Wednesday, March 1, 2017

SMS+Telepon Nyasar Berkedok Investasi Forex

Posted by with No comments
Kemarin Molzania mendapatkan telepon dari orang yang tidak dikenal. Seorang perempuan bernama Kia memperkenalkan dirinya dengan ramah. Suaranya kecil sekali, hampir tidak bisa kedengaran. Kebetulan kemarin itu, Molzania sedang berada di luar rumah. Mbak Kia ini menelepon sekitar jam 11 siang. Karena tidak kedengaran, Molzania akhirnya meminta dia untuk melanjutkan via sms saja. 

Penipuan Lewat Telepon Makin Marak
Source Malware Bytes
Tak mau berburuk sangka, Molzania mengira si mbak ini dari Tokopedia, soalnya lusa kemarin pihak Tokopedia melakukan interview mengenai program Ketua RT Top Community area Palembang. Nah, si mbak Kia ini meminta Molzania untuk ketemuan. Mungkin pihak Tokopedia ingin melakukan wawancara tatap muka. Atau bisa jadi juga si mbak ini perwakilan koran apa gitu (ini mah udah kegeeran duluan).

Tapi anehnya, si mbak ini menelepon dan sms berulangkali dengan nomor yang berbeda-beda. Sampai-sampai Molzania bingung mau sms pakai nomor yang mana. Dikirain penting banget, Molzania pun berusaha meladeni si mbak ini. Sempat menanyakan juga si mbak ini mau ngapain ngebet plus maksa pengin ngajak ketemuan. Padahal saat itu, Molzania sudah mengatakan kalau Molzania sedang berada di luar rumah.

Nomor Mbak Kia dengan Angka yang Berbeda
Mbak Kia meminta Molzania untuk menentukan sendiri kapan dan dimana waktu pertemuan. Akhirnya disepakati bahwa Mbak Kia akan menemui Molzania di rumah sore hari ini. Molzania masih bingung tuh mbak Kia mau ngapain sih sebenernya. Agak gugup juga sih kalau ternyata benerann dari Tokopedia or what. Wawancara dengan klien sebesar itu kan harus dipersiapkan. Tapi kata mbak Kianya, gak perlu nyiapin apa-apa. Cuma sekedar sharing aja.

Molzania masih nebak-nebak kan. Sama sekali gak ada perasaan curiga atau apa. Kalau sekedar wawancara biasa sih oke aja. Namun sempat mikir juga nanti pihak Tokopedia mau disuguhin apa. Malu ahh masa cuma aer putih doang? wkwkwk. Si mbak Kianya tetep gak mau ngasih tau lagi, dia ini darimana? tau nomor Molzania dari siapa? Malem-malem, Molzania bahkan sempat latihan tanya jawab sedikit wkwk.

Percakapan Molzania dan mbak Kia
Sialnya lagi, Molzania sudah sempat memberitahu alamat rumah. Untung saja belum denahnya. Soalnya rumah Molzania ini lumayan susah dicari karena berada di area perkampungan. Kurir JNE saja suka nyasar, apalagi orang yang sama sekali gak dikenal. Tambah susah deh tuh orang mencari alamat rumah Molzania. wkwk

Keesokan paginya saat mandi, Molzania baru sempat mikir-mikir ulang. Jangan-jangan si mbak ini mau nawarin asuransi atau investasi. Atau lebih parahnya jangan-jangan mau nipu pula. Maklumlah zaman sekarang kita mesti waspada. Soalnya Molzania pernah punya pengalaman pahit dengan komplotan perampok. Baca kisahnya disini. Jadi Molzania tak mau salah langkah dengan membiarkan orang asing yang nggak jelas masuk rumah.

Molzania pun lalu membatalkan rencana dengan si mbak. Kebetulan Molzania juga gak bisa menerima tamu karena ada acara keluarga. Molzania memaksa si mbak buat membuka kedoknya. Ini maksudnya sharing tentang apa sih? Kok kayaknya maksa banget ya, tanya Molzania melalui sms. Namun sayangnya si mbak tidak kunjung membalas pesan Molzania.

SMS Molzania Tak Kunjung Dibalas

Molzania makin curiga dong. Terlintas di pikiran Molzania kalau ayah Molzania juga pernah mengalami hal yang sama. Waktu itu, yang nelepon agen investasi bodong. Mungkin orang ini orang yang sama. Perkiraan Molzania sih nih orang tahu nomor Molzania dari papan iklan jual ruko. Nomor Molzania memang sengaja dipakai untuk keperluan itu.

