Kuliner Khas Palembang ini Modifikasi Lain dari Pempek

Mumpung bentar lagi bulan puasa, kita bahas makanan saja yuk. Tahu kuliner khas Palembang yang melegenda? Yap, Pempek. Makanan ini sudah jadi ciri khas wong kito galo. Di Palembang sendiri, orang-orang biasa makan pempek dalam segala suasana. Baik itu pada pagi hari, siang ataupun malam. Jika sehari tak makan pempek, rasanya ada yang kurang.


Tapi tahukah sobat kalau pempek bisa dimodifikasi menjadi kuliner lain. Dalam artian, bahan bakunya tetaplah pempek, hanya saja cara memasaknya berbeda. Biasanya orang Palembang menjadikan makanan ini sebagai camilan ringan. Ini bisa jadi alternatif menu buka puasa untuk sobat yang bosan makan pempek dengan cuko. Berikut di bawah ini listnya:

1. Tekwan dan Model
Serupa tapi tak sama. Kuahnya sama-sama bening dan terbuat dari bahan pempek, tapi bentuk dan isinya berbeda. Tekwan itu pempek yang bentuknya bulat-bulat kecil tanpa isi, sementara model bentuknya besar dan berisi tahu. Dimakan bikin badan hangat dan segar segar berkat kuah sup yang hangat. Bila suka jangan lupa diberi kecap manis atau asin, dan perasan air jeruk nipis. Kuah yang awalnya terasa gurih, berubah menjadi asam manis. Biar lebih kenyang, tak jarang orang Palembang menjadikan tekwan dan model sebagai lauk teman nasi. Kebayang kan nikmatnya kelezatan kuliner khas Palembang yang satu ini?


2. Celimpungan
Bentuk pempeknya mirip tekwan tapi bulatannya lebih besar sedikit. Bedanya kuah celimpungan berwarna kuning dan terbuat dari santan. Kuningnya kuah Celimpungan itu berasal dari tambahan kunyit dan rempah-rempah lain. Rasa kuahnya gurih-gurih sedap. Penamaan celimpungan sendiri berasal dari bunyi pempek yang dimasukkan ke dalam kuah santan. "Cemplung! Cemplung!" lalu jadilah kuliner Celimpungan. 


3. Laksan
Berbeda dengan celimpungan, kuah laksan berwarna merah / orange dengan rasa yang pedas. Pempek dalam laksan berbentuk pipih dan tanpa isi. Jika dirasa masih kurang pedas, bisa ditambah dengan sambal tumis sesuai selera.


4. Mie Cuko
Orang-orang banyak yang menamainya dengan sebutan rujak mie. Bahan utamanya ialah mie kuning, soun, pempek, tahu goreng, tauge, dan mentimun. Pempek yang digunakan berasal dari lenjer yang dipotong dadu. Tidak ketinggalan kuah cuko asam nan segar khas Palembang. Ditambah taburan ebi diatasnya agar lebih mantap. Bedanya kuliner ini bisa dimakan dalam keadaan dingin. Caranya dengan menuangkan cuko yang sudah dimasukkan terlebih dahulu di dalam kulkas. Rasanya tentu akan lebih segar. Cara makan yang seperti ini mirip seperti mie dingin Korea bernama mulnaengmyeon.


5. Lenggang
Kuliner ini memadukan antara potongan pempek lenjer dan adonan telur yang dikocok. Bentuknya mirip dengan martabak. Disajikan hangat-hangat dengan cara dipanggang diatas bara api atau digoreng. Jangan lupa diberi tambahan mentimun dan taburan ebi. Lalu tuangkan cuko sesuai selera. Duh. nikmatnya!


Itulah alternatif menu kuliner khas Palembang yang bisa jadi rekomendasi untuk sobat. Semoga menambah list pilihan kuliner untuk buka puasa yang simpel, namun tetap lezat. Salam hangat dari Molzania. ^_^

*tulisan ini juga diikutsertakan dalam event Collaborative Blog "Komunitas Emak Blogger" Kelompok Dian Sastro dengan trigger post "Lima Makanan Khas Kota Bandung yang Tak Lekang Oleh Waktu" karya Hikmah Khaerunnisa #KEBBloggingCollab 

Molzania.com merupakan blog pribadi milik Firsty Ukhti Molyndi. Memiliki hobi menulis sejak kecil. Blog ini sebagai sarana menyalurkan minat dan aspirasinya.