Antologi

Langkah Kecil Selamatkan Air

Salah satu esensi kehidupan manusia itu air. Ia tak dapat
dipisahkan dari manusia. Hampir 70% permukaan bumi dilapisi oleh air. Namun,
sebagian besarnya tidak dapat diminum karena asin. Menurut National Geographic,
satu dari delapan orang di dunia kekurangan air bersih. Untuk itulah, orangtuaku
berkomitmen untuk menghemat air. Satu hal kecil yang kita lakukan untuk
menghemat air bisa menyelamatkan Indonesia dari kekurangan air.

Dulu ada
kalanya aku dan adik bandel. Namanya juga masih kanak-kanak. Kami
menghambur-hamburkan air untuk bermain. Akibatnya kami berdua dimarahin oleh
Ayah. Kata beliau air itu harus digunakan seperlunya. Boros itu temannya setan.
Air yang kita buang itu siapa tau sedang dibutuhkan oleh orang lain. Maka itu artinya
kita tidak hanya membuang persediaan air bersih, tetapi juga menyakiti hati
orang lain.
Pelan-pelan
kami dididik untuk belajar menghemat air. Mama menyuruh kami untuk mematikan
air secepat mungkin bila bak mandi sudah terisi penuh. Jika kami mencuci
tangan, air hanya digunakan saat akan membilas. Cara-cara sederhana seperti
inilah bila diterapkan oleh semua orang, kekurangan air bersih pun bisa
dihindari.
Sekali
waktu kami merasakan sendiri rasanya tidak ada air. Setiap tahun di kota
Palembang, PDAM melakukan penghentian pasokan air bersih untuk pemeliharaan
alat. Aku dan adik pun merasakan tidak enaknya bila kekeringan air. Bila saat
itu tiba, kami menjatah-jatah air untuk digunakan. Pernah kami terpaksa mandi
di tempat nenek karena penghentian pasokan air oleh PDAM berlangsung selama
tiga hari. Padahal persediaan air di bak hanya bisa mencukupi kebutuhan mandi
selama satu setengah hari saja.
Mama menyulap
halaman depan kami yang tak begitu luas menjadi kebun. Isinya berbagai jenis
tanaman obat-obatan dan rempah. Juga bunga-bungaan. Ada melati, anggrek, daun
pandan, pohon pisang, mangga, kelapa dan lain sebagainya. Dengan kita menanam
tetumbuhan, 80% air hujan dapat diserap ke dalam tanah sehingga mencegah banjir
dan menjadi cadangan air di musim kemarau.
Beliau
menggunakan air bekas rendaman beras untuk disiramkan ke tanaman. Selain bisa
menghemat air, langkah tersebut juga dapat menyuburkan tanaman. Air bekas
rendaman beras mengandung posfor dan zat besi yang berguna untuk mempercepat
pertumbuhan akar dan pembentukan klorofil pada tanaman.
Kami juga
menerapkan sistem pot gantung untuk tanaman-tanaman di rumah. Tidak hanya untuk
menghemat tempat, tetapi agar tak membutuhkan banyak air untuk menyiraminya.
Cukup siram pot yang paling atas, maka air akan merembes melalui celah-celah
pot lalu mengalir ke pot di bawahnya.
Terakhir
kami menggunakan pompa air merk SHIMIZU karena semburan airnya yang kencang
sangat membantu pekerjaan rumah dan kebun. Say goodbye menggunakan air
berember-ember hanya untuk mencuci mobil dan motor. Hanya dengan menyalakan
pompa air, semua kotoran yang menempel pada bodi mobil atau motor hilang.
Tersapu oleh semburan pompa air merk SHIMIZU.
*diikutsertakan dalam lomba artikel SAVE THE WATER, SAVE THE EARTH, SAVE THE LIFE yang diselenggarakan Facebook Fanpage SHIMIZU Indonesia*
*mendapatkan hadiah cerita inspiratif by Shimizu Indonesia*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *