi agen laku pandai.
Ide kampanye itu salah satunya adalah dengan membuat teknologi
yang memudahkan dalam proses layanan keuangan di agen laku
pandai, serta OJK saat ini juga sedang mengajak beberapa pihak bank swasta
juga bank daerah untuk turut serta. Diharapkan dengan adanya kampanye ini dapat
meningkatkan kepedulian masyarakat Indonesia yang belum terjangkau layanan
perbankan di pelosok-pelosok sehingga perekonomian Indonesia pun turut maju.
4 Views

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: