Aspirasi Blogger Palembang untuk Pak Jokowi

Kebayang nggak sih rasanya presentasi di depan Tim Komunikasi Presiden? Seumur-umur tidak pernah membayangkan. Antara gugup, khawatir dan segala macam perasaan berkecamuk di dada. Nah Jumat tanggal 15 Desember kemarin, Molzania berkesempatan untuk hal tersebut. Boleh dong sekarang Molzania sharing pengalaman dengan kalian?



Cukup sulit ternyata mencari gerbang masuk menuju area Istana Negara. Grab yang kami naiki terpaksa harus berputar-putar terlebih dahulu. Ternyata kebanyakan gerbang disini ditutup. Jadi kita masuknya lewat area pos penjagaan di Jalan Majapahit. Sampai di pos penjagaan, kita diinterogasi beberapa orang satpam. Bermodalkan percakapan Whatsapp dengan Bu Lasmi, kita semua akhirnya diperbolehkan masuk.

Sayang sekali karena waktu itu hari Jumat, jadilah Molzania dan ayah sempat terpisah. Ayah Molzania diharuskan untuk shalat Jumat di Masjid Istiqlal. Sementara itu koh Deddy, mbak Ainun, mbak Putri dan Molzania tidak ikut Ayah shalat. Tetapi kita semua cewek-cewek memilih shalat Dzuhur di gedung Kementerian Sekretaris Negara nantinya.

ISTANA NEGARA TERNYATA RAMAH DIFABEL


Cukup jauh jarak dari pos satpam ke gedung utama Kemsekneg. Ternyata letak gedungnya berada di tengah-tengah tepat di sebelah istana. Google maps tidak berlaku lagi di area ini. Gedung-gedung disini super duper gede dan luas banget. Kebayang deh seandainya Molzania berkesempatan untuk berkerja di Kemsekneg. Pasti asik dan instagramable. Abaikan angan-angan Molzania karena hari ini Molzania lebih memilih untuk slow motion daripada berjibaku dengan rasa gugup.


Mbak Ainun berpose di depan Kemsekneg
Mengejutkan ternyata gedung Kemsekneg sudah ramah difabel sehingga kursi roda Molzania bisa masuk dengan mulus. Mungkin karena Indonesia pernah punya presiden yang juga seorang disabled. Ialah Presiden ke-4 kita yang akrab dipanggil Gusdur. Tidak seperti ketika Molzania berjalan-jalan ke stasiun Juanda kemarin yang jalanannya berundak-undak meski udah ada jalur kuning untuk difabel. Masuk gedung kita diinterogasi lagi sama satpam Kemsekneg. Lagi-lagi Alhamdulillah berjalan lancar berkat percakapan WhatsApp. Ternyata kita semua sudah ditunggu oleh mbak Lasmi dan lain-lain di lantai 3.

Oh ya karena ayah Molzania masih ketinggalan di luar, jadi Molzania memberitahukan kepada satpam Kemsekneg agar ayah Molzania tidak diusir nantinya. Hikz. Setelahnya kami pun bergegas naik lift yang ternyata tidak terlalu besar. Untuk masuk lift, kursi rodanya harus selalu menghadap keluar agar muat. Kalau nggak ya bakalan sempit nanti ruangan liftnya. Di atas untuk pertama kalinya Molzania bertemu dengan sesiapa yang selama ini sering berkomunikasi lewat WA. Mereka ialah Bu Lasmi dan Pak Karyono yang merupakan bagian dari Tim Komunikasi Presiden.



Sesampainya diatas kita ingat belum shalat Dzuhur. Maka para cewek yang tidak berhalangan, shalat di musholla yang berada lantai 2. Setelahnya Molzania langsung pergi ke lantai 3 lagi. Namun sayangnya bukan ruang rapat yang Molzania masuki. Melainkan ruangan Pak Sukardi Rinakit, Staf Ahli Tim Komunikasi Presiden. Istimewanya ternyata ruangannya Pak Sukardi Rinakit dulunya merupakan bekas ruangan Presiden ke-2 Indonesia yaitu Pak Soeharto. Bahkan mejanya saja masih asli peninggalan beliau.

Sebelum pertemuan dimulai, Molzania dan teman-teman dipersilahkan untuk makan siang terlebih dahulu. Sayangnya sebelum kesini kita sudah makan terlebih dahulu di luar. Batal deh makan siang di Kemsekneg. Padahal makanannya pasti enak-enak kan ya? Secara makanan ala Presiden gitu loh. Hahaa... mudah-mudahan suatu hari nanti Molzania bisa makan-makan disini lagi bersama Pak Presiden Jokowinya langsung. Aamiin



Gagal makan siang, kita lantas ditawarin untuk foto-foto bareng bu Lasmi. Blogger gitu loh, ditawarin foto-foto mana nolak? Hehe. Kapan lagi coba berfoto di ruangan Pak Soeharto? FYI, ruangannya Pak Soeharto ini menghadap langsung ke ruang rapat paripurna. Disana ada pintu kayu coklat tua raksasa untuk menuju ke sana. Secara tidak langsung berarti ruangannya Pak Sukardi ini termasuk ruangan keramat. Konon siapa yang pernah singgah kesini bakal jadi pemimpin di masa depan *bercanda* *sirik detected*. Tapi mendingan Aamiin yra... (Diaminin aja iya? XD)

Di tengah-tengah sesi foto-foto, bu Lasmi bercerita kalau beliau juga mempunyai anak perempuan disabled seperti Molzania. Umurnya masih 17 tahun. Secara tidak langsung, bu Lasmi juga merasakan suka dukanya mengurus anak disabled. Sama seperti ayah Molzania sendiri. Ahh, Molzania penasaran deh ingin mendengarkan lebih banyak tentang kisah "teman"nya Molzania ini.


