Saturday, January 20, 2018

Mengkaji Surah At-Takwir Mengungkap Tanda-Tanda Hari Kiamat

Posted by with 1 comment
Hari kiamat tidak diragukan lagi pasti akan terjadi. Entah kapan waktunya, tidak ada yang mengetahui. Tetapi tanda-tanda kiamat sudah dinubuatkan oleh Rasulullah berabad silam. Beberapa diantaranya kita saksikan dengan jelas didepan mata kita. Melalui kajian Kalqulus ODOJ beberapa waktu lalu, Molzania diceritakan lebih jauh mengenai peristiwa kiamat besar yang tertuang dalam surah At-Takwir. 


Ngerii.. itulah yang Molzania rasakan sewaktu mendengarnya. Oh iya, Kalqulus itu merupakan agenda rutin Komunitas ODOJ Palembang yang diselenggarakan sebulan sekali. Kajian tersebut menghadirkan seorang ustadz atau ustadzah sebagai pembicara. Tema yang dibahas pun berubah-ubah setiap bulannya. Biasanya mengupas intisari dari surah-surah yang ada dalam Al-Qur'an. Nah Januari ini kajian Kalqulusnya menghadirkan ustadz Alfan Muttaqien.

Ada dua pokok bahasan tentang kiamat yang dibahas dalam 14 ayat pertama surah At-Takwir. Pertama ercerita mengenai peristiwa kiamat itu sendiri. Kedua membahas mengenai peristiwa setelah kiamat. Jumlah surah dalam At-Takwir seluruhnya berjumlah 29 yang berarti Menggulung. Sampai disini sudah berasa kan horrornya? Apalagi kalau kita kaji lebih jauh. 

Dalam 7 ayat pertama dikisahkan mengenai keadaan alam semesta ketika kiamat menjadi porak poranda. Harta benda termasuk hewan ternak tak lagi diurusi oleh pemiliknya. Semuanya ditinggalkan. Bahkan "lautan pun dipanaskan", nah kata lautan ini merujuk pada tsunami. Tsunami sendiri merupakan peristiwa alam akibat gunung yang meletus di dasar laut. Secara tidak langsung, maka larva yang keluar dari puncak gunung akan memanaskan air laut lalu meluap sehingga terjadilah tsunami. Ini bukti bahwa peristiwa yang digambarkan dalam Al-Quran ilmiah dan rasional. 


Setelah membahas surah At-Takwir, pak Ustadz pun bercerita mengenai hadis Rasulullah mengenai tanda-tanda kiamat. Tanda-tanda tersebut diantaranya ialah "Budak Melahirkan Tuan" dan "Orang Miskin Berkuasa". Masing-masingnya merupakan kalimat kiasan jadi bukan dalam artian yang sebenarnya. Saat ini tanda-tanda ini telah nyata, dan berada di sekitar kita. 

"Budak Melahirkan Tuan" merujuk kepada anak-anak yang durhaka pada kedua orangtuanya. Sementara itu "Orang Miskin Berkuasa" dikiaskan untuk negara timur tengah yang saat ini kaya raya. Dulunya negeri Arab itu sangat miskin, tetapi sejak mereka berhasil menemukan sumber minyak bumi mereka menjadi kaya. Bahkan berlomba-lomba membangun gedung-gedung tinggi.

Dikisahkan pula dalam kajian tersebut mengenai dajjal, imam mahdi, dan turunnya nabi Isa. Konon katanya tanda-tanda dajjal sudah ada di muka bumi ini. Dan nantinya dajjal dan para pengikutnya akan memburu Imam Mahdi hingga ke makkah. Namun mereka tidak dapat masuk kedalamnya. Hanya orang-orang beriman yang bisa masuk. Dan orang-orang beriman inilah yang kelak mengenali imam mahdi dan membaiatnya. Terakhir, nabi Isa pun turun ke muka bumi. Lalu dimulailah perang antara dajjal melawan Imam Mahdi yang pada akhirnya akan dimenangkan oleh Imam Mahdi.


Astaghfirullah sobat! Kiamat sudah dekat. Saatnya kita bertobat dan memohon ampunan pada Allah SWT. Agar kita dijauhkan dari api neraka. Sebenarnya ada banyak cerita tentang kiamat yang disampaikan oleh pak ustadz. Tapi sebagian besar diantaranya sudah dibahas pula oleh Ustadz Zulkifli Muhammad Ali Jadi bagi yang penasaran, bisa segera cek channel youtubenya saja. Sekian cerita Molzania mengenai kegiatan Kalqulus ODOJ. Semoga makin menambah iman kita pada Allah SWT. Aamiin YRA. 

Wednesday, January 17, 2018

Review ZA Perfect Solution Whitening Serum untuk Kulit Berminyak

Posted by with 3 comments
ZA Cosmetics ini adalah brand kecantikan asal Jepang yang sudah lumayan lama berdiri di negara asalnya. Tepatnya sudah berdiri selama 20 tahun. Awalnya mereka hanya memproduksi skincare dan make up only di 6 negara. Penyebutan ZA sendiri diambil dari huruf pertama dan terakhir dari alphabet which is the meaning of its name was happy, fun, and likeable personality.


Walaupun begitu, Molzania jujur baru pertama kali mendengar nama brand ini juga. Nah, beberapa bulan lalu, Kawaii Beauty Japan mengirimkan sample produk terbaru mereka ke Molzania. Produknya yaitu berupa whitening serum. Namanya ZA Perfect Solution Youth Whitening Serum. Jadi ini tuh serum pemutih plus anti aging yang bertujuan untuk memberikan kandungan kollagen sehingga kulit kita jadi glowing dan terjaga kelembabannya.

