New Normal Hindari Asap Cegah Karhutla
Lomba

New Normal Hadapi Musim Kemarau untuk Cegah Karhutla

Sebagai warga kota Palembang, Molzania tahu betul rasanya berada di tengah-tengah bencana asap kebakaran hutan.

Provinsi Sumatera Selatan menjadi salah satu wilayah di Indonesia yang terkena dampak bencana asap akibat kebakaran hutan. Musibah terparah melanda pada tahun 2015 dan 2019 tahun lalu.

Setiap menjelang pertengahan tahun seperti saat ini, selalu saja Molzania mengkhawatirkan apakah bakalan ada asap lagi pada tahun ini?

Molzania tentu saja tidak ingin situasi tersebut kembali terulang. Nyatanya setiap tahun kondisi yang sama kembali terjadi.

Kalau tidak salah ingat, kota Palembang mulai terkena dampak asap yang nyata sejak tahun 2014. Bertambah parah satu tahun setelahnya.

Tahun-tahun berikutnya mulai merasakan ketakutan. Menghirup asap beracun hingga tak jarang membuat sesak nafas setiap hari. Bau asap yang menyengat dan kentara wujudnya hingga ke dalam rumah. 

Abu dan arang menyangkut di ventilasi jendela dan bertebaran di halaman rumah. Melihat dengan mata telanjang kondisi langit yang memutih, bahkan menguning dan memerah.

ampera tertutup asap
Dapatkah kalian melihat Jembatan Ampera di kejauhan?

Situasi itu betul-betul membekas pada ingatan. Takkan pernah terlupakan seumur hidup. Kekhawatiran itu semakin menjadi manakala mengingat kondisi tahun ini yang sedang pandemi.

Bencana asap diyakini akan memperparah penyakit pneumonia yang disebabkan virus COVID-19. Bagaimanapun, paru-paru merupakan organ manusia yang paling rentan terpapar virus dan asap sekaligus. 

Molzania pun semakin bertanya-tanya, akankah ada bencana lagi tahun ini? Keluar rumah yang tak lagi bebas. Harus mengenakan masker dan jaga jarak. Apakah nantinya harus bermasker juga di dalam rumah karena bencana asap? Semoga itu tidak terjadi.

 

Masalah Deforestasi Hutan Indonesia

 

Diberi julukan negara Mega Biodiversity, Indonesia menyimpan kekayaan alam yang melimpah ruah. Keanekaragaman hayati yang dimiliki bangsa ini sangat banyak dan beragam.

Hutan kita menjadi rumah alami bagi ribuan spesies hewan dan tetumbuhan. Semua itu menjadi karunia dari Allah swt untuk kita jaga dan pelihara.

FYI, Luas hutan di Indonesia merupakan yang terbesar ketiga setelah Brazil dan Kongo.

hutan kalimantan

Pada tahun 2019, data Ditjen PKTL KLHK menunjukkan luasnya mencapai 94,1 ha yang menempati 50,1 % daratan. 

Secara keseluruhan, terdapat lebih dari sepuluh persen flora dan fauna dunia ada di bumi pertiwi.

Hutan kita tempat yang nyaman bagi 12 persen spesies mamalia dunia, 16 persen spesies reptil, dan 17 persen spesies burung, serta lebih dari 10.000 spesies pohon tersebar di nusantara raya. 

Akan tetapi hal tersebut tidak serta merta membuat manusia yang hidup di dalamnya bahu membahu menjaga hutan.

Berdasarkan laporan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bahar, terungkap memang deforestasi Indonesia cenderung menurun.

Akan tetapi, menurut Forest Watch Indonesia (FWI), dalam kurun waktu 2013-2017,  hutan di Indonesia telah kehilangan 1,47 juta hektar lahan hijaunya.

deforestasi

Angka laju deforestasi ini masih yang tertinggi kedua di dunia setelah Brazil.

Beragam faktor yang mempengaruhi laju deforestasi hutan Indonesia menurut FWI ialah terkait izin pemanfaatan dan penggunahan lahan, pertambangan, dan perkebunan kelapa sawit. 

Akibatnya bisa ditebak. Kita semua menjadi korban dari deforestasi dan kerusakan hutan yang terus-menerus terjadi setiap tahunnya.