Untunglah beberapa jam kemudian sms Molzania dibalas dengan mbak Kia. Mbak Kia membalasnya dengan nomor baru lagi. Langsung saja Molzania utarakan kecurigaan Molzania. Makin yakin deh Molzania untuk benar-benar membatalkan rencana ketemuan itu. Mbak Kia benar-benar tidak beres nih.

Kecurigaan Molzania Terbukti
Kecurigaan Molzania pun terbukti. Si mbak benar-benar agen investasi bodong. Haha. Alhamdulillah masih diselamatkan Allah swt. Molzania sebelumnya sudah pernah punya pengalaman dengan orang yang model beginian. Kalau gak salah dua tahun yang lalu deh. Bedanya pelakunya bukan orang yang tidak dikenal macam mbak Kia ini. Pelakunya teman Molzania sendiri semasa SMA.

Sebut saja namanya Ay. Nah si Ay ini mengabarkan berita bahwa dia diterima bekerja di salah satu perusahaan di Palembang. Lantas, Ay menawarkan pada Molzania untuk berinvestasi. Tebak berapa duit? $ 10.000. Eh buset? Darimana coba Molzania uang sebanyak itu. Langsung Molzania tolak mentah-mentah dong. 

Usut punya usut, ternyata teman Molzania ini bekerja di sebuah perusahaan saham berjangka. Perusahaan ini sudah lumayan terkenal rekam jejaknya. Tugasnya teman Molzania ini mencari mangsa eh, nasabah yang mau berinvestasi. Jumlahnya minimal $10.000. Molzania yang sudah belajar dengan model investasi saham berjangka, lantas hanya tersenyum kecut. Lha itu kan bisnis bodong? Kenapa masih diembat juga. Padahal sih teman Molzania ini juga lulusan Akuntansi. Harusnya dia juga tahu dong.

Investasi Saham Berjangka
Singkat kata, setelah gagal merayu Molzania, si Ay ini lost contact. Bener-bener lost contact sih nggak juga. Di Facebook kita masih sering ngobrol bareng. Sampai pada suatu ketika, Ayu mengundang Molzania ke rumahnya untuk sebuah acara. Tentu, Molzania dengan senang hati datang ke rumah. Hitung-hitung menjalin silaturahmilah yaa.

Begitu sampai disana, Molzania pun chit chat seperti biasa. Ay bertanya kabar tentang Molzania. Dan Molzania pun juga bertanya kabar dengan Ay. Iseng Molzania juga bertanya apakah si Ay masih bekerja di perusahaan saham berjangka atau tidak. Sambil menahan sedih, teman Molzania menggeleng. Dan kisah sedih pun terurai dari mulutnya.

Ternyata investasi itu palsu. Teman Molzania ini rugi ratusan juta rupiah. Alasannya uplinenya Ay melakukan penipuan. Mulanya pembayaran komisinya lancar, namun makin lama komisinya makin sedikit. Alasannya karena investasinya menuai kerugian. Uang nasabah lenyap, komisi Ay pun tidak dibayar. Malah, perusahaan berjangka menyuruh Ay untuk mencari lebih banyak lagi nasabah.

Tak tahan, Ay pun mengundurkan diri. Sejauh ini, Ay sudah mendapatkan beberapa orang nasabah, terdiri atas teman, dosen, bibi dan ayahnya sendiri. Mereka menderita kerugian ratusan juta rupiah. Semuanya lenyap, tak bersisa lagi. Perusahaan saham berjangka biasa merekrut fresh graduate agar bisa ditipu. Dengan dalih perekrutan karyawan, fresh graduate diiming-imingi gaji besar, asal mampu menggaet nasabah. Ujung-ujungnya, uang nasabah lenyap, dan fresh graduate ini malah bisa dituntut pelaku penipuan. 

Mungkin ini yang sedang terjadi sama mbak Kia. Nomor hpnya sengaja Molzania samarkan, karena Molzania yakin si mbak ini hanya korban. Sama seperti teman Molzania. Korban dari ketidaktahuan kejamnya dunia bisnis investasi. Boro-boro surga yang didapat, malah masuk neraka. Dikarenakan sifatnya spekulatif, maka bisnis semacam ini pun jatuhnya haram. Apalagi bila dilakukan untuk melakukan penipuan. Waspadalah, waspadalah! 
Comments
0 Comments

0 komentar :

Post a Comment

Sharing is caring ! Give your comment here please :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...