ZA Perfect Solution Youth Whitening Serum terbuat dari tumbuh-tumbuhan yaitu Marine Collagen, Ekstrak Biji Yuzu, dan DG yang sama brandnya disebut sebagai Intensive Triangle Technology. Ini tuh perpaduan alami yang kaya kollagen sehingga menutrisi kulit kita dari dalam. Yang bikin mengejutkan ialah produk ini merupakan produk premium dan sepertinya belum tersedia di Indonesia. Dulu pernah ada, namun sekarang sudah totally hilang dati peredaran. 

ZA Cosmetics ini ternyata masih sodaraan juga dengan brand Shiseido. Sobat yang suka nonton dorama asal Jepang pasti familiar deh dengan nama besar Shiseido. Secara brandnya suka nongol di bagian creditnya. Untuk brand Shiseido sendiri, Molzania pernah review produk maskernya dan lumayan suka. 


Another shocking was sebelum menulis artikel ini, Molzania sempat searching via mbah Google. Reviewnya kebanyakan berasal dari luar. Dan dari segi harganya gak tanggung-tanggung, di Amazon dijual lebih kurang $54 (49$ + shipping 5$). Setara dengan Rp. 718.200 (kurs Rp. 13.300). Beberapa bulan ini Molzania mencoba untuk memakai produknya ZA ini. Satu botol isinya sekitar 30 ml. Molzania sudah pake selama sekitar 3 bulanan. 

Sejujurnya waktu awal-awal make nih produk, Molzania sempet sedikit meremehkan. Kirain ini produk ya kaya produk yang biasa-biasa aja. Mungkin made in China yang nggak terlalu terkenal. Jadi Molzania pake serumnya kaya pake produknya Wardah. Dibuat lumayan boros, tapi merata. But I was damn regret that for all I've doing after found about the facts. Sekarang produknya udah mau habis tinggal 10-15 persen lagi, dan Molzania langsung menghemat make produk ini. Hikz. Satu juta boo... abis sia-sia di muka! 

Produk yang Molzania dapatkan ini dibuat di Vietnam. Pertama kali make produk ini, lumayan ringan di muka. Liquidnya itu seperti susu cair, berwarna putih dan nggak kental. Dipake di wajah langsung meresap dan nggak lengket. Ini termasuk ciri-ciri produk premium kali ya? Pokoknya begitu nemplok dimuka, produk ini cepet banget keringnya.


Molzania pakai produk ini untuk skincare malam. Kulit Molzania termasuk yang berminyak. Jadi step penggunannya itu toner - serum - night cream. Night creamnya pake merk Wardah Night Cream yang biasa, yang wadahnya putih bening. Awal-awal make belum kelihatan hasilnya. Tapi menjelang sebulan dua bulan, ternyata produk ini (mungkin juga kombinasi dari skincare lain) bermanfaat banget untuk kulit berminyak.

Dulu kalo pas bangun tidur, wajah Molzania bak penggorengan. Tapi setelah pake produk ini berkurang sedikit demi sedikit minyaknya. Mulanya jadi seperti kulit kombinasi, tapi lama kelamaan minyaknya menghilang sama sekali. Bangun tidur jadi merasa lebih cantik karena kulit bebas minyak.

Pernah waktu itu nggak pake skincare ini pas tidur malam. Pakenya cuma setengah muka gitu. Eh besoknya muka jadi kaya belang-belang. Sebelah kanan bebas kilap, eh sebelahnya malah jadi penggorengan. Kulit juga perlahan jadi lebih halus. Nih tips ampuh buat sobat yang juga memiliki masalah kulit berminyak, nggak ada salahnya mencoba produk ZA Cosmetics yang satu ini. Walaupun pengecualiannya sih produk yang cocok untuk Molzania, belom tentu cocok di sobat semua. Hehehe..


Sayangnya keampuhan produk ini hanya sebatas mengurangi minyak dan menghaluskan. Kalo untuk khasiat mencerahkannya nggak terlalu sih di kulit Molzania. Jerawatan juga masih nemplok. Oiya awal-awal make produk ini dulu, Molzania sempat mengalami breakout juga seperti biasa. Mungkin karena kulit Molzania sedang beradaptasi dengan produk baru alias purging. 

So far, Molzania suka produk ini. Beneran. I would recommend this product. Seandainya nih produk tersedia di Indonesia dan harganya standard Wardah, pasti bakalan repurchase. Tapi untuk sementara nggak dulu deh. Soalnya belinya jauh dan harganya bikin kantong jebol. Haha. Sorry to say, but kalo ada yang ngasih gratisan lagi nggak bakal nolak kok. *_*

Sunday, January 14, 2018

Akhir yang Berkesan di Istana Negara

Posted by with 8 comments
Ini adalah rangkaian terakhir dari cerita perjalanan Molzania menemui Tim Komunikasi Presiden di istana negara. Beberapa hari yang lalu Molzania sudah bercerita mengenai kegiatan presentasinya. Ternyata itu bukan akhir kegiatan dari hari itu sobat. Molzania setelah presentasi sempat berkeliling gedung Kemsekneg lanjut ke Istana Negara.



Area Istana Negara itu super luass! Termasuk gedung Kemsekneg ini. Walaupun dari dalam sini terasa sepi karena jam kerja. Tapi Molzania tahu disini banyak banget karyawannya. Entah mereka stay dimana. Pastinya Molzania dan teman-teman nggak mau sama sekali melewatkan setiap sudutnya untuk berfoto-foto.

Di gedung Kemsekneg banyak sekali lukisan. Kata Bu Lasmi lukisan-lukisan itu milik Pak Sukardi Rinakit, tim Komunikasi Presiden. Oh, ternyata Pak Sukardi suka lukisan dan punya banyak teman seniman. Pantas saja disini lukisan-lukisan bagus dan indah banget. Sepertinya juga masing-masing lukisannya memiliki arti yang mendalam. Ah, Molzania jadi kepingin berkenalan dengan teman-teman senimannya Pak Sukardi.




