Wednesday, February 1, 2017

Pengalaman Operasi Mioma Menggunakan BPJS

Posted by with No comments
Pertengahan bulan Januari lalu, mama Molzania menjalani proses operasi miom dan angkat rahim. Alhamdulillah proses operasinya berjalan lancar. Hampir 90% biaya ditanggung oleh BPJS. Kecuali obat-obatan yang nggak ada di rumah sakit. Maka kita harus beli di apotik lain. Mama Molzania di rumah sakit selama 8 hari.

Logo BPJS Kesehatan
Credit newsth.com
Awalnya sempet ragu sih menggunakan BPJS, Apa iya semua bisa gratis? Apalagi operasi yang akan dijalani mama tergolong berat. Daftar BPJS juga baru dua bulan yang lalu, tepatnya bulan November. Sementara operasi akan dilakukan pada bulan Januari. Apa iya semua ditanggung BPJS? Akhirnya Molzania pun mendapatkan jawabannya.

Sebenarnya penyakit yang diderita mama sudah lumayan lama. Dari bulan Mei 2016 sudah terdeteksi ada mioma. Tapi si miom ini masih kecil. Gejala yang dirasakan oleh mama itu saat menstruasi tidak teratur dan selalu sangat banyak. Bulan September dan Oktober periksa ke dua dokter kandungan. Dan didapat hasilnya mioma semakin membesar dan harus operasi.

Sempat ketar-ketir juga, lanjut atau nggak operasinya, Akhirnya diputuskan operasi, daripada si miom makin gede takut ada komplikasi lanjutan. Untuk menghemat biaya, akhirnya diputuskan untuk menggunakan fasilitas BPJS.

Ribet. Itu kesan pertama ketika akan mendaftar BPJS. Hal ini dikarenakan dari anggota keluargaku, baru ayah dan adik yang daftar jadi anggota BPJS. Mereka sudah lama daftarnya, sementara mama dan Molzania baru bulan November tadi. Sedangkan sistem BPJS sudah diperbaharui. Faskes I aku dan mama sudah puskesmas, sementara adik dan ayah masih dokter umum.

Antrian BPJS.
Credit to Tribun Pekanbaru
Sekarang bayarnya sekaligus mencakup seluruh anggota keluarga. Tapi di ATM, tertera total biayanya untuk tiga orang. Lah adekku gak bayaran BPJS? Alasannya kenapa? Karena anak di bawah umur. Mungkin juga ya? Molzania kurang paham deh kenapa total biayanya hanya untuk tiga orang.

Setelah lunas pembayaran iurannya, mama langsung ambil surat rujukan di puskesmas. Darisana ditanya-tanya sama bidan, karena bidannya tahu sakitnya gak bisa disembuhin di puskesmas, gak pake lama langsung diberi surat rujukan ke rumah sakit. Di rumah sakit, mama periksa dulu ke dokter kandungan. Dicek dan ditanya-tanya riwayat sakitnya dan periksa USG. Dari hasil USG, mioma mama sudah membesar lagi. Terakhir dicek dua bulan lalu sudah 16 cm. Tapi sekarang ukurannya malah 50. Entah milimeter atau desimeter, ya? Beda dokter beda ukuran sepertinya.

Minggu depannya disuruh kontrol lagi untuk dibuatkan surat rujukan. Dikarenakan dua minggu setelahnya langsung dioperasi. Kata dokter tidak hanya mioma saja yang dibuang, tapi juga rahim dan mulut rahimnya karena miomanya sudah sangat besar. Dan ada masalah juga di mulut rahimnya.

H-1 sebelum operasi pun tiba. karena sudah dapat surat rujukan dari RS, mama tinggal langsung datang saja ke Rumah Sakit. Ternyata ruangan kelas I sesuai dengan kelas BPJS tidak tersedia. Maka mama pun dipindahkan ke ruangan kelas II. Kelas II dan kelas III berada pada tempat yang sama. Fasilitas kamarnya pun sama. Bedanya kelas III diisi 4-5 orang. Sementara kelas II diisi oleh 3 orang. Tanpa TV dan ada AC. :D

Tips lagi dari Molzania jika mau rawat inap dengan BPJS, maka pesanlah kamar terlebih dahulu pada petugas administrasi jauh-jauh hari sebelumnya. Maksimum 3 hari sebelum rawat inap, biar bisa langsung masuk kamar. Syukur-syukur ada kenalan atau kerabat yang bekerja di RS. Jadi bisa minta bantuan mereka untuk mengurus administrasi. Hal ini juga yang dilakukan oleh beberapa pasien yang satu kamar dengan mama.

