Kesehatan

Olahraga Menggunakan Kursi untuk Disabilitas Fisik dan Lansia

Halo sobat yang kaum rebahan atau mager, tapi pengen langsing? Sobat bisa nih mencoba olahraga menggunakan kursi. Efektif loh untuk turunkan berat badan. Sebagaimana namanya, ini tuh sebenarnya dirancang untuk mereka yang mengalami keterbatasan fisik, seperti lansia atau disabilitas. Jadi gerakannya disesuaikan dengan menitikberatkan pada lengan, bahu dan punggung. Olahraga ini dapat dilakukan di atas kursi. Sesimpel itu.

Molzania sendiri merasa bersyukur sekali dengan pengetahuan ini. Makanya Molzania mau membagikan pengalaman turunkan berat badan dengan Chair Cardio Workout. Berolahraga dengan cara ini membuat Molzania perlahan tapi pasti mampu mencapai berat badan ideal. Dari yang awalnya tergolong obesitas level satu. Rencananya sih sharing yang berkaitan dengan ini bakal ditulis hingga beberapa part.

Manfaat Olahraga Kursi Bagi Pengguna Kursi Roda

Dikarenakan olahraganya bisa dilakukan di kursi, sepertinya ini bakalan efektif pula untuk sobat yang sibuk bekerja. Tepatnya mereka yang sehari-harinya duduk di depan komputer. Atau sobat yang mageran dan selama pandemi jadi kaum rebahan. So, nggak ada yang namanya nggak bisa berolahraga karena keadaan. Bahkan kita bisa olahraga sambil duduk loh.

Di Indonesia, sayangnya olahraga jenis ini belum banyak dikenal. Bahkan menyepelekan olahraga yang dianggap ringan ini. Orang-orang tahunya olahraga itu ya pake kaki, bergerak kesana kemari dan capek. Akibatnya banyak yang tidak suka berolahraga karena sudah berpikiran negatif duluan. Apakah sobat termasuk di antaranya? Yuk, kenalan dulu dengan Chair Cardio Workout!

Mengenal Chair Cardio Workout : Olahraga Menggunakan Kursi untuk Disabilitas Fisik dan Lansia

Cardio Workout pada dasarnya adalah olahraga yang bertujuan untuk meningkatkan detak jantung dan mempertahankannya selama beberapa waktu. Cardio berasal dari kata Cardiovaskular yang berarti jantung dan pembuluh darah. Orang Indonesia lebih mengenal olahraga kardio dengan nama aerobik. Olahraga ini dirancang untuk mempercepat metabolisme tubuh menggunakan gerakan otot tubuh secara berirama dan berulang.

Baca Juga:  Kenali Tanda Gangguan Jiwa, Mengukur Kesehatan Mental Kita

Selama cardio workout, jantung, otot dan paru-paru akan dipaksa berkerja lebih keras. Akibatnya kita bernafas lebih cepat, otot bergerak dengan lebih kuat dan aktivitas jantung akan meningkat. Namun di sisi lain, tubuh belajar untuk mengatur pasokan oksigen ke seluruh tubuh dengan lebih baik lagi. Hasilnya badan akan terasa lebih fit dan berenergi usai berolahraga,

Mengenal Chair Cardio Workout : Alternatif Olahraga untuk Disabilitas Fisik dan Lansia

Berapa sih waktu minimal kita mesti berolahraga? Menurut Departemen Kesehatan Amerika Serikat, disarankan manusia dewasa untuk berolahraga kardio setidaknya 150 menit per minggu. Kita bisa mengatur sendiri intensitas latihan yang diinginkan. Baik itu 50 menit 3 kali seminggu. Atau lima hari seminggu selama 30 menit.

Chair cardio workout bagian dari olahraga kardio yang dilakukan sambil duduk di atas kursi. Olahraga ini didesain untuk orang-orang yang memiliki keterbatasan fisik, seperti pengguna kursi roda dan lansia. Jangan anggap sepele olahraga chair cardio. Mentang-mentang tinggal duduk di kursi, terus dianggap ringan. Pada dasarnya ini tidak ada bedanya dengan olahraga kardio jenis lainnya. Gerakannya intens dan meningkatkan kinerja jantung.

Gerakan-gerakan chair cardio workout tidak hanya menggunakan tubuh bagian atas, tetapi juga bagian bawah. Dilakukan sambil duduk, kaki kita dipaksa untuk menekuk ke atas, menghentak ke depan, samping dan melakukan gerakan menendang ke depan. Untuk disabilitas fisik yang tidak mampu menggerakkan tubuh bagian bawahnya, olahraga menitikberatkan pada punggung, lengan dan otot perut,

Macam-Macam Olahraga Kardio di Kursi 

Sebagaimana olahraga kardio, olahraga chair cardio terbagi menjadi tiga besar kategori, yaitu:

Kardio Intensitas Tinggi

Dikenal dengan istilah High Impact Cardio. Kardio jenis ini gerakannya melibatkan seluruh anggota tubuh. Baik tubuh bagian atas dan bawah. Olahraga intensitas tinggi ini menggunakan tubuh sendiri sebagai beban. Bertujuan untuk menambah kekuatan otot dan tulang. Kaki dan tangan kita dipaksa untuk menghentak-hentak ke depan dan ke samping.