Salah satu lukisan yang paling berkesan ialah lukisan Pak Jokowi. Alasannya lukisan itu ukurannya raksasa dan ada gambar Presiden RI disana. Lukisan itu terletak di ruangan Pak Sukardi sendiri. Dari tampak sekilas, lukisan tersebut menceritakan tentang sosok sederhana Pak Jokowi dalam mengayomi rakyatnya. Ada pula lukisan lain yang menceritakan tentang para Ibu yang sedang membatik. Tampaknya lukisan yang dipajang di gedung Kemsekneg itu bercerita tentang keseharian dari rakyat Indonesia.

Sudut kesukaan Molzania di gedung Kemsekneg itu ialah spot yang paling depan. Disana terdapat foto-foto Sekretaris Negara dari zaman old sampe zaman now. Urutannya dimulai dari atas hingga ke bawah yang paling anyar. Kalau kita memperhatikan setiap fotonya, kita akan mendapatkan pengetahuan baru mengenai olah fotografi Indonesia dari masa ke masa. Dari mulai hitam putih, monokromatik hingga full colour. Semuanya tergambar jelas dari setiap foto Sekretaris Negara yang dipajang disana.



Berkunjung ke Toko Merchandise di Istana Negara


Sebelum kami mengakhiri tour singkat kami di Kemsekneg, bu Lasmi lalu mengajak kami untuk berkunjung ke Istana Negara. Kebetulan lokasinya persis berada di sebelah Kemsekneg. Sayangnya kami tidak diperbolehkan untuk banyak berfoto disana. Alasannya karena Istana Negara sedang dalam perbaikan. 



Sayang sekali. Padahal blogger dari daerah lain ada yang berkesempatan masuk ke Istana Negara. Hikz. Ya, deh. Mungkin lain kali Insya Allah. Biarpun begitu untuk mengobati kekecewaan bu Lasmi mengajak kami berkunjung ke toko merchandise yang berada masih satu gedung dengan Istana Negara. Ternyata istana negara sudah ramah difabel. Untuk mencapainya sudah tersedia jalan khusus kursi roda yang bentuknya tidak terlalu curam. 

Dikatakan bu Lasmi, tidak sembarang orang bisa membeli pernak-pernik di toko merchandise. Hanya orang-orang yang diundang masuk ke area Istana saja. Wah, Molzania termasuk beruntung nih bisa berkesempatan kesini. Di dalam Toko merchandisenya yang nggak terlalu luas ini, dijual pernak-pernik berlogo Istana Negara yang beraneka ragam.






Tadinya dipikir harganya bakal diatas jutaan. Ternyata harga pernak-perniknya nggak mahal. Berkisar puluhan hingga ratusan ribu. Tergantung jenis barang tentunya. Harganya termasuk standardlah. Kesempatan sekali seumur hidup tidak ingin tersia-siakan begitu saja. Molzania pun sempat beli beberapa pernak-pernik disana untuk oleh-oleh kerabat.




Semangat Menumpas Hoax di Masyarakat


Setelah puas beli-beli dan foto-foto di toko merchandise tadi, berakhir pula kunjungan singkat Molzania di Istana Negara. Setelahnya kami kembali ke gedung Kemsekneg untuk memesan grab yang membawa kami pulang kembali ke hotel. Malam ini akan menjadi malam terakhir Molzania di Jakarta, karena keesokan harinya Molzania harus pulang kembali ke Palembang.


Ada satu hikmah yang bisa dipetik dari pengalaman Molzania. Hal tersebut juga merupakan janji bagi diri Molzania sendiri. Jauh sebelum ini, Pak Sukardi pernah berkata saat acara blogger Kominfo kemarin, bahwa tujuan utama blogger itu untuk mengedukasi masyarakat. Hal yang terpenting bagi blogger ialah data dan persepsi. Dengan adanya data, maka blogger bisa membangun persepsi yang benar untuk masyarakat.

Sudah seharusnya seorang blogger menghindari menulis berita hoax yang saat ini marak beredar di masyarakat. Molzania sih kurang setuju dengan pernyataan Kepala BSSN tentang Hoax Membangun yang baru-baru ini sempat menjadi trending topics. Hoax ya hoax. Berita bohong. Hanya negatif tanpa positif. Titik. Tidak seharusnya orang-orang apalagi blogger menebar konten Hoax untuk tujuan provokasi.


Ini sekaligus PR besar untuk Molzania. Tidak hanya Molzania sih, tapi sobat pembaca dan semuanya yang merupakan bagian dari rakyat Indonesia. Jujur ini tugas yang berat dan sulit. Biasanya orang-orang keburu "panas" hanya dari melihat headline. Molzania pun berulangkali melakukan kesalahan serupa.

Malah terkadang berita dari channel mainstream pun juga mengandung hoax. Intinya kita harus jeli sebelum menulis dan membagikannya ke sosial media. Membuat konten dari sumber yang kredibel secara tak langsung juga akan mengedukasi teman-teman kita yang membacanya. Akhir kata, jadilah blogger yang cerdas! Salam hangat Molzania ^_^


Baca Juga rangkaian cerita perjalanan singkat Molzania di Istana Negara lainnya:

Thursday, January 11, 2018

Puncak B29 Lumajang, Tempat Lain Tuk Menikmati Keindahan Bromo

Posted by with 10 comments
Asing dengan nama B29? Yups, nama ini memang tak familiar bagi para wisatawan yang menuju Bromo karena tidak masuk dalam list spot-spot yang harus di kunjungi. Sebenarnya Puncak B29 masih berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Bromo. Lokasinya sendiri berada di pintu masuk Taman Nasional Tengger Semeru dari arah Lumajang tepatnya di Desa Argosari kecamatan Senduro. 