Hutan lindung yang tergerus menyebabkan banyak bencana bagi umat manusia. Bencana banjir, longsor dan kebakaran hutan menjadi salah satunya.

 

Baca Juga:  Serunya Liburan di Alam

Fenomena Kebakaran Hutan di Musim Kemarau

 

Saat ini sebagian besar kota-kota di Indonesia sudah memasuki musim kemarau. Tercatat hingga pertengahan Juni, sudah tercatat ada 700 hotspot alias titik api menyebar di seluruh wilayah Indonesia.

Titik api ini berpotensi menyebabkan kebakaran hutan. Apalagi pada musim kemarau, suhu udara juga mengalami peningkatan.

ilustrasi langit memerah akibat karhutla

Suhu udara tersebut sangat memengaruhi kondisi iklim dan cuaca di suatu wilayah. Peningkatan suhu udara yang ekstrem dapat membuat proses ekologi, pertumbuhan tanaman, siklus nutrien tanah serta kenyamanan makhluk hidup terganggu.

Lahan gambut yang kebanyakan berada di pulau Sumatera, Kalimantan, dan Papua menjadi lebih mudah terbakar. Apalagi bila ditambah dengan aktivitas manusia yang merusak lingkungan.

Memang tidak semua hotspot dapat berubah menjadi titik api. Tetapi kebanyakan kebakaran hutan disebabkan oleh 99 persen unsur kesengajaan manusia. 

Pembukaan lahan baru dengan cara membakar hutan seringkali dilakukan oleh masyarakat dan korporasi untuk kepentingan pribadi. Pada korporasi misalnya, mereka sengaja membakar hutan demi mendapatkan asuransi. 

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sore tadi (13/10) dari sekitaran rumah. Tanpa grading kuning-kuningan. . . #KabutAsap #MasihMelawanAsap #Palembang

A post shared by Oktarian DS (@oktariands) on

Pada tahun 2019 lalu, kebakaran hutan meningkat hingga 3 kali lipat. Kerugian negara sejak bencana 2015 lalu sudah mencapai ratusan trilyun.

Padahal pemerintah menargetkan pada tahun 2030, emisi gas berkurang setidaknya 29 persen. Sebuah target yang tidak akan terwujud bila tidak dilakukan secara bersama-sama.

 

Upaya Pemerintah dalam Penanggulangan Asap

 

Beberapa tahun ini, Molzania melihat. Sebetulnya berbagai upaya sudah dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah untuk penanggulangan asap.

Molzania membaca berita pemerintah menggerakkan sejumlah petugas kepolisian, TNI, dan masyarakat pecinta hutan bahu-membahu memadamkan api.

Seringkali pula dalam upaya memadamkan api, terdengar raungan helikopter pembawa air di langit Kota Palembang untuk menanggulangi kebakaran hutan.

Perjuangan mereka yang terjun langsung ke lapangan tentu tidak bisa disepelekan. Mereka ibaratnya bertindak sebagai garda terdepan dalam penanganan kebakaran hutan.

Total kerugian yang dialami negara sepanjang tahun 2012-2018 mencapai 18 Trilyun. Tetapi menurut Greenpeace, belum ada satupun dari 11 perusahaan yang terlibat membayar denda.

Pemerintah berjanji akan mengeksekusi perusahaan yang terbukti membakar hutan. Nah terkait dengan janji tersebut, haruslah kita kawal bersama. 

Sayangnya proses persidangan berlangsung alot. Bahkan hingga tahun 2020 ini,  proses sidangnya masih terus berjalan. 

sidang karhutla

Seharusnya pemerintah dapat lebih tegas lagi menerapkan hukum kepada perusahaan perusak lingkungan. Segera cabut izin perusahaan yang melakukan pembakaran hutan.

Percuma saja jika pemerintah melakukan pencegahan karhutla dengan pemadaman. Melibatkan orang banyak yang menjadi garda terdepan. Sementara para perusak hutan masih dibiarkan berkeliaran. 

 

Baca Juga:  Ketika Urusan Kado Tak Serumit Sebelumnya

Tips New Normal untuk Antisipasi Asap dan Cegah Karhutla

 

Jujur Molzania merasa gemas terhadap mereka-mereka yang seakan menikmati kesengsaraan rakyat akibat bencana asap ini.