Berfoto di bekas ruangan Presiden Soeharto bersama Bu Lasmi. 
Mejanya tegap dan kokoh banget lho.... Secara meja Presiden gitu loh :)

Perkenalkan Bu Presiden Indonesia yang ke 10
Bu Molzania kkkk... :P
Sayangnya Pak Sukardi tidak bisa hadir siang itu. Alasannya karena mamanya Pak Sukardi mendadak sakit, sehingga beliau pun pergi ke Malang. Padahal nih menurut blogger lainnya, Pak Sukardi itu orangnya humoris dan gampang berbaur. Buktinya beliau tak segan untuk mengajak makan duren dan ngupi-ngupi atau memberikan syal kesayangan untuk para blogger yang diundang. Hikz. Sayang banget blogger Palembang gak kebagian hadiah dari Pak Sukardi. Padahal Molzania pengen banget loh diajakin ngemil duren di istana. :'( NB: Pak Sukardi kalo lagi baca blog ini kudu ajak kita hangout lain kali. xD

Ketidakhadiran Pak Sukardi lalu digantikan oleh Pak Andoko. Ini bukan kali pertama Molzania bertemu dengan keduanya karena mereka pernah hadir dalam acara blog Kominfo beberapa waktu lalu. Bedanya dengan Pak Sukardi, Pak Andoko ini pembawaannya lebih serius. Pak Sukardi kan orangnya humoris seperti Molzania. Sewaktu ke Palembang, beliau banyak cerita tentang pengalaman-pengalaman lucu beliau sebagai pendamping Presiden Gusdur dan Presiden Jokowi. Maka bertepatan dengan kehadiran Pak Andoko, pertemuan yang mendebarkan pun akhirnya dimulai.

PRESENTASI SERIUS YANG BERKESAN SANTAI


Acara dibuka oleh Pak Andoko. Satu persatu kami diminta untuk memperkenalkan diri. Makin keluar deh gugupnya Molzania. Untuk mengatasi rasa gugup tersebut, Molzania mencoba untuk melafalkan kalimat tasbih. Gimana nggak ya? Soalnya acara ini juga bakalan direkam untuk Youtube Channel Sudut Istana. Kebayang dong kalau rekamannya nanti disiarkan dilihatin oleh ratusan juta penduduk Indonesia?



Selanjutnya presentasi pun benar-benar dimulai, koh Deddy tampil pertama menyuarakan aspirasinya sebagai blogger travelling. Setelah bercerita tentang pengalaman jalan-jalannya ke Raja Ampat, koh Deddy juga memuji kebijakan bensin satu harga yang diterapkan pemerintahan Pak Jokowi. Selain itu, Ia juga berkeinginan agar pemerintah memperjelas aturan UU ITE, soalnya selama ini masyarakat seolah-olah terkungkung dalam menyuarakan aspirasinya karena aturan tersebut. Contohnya saja masalah Bu Prita dengan Omni Hospital yang berujung di jeruji besi.

Mbak Ainun tampil sebagai blogger kedua yang presentasi. Kali ini mbak Ainun lebih banyak membahas tentang sosok Pak Jokowi di matanya. Sepertinya mbak Ainun kagum dengan kesederhanaan Pak Jokowi. Ia bercerita tentang Pak Jokowi yang berusaha untuk memperbaiki Indonesia dalam wujud kerja nyata. Meski di balik itu terpilihnya Pak Jokowi sendiri menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.


Koh Deddy yang menceritakan pengalamannya travelling ke Papua
dan kehidupan masyarakatnya yang terbantu berkat kebijakan bensin satu harga


Mbak Ainun bercerita mengenai sosok
Pak Presiden Jokowi yang bersahaja dalam kesederhanaan
Mbak Putri menceritakan tentang keberhasilan
pembangunan Tol Palindra di Sumatera Selatan 
Tidak jauh dengan mbak Ainun, mbak Putri juga membahas tentang sosok Pak Jokowi di matanya. Mencoba flashback, mbak Putri bercerita tentang pengalamannya sebagai guru di pelosok Sulawesi. Tentang bagaimana kehidupan masyarakat disana masih harus berjuang di tengah krisis energi. "Bahkan terkadang listrik disana hanya hidup 3 jam per hari. Dari pukul 6 sore hingga 9 malam.." katanya. Terlepas dari itu, mbak Putri mengapresiasi kinerja Presiden Jokowi dalam membangun tol Palindra di Sumsel. Dengan tol tersebut, mbak Putri selaku masyarakat Kota Prabumulih sangat terbantu dalam hal transportasi Palembang - Prabumulih.

MASIH BANYAK YANG HARUS DIUBAH DAN DIPERBAIKI 


Sesi presentasi terakhir, giliran Molzania. Konon peresensi terakhir itu paling cetar xD #abaikan. Lantas bagaimana dengan presentasi Molzania sendiri? Pasti pada penasaran kan? Jangan lupa simakin part selanjutnya dari rangkaian cerita Molzania Goes To Istana Negara.. ahihii... Semuanya hanya di Molzania.com. ^_^

Baca Juga rangkaian cerita perjalanan singkat Molzania di Istana Negara lainnya:

Molzania.com merupakan blog pribadi milik Firsty Ukhti Molyndi. Memiliki hobi menulis sejak kecil. Blog ini sebagai sarana menyalurkan minat dan aspirasinya.