B29 sendiri merupakan nama yang diambil dari bukit dengan ketinggian 2.900 mdpl, untuk memudahkan banyak wisatawan yang menyebutnya B29. Warga juga menyebutnya Gunung Songo Likur dalam bahasan jawa yang berarti 29. Meski lokasinya berada jauh dari Gunung Bromo, tetapi cukup banyak juga pengunjung yang datang ke tempat ini. Kebanyakan pengunjung adalah anak-anak muda yang doyan tracking dan camping.

Lagipula sekarang mereka bisa mendapatkan promo tiket murah ke Surabaya atau ke Malang, kota yang paling dekat dan affordable jika mau naik ke Gunung Bromo.


Nggak diragukan jika tempat ini jadi salah satu incaran anak-anak pencinta alam karena jalurnya yang cukup menantang membuat para pendaki terpacu adrenalinnya. Disebut-sebut juga jika Puncak B29 ini adalah bukit tertinggi di kasawan Taman Nasional Tengger Semeru setelah Penanjakan Bromo. Keindahan yang memukau selalu tak mudah untuk didapat, sama seperti Puncak B29 ini. Jalur untuk ke tempat ini terkenal curam dan agak sulit untuk dilalui bagi yang tidak terbiasa. Oleh karena itu banyak ojek-ojek yang beroperasi di daerah Desa Argosari sebagai pintu masuk menuju Puncak B29.

Jika pengunjung tidak berniat mendaki, bisa juga membawa motor langsung hingga ke dekat puncak atau menaiki ojek yang berada disekitar lokasi menuju puncak B29. Jangan harap ada babang ojol didaerah sini, semua ojek merupakan warga sekitar yang sudah sangat hafal jalur menuju B29. Jalanan yang terjan dan curam membuat banyak pengunjung tidak sanggup dan lebih mengandalkan jasa ojek untuk sampai ke puncak. Untuk masalah harga sebenarnya tergolong mahal tetapi pengunjung harus pintar-pintar menawar saja jika ingin lebih menghemat energi. Perjalanan motor ini cukup jauh juga sekitar 40-50 menit untuk sampai ke puncak.


Tempat ini terkenal sebagai tempat wisata karena keindahannya yang bikin banyak orang lupa pulang. Bagi wisatawan yang ingin merasakakan pengalaman berbeda ketika menikmati sunrise Bromo, lokasi ini tentu jadi salah satu alternatifnya selain Penanjakan Bromo. Ada sensasi berbeda yang ditawarkan B29 ketimbang penuhnya penanjakan Bromo. Salah satu alasan yang jelas adalah di puncak B29 merupakan area untuk pasang tenda sedangakan di Penanjakan hanya tempat untuk singgah melihat sunrise. Selain itu, Puncak B29 yang diperbolehkan untuk kemping membuat spot ini juga cocok buat memandang kesyahduan sunset sore hari di Taman Nasional Tengger Semeru yang lebih terkenal dengan sunrisenya. Padahal pemandangan sunsetnya pun nggak kalah kece.     

Keindahan dari puncak B29 bisa dibilang cukup memukau. Pemandangan negeri diatas awan sudah pasti didapat tetapi dengan tambahan keindahan lain. Jika memandang ke arah barat pengunjung akan disuguhkan dengan keindahan Gunung Bromo dan tetangganya yakni Gunung Batok sedangkan di sisi timur pengunjung akan disuguhkan dengan keindahan Gunung Argopuro. Sebagai tambahan kamu juga akan melihat lanskap gagah dari Gunung Semeru di sisi selatan yang terkenal sebagai lokasi tertinggi di pulau jawa.


Wisatawan yang berkunjung ke Puncak B29 disarankan untuk menginap. Pemandangan langit disini juga bisa membuat pengunjung jatuh cinta pada pandangan pertama. Tak sendikit dari wisawatan yang bisa menyaksikan dan mengabadikan Milky Way di lokasi ini. Jika pun Milky Way tak muncul, pemandangan dengan taburan bintang di langit yang cerah yang hanya bisa disaksikan di daerah pegunungan pastinya sudah jadi hal membahagiakan.

Bahkan beberapa wisatawan mancanegara sudah sering terlihat dikawasan puncak B29 ini. Salah satu alasannya tentu karena lokasi ini semakin banyak dikenal masyarakat luas.  Turis-turis dari luar negeri pun sepertinya penasaran dengan keelokan tempat ini. Terbukti juga jika sunrise di Puncak B29 tak kalah indah dengan di Penanjakan Bromo karena berhasil menarik minat wisatawan lokal dan internasional.


Untuk masalah makanan rasanya hal itu sudah bisa diatasi karena sudah ada penjual yang bisa ditemui di puncak. Lokasi wisata ini terbilang cukup ramai pengunjung, sehingga pengunjung tak perlu repot memasak air panas atau kebutuhan lain. Beberapa penjual yang berkeliaran menjajakan minuman hangat dan mie instant yang siap seduh. Tetapi jika berniat untuk camping beberapa hari sebaiknya menyiapkan bekal makanan yang cukup karena tentu harga di puncak B29 dan di warung dekat rumah tentu berbeda.    

Salah satu yang jadi daya tarik dari puncak B29 selain hamparan gunungnya, lokasinya pun dekat dengan wisata lain terkenal di Lumajang seperti Argowisata, Pura Mandara Giri Semeru Agung, dan Pemandian Selo Kambang.


Sebagai tambahan, tak hanya puncak B29 saja masih ada P30 atau puncak 30 yang hanya berjarak 5 menit menggunakan motor. Baik puncak B29 maupun P30 menawarkan keindahan yang bikin terpana. Namun, tempat yang lebih sering dikunjungi adalah puncak B29 karena sudah di setting sebagai tempat wisata.