Miris kepada semua pihak yang berada di belakang layar kerusakan hutan. Tidak peduli pada keputusan yang dibuat dan akibat yang dilakukannya.

Tidak hanya manusia, bahkan binatang dan tumbuhan pun menjadi korbannya. Ingat viral foto orangutan dan ular phyton yang tewas tahun 2015 lalu? Itu hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan populasi hutan yang terdampak karhutla.

foto anaconda dan orangutan tewas
Tahun 2015, viral foto phyton dan orangutan yang tewas di hutan Kalimantan akibat Kebakaran Hutan.

Tadinya Molzania berpikir, kita sebagai rakyat biasa hanya bisa mengelus dada. Sembari berdoa kepada Allah SWT agar para pelaku kejahatan itu mendapat balasan yang setimpal.

Namun setelah Molzania pikir-pikir ulang, ternyata ada banyak hal yang bisa kita lakukan demi lingkungan yang lebih baik. Diantaranya ialah dengan melakukan berbagai aktivitas berikut:

1. Mengurangi pemakaian kendaraan bermotor
Ini jujur sulit juga sih. Apalagi Molzania juga hidupnya sangat tergantung dengan mobil. Tapi karena jarang ke luar rumah, jadi bisa hemat bensin.

Buat kalian yang non disabilitas daksa, bisa deh ya mulai sekarang digalakkan menggunakan sepeda kalau jaraknya dekat. Apalagi semenjak pandemi, banyak orang yang beralih memakai sepeda. 

2. Menanam pohon dan tetumbuhan
Mama Molzania termasuk rajin nih menanam tetumbuhan. Kami punya space kecil di belakang dan depan rumah buat kegiatan menanam bunga, tanaman hias, dan tanaman obat-obatan.

Proses fotosintesis pada tanaman menyerap karbon dioksida (CO2) dan melepaskan oksigen (O2) ke udara. 

3. Mengurangi pemakaian plastik
Kalau kita ke berbelanja ke pasar, sebaiknya bawa kantong sendiri. Tahu gak sampah plastik susah diurai tanah. Saat ini sampah plastik menjadi problema tersendiri bagi lingkungan di Indonesia. 

4, Menggunakan masker basah di luar rumah saat bencana asap
Sewaktu mendengarkan siaran KBR Prime, Molzania diberitahu bahwa saat bencana asap melanda, kita dianjurkan menggunakan masker basah ketika berada di luar rumah. Tujuannya untuk mengurangi asap yang terhirup.

Selain itu sediakan masker lebih dari satu. FYI, penggunaan masker kain tidak boleh dipakai lebih dari 4 jam. Bila ada, gunakan masker N95 untuk perlindungan yang lebih baik terhadap asap. 

5. Reduce, reuse and recycle
Kalo yang satu ini semua orang pasti sudah tahulah. Barang bekas yang kita miliki sepanjang masih layak dan bagus, sebaiknya digunakan kembali. Jangan langsung dibuang! ^^

5 Cara Selamatkan lingkungan kita

 

Baca Juga:  Travelling dan Disabilitas

Saya sudah berbagi pengalaman soal perubahan iklim. Anda juga bisa berbagi dengan mengikuti lomba blog “Perubahan Iklim” yang diselenggarakan KBR (Kantor Berita Radio) dan Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Syaratnya, bisa Anda lihat di sini.

 

Referensi: 

Canva, Media. 2020. Gambar Thumbnail Indonesian Forest. media-public.canva.com/HU-iA/MADyRxHU-iA/1/tl.jpg

Nailufar, Nibras Nada. 2019. Laju Deforestasi Indonesia Turun, tapi Masih Kedua Terpesat di Dunia. https://sains.kompas.com/read/2019/07/10/180600223/laju-deforestasi-indonesia-turun-tapi-masih-kedua-terpesat-di-dunia

[PDF]Lembar Fakta Forest Watch Indonesia. 2019. Angka Deforestasi Sebagai “Alarm” Memburuknya Hutan Indonesia. http://fwi.or.id/wp-content/uploads/2019/10/FS_Deforestasi_FWI_small.pdf

Purnomo, Agus. 2012. Menjaga Hutan Kita: Pro-Kontra Kebijakan Moratorium Hutan dan Gambut. Jakarta : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)

