Thursday, February 16, 2017

Strategi Penerapan Ongkos Kirim yang DIhadapi Blibli

Posted by
Sebagai salah satu e-commerce terbesar di Indonesia, Blibli.com hadir memberikan variasi pilihan e-commerce kepada pelanggan online. Blibli didirikan pada tahun 2011 dibawah naungan PT. Global Digital Niaga yang merupakan salah satu anak perusahaan PT. Djarum. Berdasarkan data yang dirilis oleh situs Klikmania.net, Blibli.com masuk dalam 10 besar situs toko online terbaik dan populer di Indonesia pada tahun 2016. Sementara itu berdasarkan peringkat Alexa, Blibli.com masuk dalam 50 besar situs dengan traffic tertinggi di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa situs Blibli.com termasuk salah satu e-commerce yang berpengaruh dan dicari oleh banyak pelanggan di Indonesia.

Logo Blibli.com
Credit by : Ulfalfianita
Sebenarnya strategi harga yang dilakukan Blibli sudah cukup bagus. Sebagai contoh, Blibli menyediakan barang-barang groceries dengan harga bersaing. Beberapa bahkan dibandrol dengan harga lebih murah dibandingkan dengan produk sejenis di e-commerce lainnya. Misalnya saja, ketika saya mengetik kata kunci "gula pasir" di laman situs iprice, maka akan ditemukan bahwa gula pasir yang termurah ada di Blibli. 

Detail gambarnya bisa dilihat pada gambar berikut ini, gula pasir pada situs Blibli lebih murah dan lebih banyak daripada situs pesaingnya yang dalam hal ini adalah Lazada. Pada website Blibli, gula pasir dibandrol dengan harga Rp. 82.000 untuk 5 pcs dengan berat masing-masing 1 kg. Sementara di situs Lazada, gula pasir dibandrol dengan harga Rp. 45.000 untuk 1 pcs dengan berat 1 kg. Tentu saja baik Blibli maupun Lazada masing-masing memiliki keunggulan tersendiri. Akan tetapi hal ini untuk membuktikan bahwa Blibli memiliki strategi harga bersaing yang baik.


Perbandingan Harga Gula Pasir di situs Blibli dan Lazada
Credit by : Molzania.com

Sementara itu, keunggulan lain yang dimiliki oleh Blibli dari sudut pelanggan dibandingkan dengan para pesaingnya:
  • Penerapan kebijakan pengiriman gratis ke seluruh Indonesia
  • Penerapan Sistem Poin Redeem yang dapat ditukarkan dengan voucher belanja
  • Layanan Live Chat Customer Care yang online 24 jam
  • Konsep platform situs yang ramah pelanggan dan mudah digunakan
  • Event Diskon Besar-Besaran pada waktu dan hari-hari tertentu
  • Layanan pengemasan yang rapi dengan kotak dan lakban eksklusif
  • Metode pembayaran dengan cicilan 0% yang bervariasi
Baru-baru ini, tepatnya akhir 2016 lalu, Blibli.com merubah kebijakan free shipping. Untuk pengiriman di luar pulau Jawa, pengiriman dengan total harga produk dibawah Rp. 200.000 akan dikenai biaya pengiriman. Itu artinya pelanggan yang berada di luar pulau Jawa tidak lagi mendapat kemudahan fasilitas pengiriman gratis melainkan dengan berdasarkan syarat dan ketentuan.

Namun masalahnya ketetapan ongkos kirim secara otomatis yang dilakukan Blibli, menurut saya terlalu mahal dan tidak sesuai. Lebih jauh, penerapan ongkos kirim dilakukan per item pembelian. Jadi setiap satu buah item dikenakan ongkos kirim satu kali. Hal ini tentu akan memberatkan pelanggan yang utamanya berasal dari luar daerah. Biaya ongkos kirimnya pun dirasa lebih mahal daripada e-commerce lainnya.

Sebagai contoh, berikut saya ilustrasikan pengenaan ongkos kirim Blibli untuk pembelian produk Paseo Elegant Napkin Cocktail Tissue 50 Sheet sebanyak 4 packs :

Ongkir Blibli Sangat Mahal
Credit by Molzania.com
Untuk pembelian produk tissue, Blibli menghitung biaya ongkos kirimnya sebesar Rp. 153.791 tanpa memberikan pelanggan pilihan jasa pengiriman, sehingga pelanggan tidak bisa menentukan sendiri jasa pengirimannya. Hal ini akan menampilkan kesan bahwa belanja online via Blibli itu sangat mahal. Sementara itu tarif yang dibebankan oleh jasa pengiriman JNE ternyata misalnya jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya ongkos kirim yang sudah ditetapkan oleh Blibli,com. 

Biaya pegiriman yang tidak masuk akal itu, sungguh sangat disayangkan. Padahal kenyataannya biaya ongkir melalui jasa pengiriman biasa tentu tidak semahal itu. Sebagai perbandingan, berikut saya sertakan biaya ongkos kirim per kilo dari Jakarta ke Palembang dengan asumsi gudang reseller atau distribusi Paseo berada di Jakarta:

Biaya Ongkir JNE per kilo dari Jakarta ke Palembang
Credit by Molzania.com
Tentunya hal ini akan sangat mempengaruhi kepuasan pelanggan. Utamanya pelanggan yang berada di luar pulau Jawa. Ini sekaligus akan melemahkan daya saing Blibli dengan e-commerce lain. Sebagaimana yang diketahui, bursa e-commerce sedang menghadapi masa-masa jayanya. Maka persaingan pun akan sangat ketat. Banyak e-commerce baru yang bermunculan, bahkan e-commerce sekelas perusahaan Jepang Rakuten pun resmi mundur dari dunia e-commerce Indonesia sejak tahun lalu.