Jika tidak sempat camping bersama anak-anak, staycation di sekitar Malang pun tak ada salahnya. Sobat bisa booking hotel online lewat www.reservasi.com agar bisa mendapatkan harga hotel terbaik yang dekat dengan tempa wisata populer di Malang.  

Tuesday, January 9, 2018

Review Facial Treatment di Natasha Skin Clinic Center Palembang

Posted by with 4 comments
Kira-kira satu bulan yang lalu, Molzania menghadiri event blogger meet up with Natasha. Jadi pulangnya dikasih goodiebag. Isinya tak hanya produk, tapi juga voucher senilai Rp. 250.000. Voucher ini dapat digunakan untuk beli krim dan melakukan perawatan. Alhamdulillah, itu salah satu previlege menjadi blogger. Diantaranya dapat gratisan dari penyelenggara acara yang kita datangi.


Nah beberapa hari lalu, Molzania mempergunakan voucher tersebut. Rencananya sih mau ambil facial saja.  Berhubung sebelumnya Molzania tidak pernah melakukan facial sebelumnya, jadi cukup excited dan khawatir juga. Kata orang-orang sih facial itu lumayan sakitnya. Pas disana langsung tanya-tanya sama petugasnya perawatan apa saja yang bisa dicover dengan voucher senilai Rp. 250.000. Ternyata jawabannya "facial treatment with serum". Lumayanlah perawatan gratis di klinik Natasha gitu lho.

Berhubung klinik Natasha dekat dari rumah, jadi ya datangnya pagi-pagi sekitar pukul 10an. Lokasi Natasha Skin Clinic Centre Palembang berada di daerah Sekip Jaya tepat di jejeran ruko depan Kodam. Jadi biar nggak kesasar patokannya ya dari markas Kodam itu biar lebih gampang. Ternyata disana sudah lumayan banyak loh pelanggan yang menunggu. Rata-rata sih pada antri mau beli krim di kasir. Sistem di Natasha klinik itu seperti apotik juga ya. Ada ruang tunggu, ruang konsultasi dokter dan apotik buat ambil krim. Kalau perawatan facialnya sih di lantai 4.




Molzania baru pertama kali kan kesini. Oleh petugas apotiknya langsung dipersilahkan ke ruang dokter dulu buat konsultasi. Sebelum masuk, wajah kita difoto terlebih dahulu oleh petugas. Ternyata di klinik Natasha, dokter yang bertugas itu dr. Ovi yang waktu itu jadi narasumber di acara blogger bareng Natasha. Dih ketemu lagi deh sama dokter ganteng mirip Afgan hehe. Konsultasi dokter di klinik Natasha itu gratis. Jadi kita disana langsung ngobrol aja sama dokternya tentang masalah kulit kita.

Molzania sih nggak punya masalah kulit yang berarti. Ya masalah kulit yang biasa-biasa aja sih. Komedo dan kulit yang tidak cerah. Jadi sama dokternya cuma dikasih resep untuk facial aja. Itu juga request Molzania pribadi. Soalnya krim di Natasha lumayan mahal kalo beli sepaket. Bisa mencapai 500 ribuan. Melebihi dari nilai voucher kan? Jadi lain kali aja beli krimnya. hihii... 

Ruang Konsultasi Dokter

Setelah konsultasi Molzania kembali nyantai di ruang tunggu. Menunggu panggilan untuk bayaran. Ya, lumayan lama juga sih jeda menunggu untuk facial. Soalnya lumayan rame juga pelanggan Natasha waktu itu. Setelah bayaran pun kita dipersilahkan kembali menunggu antri untuk facial lagi di lantai atas. Tapi ya gak masalah sih... disana juga udah tersedia minuman panas gratis yang bisa diambil sesuka hati. Jadi Molzania sambil baca-baca majalah dan ngobrol-ngobrol juga.

Selang beberapa waktu, akhirnya tiba juga giliran Molzania. Sampai di lantai atas, langsung dipersilahkan untuk masuk ruang treatment. Beauty therapist Molzania namanya mbak Duwi yang cantik dan ramah. Dia langsung mempersilahkan Molzania untuk berbaring di ranjang kecil kaya rumah sakit. Sementara itu barang-barang yang kita bawa ditaruh di laci kecil dibawahnya.



Facial di Natasha itu nggak sakit sama sekali. Awalnya. Pertama-tama wajah kita dibersihkan dengan facial cleanser dan toner. Deg-deg ser rasanya menunggu saat-saat pembantaian nanti. Hahaha. Setelah dibersihkan, wajah pun dimassages selama sekitar 10 menit. Sampai disini bener-bener enak dan nggak sakit. Sebelum dimessage, kita dikasih krim massages dari Natasha. Wangi krimnya lembut dan refreshing banget.

Heavenly loh rasanya dipijet muka kita. Molzania sempat hampir ketiduran. Hehe. Setelah dipijet, wajah diberi semacam alat vakum untuk membuka pori-pori. Proses vakum ini nggak lama hanya 5 menit saja. Kemudian saatnya pembantaian alias extraksi. Nah pada fase ini, sakitnya war byasahh pemirsah. Lamanya proses extraksi 30 menit. Kebayang rasanya bulu-bulu hidung pada copot saking menahan sakit. Mana Molzania baru pertama facial, pasti banyak komedo-komedo yang perlu dibuang.


