Monday, October 12, 2015

Menjadi Agen Pulsa Cilik

Posted by with 2 comments
Pulsa saat ini sudah menjadi kebutuhan pokok bagi semua orang. Baik tua maupun muda. Seiring dengan menjamurnya perangkat telekomunikasi tanpa kabel, atau yang biasa kita sebut handphone. Di Indonesia saja, pengguna handphone berbagai merk mulai dari tingkat biasa hingga smartphone canggih melebihi jumlah penduduk itu sendiri. Menurut data US Census Bureau, pengguna handphone di Indonesia tahun 2014 sudah mencapai angka 281 juta, lebih banyak 15% dari jumlah penduduk pada tahun tersebut. 


Angka yang terbilang fantastis itu, membuat industri telekomunikasi pun berkembang pesat. Tidak hanya perangkat kerasnya yang terus diperbaharui, tetapi para pelaku usaha provider pun berlomba untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggannya. Termasuk ketika kita mencoba berbicara tentang bisnis jualan pulsa elektrik.
Hal itulah yang kuutarakan pada adikku yang waktu itu masih kelas satu SMP, ketika ia ingin membuat usaha sampingan yang tidak mengganggu jadwal sekolahnya. “Jualan pulsa murah aja dek,” kataku bersemangat. Jualan pulsa itu tidak banyak resikonya, dan bisa dipakai sendiri pula.

Aku teringat temanku dulu semasa sekolah. Ia mengumpulkan uang dari berjualan pulsa. Pembelinya tentu saja teman-temannya sendiri. Termasuk diriku. Jadi kita gak perlu jauh-jauh ke kantin sekolah untuk beli pulsa. Cukup beli dengan temanku itu saja.


Sebelumnya aku sempat hunting di internet tentang jualan pulsa murah Jakarta. Kenapa aku memilih Jakarta? Karena lumayan banyak pilihannya. Ternyata rata-rata untung yang dipatok dari jualan pulsa elektrik Jakarta tidak terlalu besar. Namun pasarnya sangatlah menjanjikan. Semua orang yang punya hp, pasti butuh pulsa. Bisnis pulsa ini cocok untuk siapa saja yang baru memulai bisnis skala kecil. Tak ada salahnya jika adik mencoba berbisnis ini.

Namun adik tak langsung mengiyakan. Malah bertanya banyak hal padaku. “Tapi kak di sekolah sudah ada yang jualan pulsa di kantin!” keluhnya. “Terus untungnya bisa dipake jajan gak?” tanyanya. “Apa gak kena marah guru kalo jualan pulsa?” Adik bertanya lagi.

Alih-alih menjawab pertanyaannya, aku mengajaknya ke konter pulsa langganan. Singkat kata adikku menjadi downline konter pulsa tersebut dengan modal didapat dari uang tabungannya sendiri. Seluruhnya berjumlah tiga ratus ribu rupiah.

Langkah pertama aku menyuruhnya untuk melakukan kegiatan promosi terlebih dahulu. “Beritahukan ke teman-teman dan gurumu di sekolah bahwa kau jualan pulsa, “ perintahku. Dan adik lalu mengirimkan sms dan broadcast bbm ke semua kontak di hapenya. Satu pekerjaan telah selesai.

Adikku pun mendapatkan pelanggan pertamanya. Tebak siapa? Wali kelasnya sendiri. Dia senang bukan main. Bagai mendapatkan durian runtuh, adik memamerkan selembar uang lima puluh ribu plus seribu rupiah penghasilan pertamanya. “Bagus, “ pujiku. “Lanjutin promonya dek ke temen-temen sekolah, “ nasihatku.

Minggu-minggu awal adik jualan pulsa, kelihatannya sih lancar-lancar aja. Namun tidak juga sih sebenarnya. Adik mengadu kepadaku kalau ia sering dijadikan obyek hutangan teman-temannya. “Kemarin temenku ada yang ngutang kak, “ keluhnya, “sudah tiga hari belum bayar-bayar.”