Baru pada saat sorenya, mama dapat kamar. Bayangkan dari pagi hingga sore sekitar jam 3an, kita menunggu di ruang tunggu RS karena nggak pesan kamar terlebih dahulu. Ternyata fasilitas kelas I dihuni oleh dua orang, lengkap dengan TV dan AC. Ya, lumayanlah hampir setara dengan VIP. Bedanya kalau di ruangan reguler TVnya itu masing-masing tiap bed. Tapi kalau di ruangan kelas I BPJS satu tv dipakai untuk dua orang. :D

Ilustrasi Kamar Rumah Sakit
Credit IndrirevO
Menurut Molzania sih fasilitas kesehatan yang disediakan RS untuk BPJS sudah lumayanlah. Harga kamar untuk kelas III itu Rp. 50.000 per malam. Kalau untuk kelas II Rp. 100.000 per malam. Dan untuk kelas I Rp. 150.000 per malam. Kekurangannya mungkin ada pada suasana rumah sakit jugalah ya kan kebetulan tempatnya berada di bangsal lama, jadi segala furniturenya juga sudah terlihat usang. 

Hari operasi pun tiba. Operasi yang dijalani mama berlangsung selama satu jam. Tapi setelah operasinya selesai, dan efek biusnya mulai habis. Ini saat-saat paling krusial. Kenapa? Karena ternyata ada sedikit masalah. Sebelum operasi kan biasanya kita diberi surat pernyataan kesediaan operasi, nah ternyata disana ada pilihan mau diberi obat generik atau obat paten. Kalau kita memilih obat generik, kemungkinan sih obatnya lambat diberi dan pasien akan kesakitan. Jika kita memilih obat paten, maka kita harus membeli sendiri obatnya diluar. Waktu itu, kita belum tahu prosedurnya. Kita pilih yang obat generik sesuai saran suster. Dan hasilnya mama kesakitan pasca biusnya hilang.

Akhirnya kita buru-buru membeli obat di luar. Sakit yang dirasakan mama perlahan berkurang setelah diberi obatnya. Setelah itu gak ada masalah dengan operasinya. Awalnya prakiraan dokter 3 hari boleh pulang. Tapi ternyata ada masalah lain, jadi nambah deh jadi 8 hari.

Sesampainya hari saat pulang dari rumah sakit, waktunya urus administrasi. Disana kita gak dibebanin biaya apapun. Full ditanggung BPJS, kita hanya tinggal tanda tangan berkas-berkas saja. Tips dari Molzania, kalau pulang dari RS, jangan lupa minta surat kontrol. Itu penting banget soalnya untuk dikemudian hari jika berobat ulang. Kalau sampai lupa minta surat kontrol, bisa-bisa saat berobat ulang tadi bakalan ditagih. Kitanya sendiri yang akhirnya repot urus ini dan itu.

Obat Generik.
Credit Dunia Informasi Kesehatan
BPJS mungkin membantu untuk sebagian orang, tapi tidak sepenuhnya membantu juga. Oiya, surat kontrol atau rujukan itu berlaku selama 3 bulan. Setelah tiga bulan, kita bisa minta surat rujukan kembali sama dokternya. Waktu 3 bulan itu sama kok kaya asuransi biasa. Tante Molzania kebetulan juga pakai Generali, beliau berobat ke RS setelah rawat inap direcovery full biayanya sampai 3 bulan pasca tanggal rawat inap. 

Sekarang keadaan mama sudah mulai pulih. Tapi masih gak boleh banyak gerak dulu. Juga belum boleh angkat yang berat-berat. Mohon bantuan doanya yaa sobat bubblelatte biar cepat sembuh. Aamiin Yaa Rabbal Alamin.. ^_^

Jika kalian punya pengalaman seputar operasi menggunakan BPJS, mari tulis pengalaman kalian di kolom komentar. Sharing is caring soalnya, jadi jangan ragu menceritakan pengalamanmu. :D
Comments
0 Comments

0 komentar :

Post a Comment

Sharing is caring ! Give your comment here please :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...