Thursday, October 27, 2016

Perbedaan Standar Akuntansi ETAP dan SAK

Posted by with No comments

ItemPSAK-IFRSETAP
Penyajian Laporan KeuanganSAK menjelaskan penyajian wajar dari laporan keuangan dan pengertian laporan keuangan yang lengkap.Penyajian laporan keuangan dalam SAK ETAP jauh lebih ringkas.
Neraca Tidak adanya pemisahan pengungkapan untuk entitas yang berbentuk PT dan bukan PT.Memisahkan pengungkapan yang diperlukan untuk entitas yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) (mengungkapkan rincian setiap kelompok modal saham dan penjelasan cadangan ekuitas) dan yang bukan berbentuk PT (mengungkapkan rincian informasi modal yang setara dengan PT).
Laporan Laba RugiMenggunakan istilah penghasilan komprehensif lain.Tidak menggunakan istilah penghasilan komprehensif lain.
Laporan Perubahan Ekuitas dan Laporan Laba Rugi dan Saldo LabaMengatur tentang penyajian masing-masing penghasilan komprehensif lain. Tidak terdapat penjelasan laporan keuangan lengkap.Laporan perubahan ekuitas perlu menunjukkan pendapatan dan beban yang diakui langsung dalam ekuitas. Terdapat penjelasan laporan keuangan lengkap.
Laporan Arus KasMemberikan pilihan menggunakan metode langsung dan tidak langsung. Mengatur arus kas dari mata uang asing.Menentukan bahwa arus kas dari aktivitas operasi perusahaan diperoleh dari metode tidak langsung. Tidak mengatur arus kas dari mata uang asing.
Catatan Atas Laporan KeuanganTidak mengatur tentang modal, instrumen keuangan puttable yang diklasifikasikan sebagai ekuitas dan rincian pengungkapan lain.Tidak mengatur tentang modal, instrumen keuangan puttable yang diklasifikasikan sebagai ekuitas dan rincian pengungkapan lain.
Kebijakan dan Estimasi Akuntansi dan KesalahanPSAK 25 mengatur dalam sub bab tersendiri mengenai keterbatasan penerapan retrospektif.SAK ETAP menggabungkan keterbatasan penerapan retrospektif di dalam judul pengungkapan perubahan kebijakan dan pengungkapan koreksi kesalahan.
Investasi pada Efek TertentuMelarang perubahan dari dan ke kelompok investasi manapun, dan Ada aturan mengenai tainting rule.Tidak melarang perubahan dari dan ke kelompok investasi manapun, dan tidak ada aturan mengenai tainting rule.
PersediaanPSAK mengatur mengenai pialang dagang komoditi menggunakan nilai wajarSAK ETAP tidak mengatur mengenai pialang dagang komoditi menggunakan nilai wajar
Investasi pada Entitas Asosiasi, Entitas Anak, Joint Venture, dan Properti InvestasiAdanya pengaturan mengenai hak suara potensial. Investasi pada entitas asosiasi dan pencatatan joint venture dicatat menggunakan metode ekuitas.Tidak adanya pengaturan mengenai hak suara potensial. Investasi pada entitas asosiasi dan pencatatan joint venture dicatat menggunakan metode biaya.
Aset Tetap dan Properti InvestasiMemberikan pilihan untuk mengukur pada nilai wajarMenganut penilaian aset berdasarkan biaya perolehan
Aset Tidak BerwujudPSAK mengatur pengeluaran internal tertentu seperti biaya pengembangan setelah tercapai economic viability dapat dikapitalisasi sebagai aset tidak berwujud.Mengatur entitas harus mengakui pengeluaran internal yang terjadi atas aset tidak berwujud sebagai beban saat terjadinya, kecuali pengeluaran tersebut memenuhi kriteria sebagai biaya perolehan atas aset lain.
Biaya Pinjaman dan Penurunan AsetPSAK-IFRS mengatur mengenai kapitalisasi biaya pinjaman. Sementara terkait penurunan nilai aset, PSAK secara spesifik mengatur mengenai penurunan nilai pinjaman yang diberikan dan piutang dan persediaan.Pengaturannya lebih sederhana, dimana semua biaya pinjaman yang muncul diakui beban pada periode terjadinya. Sementara pada penurunan nilai aset, SAK ETAP memiliki ruang lingkup yang lebih luas.
Kewajiban Diestimasi dan Kontinjensi, Ekuitas, Pendapatan dan Pajak PenghasilanPSAK-IFRS menggunakan konsep pajak tangguhan.Terkait pajak penghasilan, pengaturan dalam SAK ETAP jauh lebih sederhana yaitu menggunakan konsep pajak terutang.
SewaPSAK mengatur tersendiri lessor pabrikan atau dealer, dan transaksi jual dan sewa balik.SAK ETAP hanya mencakup pengaturan tentang transaksi sewa.
Imbalan KerjaMetode Projected Unit Credit (PUC) yang membutuhkan berbagai asumsi aktuarial disyaratkan dalam PSAK.Metode Projected Unit Credit (PUC) yang membutuhkan berbagai asumsi aktuarial juga disyaratkan dalam SAK ETAP. Namun terdapat ketentuan tambahan bahwa jika entitas tidak mampu untuk menerapkan PUC, maka entitas diperkenankan untuk membuat penyederhanaan pengukuran kewajiban untuk pekerja kini.
Mata Uang Pelaporan dan Transaksi dalam Mata Uang AsingIstilah mata uang pelaporan tidak digunakan dalam PSAK 10. PSAK mengatur mengenai penjabaran kegiatan usaha luar negeri dan pengaruh pajak atas semua selisih nilai tukar.SAK ETAP memiliki definisi mata uang fungsional, mata uang pelaporan dan mata uang pencatatan. Selain itu SAK ETAP juga mengatur bahwa jika entitas menggunakan mata uang asing sebagai mata uang pelaporan, maka mata uang tersebut harus mata uang fungsional.
Peristiwa setelah Akhir Periode Pelaporan dan Pengungkapan Pihak-Pihak yang Mempunyai Hubungan IstimewaPSAK mengatur secara spesifik kelangsungan usaha, dan mengatur spesifik terkait entitas yang memiliki hubungan istimewa dengan pemerintajSAK ETAP mengatur dividen yang diumumkan setelah tanggal pelaporan dalam subbab tersendiri. Terkait dengan pengungkapan pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa, SAK ETAP mengatur pengungkapan kompensasi dalam manajemen kunci.
Ketentuan Transisi Entitas yang memenuhi persyaratan ETAP, namun memilih untuk tidak menerapkan SAK ETAP, harus secara konsisten menggunakan PSAK-IFRS.Entitas yang sebelumnya telah menyusun laporan keuangan dengan PSAK dan akan menerapkan SAK Etap akan melakukan beberapa penyesuaian.
Comments
0 Comments

0 komentar :

Post a Comment

Sharing is caring ! Give your comment here please :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...