Untuk itu, saya menyarankan kepada Blibli.com untuk melakukan sejumlah langkah yang bisa dilakukan oleh Blibli.com :
  1. Melakukan penyesuaian ongkos kirim dengan total harga produk dibawah Rp. 200.000 untuk pengiriman di luar pulau jawa. Ongkos kirim bisa disesuaikan dengan biaya yang tertera pada jasa pengiriman. Untuk produk yang dikirim dari gudang Blibli, hitungan berat per kilonya bisa disesuaikan dengan total berat keseluruhan dan bukan per item barang. Jika produk dikirim dari tempat reseller, hitungan berat per kilonya disesuaikan dengan total berat seluruh item barang yang sama. Misalnya saja, ada pesanan pada gudang Blibli.com sejumlah sekian item barang atau produk yang berbeda, katakanlah pelanggan memesan dua bungkus mie instan, sabun, dan sikat gigi, setelah ditimbang berikut kotak kemasan khusus Blibli ternyata berat keseluruhan produk terrsebut ialah 1 kg. Maka ongkos kirim yang dibebankan kepada pelanggan ialah sebesar biaya ongkos kirim 1 kg. Akan tetapi jika pesanan datang kepada reseller Blibli.com, yang otomatis berbeda-beda baik produk maupun wilayahnya, misalnya pelanggan C mengorder dua susu kambing dari reseller A seberat 500 gram dan gula pasir 500 gram dari reseller B. Maka biaya ongkir yang dibebankan kepada pelanggan C tersebut sebesar 2 kg. Hal tersebut dikarenakan barang pesanan dikirim langsung dari tempat reseller berada, bukan berada di dalam gudang Blibli.  
  2. Membiarkan pelanggan memilih jasa pengiriman yang disukainya. Selama ini, Blibli melakukan penerapan ongkos kirim secara otomatis dari sistem. Masalahnya ongkos kirim yang dibebankan terlalu mahal sehingga akan memberatkan pelanggan di luar pulau Jawa. Terkadang malahan biaya ongkos kirimnya lebih mahal dibandingkan harga produk. Entah apa yang menjadi pertimbangan Blibli dalam penerapan ongkos kirim yang super mahal tersebut. Maka dari itu, pelanggan dipersilahkan memilih sendiri jasa pengiriman yang menjadi partner Blibli berikut pilihan paket pengiriman. Blibli hanya bertugas memberikan biaya sesuai dengan jasa pengiriman yang telah dipilih dan estimasi waktu pengirimannya. 
  3. Blibli dapat membangun jasa pengiriman sendiri di tiap kota besar di Indonesia. Tentunya ini akan menghemat biaya ongkir yang dibebankan kepada pelanggan. Cara ini sudah dilakukan oleh Lazada dengan jasa pengiriman Lazada Expressnya. Langkah tersebut terbukti mampu menurunkan biaya ongkos kirim yang dibebankan kepada pelanggan di luar pulau Jawa. Blibli bisa meniru langkah ini untuk diterapkan pada sistem pengiriman produknya.
Sebenarnya langkah Blibli beberapa tahun belakangan sudah cukup baik. Hanya saja kebijakan barunya akhir-akhir ini yang terkait dengan penerapan ongkos kirim dirasa mengganggu. Dengan menerapkan sistem ongkos kirim seperti itu, tentunya itu otomatis akan merugikan Blibli sendiri. Kepercayaan yang sudah dibangun kepada pelanggan di luar pulau Jawa bisa saja runtuh. Hal tersebut justru akan menjadi boomerang bagi sikap profesionalitas Blibli sendiri. Untuk itulah saya merekomendasikan beberapa poin langkah diatas, sebagai bahan pertimbangan Blibli. 

Daftar Pustaka
  1. Blibli.com pada 7 November 2016. Diambil pada tanggal 13 Februari 2017. https://id.wikipedia.org/wiki/Blibli.com
  2. Blibli.com Traffic Statistics pada 7 Februari 2017. Diambil pada tanggal 14 Februari 2017. http://www.alexa.com/siteinfo/blibli.com
  3. Lazada Optimalkan Lazada Express pada 13 Maret 2016. Diambil pada tanggal 14 Februari 2017. http://jakartakita.com/2016/03/13/65053/
  4. 7 Perusahaan E-Commerce Ini Resmi Tutup di Indonesia pada 14 Februari 2016. Diambil pada tanggal 13 Februari 2017. http://listyapratiwi.com/7-perusahaan-e-commerce-ini-resmi-tutup-di-indonesia/
  5. 12 Situs Toko Online Terbaik dan Populer di Tahun 2016 pada 2017. Diambil pada tanggal 14 Februari 2017. https://www.klikmania.net/toko-online-terbaik/
Referensi Website
Comments
0 Comments
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...