Puspita, Sherly. 2018. Indonesia Penyumbang Sampah Plastik Terbesar Kedua di Dunia. https://megapolitan.kompas.com/read/2018/08/19/21151811/indonesia-penyumbang-sampah-plastik-terbesar-kedua-di-dunia

Putri, Restu Diantina. 2019. 11 Perusahaan Perusak Lingkungan Rugikan Negara Rp. 18 Trilyun. https://tirto.id/11-perusahaan-perusak-lingkungan-rugikan-negara-rp18-triliun-dgZ6

Siaran Pers Kementerian KLHK. 2020. Hutan dan Deforestasi Indonesia Tahun 2019. http://ppid.menlhk.go.id/siaran_pers/browse/2435

Siaran Radio KBR Prime. 2020. Kemarau dan Ancaman Karhutla di Tengah Pandemi. https://www.kbrprime.id/listen.html?type=story-telling&cat=ruang-publik&title=kemarau-dan-ancaman-karhutla-di-tengah-pandemi

Waseso, Ratih. 2020. Sepanjang 2020, Kementerian KLHK Kawal Sidang Enam Gugatan Perusakan Lingkungan. https://nasional.kontan.co.id/news/sepanjang-2020-kementerian-lhk-kawal-sidang-enam-gugatan-perusakan-lingkungan

376 Views

65 Komentar

  • bosganteng508

    Hhe..saya juga udah siapin foto-foto polusi asap tahun lalu biar diposting sebelum polusi asap tahun ini (semoga tidak terjadi). Menurut saya pribadi, kebakaran hutan ini takkan terjadi jika tidak ada ijin dr pemerintah utk pembukaan lahan dan tidak ada oknum nakal yang membiarkan hal tersebut terjadi. Sebenarnya dari dulu org selalu bakar ladang utk membuka lahan. Beda nya dulu hanya utk lahan org pribadi dan kecil,kalo sekarang ijin nya utk perusahaan dengan luas yg ampun deh ngga tahu lagi berapa luas nya. FYI, pabrik kertas terbesar di seluruh dunia ada di sumsel, dan untuk produksi pasti dong perlu bahan baku. Udah ah, sampe situ aja komen nya, hhe..

  • omnduut

    Kita sebagai orang Palembang ngerasain banget ya bahaya karhutla ini. Bencana asap ini bikin repot dan nyesek (literaly). Semoga di tahun-tahun ke depan, nggak ada lagi bencana asap menyerbu Indonesia.

  • Lim Suandi

    Hutan kebakaran di Sumsel masih jadi misteri ya. Gimana tidak membingungkan, kadang jika habis kebakaran usai, tumbuhlah benih° perkebunan perusahaan cukup luas. Kadang ada kemungkinan disengaja aku pikir. Tapi udahlah, terpenting lakukan tindakan dari diri sendiri untuk menjaga lingkungan agar tidak terjadi kebakaran.

  • fainun

    Mau nanya yang terkait masker basah saat di luar rumah. Masker kain kering kan disarankan dipakai hanya 4 jam saja, nah kalau keluar rumah pas bencana asap, masker kainnya dibasahi dulu gitu kah?

    • Molzania

      iya mbak. molly denger dari ketua ikatan dokter paru indonesia, mesti dibasahin sedikit pakai air. Batas maksimalnya 4 jam mbak klo masker kain.

  • Deris Afriani

    Ingat kebakaran, ingat sesaknya asap di Palembang beberapa bulan lalu. Rasanya mau nangis, mau marah2, memaki semua orang yang gak bertanggung jawab sengaja membakar hutan. Udara bersih begitu mahal. Ditambah lagi harus menjaga anak-anak. Sedih rasanya. Semoga tidak terulang lagi ya mbak Moly.

  • Bimo Rafandha

    Jadi inget cerita mama kemarin. Titik-titik panas di Sumsel udah mulai terlihat. Dan emang harus waspada juga apalagi di era pandemi kayak sekarang kan? Nice info!

