Cerpen

Kumpulan cerita fiksi karya Molzania

  • Cerpen

    Flash Fiction #SuperJunior Untitled Chapter 1

    Nyoba2 bikin flash fiction dadakan dengan cast member2 super junior. Baru chapter 1 sih, tenang aja bakalan ada lanjutannya kok … Please enjoy my short stories… Karakter utamanya cewek bernama Moon Hyung Soo, yang punya kakak tiri bernama Cho Kyuhyun … ^^  Flash Fiction #SuperJunior Untitled Chapter 1: Moon Hyung Soo POV “Darrr…” Seseorang mengagetkanku. Fyuhh!!! Hampir saja kotak merah jambu yang ada di tanganku ini terlepas. Pasti ini kerjaannya?, pikirku. Dan benar saja, setelah aku menoleh tampak di sebelahku wajah seseorang yang begitu menyebalkan. “Oppaaa…!!”, pekikku. Kusembunyikan kotak merah jambu di belakang tubuhku. “Mwo?” tanyanya jenaka. Tangannya seketika mengacak-acak rambutku yang sudah terlihat seperti orang yang sedang bangun tidur.…

  • Cerpen

    WAKTU TERAKHIR karya Molzania

    “ Jika ini adalah hari terakhirku di dunia, aku akan menghabiskan waktu 24 jam hanya untuk meminta maaf kepada semua orang. Sebelum malaikat maut menjemputku, aku akan menghabiskan waktu 24 jam untuk meminta maaf kepada keluargaku. Terutama ibu dan bapakku. Dan jika esok nafasku akan terhenti, aku akan menghabiskan waktuku dirumah hanya untuk beribadah dan menyesali semua dosa yang telah kuperbuat selama hidupku ini. Kiranya Tuhan masih bersedia memaafkan dan tidak menyiksaku di alam kubur. “       Aku terlahir di keluarga berada. Ayahku seorang developer apartemen yang super sibuk. Sementara ibuku seorang wanita karier yang bekerja di sebuah bank swasta. Mereka semua hampir setiap hari bekerja dan bahkan di hari minggu.…

  • Cerpen

    Ibuku

    Pada Agustus 2009, ibuku terserang sakit kepala hebat. Kami sekeluarga dibuat kebingungan olehnya. Ibuku terus menerus menjerit sambil memegang kepalanya yang sakit. Aku, sebagai anak tertua memutuskan untuk menelpon sanak keluarga yang tinggal berdekatan rumah. Tak berapa lama, keluarga besarku datang. Mereka memutuskan untuk membawa ibuku ke rumah sakit terbaik di kota Palembang. Beberapa hari ibuku dirawat disana. Tapi keadaan beliau tak kunjung membaik. Dokter menyimpulkan bahwa ibuku terkena penyakit sinusitis. Maka dari itu dokter kemudian memutuskan untuk mengoperasi hidung ibuku untuk mengambil cairan darah yang menyumbat hidung ibuku. Dokter juga mencabut kedua gigi seri milik ibu yang mengakibatkan beliau sekarang menjadi ompong dan terpaksa menggunakan gigi palsu. Bukannya membaik,…

  • Cerpen

    Ending Cruel Temptation—Fan Fiction (Molzania Version)

    Hi, guys. Apa kabarnya nihh??? Udah lama gak posting. Habis tersita waktu buat ulangan akhir semester nihh, hehehe. Jadinya yah, gitu dehh… 🙂 🙂 🙂 Mau nulis apaan yahhh??? Mmmhhh, nulis yang ini aja deh.. Gue sekarang ini lagi doyan-doyannya nonton drama korea. Jujur sihh, ketuleran nyokap sihh awalnya. Tapi, menurut gue drakor nih lumayan seru. Walaupun diperuntukkan untuk dewasa. Karena gue udah 17+ alias 18 tahun mau 19, gue dibolehin deh nonton nih drakor ^_^ Awalnya, gue juga gak suka ma nih drakor. Coz terlalu dewasa N banyak mengumbar syahwat. Iya, gue awalnya parno banget ama nih film. Masa’ sampe dimasukin adegan-adegan yang gak bener sihh >_< Nah, pas dipertengahan…

  • Cerpen

    Ketika Malam Menyeringai

    Ketika malam menyeringai, semesta pun tertegun. Bulan memunculkan sinar emas ditengah kilau bintang gemintang. Malam ini sangat indah. Seperti biasa, ketika malam menyeringai, aku tertegun. Semua sudah terbuai dalam hening mimpinya masing-masing. Dan aku tertegun melamun. Entah mengapa mata seakan enggan terpejam. Pikiranku melayang menyibak langit-langit kamar yang berwarna putih. Aku tertegun, saat malam yang pekat menyeringai. Berusaha membayangkan hari esok yang dipastikan selalu sama. Menjalani rutinitasku yang tak pernah berubah semenjak lulus SMA. Sungguh sangat, sangat membosankan. Pandanganku beralih. Kupandangi tembok yang menjadi penjara abadiku selama hampir 18 tahun terakhir ini. Warnanya tetap sama. Hanya sedikit pudar. Seperti juga harapanku yang nyaris pudar. Pudar??? Tidak, tidak, tidak akan pernah.…