Sepanjang fase extraksi ini, Molzania jerit-jerit. Tapi nggak kenceng denk, malu tau sama temen di sebelah. Hahaha. Beauty is pain pemirsahh :( Mbak Duwi sampai memberikan jeda waktu 5 menit buat istirahat. Hehehe. Soalnya sakitnya itu ampun-ampunan deh. Tapi setelahnya puas banget sih, hidung serasa diupgrade kecantikannya. Sebelum-sebelumnya suka sebal sama komedo, sekarang hidungnya jadi mulus cling! Lumayan bersihlah mbak Duwi membasmi komedo Molzania. Thanks to Natasha.. :) :) :)

Setelah proses extraksi selesai, muka Molzania lantas diberi serum whitening. Serumnya dioleskan pada wajah, terus dikasih alat seperti roller untuk menghantarkan listrik. Tangan Molzania disuruh megang kertas yang dilapisi tisu basah untuk penghantar panas. Mendengar kata listrik, seketika nyali ini pun ciut. Molzania megangnya asal-asalan karena takut kesetrum, tapi kata mbaknya wattnya kecil kok. Tetap saja Molzania ketakutan :((


Proses pemberian serum ini memakan waktu 10 menit. Lumayan lama juga sih. Kulit Molzania agak cekit-cekit perih, entah karena proses extraksi tadi atau listriknya. Yang jelas sesudah proses serum tersebut, kita diberi masker. Nah tahap ini bikin fun banget. Maskernya berbentuk clay yang lumayan dingin dan wangi yang menenangkan. Tahap pemakaian masker berlangsung selama 20 menit. 

Sembari menunggu masker kering, Molzania foto-foto deh. Setelah proses masker selesai, wajah kita lantas dibersihkan. Lalu diolesi krim refreshing yang bentuknya lebih cair. Done! proses treatmentnya. Hal pertama yang Molzania rasakan usai facial treatment di Natasha ialah wajah jadi segar dan dingin banget. Serasa berada di pegunungan Himalaya saking sejuknya.


Melakukan facial treatment ini sebaiknya rutin satu bulan sekali. Tapi kalo Molzania sih biasanya facial sendiri di rumah. Jelas lebih hemat dan praktis. Hehe. Sejauh ini lumayan puaslah dengan hasilnya. Dibandingkan dengan facial dirumah, di Natasha tentu jauh lebih bersih komedonya. Kalo di rumah mesti pelan-pelan kan nyabut komedonya. Soalnya takut sakit, tapi malah hasilnya nggak bersih. 

Kalo dari segi harga, standard lah untuk harga facial treatment di Kota Palembang. Untuk facial biasa, harganya hanya Rp. 100 ribu. Tapi kalo mau yang kaya Molzania pake tambahan whitening serum ya harganya Rp. 250 ribu. Finally, sekian dulu review Molzania tentang sharing pengalaman perawatan facial plus whitening serum di klinik Natasha Palembang. Jika kalian menyukainya, jangan lupa share artikel ini ke sosmed sobat ya. Siapa tau teman kalian ada yang membutuhkan informasi facial di Natasha. :) :) :)

Sunday, January 7, 2018

Mewujudkan Indonesia Negeri yang Ramah Disabilitas

Posted by with 2 comments
Dulu sewaktu masih SD, Molzania pernah mengikuti sebuah lomba menulis. Tema besarnya bercerita tentang harapan anak Indonesia untuk presiden. Disitu Molzania sedikit membayangkan kalau suatu hari nanti betul-betul bisa bertemu. Tak disangka mimpi itu pelan-pelan terwujud. Yah. walaupun nggak bertatap muka secara langsung, setidaknya mewakililah. Pada saat dewasa, Molzania betul-betul menyampaikan aspirasi di depan tim komunikasi presiden.



Bedanya kalau dulu Molzania menyampaikan aspirasi pribadi Molzania sendiri sebagai seorang kanak-kanak. Kalau sekarang Molzania mencoba untuk mewakili sesama Molzania yaitu kaum disabilitas. Sebagai kaum minoritas, seringkali kaum ini dianggap tidak ada. Padahal jumlahnya cukup banyak di Indonesia yakni mencapai 12 persen. Pada kesempatan tersebut, Molzania berbagi pengalaman sebagai disabled yang juga menjadi bagian dari generasi muda Indonesia. Harapannya Molzania bisa mewakili teman-teman disabilitas diluar sana yang mungkin belum berkesempatan menyampaikan aspirasinya secara langsung.

Pada era pemerintahan Presiden Jokowi, di Indonesia sebenarnya telah disahkan Undang-Undang Disabilitas tahun 2016 lalu. Undang-Undang ini sebagai pengganti dan penyempurna dari Undang-Undang yang sebelumnya telah lebih dulu disahkan yaitu UU Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat. Adapun UU Disabilitas pada era Presiden Jokowi ini didalamnya mencakup berbagai hak-hak kaum disabilitas diantaranya dalam bidang sosial, ekonomi, politik, maupun budaya.




Molzania mengapresiasi kehadiran UU Disabilitas di Indonesia. Ini membuktikan pemerintahan Jokowi masih memiliki kepedulian terhadap kaum minoritas seperti Molzania ini. Akan tetapi pelaksanaan UU Disabilitas, masih dirasa kurang. Padahal pasal 27 UUD 1945 menyebutkan bahwa setiap warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan. Untuk itu warga disabilitas juga berhak atas. 

Stigma Negatif di Masyarakat


Walaupun Indonesia sudah merdeka selama 72 tahun, tetapi stigma negatif terhadap kaum disabilitas masih terus melekat. Baik di lingkungan masyarakat atau bahkan keluarga sendiri, kami sering menerima perlakuan diskriminatif. Penyandang disabilitas sering dianggap merepotkan dan memalukan. Padahal mereka juga bagian dari warga negara yang harus dilindungi. 

Molzania termasuk beruntung memiliki orangtua yang mau menerima apa adanya. Tetapi ketika berada di lingkungan masyarakat, Molzania juga sering mendapat perlakuan diskriminatif. Terutama jika berada di tempat baru, sebagai pengguna kursi roda orang-orang sering melihat secara berbeda. Banyak dari mereka melihat Molzania dengan tatapan aneh. Beberapa diantaranya melirik dengan tatapan meremehkan. Baik orang dewasa atau anak kecil sering menjadikan Molzania pusat perhatian hanya karena gaya berjalan Molzania yang berbeda dari kebanyakan.


Hal ini mau tak mau berdampak pada psikis Molzania. Saat berada di lingkungan baru, Molzania seringkali menjadi kesulitan untuk beradaptasi. Biasanya Molzania akan lebih dulu diam, lalu setelah melihat teman-teman sebaya mau menerima kekurangan Molzania, baru Molzania bisa melebur bersama mereka. Sebelum kegiatan dimulai, orangtua Molzania selalu menyemangati. Hal ini menjadi lecutan untuk Molzania agar tidak berlama-lama berdiam diri.  

Stigma negatif juga Molzania rasakan di lingkungan sekolah. Selama itu, Molzania selalu mengenyam pendidikan di sekolah umum. Pernah dulu sebelum masuk SD, orangtua Molzania mencoba untuk memasukkan Molzania ke sekolah YPAC. Tetapi ketika kepala sekolahnya melihat Molzania, mereka lalu menyarankan agar Molzania bersekolah di sekolah umum saja. Alasannya karena daya tangkap Molzania memungkinkan untuk bersekolah di tempat biasa.



Hanya saja perkembangan selanjutnya terjadi masalah. Dulu sewaktu SD kelas 6, Molzania pernah terpaksa harus pindah sekolah. Alasannya pihak sekolah tidak mau menyediakan kelas di lantai dasar. Kelas 6 yang awalnya telah tersedia di lantai satu, tiba-tiba semuanya dipindahkan ke lantai dua. Akibatnya Molzania kesultan untuk melanjutkan sekolah. Padahal selama 5 tahun Molzania bersekolah disana, tidak pernah ada masalah serupa. Kelas Molzania selalu berada di lantai dasar. 

Hal ini tidak terjadi saat Molzania duduk di bangku SMP dan SMA. Pihak sekolah yang Molzania masuki welcome dengan keadaan Molzania. Mereka menyediakan kelas di lantai dasar yang mana Molzania jadi bisa mengenyam pendidikan secara normal. Pada saat penjurusan, pihak sekolah SMU menyarankan Molzania untuk masuk kelas IPS saja. Alasannya karena tidak memungkinkan untuk memindahkan laboratorium yang sudah ada di lantai 2.

Ketersediaan Aksesibilitas Publik


Salah satu hal paling mendasar untuk disabilitas dapat hidup bermasyarakat ialah tersedianya sarana dan prasarana untuk disabilitas. Di Indonesia sayangnya masih sangat kurang fasilitas publik untuk kaum disabilitas. Kalaupun ada masih sangat sedikit jumlahnya, dan banyak pula yang tidak dirawat dengan baik sehingga tidak bisa lagi digunakan.

Kekurangan sarana dan prasarana publik ini menjadikan disabilitas tidak bisa mandiri. Hal ini tentunya sangat disayangkan karena kemandirian merupakan salah satu hal yang harus dicapai sesuai yang termaktub dalam undang-undang. Memang Molzania merasakan sendiri bahwa masih banyak orang-orang yang tanpa pamrih membantu kaum kami untuk beraktifitas. Tetapi tentu saja kami tidak bisa bergantung seratus persen pada orang lain.

Foto by : Ichsan Rosyid, Kompasiana.
Contohnya saja kurangnya ketersediaan toilet khusus disabilitas di tempat-tempat publik. Utamanya di lokasi wisata dan perkantoran dimana kaum disabilitas boleh jadi ikut serta. Di Kota Palembang khususnya toilet disabilitas hanya tersedia di bandara dan mall-mall baru. Sementara itu di sejumlah lokasi penting semisal di beberapa rumah sakit yang Molzania kunjungi. wc disabilitas masih belum tersedia. 

Tidak hanya di daerah, bahkan ini juga berlaku di kota besar. sewaktu Molzania berwisata ke Gunung Tangkuban Perahu sama sekali tidak ada wc disana. Akibatnya Molzania kerap harus menahan buang air seharian penuh. Tentu saja ini buruk untuk kesehatan jika sering dilakukan. Sementara itu sewaktu Molzania berjalan-jalan ke Stasiun Juanda di Kota Jakarta, disini juga tidak tersedia wc disabilitas. Bahkan orang-orang disabled mobilitas seperti Molzania, terpaksa harus dibantu petugas untuk naik eskalator karena ketiadaan sarana lift untuk berjalan menuju kereta yang berada di lantai atas.

Hal lain yang menjadi sorotan Molzania ialah jalan umum khususnya di Kota Palembang masih belum ramah difabel. Alasannya karena jalur zebra cross umumnya masih berundak-undak dan tidak rata. Akibatnya disabilitas pengguna kursi roda susah untuk berjalan diatasnya. Contohnya saja jalan masuk Stasiun Juanda yang terdapat undakan anak tangga yang harus dilalui. 




Lapangan Pekerjaan untuk Kaum Disabilitas


Hak-hak sebagai warga negara diantaranya ialah diberikan pekerjaan dan penghidupan yang layak. Tidak terkecuali ini juga berlaku untuk kaum disabilitas. Pada tahun 2017 lalu, pemerintahan Presiden Jokowi membuka penerimaan CPNS untuk kami semua para disabilitas. Tentu saja ini sangat Molzania apresiasi. Mengingat lapangan pekerjaan untuk kaum disabilitas masih sedikit. Akibatnya banyak disabilitas yang memilih bekerja sendiri ketimbang di jalur formal.

Ada banyak catatan menarik dari penerimaan CPNS pada era pemerintahan Pak Jokowi tahun 2017 lalu. UU Penyandang Disabilitas tahun 2016 mensyaratkan kuota penerimaan BUMN untuk disabled yang jumlahnya 2 persen. Dibandingkan dengan kuota untuk orang normal dan putra-putri Papua berprestasi tentunya ini sangat kecil.



