Tuesday, September 23, 2014

Ketika Kasir Minimarket Bermasalah

Posted by with No comments
Beberapa hari yang lalu, teman sesama kuter Molzania mengeluh di media sosial facebook. Dia barusan belanja di salah satu minimarket. Nah pulangnya pas mau bayar, temen Molzania itu menggunakan voucher minimarket yang bersangkutan hasil menang kuis. Vouchernya kebetulan waktu itu bertuliskan Selamat Lebaran karena mungkin edisi spesial Hari Raya Idul Fitri.

Sesampainya di meja kasir, si kasir malah minta nama dan no hp. Mana struknya tidak dikasih, temen disuruh pulang bawa belanjaannya dulu. Temenku polos aja, meski rada bingung untuk apa pake disuruh konfirmasi no hp segala. 

Malam harinya baru ketahuan deh. Si kasir minimarketnya nelpon. Katanya voucher sudah expired. Cuma bisa dipake pas hari lebaran aja. Temenku disuruh balik lagi ke minimarket tersebut buat melanjutkan pembayaran tunai. sebagai seorang kuter tentu tidak mudah percaya begitu saja. Dipostinglah status facebook yang mempertanyakan kalau apakah benar voucher edisi lebaran tersebut tidak bisa digunakan. Ternyata temen-temennya yang laen bilang bisa kok. Malah expirednya masih lama pula sampai tahun depan.


Terkait dengan masalah ini. Molzania sendiri juga punya pengalaman serupa. Awal tahun lalu, Molzania menang kuis berhadiah voucher Sodexo. Kali ini supermarket terkenal yang merchantnya ada di Palembang. Arah-arah jalan POM IX. Molzania sudah beberapa kali belanja disana pake voucher serupa dan tidak pernah ada masalah.

So, waktu itu emang lagi naas banget kali ya. Soalnya pas mau transaksi di kasir, Molzania dipaksa ama kasir untuk beli pulsa. Karena merasa kasian ngeliat si mbak kasir kelihatan ngenes banget, ya Molzania isi ulanglah pulsa untuk hape adik. Kebetulan pulsa adek juga tipis hihii... Sebelumnya Molzania udah tanya-tanya sama mbak kasir, voucher Sodexo bisa gak digunain di supermarket ini. Pas tanya sana-sini, ternyata bisa. Dan transaksi pun dilakukan dengan mulus.

Keesokan sorenya, muncul panggilan nomor hape tak dikenal di hape adek. Karena waktu itu lagi les adekku tak sempat mengangkatnya. Malamnya dapet sms dari nomor hape itu yang intinya voucher Sodexoku tidak bisa digunakan. Maka aku harus kembali secepatnya, karena kalau tidak si kasir akan dipecat dari pekerjaannya.

Terkejut, aku pun cek sama temen-temen kuter. Mereka menjawab voucher Sodexo bisa digunakan di supermarket itu. Bahkan ada salah satu temen yang pernah belanja di tempat yang sama dengan voucher Sodexo. Pas cek di websitenya, memang voucher bisa digunakan di supermarket tersebut. Aku pun berkesimpulan si kasir berbohong atau ada maksud jelek. Lagian jika kode voucher kita sudah dimasukkan di komputer kasirnya, maka nilai yang tertera di voucher akan otomatis hangus karena transaksi sudah berhasil dilakukan.

Maka kudiamkan saja sms dari si mbak kasir, dia mau minta ketemuan di suatu tempat pula. Tentu saja Molzania menolaknya. Lagian salah si kasir, kemarin dia bilangnya bisa. Lha esoknya berubah. Setiap hari hape adikku diteror ama sms dan miscallnya. Molzania bilang cuekin aja, ntar juga diam sendiri. Lama-lama adekku tak tahan lagi, dia minta ganti nomor hape.

So, untuk teman sesama kuter yang punya pengalaman yang sama, berhati-hatilah. Jangan sampai anda membayar dobel karena ulah kasir yang tak bertanggungjawab. Si kasir lagi butuh duit kali ya, sampe-sampe tahan neror konsumen gitu. Padahal kata Tuan Krab, pasal satu konsumen tak pernah salah. Jika salah, kembali ke pasal satu. Atau si kasir rada gaptek, masukin kode voucher aja gak bisa. hihii

Masukan buat minimarket atau supermarket untuk lebih memerhatikan behaviour karyawannya. Juga memaksimalkan metode hitech training sama si kasir. Jangan sampai konsumen merasa dirugikan. Biarpun voucher didapatkan secara gratis, tapi situ nerima duitnya juga kan. :P

Balik lagi ke cerita temanku diatas, setelah diancam akan diadukan ke admin facebook resmi minimarket yang bersangkutan. Pihak minimarket pun meminta maaf lewat telepon dan sms. Hmm.. kuter kok dilawan hahaa... Kalau saja masih berulah, disarankan untuk melapor ke YLKI nih. Karena ini sudah dalam bentuk terror terhadap konsumen. >.< 
Comments
0 Comments

0 komentar :

Post a Comment

Sharing is caring ! Give your comment here please :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...