Gawat nih, pikirku. Kalau ini terus dilanjutkan, bisa merugi nantinya. Aku pun menyuruh adik untuk mencatat nama siapa-siapa saja teman-temannya yang berutang pulsa. Awalnya ia ragu-ragu, soalnya jadi mirip ibu-ibu kreditan. Kemana-mana bawa catatan hutang hehehe...

Pengusaha itu mesti tegas pada customernya. Kalau mau terus diutangin, bisa bangkrut nanti usahanya. Kalau dalam Akuntansi, neracanya defisit karena tumpukan piutang yang berlebihan. So, kita mesti bijak kalau mau jadi seorang entrepreneur.

Adik manggut-manggut mendengar penjelasanku. Bila perlu tidak usah dikirim pulsanya kalau ujung-ujungnya hutang melulu, aku mewanti-wanti. Sejak saat itu, ia mulai tegas pada teman-temannya. Yang kemarin sudah berhutang, esok-esoknya harus bayar dulu hutangnya baru bisa beli pulsa lagi.

Tiga bulan berikutnya, uang yang terkumpul sudah lumayan banyak. Adik termasuk supel dan ramah sih dalam pergaulannya. Jadi teman-teman yang berhasil dirayunya lumayan banyak. Ia juga menerapkan prinsip jemput bola. Setiap hari ngider dari kelas ke kelas untuk cari pelanggan.
Pinginnya sih semua penghasilannya dijajanin semua, tapi aku menolak mentah-mentah ide tersebut. Sebaiknya sebagiannya dijadikan modal saja, pikirku. Lalu untungnya ditabung dan disedekahin ke pembangunan masjid dekat rumah. Biar berkah, kataku meniru Upin dan Ipin. Adikpun ngedumel dalam hati. Namun walau ngedumel, ia tetap menyetujuinya.

Seiring berjalannya waktu, kegiatan adik di sekolah pun bertambah. Apalagi sekarang ia sudah duduk di kelas 1 SMU. Otomatis bisnis pulsanya mulai terlantar. Adik merasa kesulitan bila harus pergi ke konter untuk isi ulang. Aku pun berpikir cepat. Kebetulan sekali, kami seolah dipertemukan dengan pojok pulsa.

Lewat pojok pulsa, adik tak perlu repot-repot isi ulang ke konter pulsa langganan. Cukup aku yang mengisinya via online dengan menggunakan m-banking. Proses registrasinya juga mudah dan cepat. Nominalnya bisa diisi berapapun. Pojok pulsa sarana bisnis pulsa yang tepat untuk orang-orang yang butuh kepraktisan.

Kini aku pun bisa jualan pulsa. Kalau dulu aku harus menghubungi adek agar bisa diisikan pulsa. Sekarang tak perlu lagi. Aku hanya tinggal membuka akun kami di web pojok pulsa, lalu isi pulsa sendiri. Sepertinya semua anggota keluarga bisa ikut jualan pulsa. Untung yang didapat juga lebih besar daripada isi ulang di konter. Jualan pulsa di Pojok Pulsa juga ada sistem downlinenya loh. Semakin banyak downline kita, maka semakin besar pula bonus yang kita dapat.

Coba dari dulu udah ketemu sama Pojok Pulsa ya, nggak?

*diikutsertakan dalam kontes blog Pojok Pulsa 2015*

2 comments :

  1. Selamat Buat Admin Blog
    Udah jadi pemenang lomba dari post ini
    http://pojokpulsa.co.id/pemenang-lomba-blog-pojokpulsa-2015

    aku mah kaga" menang - haha :v
    Habisnya artikelku kalah jauh kualitasnya ama tulisan yang disini

    Nitip ya, hehe:
    http://www.radiomustika.com/2015/08/pulsa-elektrik-murah-jakarta-terpercaya.html

    Sekali lagi congrats like :) - Mari kita lanjutkan bakat menulis kita (y)

    ReplyDelete

Sharing is caring ! Give your comment here please :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...