5 Hal yang Bikin Kangen Dari Radio

Salah satu alat hiburan yang masih eksis saat ini di tengah gempuran teknologi canggih ialah radio. Meskipun sekarang udah ada internet, tapi radio tidak kehilangan eksistensinya. Biasanya sih kebanyakan orang menyetel radio sebagai teman di waktu luang. Daripada misalnya suntuk terjebak di jalanan macet, mending asyik dengerin musik terbaru lewat radio.


Sekitar tahun 90an ke bawah, orang-orang masih mendengarkan siaran radio secara manual. Pada masa ini, stasiun radio sudah semakin canggih. Mulai bermunculan satu persatu radio yang memfasilitasi channelnya lewat live streaming. Fasilitas ini bikin radio jadi mudah dinikmati kapanpun dan dimanapun. Bahkan kita juga bisa mendengarkan siaran dari radio-radio seluruh dunia. Sebenarnya apa sih yang bikin radio tetap eksis saat ini? Berikut ini Molzania sudah melist 5 hal yang bikin kangen dari radio:

1. Musik-Musiknya dan Beritanya Selalu Update

Pengen tahu lagu yang lagi hits saat ini? Dengerin saja stasiun radio di kotamu. Salah satu keunggulan radio dari alat hiburan lainnya ialah radio hanya bisa didengarkan. Tidak perlu capek-capek mengklik ataupun menggeser-geser ala touchscreen. Cukup pasang earphone, beres. Ada banyak pilihan radio yang bisa kamu pilih. Anak muda biasanya selalu mencari acara musik, sementara orang-orang yang berusia lebih tua mendengarkan siaran berita. Semua radio memiliki pangsa pasarnya sendiri-sendiri. Makanya tidak heran kalau radio masih memiliki tempat di hati masyarakat Indonesia.


2. Punya Program Unggulan yang Paling Dinanti

Setiap radio punya program unggulan yang berbeda-beda. Tentunya ini disesuaikan dengan genrenya masing-masing. Radio musik misalnya. Molzania paling suka dengan acara Top 10 Musik Favorit yang biasanya hadir secara mingguan. Disini kita bisa dengerin 10 lagu-lagu yang paling banyak direquest oleh para pendengar. Biasanya selain dengerin lagunya, penyiar juga suka menyajikan fun facts dan info-info seru seputar penyanyi atau band yang lagunya masuk daftar 10 favorit.


3. Suara Penyiarnya Kece dan Menghibur

Generasi 90an seperti Molzania semasa sekolah pasti masih akrab dengan radio. Ayo ngaku yang pada tergila-gila dengan salah seorang penyiar radio yang bersuara kece? Penyiar yang biasanya bersuara merdu dan serak-serak basah banyak disukai oleh pendengar. Apalagi kalau sang penyiar punya talenta lain semisal menyanyi dan membaca puisi. Terkadang saking sukanya sama suaranya, kita jadi ikut membayangkan rupa asli si penyiar. Identiknya penyiar bersuara merdu pasti cantik dan ganteng. Padahal sih cantik dan ganteng itu relatif kan ya?


4. Sesi Interaksi dengan Penggemar

Ini dia yang bikin paling kangen dari radio? Apalagi kalau bukan sesi interaksi dengan penggemar. Biasanya dilakukan lewat telepon atau media sosial. Salah satu yang menarik dari sesi ini kita dipersilahkan untuk menyapa penyiar secara langsung. Yakin deh bagi fans ini momen yang bikin deg-degan. Gimana nggak lah ya? Selain kesempatan mengobrol dengan idola, suara kita juga terdengar hingga seantero kota. Makanya kita nggak mungkin nggak melewatkan momen ini untuk kirim-kirim salam dan request lagu. Apalagi kalau kebetulan radio kesayangan sedang mewawancarai artis ibukota. Jantung makin empot-empotan deh.


5. Setiap Kota Punya Radio Legenda

Percaya atau nggak setiap kota pasti punya stasiun radio legenda. Sebutan legendaris disini mengacu kepada lamanya stasiun radio tersebut berdiri dan masih terus eksis hingga saat ini. Salah satunya di Kota Palembang itu Radio Suara Pesona Indah 99.10 FM. Radio ini sudah berdiri sejak tahun 1990-an dan melayani siaran radio seantero kota Palembang dan sekitarnya. Dengan mengusung genre radio  khas anak muda, Radio Suara Pesona Indah (SPI FM) punya banyak program acara musik kekinian yang melekat di hati masyarakat Palembang.


Itulah beberapa hal yang bikin kangen dari radio. Semoga bisa menghibur sobat-sobat bubblelatte semuanya. Salam hangat dari Molzania. ^_^

Molzania.com merupakan blog pribadi milik Firsty Ukhti Molyndi. Memiliki hobi menulis sejak kecil. Blog ini sebagai sarana menyalurkan minat dan aspirasinya.