Monday, December 15, 2014

Senyum Cerah Senyum Systema Nano

Posted by with No comments
Dulu aku sering heran ketika melihat teman nenek datang berkunjung. Beliau sering sekali mengunyah daun sirih yang didalamnya diberi kapur. Membuat dirinya seakan-akan sedang meminum darah. Seisi mulutnya merah-merah semua. Suatu saat iseng aku bertanya kegunaannya untuk apa. Teman nenekku menjawab itu untuk kebersihan gigi. 

Kegiatan Menyirih untuk Memutihkan Gigi
“What?” batinku terlonjak kaget. “Membersihkan gigi saja harus berubah jadi vampire terlebih dahulu?” Aku menggeleng-gelengkan kepala mendengarnya. Lalu kuterka-nerka seperti apa rasa daun sirih itu. Teman nenekku menjawab lagi rasanya enak, mulut jadi terasa lebih segar.

Lain waktu, aku pergi ke masjid menemani ayah untuk shalat Maghrib. Usiaku 10 tahunan waktu itu. Di masjid aku bertemu dengan pak ustadz teman ayahku. Beliau menasehatiku kalau mau shalat sebaiknya membersihkan diri terlebih dahulu. Kubalas pernyataannya dengan mengatakan kalau aku sudah mandi sore sebelum pergi ke masjid. Beliau manggut-manggut senang.

“Molly, sudah sikat gigi belum?” tanyanya lagi. Aku menggeleng. Pak Ustadz pun mengeluarkan sebuah benda yang membuatku tercengang. Belakangan aku tahu kalau itu siwak. Pak Ustadz kembali menasihatiku untuk tak lupa sikat gigi. Aku heran kok sikat gigi Pak Ustadz berbeda dari yang lain.


Siwak ternyata “sikat gigi”nya Rasulullah. Terbuat dari pohon Arak yang mempunyai nama latin Salvadora Persica. Pohon ini memiliki dahan dan akar yang lembut yang ternyata telah direkomendasikan oleh WHO sebagai pembersih mulut dan gigi. Penelitian menunjukkan bahwa di dalam seratnya terkandung berbagai macam zat-zat yang bermanfaat untuk kesehatan mulut dan gigi.  Diantaranya Fluoride, abrasive, antiseptik, deterjen, astringent dan enzyme inhibitor.

Pulang kerumah, aku jadi kepingin mencoba siwak. Keesokan harinya Ayah membelikanku sebatang siwak yang lalu segera kugunakan. Rasanya aneh. Mungkin karena aku belum terbiasa. Ternyata sikat gigi menggunakan siwak tak cocok untukku. Aku tetap lebih suka sikat gigi bulu anak-anak berwarna merah jambu kesukaanku.

Bicara soal kesehatan gigi, mama adalah polisi gigi nomor satu di dunia. Beliau selalu cerewet bila menyuruh anak-anaknya sikat gigi. Kalau aku lagi malas atau sakit, mama tahan membawakan segelas air dan sikat gigiku supaya aku tetap sikat gigi di atas kasur. Sampai aku duduk di kelas 1 SMA pun, mama terkadang masih menyikatkan gigiku malam-malam sebelum tidur.

Mama Sang Polisi Gigi
Alasannya kata mama, aku suka tidak bersih menyikat gigi. Gigiku sangat licin ketika dirabanya. Itu menunjukkan kalau di gigiku masih ada sisa makanan yang melekat. Mama mengusahakan kami anak-anaknya untuk tidak seperti beliau di masa kecilnya dulu. Waktu kecil, mama kurang memerhatikan kesehatan gigi. Akibatnya di masa dewasa, mama sering bolak-balik pergi ke dokter gigi. Entah untuk menambal, atau bahkan mencabut gigi karena giginya keropos.

Mama tak mau hal itu terjadi pada anak-anaknya. Kata mama pengobatan gigi akibat sakit itu mahal. Mending uangnya ditabung untuk keperluan pendidikan atau jalan-jalan. Udah gitu kata mama rasa sakitnya itu bikin gak tahan. Sakitnya tuh disini, kata mama nunjuk gigi sama kepala. Ternyata sakit gigi juga bisa menyebabkan sakit kepala. Maka dari itu, mama lebih suka memarahi aku dan adik kalau lupa menyikat gigi.

Terkadang aku suka protes sama mama. Mama tuh kepooo banget deh sama persoalan gigiku. Nemu karang gigi sedikit, udah langsung disuruh periksa ke dokter gigi. Bolong sedikit, cepat-cepat disuruh tambal. Kalau tidak mau, mama tahan menemaniku ke dokter gigi. Bahkan hingga saat ini kesehatan gigiku tak pernah absen diinterogasi.