    • Pringadi Abdi Surya

      Jadi keinget waktu ke Way Kambas 2015
      Lagi kebakaran hutan
      Di saat yg sama di kampung ibuku nyaris pingsan setelah terperangkap api saat kebakaran hutan

  • Nchie Hanie

    Miris banget lihat bencana kebakaran hutan ini, semoga kita makin disadarkan untuk turut serta dalm menjaga kelestarian alam, mulai dari hal2 kecil.

  • Damar Aisyah

    Tahun ini harusnya pencegahan dilakukan lebih awal mengingat kita sedang dihadapkan pada masalah pernapasan akibat corona. Semoga saja pemerintah segera melakukan tindakan preventif. Dan tentu saja masyarakat juga harus bergerak.

  • Armita

    Sebentar lagi masuk musim kemarau ya Mba, khawatir kalau bencana kebakaran terulangi lagi. Semoga sih gak terulang. Yuk ah lakukan pencegahan dimulai dari sendiri dulu ya biar kita bareng-bareng bisa mencegah kebakaran hutan.

  • Ophi Ziadah

    kebakaran hutan emang masih jadi PR nih hingga hari ini terlebih luas hutan kita makin berkurang krn indutrialisasi
    cara pembukaan hutan dg membakar pdhal sudah idnacam pidana cukup keras tp tetap belom berkurang signifikan

  • Suciarti Wahyuningtyas

    Aku tuh sedih banget deh lihat kebakaran hutan gini, tanpa sadar sebenarnya manusia juga andil didalam terjadinya kebakaran hutan ya. Memang yang paling penting tuh mengedukasi masyarakat bagaimana caranya tetap menjaga hutan tersebut.

  • linasophy

    Ikut sedih sama saudara2 yang tiap tahun kena dampak karhutla, apalagi ini musim pandemi belum berakhir. Ya semoga siy jika memang karhutla ini banyak terjadi karena ada yang sengaja, sadar semua. Termasuk warga masyarakat juga sadar untuk menjaga lingkungan sekitar ya kak…

  • Milda Ini

    i always suddenly sad if look or read or hear fire forest, moreover if long and large area. not to give rise to smoke, more that problem. hope , our forest permanent awake with so well

  • Dedew

    Kebakaran hutan di Sumatera memang sudah jadi agenda tahunan ya Mbak sedih kalau ingat dulu sesak napas karena asap merajalela waktu aku masih tinggal di Palembang..semoga ada solusinya..

    • Idah Ceris

      Miris bangett emang kalau melihat kebakaran hutan. Satwa2 selalu menjadi korban. Bumi apalagi. Alhamdulillaah aku sudah menguranhi banget pemakaian plastik. Cuma untuk tidak menggunakan sepeda motor tuh belum bisa. 🙁

  • Ririe Khayan

    Karhutla, seperti fenomena benang kusut yang bikin miris karena harusnya sangat mungkin utk bisa diatasi agar terjadi secara beriulang-ulang. Apalagi Kalau baca berita ttg karhutla atau pembukaan lahan hutan utk kegiatan yang sifatnya komersil, rasanya ikut sedih banget. Lahan hutan di Indonesia juga penurunannya sangat dramatis dari tahun ke tahun.

  • Rina Susanti

    Udah mulai masuk musim kemarau ya d sini (kab. Bogor) udah jaranh hujan udara panas klo siang..semoga ga terjadi kebakaran hutan mba..suka miris selain polusi juga sayang lahannya

  • Herva yulyanti

    Rasanya emang nyesek yah mba liat pembakaran hutan krn oknum nakal demi kepentingan dan kasih makan aja terus egonya sendiri hehe kesel sendiri kalau baca verita ttg ini

  • lendyagasshi

    Aku salut siih..yang kaya kak Molzania ini memberi informasi ke semua orang bahwa kebakaran hutan bukan masalah sepele walau gak berada di daerah terdampak.
    Semoga Pemerintah bersama masyarakat saling sadar lingkungan.
    Dan ya, mulai dari diri sendiri, itu lebih baik.