Baca Juga:  Tips Menghindari Wasir / Ambeien Kambuh Secara Alami

Kardio Intensitas Rendah

Dikenal dengan istilah Low Impact Cardio. Pada dasarnya gerakannya sama saja dengan kardio intensitas tinggi.  Tapi dibuat sedikit lebih ringan. Olahraga jenis ini salah satu kaki kita masih menapak di atas tanah. Bisa menggunakan tubuh sendiri sebagai beban atau menggunakan dumbbell. Olahraga kardio jenis ini bertujuan untuk menjaga kesehatan tulang, paru-paru dan jantung.

Kardio Tak Berdampak

Maksudnya? Hmm, olahraga kardio jenis ini kaki kita tidak menapak di atas tanah. Istilahnya dalam Bahasa Inggris “No Impact Cardio”. Nah kardio tak berdampak cocok nih untuk mereka yang lagi cedera, tetapi tetap ingin berolahraga. Bagaimanapun nggak baik juga kan rebahan terus? Selain bosan, nggak bagus juga untuk kesehatan.

Manfaatnya untuk Disabilitas Fisik dan Lansia

Sejumlah penelitian menyebutkan berbagai manfaat melakukan olahraga di kursi. Durasi olahraga kardio yang hanya 30 menit, mampu membakar minimal 100 kalori. Berikut beberapa manfaat melakukan olahraga kardio di kursi, yaitu:

Berfungsi sebagai senam otak

Beberapa gerakan olahraga kursi melibatkan koordinasi yang harmonis antara tangan dan kaki. Sehingga secara langsung, ini juga akan melatih otak, meningkatkan kecerdasan dan menjaga . Baik dilakukan oleh lansia yang mengalami demensia

Meningkatkan Imunitas dan metabolisme tubuh

Kalori yang terbakar dari aktivitas berolahraga menggunakan kursi mampu meningkatkan imunitas dan saturasi oksigen dalam darah. Olahraga ini juga mampu meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga dapat menurunkan berat badan.

Menjaga postur tubuh dan kesehatan tulang, otot dan sendi

Penelitian yang dilakukan kepada sekelompok lansia di India, ternyata mampu meningkatkan kekuatan lutut, keseimbangan tubuh dan kecepatan berjalan. Bagi disabilitas fisik dan lansia, bagus untuk melatih kekuatan otot dan sendi. Bagus untuk kekuatan mobilitas sehari-hari.

Baca Juga:  Pertama Kali Berobat Ke Penang? Baca Dulu 3 Tips Berikut

Menyehatkan kinerja jantung

Kondisi yang jarang bergerak, akan dapat memperbesar risiko kematian. Soalnya peningkatan berat badan dan indeks massa tubuh, berbanding lurus dengan risiko terkena penyakit degeneratif, seperti darah tinggi, diabetes melitus, dan lain sebagainya. Aktif bergerak sehari-hari akan menjaga kesehatan jantung, mengurangi gula darah, dan menjaga tubuh dari penyakit diabetes.

Jadi, kata siapa lansia dan disabilitas fisik terutama yang menggunakan kursi roda tidak bisa berolahraga? Semoga artikel mengenai olahraga menggunakan kursi ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup untuk kaum disabilitas fisik dan lansia. Semoga bermanfaat. Ditunggu kelanjutan artikel ini di blog Molzania. ^^

Sumber Artikel:

https://www[.]fyzical[.]com/lakewoodranch/blog/What-Is-a-Cardiovascular-Exercise

https://101mobility[.]com[/]blog/chair-cardio-workouts-to-get-your-heart-rate-up/

Niemela Kristina, dkk. 2011. Benefits of home-based rocking-chair exercise for physical performance in community-dwelling elderly women: A randomized controlled trial. 2011. University of Eastern : Finland

529 Views

13 Komentar

  • Andrie K.

    Wah bener banget, kita harus sering beraktivitas agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, sekecil apapun itu.. Nah itu dia bahkan berolahraga pun bisa dilakukan dimana saja, tidak ada alasan tidak ada waktu ataupun harus keluar rumah untuk berolahraga

  • Diah Kusumastuti

    Wah banyak juga ya manfaat Chair Cardio Workout, meski olahraganya “cuma” duduk aja di kursi. Bisa ningkatin kinerja otak juga.
    Btw aku juga sama nih kayak mas Prim, nunggu gerakan-gerakan lengkap dari olahraga ini kayak apa. Siapa tau gak mager buat praktik 😀

  • Yayat

    Ternyata berkursi roda juga bisa berolahraga yaaa… dan banyak macamnya.. so kita kita yang fisiknya lebih sempurna seharusnya nggak boleh malas olahraga.. jauh jauh dari mager

  • ariefpokto

    Sebagai sahabat Rebahan agak sedikit malu membaca tulisan ini. Yg disabilitas aja bisa pada rajin olahraga bahkan di atas kursi Roda. Sementara Saya kurang.

Tinggalkan Balasan