Wednesday, January 14, 2015

Happy Birthday, Haru!

Posted by with No comments
[Diikutkan dalam lomba ultah ke-4 Penerbit Haru]

Pagi ini Haru uring-uringan. Anak ayam yang biasanya selalu bersemangat pergi ke sekolah malah manyun. Ibu Haru pun dibuat pusing tujuh keliling. Sarapannya tak dihabiskan Haru. Padahal itu makanan favoritnya.


“Cepatlah makan, Nak. Kau harus pergi ke sekolah!” perintah Ibu. Lima belas menit lagi bel sekolah sudah berbunyi.

Beberapa bulan ini, Haru punya kesibukan baru. Usianya sudah empat tahun. Ia bersekolah di TK dekat rumahnya. Awalnya Haru pergi ke sekolah dengan hati senang. Namun, kini ia merajuk. Entah kenapa.

"Selamat pagi, Haru.” Kata Bu Moni Monyet, guru kelas Haru sesampainya di kelas. Haru kelihatan ogah-ogahan menaruh tasnya di lemari. Sampai-sampai Bu Moni harus membetulkan posisi tasnya agar tak jatuh.

Haru pun duduk manis di kursinya. Ia melipat tangannya dengan rapi. Teman-temannya juga melakukan hal yang sama.

“Anak-anak, hari ini kita akan belajar berhitung. “ ajak Bu Moni ramah, “Kita belajar sambil bernyanyi.”

Anak-anak menyambutnya dengan antusias. Kecuali Haru. Ia masih merajuk. Bibirnya monyong ke depan. Ibu Haru yang melihatnya dari luar kelas sampai geleng-geleng kepala.

Melihat Haru berwajah murung, Bu Moni lalu menghampirinya. “Kamu kenapa, Haru?” tanya Bu Moni lembut. Haru menggeleng pelan.
 Teman-teman Haru kelihatan bingung. Mereka berusaha menghibur Haru. Lili Lebah tersenyum manis pada Haru.  Koko beruang menepuk-nepuk pundaknya. Tetapi Haru hanya menatap mereka semua sendu.

”Ayo, anak-anak kita berhitung dari angka satu.” Ajak Bu Moni yang sudah kembali ke depan kelas.

“Satu... Dua... Tiga... Empat, “ teriak Bu Moni. Anak-anak lalu menirukan suaranya. Sampai disana Bu Moni tersenyum manis.

“Anak-anak, tahukah kalian arti angka 4 hari ini?” tanya Bu Moni. Semua jadi penasaran dibuatnya. Terlebih Haru. Ia mendongakkan kepalanya sedikit ke arah gurunya.
Tiba-tiba, Koko mengacungkan tangannya. “Hari ini hari ulang tahun Haru yang keempat Bu Guru!” teriaknya keras-keras. Bu Moni tersenyum senang.
Lalu, Ibu Haru pun muncul ke dalam kelas. Ia membawa sepiring kue ulang tahun yang cukup untuk semua orang.


Haru tersenyum kesenangan. Ternyata orang-orang tidak melupakan hari ulang tahunnya. Mereka malah merayakannya. “Selamat ulang tahun, Haru!” pekik teman-temannya bersamaan ketika Haru berhasil meniup lilin ulang tahunnya yang berbentuk angka empat.

Sahabat Haru, Koko beruang menyerahkan kotak kado berukuran besar padanya. Tak sabar, Haru segera membukanya. Ternyata isinya mainan robot Transformer yang telah lama diidamkan Haru. 

"Terima kasih semua. Kalian yang terbaik, " ucap Haru sambil terharu.
Comments
0 Comments

0 komentar :

Post a Comment

Sharing is caring ! Give your comment here please :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...