  • Efi Fitriyyah

    Luar biasa ya luas hutan kita ini uga sebaran satwamya. Kelakukan perambah hutan ini nyebelin, deforestasi yang mereka lakukan bukan merugikan sata tapi juga manusia. Aku ngeri lihat bangkai ular itu Maaak

  • Liza

    Kalau pulang kampung aku miris banget melihat hutan di sana yang mulai botak dimana-mana. Semoga kita semua sadar akan pentingnya hutan ya mbak

  • Aprillia Ekasari

    Ya Allah sedihnya, masa angka deforestisasi kita masuk tinggi, lbh rendah dikit dari Brazil. Padahal hutan2 ini kan aset negeri ini ya mbak? Yang menjadi paru2 dunia ini untuk tetap menghasilkan udara yg berkualitas. Kalau banyak yang gundul kebayang parah banget perubahan iklimnya 🙁
    Setuju sih, mungkin apa yg kita lakukan kek nanem pohon, gak terlalu sering pakai kendaraan sendiri, misah sampah dll itu keknya bukan perbuatan yg wah tp walau kecil berdampak baik ya mbk TFS

  • Evi

    Iyaaa..semoga para pengelola hutan makin ditingkatkan kesadarannya untuk menjaga lingkungan dan tidak merusak. Pembakaran hutan tak hanya dilakukan petani perorangan tapi juga korporasi besar.
    Saya pun berharap agar kebakaran hebat seperti yang sudah-sudah tak terjadi lagi. Bukan hanya membawa kesenggaraan bagi rakyat yang terkena dampaknya, asap yang melayang sampai ke negara tetangga itu mencemarkan nama baik Indonesia

  • Mugniar

    Sayang sekali ya, sebagai negara yang diberi julukan negara Mega Biodiversity, Indonesia sudah terbukti tidak bisa secara maksimal memelihara kekayaan alamnya. Begitu banyak bencana teradi termasuk karhutla. Semoga apa yang dilakukan KBR ini dan yang dituliskan di sini bisa membantu perbaikan alam kita,

  • Alfa Kurnia

    Kebakaran hutan ini memang merugikan banyak pihak. Nggak cuma manusia tapi hewan dan tumbuhan. Negara dan masyarakat. Semoga dengan kerjasama banyak pihak, tahun ini nggak ada lagi karhutla yaaa.

  • naniknara

    Semoga tahun ini nggak terjadi kebakaran hutan ya.
    Semoga pemerintah benar-benar serius untuk menindak para pelaku pembakaran hutan. Proses sidangnya nggak lama-lama, gemes juga kan kalau kelamaan, keburu masyarakat lupa

  • andyhardiyanti

    Kebayang gimana tersiksanya mereka di sana yang mengalami karhutla. Mau bernapas aja susah, terganggu oleh banyaknya asap. Hiks 🙁 Semoga semua pada punya kesadaran deh…biar gak terusterusan terjadi karhutla gitu.

  • Wiwied Widya

    Gimana ya, wong di lapangan itu ada kongkalikong ama oknum pejabat dan korporasi juga. Bikin repot semua orang aja. Aku harap ada ketegasan dari aparat, buat menghukum korporasi dan oknum pejabat yang terbukti sengaja membakar buat keuntungan pribadi

  • Ruli Retno

    Wah bener. Akupun kalo musim kemarau datang uda waswas sama kebakarn hutan. Srmoga aja tahun ini gak terjadi lagi

  • Sri Widiyastuti

    Pernah juga kena dampak jerebu mbak, waktu aku tinggal di Johor Malaysia. Saking deketnya Indonesia Malaysia, sampai kebagian juga asapnya. Sesak banget dan udara jadinya gak bersih.

    Harus tepat regulasinya untuk pemanfaatan hutan, agar pelaksana tidak membakar hutan untuk meluaskan lahan, harus ada cara lain yang lebih aman dan selamat.

  • Hana Aina

    Semoga tak ada lagi bencana kebakaran hutan di tahun-tahun ke depan. Meski tidak ada di lokasi bencana, aku sedih lihatnya. Terutama buat masyarakat yang tinggal di sana, sehat selalu ☹️

  • Latifika Sumanti

    Hai Mba, salam sesama kota berasap. Palangkaraya, Palembang, Riau, memang yang Pali parah asapnya kalo sudah masuk musim kemarau kering. Asapnya udah level hazard.

    Tapi Alloh Maha Baik, tahun ini walau pandemi, tapi kita dikasih kemarau basah, jadi ada hujan walau kemarau. Semoga tidak ada karhutla ya Mba. Tapi di tempatku sudah berjaga2 sih

Tinggalkan Balasan