Monday, June 23, 2014

Langkah Kecil Selamatkan Air

Posted by with No comments
Salah satu esensi kehidupan manusia itu air. Ia tak dapat dipisahkan dari manusia. Hampir 70% permukaan bumi dilapisi oleh air. Namun, sebagian besarnya tidak dapat diminum karena asin. Menurut National Geographic, satu dari delapan orang di dunia kekurangan air bersih. Untuk itulah, orangtuaku berkomitmen untuk menghemat air. Satu hal kecil yang kita lakukan untuk menghemat air bisa menyelamatkan Indonesia dari kekurangan air.


Dulu ada kalanya aku dan adik bandel. Namanya juga masih kanak-kanak. Kami menghambur-hamburkan air untuk bermain. Akibatnya kami berdua dimarahin oleh Ayah. Kata beliau air itu harus digunakan seperlunya. Boros itu temannya setan. Air yang kita buang itu siapa tau sedang dibutuhkan oleh orang lain. Maka itu artinya kita tidak hanya membuang persediaan air bersih, tetapi juga menyakiti hati orang lain.

Pelan-pelan kami dididik untuk belajar menghemat air. Mama menyuruh kami untuk mematikan air secepat mungkin bila bak mandi sudah terisi penuh. Jika kami mencuci tangan, air hanya digunakan saat akan membilas. Cara-cara sederhana seperti inilah bila diterapkan oleh semua orang, kekurangan air bersih pun bisa dihindari.

Sekali waktu kami merasakan sendiri rasanya tidak ada air. Setiap tahun di kota Palembang, PDAM melakukan penghentian pasokan air bersih untuk pemeliharaan alat. Aku dan adik pun merasakan tidak enaknya bila kekeringan air. Bila saat itu tiba, kami menjatah-jatah air untuk digunakan. Pernah kami terpaksa mandi di tempat nenek karena penghentian pasokan air oleh PDAM berlangsung selama tiga hari. Padahal persediaan air di bak hanya bisa mencukupi kebutuhan mandi selama satu setengah hari saja.

Mama menyulap halaman depan kami yang tak begitu luas menjadi kebun. Isinya berbagai jenis tanaman obat-obatan dan rempah. Juga bunga-bungaan. Ada melati, anggrek, daun pandan, pohon pisang, mangga, kelapa dan lain sebagainya. Dengan kita menanam tetumbuhan, 80% air hujan dapat diserap ke dalam tanah sehingga mencegah banjir dan menjadi cadangan air di musim kemarau.

Beliau menggunakan air bekas rendaman beras untuk disiramkan ke tanaman. Selain bisa menghemat air, langkah tersebut juga dapat menyuburkan tanaman. Air bekas rendaman beras mengandung posfor dan zat besi yang berguna untuk mempercepat pertumbuhan akar dan pembentukan klorofil pada tanaman.

Kami juga menerapkan sistem pot gantung untuk tanaman-tanaman di rumah. Tidak hanya untuk menghemat tempat, tetapi agar tak membutuhkan banyak air untuk menyiraminya. Cukup siram pot yang paling atas, maka air akan merembes melalui celah-celah pot lalu mengalir ke pot di bawahnya.


Terakhir kami menggunakan pompa air merk SHIMIZU karena semburan airnya yang kencang sangat membantu pekerjaan rumah dan kebun. Say goodbye menggunakan air berember-ember hanya untuk mencuci mobil dan motor. Hanya dengan menyalakan pompa air, semua kotoran yang menempel pada bodi mobil atau motor hilang. Tersapu oleh semburan pompa air merk SHIMIZU.


*diikutsertakan dalam lomba artikel SAVE THE WATER, SAVE THE EARTH, SAVE THE LIFE yang diselenggarakan Facebook Fanpage SHIMIZU Indonesia*
*mendapatkan hadiah cerita inspiratif by Shimizu Indonesia*
Comments
0 Comments

0 komentar :

Post a Comment

Sharing is caring ! Give your comment here please :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...