Sisi Lain Zodiak yang Bukan Sekedar Ramalan Biasa

Sebenarnya dari SD, Molzania sudah nggak percaya sama ramalan zodiak. Baca ya cuma sekedar baca untuk kemudian dilupakan. Alasannya sejak kecil Molzania sudah dinasihatin sama mimi dan ayah untuk nggak percaya sama ramal-meramal. Alasannya itu mendahului takdir, sehingga jatuhnya mendahului ketetapan Allah.


Percaya ramalan itu sirik dalam Islam. Artinya menduakan Allah, bisa dijebloskan langsung ke dalam neraka. Soalnya dosa yang sama sekali nggak diampuni Allah swt adalah sirik. Makanya percaya ramalan itu sama dengan dosa besar.

Akan tetapi seiring dengan usia remaja, Molzania tumbuh jadi anak yang ingin tahu. Karena keingintahuan itulah, Molzania jadi agak sedikit rebel. Lagian dulu itu Molzania sering baca majalah remaja tuh. Semisal Gadis, Aneka Yess!, Hai, Kawanku, Tabloid Gaul, Sekar dan lain-lain. Disana selalu tersedia kolom horoskop alias zodiak. Nah secara sengaja Molzania sering baca-baca kolom itu.


Duh jadi keingetan nostalgia zaman dulu kan? Hikz, masa-masa itu Molzania isi dengan banyak membaca majalah. Tapi sayangnya sebagian besar majalah yang Molzania sebut di atas, sekarang udah bangkrut. Ngenes banget ya? Huhuu.. Padahal dulu waktu SMA, sering banget bahkan sampe bela-belain ngumpulin duit buat beli majalah yang isinya "maenan"remaja semua. Tahulah ya, Molzania suka banget ngepoin kehidupan artis-artis sebaya yang lagi hits. Salah satu info terupdate ya melalui majalah.  :P

Hanya saja kolom zodiak di majalah-majalah itu ternyata nggak benar sama sekali 100%. Entah kenapa sama sekali nggak terbukti dan zero pengaruhnya dalam hidup Molzania. Entah karena tulisannya sedikit doang, atau memang hidup Molzania kelewat sulit untuk diramalkan. Contohnya aja nih, kalo ramalan zodiaknya bakalan dapet duit, kenyataannya nggak dapat. Kalo misalkan ramalannya bakal dapet pacar atau diam-diam ada yang naksir kamu, kenyataannya Molzania tetap jomblo. Dah gitu aja. Hikz.


Bikin sakit hati kan? So, pada akhirnya Molzania jadi skeptis sama ramalan zodiak di majalah. Tapi kalau dipikir-pikir sih karena sering baca zodiak itu Molzania jadi tahu kalau ramal-meramal itu ada banyak jenisnya. Setiap negara punya kepercayaannya masing-masing.

Jadi zodiak itu sendiri berasal dari kepercayaan orang Yunani. Diambil dari kata Zoodiacos Cyclos yang artinya lingkaran hewan. Asalnya dengan melihat langit. Orang-orang zaman dulu itu membuat sabuk imajinasi dengan menggabungkan titik-titik bintang di langit dengan garis-garis yang membentuk gambar-gambar hewan. Konon bintang-bintang teersebut juga dijadikan sebagai penunjuk jalan. Pengetahuan semacam inilah yang malah bikin Molzania jadi penasaran untuk tahu lebih lanjut. Bukan kepada ramalan nggak jelas itu. wkwk.

Sementara itu di China ada lagi kepercayaan Shio yang juga menggunakan hewan sebagai simbol keberuntungan dan ketidakberuntungan. Menurut kepercayaan ini, hewan dan manusia memiliki kedekatan hubungan. Nah makanya setiap tahunnya, kita mengenal lambang hewan yang berbeda dalam ramalan Shio. Ada pula ramalan Fengshui yang bisa digunakan untuk menentukan posisi yang bagus dan mengundang rezeki untuk sebuah bangunan. 


Di Eropa lain lagi kepercayaannya. Disini berkembang ramalan dari ampas kopi. Nah segelas kopi diminum terlebih dahulu, baru setelahnya ampas yang ada di dasar kopi dilihat untuk kemudian diramal. Teknik meramal ini dinamakan Tasseografi. Disini juga berkembang kepercayaan meramal menggunakan kartu yang lebih dikenal dengan tarot. 

Pengetahuan semacam inilah yang malah bikin Molzania jadi penasaran untuk tahu lebih lanjut. Bukan kepada ramalan nggak jelas itu. wkwk. Percaya kepada ramalan memang perbuatan sirik. Tapi mengetahui sejarah dan asal-usul ramalan boleh-boleh aja dong. Hehe.. Kenapa sih manusia melakukan ramal meramal ? Mungkin aja alasannya supaya bisa prepare untuk nasib baik dan buruk. Atau bisa jadi alasannya karena penasaran saja. Wallahu'alam. 

Molzania.com merupakan blog pribadi milik Firsty Ukhti Molyndi. Memiliki hobi menulis sejak kecil. Blog ini sebagai sarana menyalurkan minat dan aspirasinya.