Saat gigi depanku patah karena terjatuh, mama menyesalnya minta ampun. Beliau memarahiku yang ceroboh saat bermain bersama teman-teman. Mama membawaku ke dokter gigi untuk dipasangi tambalan gigi depan. Namun karena sering lepas, kelas 2 SMU aku tak mau lagi memasangnya. Toh gigi depanku yang patah hanya sedikit sehingga tidak memengaruhi penampilanku secara keseluruhan.

Setelah aku dewasa, aku baru memahami “kecerewetan” mama. Ternyata perawatan gigi sejak dini itu penting sekali. Pengobatan lebih mahal daripada perawatan gigi. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Setelah insiden gigi bolong beberapa waktu yang lalu, aku insyaf untuk lalai menyikat gigi. Bukan hanya soal biayanya, tapi juga karena rasa sakitnya.

Benar kata mama, rasanya di bor itu sakit. Ngilunya minta ampun. Belum lagi suara peralatannya yang berisik. Sakitnya tuh benar-benar di gigi dan kepala. Ditambah lagi menguras isi kantong. Untungnya dokter gigi langgananku paham kalau aku masih coba-coba mencari penghasilan sendiri. Jadi biayaku sedikit dimurahkan olehnya.

Belajar dari pengalaman, kini aku lebih concern terhadap kesehatan gigi dan mulutku. Untuk perawatan gigi harian, kupercayakan pada Systema Nano. Systema Nano mengandung butiran kalsium nano untuk mencegah sekaligus mengobati gigi yang berlubang. Selagi lubang gigimu masih berukuran nano, segera ditutupi dengan Systema Nano.

Ada dua varian Systema Nano yang bisa kita pilih; yaitu Spring Fresh dan Menthol Breeze. Selain Nano Kalsium, SystemaNano juga mengandung Erythritol dan Micro Foam. Erythritol berfungsi untuk mengurangi plak di gigi secara efektif lebih cepat dibanding pasta gigi biasa. Sedangkan Micro Foam atau busa berukuran Mikro mempercepat penyebaran Nano Kalsium dan Erithritol hingga ke sela-sela gigi, untuk mulut sehat dan terlindungi secara menyeluruh dari gigi berlubang.


SystemaNano tergolong produk pasta gigi baru di Indonesia. Dikembangkan langsung oleh Lion Jepang, perusahaan yang tentunya sudah akrab di telinga kita rakyat Indonesia. Pasta gigi ini memberikan aksi perlindungan cepat dan tepat untuk 8 masalah mulut, yaitu:
  1. Membantu memperbaiki gigi berlubang dalam 2 minggu
  2. Membantu memperkuat gigi dan enamel gigi
  3. Membunuh bakteri
  4. Membantu mengurangi plak
  5. Menjaga gusi tetap sehat
  6. Menetralisir asam di mulut
  7. Mengurangi bau mulut
  8. Melindungi gigi secara menyeluruh
Aku dan Systema Nanoku
Selain itu untuk merawat gigi, aku juga menghindari makanan dan minuman yang berpotensi merusak gigi. Diantaranya teh, kopi, minuman bersoda, cuka dan kecap. Makanan dan minuman tersebut mengandung zat tanin yang menimbulkan noda pada gigi. Aku juga membiasakan untuk tidak sesering mungkin makan-makanan yang mengandung asam. Karena sifat rongga mulut kita basa, bila keseringan mengonsumsi yang asam-asam, bisa menimbulkan efek korosif pada gigi.

Setelah rutin membiasakan pola gigi sehat, gigiku kini tak lagi bermasalah. Berkat Systema Nano, gigiku yang dulu kuning akibat mengonsumsi cuka pempek, kini perlahan memutih. Selain itu, karena Systema Nano juga kepercayaan diri jadi meningkat. 

Senyum Gigi Sehat Systema Nano
Gak perlu repot-repot mengunyah daun sirih, Systema Nano punya semua yang kamu butuhkan untuk gigi sehat. Selain pasta gigi, Systema Nano juga dilengkapi obat kumur dan sikat giginya juga lohh... Bangga deh jadi generasi muda Systema Nano, gigiku putih senyumku pun cemerlang... ^o^


Buat yang mau tau lebih lengkap mengenai produk Systema Nano dan info mengenai kesehatan gigi, kunjungi websitenya di SystemaSolution.com. Pantengin juga Facebooknya di Systema Solution. Lalu follow juga twitter mereka disini. Yuk, hidup sehat dengan rajin merawat gigi dimulai dari sekarang!

*diikutsertakan dalam Lomba Blog Systema #ShareTheGoodness*
*tulisan terpilih sebagai Juara Kedua Lomba blog Systema #ShareTheGoodness mendapatkan hadiah merchandise Systema*
Comments
0 Comments

0 komentar :

Post a Comment

Sharing is caring ! Give your comment here please :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...