Sebagai gambaran jumlah kuota penerimaan CPNS Kemenkumham 2017 ialah sebanyak 17.526 formasi. Formasi itu terdiri dari 346 cumlaude, 280 putra-putri Papua, 1 kuota disabilitas dan sisanya diperuntukkan untuk orang normal. Adanya ketimpangan ini sangat disayangkan dimana dari sekian belas ribu lowongan untuk CPNS, kuota disabilitas hanya 1 formasi, yaitu analis perlindungan hak-hak sipil dan HAM. Dari segi kualifikasi pendidikan pun, tamatan S1 Akuntansi seperti Molzania tdak akan bisa ikut serta karena peruntukan formasi disabilitas diutamakan untuk lulusan S1 hukum / sosial politik.

Tidak adanya lowongan CPNS disabilitas untuk tamatan SMU juga sangat disayangkan. Pada tahun 2017 lalu misalnya, lowongan CPNS untuk tamatan SMU sebanyak 14 ribu formasi. Dari sekian banyak, kuota hanya diperuntukkan untuk cumlaude 468 orang dan putra-putri Papua sebanyak 301 orang. Padahal penyandang disabilitas di Indonesia kebanyakan berasal dari keluarga tidak mampu. Mungkin saja orangtua mereka hanya bisa menyekolahkan hingga ke jenjang SMU.

Pembebasan batasan IPK dan penerimaan lowongan CPNS bidang industri kreatif untuk disabilitas bisa menjadi solusi untuk pemerintahan Jokowi untuk mengangkat nasib kaum disabilitas. Menurut data survei Universitas Indonesia, mayoritas warga disabilitas (65,5%) bekerja di bidang sektor informal. Akan sangat elok jika pemerintah mau memperkerjakan warga disabilitas yang berbakat di bidang non akademis semisal industri kreatif dengan tanpa melihat persyatatan IPK.


Kehadiran situs lowongan Kerjabilitas.com memberikan energi baru bagi nasib kaum disabilitas di Indonesia. Kiranya pemerintah bisa mensupport situs seperti ini untuk ke depannya. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, diharapkan perusahaan-perusahaan swasta tidak lagi memandang sebelah mata kaum kami. Sebabnya selama ini banyak perusahaan-perusahaan di Indonesia melakukan diskriminasi terhadap kaum disabilitas.

Terkait hal ini, Molzania pernah mengalami sendiri. Ketika itu Molzania menggunakan dua akun untuk mendaftar lowongan pekerjaan pada situs online. Satu akun Molzania isi dengan menyertakan keterangan bahwa Molzania seorang disabilitas, sementara akun lainnya tidak. Dan hasilnya akun yang tanpa menyertakan keterangan disabilitas berhasil mendapatkan undangan wawancara, sedangkan akun yang menyertakan keterangan disabilitas tidak berhasil sama sekali.


Harapan Blogger Disabled untuk Indonesia


Sebagai bagian dari generasi muda Indonesia, Molzania berusaha menyampaikan beberapa aspirasi Molzania untuk pemerintahan Presiden Jokowi. Harapannya mudah-mudahan Pak Jokowi bisa lebih memedulikan disabilitas. Perhatian pemerintah yang sebetulnya sudah ada kedepannya berharap lebih ditingkatkan lagi. Tidak hanya itu sosialisasi kepada para menteri beserta jajaran terkait dilakukan agar mereka menyampaikan kepada masyarakat luas untuk tidak lagi melakukan hal-hal yang bersifat diskriminatif terhadap kaum kami.


Bila diperlukan, Pak Jokowi bisa melibatkan kaum disabilitas untuk hadir pada agenda-agenda edukatif di pemerintahan. Termasuk membuat kebijakan yang lebih pro disabilitas. Utamanya dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi dan kebudayaan. Tentunya ini semua dilakukan dalam rangka implementasi UU Disabilitas yang lebih baik lagi. Sehingga pada akhirnya kaum disabled tidak terbelakang di tengah kemajuan.

Oke, sekian pengalaman Molzania presentasi di depan Tim Komunikasi Presiden. Nggak inget sih berapa menit, pokoknya mengalir aja deh ceritanya. Artikel ini merupakan rangkaian keempat dari cerita Jalan-Jalan ke Istana Negara bersama Molzania. Mudah-mudahan menjadi inspirasi dan tambahan ilmu untuk kalian semua. Terima kasih telah membaca sampai akhir. Ditunggu cerita selanjutnya dari seri ini.




Sumber Bacaan:

Idhom, Adi M. 2017. Lowongan CPNS Kemenkumham Cari 14 Ribu Lulusan SMU.  https://tirto.id/lowongan-cpns-kemenkumham-2017-cari-14-ribu-lulusan-sma-cssK (diakses tanggal 6 Januari 2018)
Primus, Josephus. 2017. Perluas Kesempatan Kerja bagi Penyandang Disabilitas.
http://ekonomi.kompas.com/read/2017/11/30/195809526/perluas-kesempatan-kerja-penyandang-disabilitas (diakses tanggal 5 Januari 2018)
Solehudin, Mochamad. 2017. Berapa Jumlah Penyandang Disabilitas yang Nganggur? Ini Kata Menaker https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3591422/berapa-jumlah-penyandang-disabilitas-nganggur-ini-kata-menaker (diakses tanggal 13 Desember 2017)
Susilawati, Dessy. 2016. Sebagian Besar Penyandang Disabilitas Kerja di Sektor Informal.
http://m.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/12/16/oi9rpj384-sebagian-besar-penyandang-disabilitas-kerja-di-sektor-informal (diakses tanggal 12 Desember 2017)
Hidayat, Reja. 2016. Menghentikan Diskriminasi Penyandang Disabilitas https://tirto.id/menghentikan-diskriminasi-penyandang-disabilitas-bHGp# (diakses tanggal 5 Januari 2018)