5 Permainan Papan Edukatif ala Anak 90-an yang Atraktif dan Menghibur

Sedikit curhat, postingan ini merupakan postingan balasan dari event Collab bareng Komunitas Emak Blogger. Temanya lebih ke arah parenting seputar permainan edukatif untuk anak-anak. Berhubung Molzania sendiri belum jadi emak-emak ( entah kapan? ), jadi Molzania ingin berbagi info permainan anak-anak ala tahun 90-an yang seru. Mungkin saja bisa jadi referensi emak-emak jaman now yang ingin bernostalgia bareng kids jaman now.


Semasa SD dulu, Molzania paling suka bermain permainan papan. Bukan apa-apa sih, karena semua aktivitas yang melibatkan fisik Molzania tidak bisa melakukannya. Jadi orangtua memberikan alternatif permainan papan agar Molzania tetap bisa bermain bersama teman-teman. Biarpun dimainkan dalam keadaan duduk, permainan berikut ini juga menyenangkan kok. Meski ya nggak bisa lama-lama juga, karena teman-teman Molzania lebih senang bermain permainan yang melibatkan fisik. Kadang juga kalau sedang nggak ada teman, Molzania suka bermain sendirian.

Berikut kelima permainan papan edukatif ala anak 90-an yang atraktif dan menghibur:

1. Ular Tangga

Di luar negeri, permainan ini menjadi yang paling populer. Dimainkan dengan cara mengocok dadu, kita harus memandu sebuah bidak mencapai angka 100. Di tengah jalan terdapat aneka rintangan berbentuk ular yang apabila terkena maka harus kembali turun. Disana juga terdapat tangga yang akan membantu kita naik lebih cepat. Seorang pemain yang bisa mencapai angka 100 dinyatakan sebagai pemenang.

Source: Giochidelloca

2. Monopoli

Permainan monopoli juga mengadakan keberuntungan karena sama seperti ular tangga menggunakan kocokan dadu. Bedanya permainan ini menggunakan sedikit konsep ilmu ekonomi karena harus merebut dan membeli sejumlah kota yang kita singgahi. Molzania lebih menyukai bermain monopoli karena bisa sembari mengkhayal mengunjungi berbagai kota di dunia. Permainan akan dinyatakan selesai bila ada yang tidak sanggup membayar tagihan alias bangkrut.

Source: Youtube
3. Catur

Permainan ini hanya bisa dimainkan oleh dua orang. Suasana permainnya lumayan serius karena melibatkan logika. Dimainkan dalam papan bermotif hitam dan putih sebanyak 60 kotak dengan bidak-bidak berwarna senada. Masing-masing bidak memiliki peran dan memiliki cara jalan yang berbeda-beda. Permainan catur akan dinyatakan selesai jika bidak raja lawan berhasil direbut. 

Source: Feelgrafix

4. Scrabble

Permainan ini mengasah otak dan melatih kemampuan berbahasa. Untuk memainkannya mirip cara bermain tts dimana para pemain diharuskan untuk menyusun kata sesuai dengan huruf yang tersedia. Pemenang ditentukan dari seberapa banyak ia sanggup membentuk kata-kata. Akan lebih menantang jika permainan ini menggunakan kata-kata yang bukan berasal dari bahasa ibu alias bahasa asing.

Source: Word Unscrambler

5. Checkers

Permainan ini bisa dimainkan menggunakan papan catur. Layaknya catur, bermain checkers juga membutuhkan strategi untuk bisa menang. Terdiri dari dua pemain yang menggunakan bidak berwarna putih atau hitam. Untuk menang, kita harus berkompetisi dengan cara memakan bidak lawan. Bidak siapa yang duluan habis, maka ia dinyatakan kalah.

Source: Shutterstock

Itulah beberapa permainan papan edukatif ala anak 90-an yang atraktif dan menghibur. Mudah-mudahan menjadi inspirasi sobat ketika bermain dengan ponakan atau adik yang masih usia SD. Permainan di atas sengaja Molzania pilih yang bersifat edukatif dan menambah wawasan. Supaya ketika bermain, kita juga sambil melatih otak anak. Oiya, menurut Molzania sih, permainan diatas lebih asyik dimainkan secara manual ketimbang di smartphone atau komputer. Selain karena biar lawannya real, juga menjaga mata agar tidak sakit. Selamat bermain ya ^^

*tulisan ini juga diikutsertakan dalam event Collaborative Blog "Komunitas Emak Blogger" Kelompok Dian Sastro dengan trigger post "Mengisi Liburan Anak di Rumah" karya Astin Astanti #KEBBloggingCollab 

Molzania.com merupakan blog pribadi milik Firsty Ukhti Molyndi. Memiliki hobi menulis sejak kecil. Blog ini sebagai sarana menyalurkan minat dan aspirasinya.