Monday, February 17, 2014

Berantas Korupsi Dimulai Dari Diri Sendiri, Berbuat Lebih Untuk Bangsa

Posted by with No comments
Jika saya ditanya tentang apa itu Indonesia? Saya akan lantang menjawab kalau Indonesia adalah negeri yang besar. Indonesia itu negeri yang kaya akan sumber daya alam dan manusia. Terdiri dari puluhan ribu gugusan pulau-pulau yang membentang dari sabang sampai merauke. Memiliki banyak flora dan fauna yang beraneka ragam. Sebuah negeri indah yang diciptakan oleh Allah SWT yang terletak di tengah-tengah dunia. Beriklim tropis dan diapit oleh dua benua; Asia dan Australia.

            Sayangnya kebesaran negara Indonesia tercoreng oleh banyaknya masalah yang melanda negeri ini. Salah satunya adalah korupsi. Bahkan masalah yang satu ini sudah mendunia. Sebuah riset Transparency International menyatakan bahwa Indonesia menempati peringkat 62 terkorup dari 117 negara di dunia. Peringkat pertama diduduki Somalia, lalu peringkat kedua diduduki Korea Utara.

            Sementara itu untuk skala Asia Tenggara, posisi indonesia tahun ini memang lebih baik dari negara-negara lain seperti Kamboja, Myanmar, Laos. Timor Leste, dan Vietnam. Tetapi Indonesia tertinggal jauh dibanding macan-macan Asia Tenggara lainnya yaitu Singapura, Brunei, Malaysia, dan Thailand. Bahkan berdasarkan Political and Economic Risk Consultancy (PERC)—lembaga peringkat yang berbasis di Hongkong, Indonesia menempati peringkat kedua setelah pada tahun 2012 lalu berada di posisi puncak. Peringkat pertama negara terkorup di dunia tahun ini diduduki Filipina. Meski tergolong perubahan, namun hal ini belumlah termasuk kemajuan mengingat IPK Indonesia masih stagnan.

            Beberapa waktu lalu masyarakat Indonesia dikejutkan oleh korupsi proyek pengadaan Al-Quran Tahun 2012 di Kementrian Departemen Agama yang sampai saat ini masih terus berlanjut. Kasus ini diduga melibatkan Wakil Menteri Agama. Dana yang dikorupsi diperkirakan mencapai 21,7 M. Sungguh miris mengingat barang yang dikorupsi merupakan kitab suci umat Islam yang seharusnya bebas dari KKN. Tentunya ini merupakan sebuah penghinaan bagi negara Indonesia yang merupakan negara mayoritas muslim terbesar.

            Belum lagi, kasus Hambalang dan Century yang seperti benalu di negeri ini. Korupsi Pemberantasan Korupsi (KPK) seakan jalan di tempat dalam menyelesaikan kasus itu. Tahun demi tahun terus berganti,  tak pernah terkuak siapa dalang besar di baliknya. Beberapa nama bermunculan, tetapi itu tak menuntaskan perkara. Kasus Hambalang dan Century ibarat benang ruwet yang tak mudah diulur.

            Apa yang dijabarkan diatas sungguh sangat miris. Mengingat negeri ini negeri yang besar dan luas. Negara Indonesia menempati urutan keempar negeri terluas di dunia. Penduduk negeri ini mencapai 230 juta. Mau dibawa kemana negeri ini bila kekayaannya terus digerus dengan tamak oleh pejabatnya yang tak bertanggungjawab?

            Korupsi sudah sangat mengakar dalam diri masyarakat Indonesia. Bahkan itu sudah membudaya jauh sebelum berita korupsi mencuat dimana-mana. Masyarakat sudah menganggap biasa hal-hal kecil yang termasuk ke dalam kasus korupsi. Budaya contek-mencontek di kalangan pelajar termasuk korupsi dalam lingkup yang kecil.

            Memberantas korupsi memang tidaklah mudah. Namun bukan tidak mungkin tidak bisa diberantas. Semua harus kembali pada diri setiap individu di negeri ini masing-masing. Kedisiplinan harus ditumbuhkan sesegara mungkin. Dengan bersikap disiplin, setiap orang bertanggungjawab atas tugasnya masing-masing. Sehingga keselarasan di tengah-tengah masyakat akan menjadi kenyataan.

            Budaya disiplin sudah banyak dicontohkan oleh negara maju. Jepang adalah salah satu negara dengan tingkat kedisiplinan penduduk yang tinggi. Sejak kecil anak-anak di Jepang sudah diajari untuk hidup disiplin. Tentu saja itu awalnya tak mudah dan memerlukan proses. Budaya ini dikembangkan dari hal-hal kecil. Sebagai contohnya, pemerintah Jepang memerlukan waktu hingga 100 Tahun untuk membiasakan penduduknya mencuci tangan sebelum makan.

            Individu-individu yang sudah menerapkan sikap disiplin dalam kehidupannya, maka selanjutnya adalah berlomba-lomba dalam berbuat baik. Alangkah indahnya bila Indonesia dipenuhi oleh jiwa-jiwa baik yang senantiasa berbuat kebaikan dimanapun kapanpun. Saling mengingatkan sesamanya untuk berbuat baik. Pemerintah menerima kritikan yang baik dari rakyat dan menerapkan aturan negara dengan baik. Sebaliknya, rakyat mendukung apapun keputusan yang baik dari pemerintah.



            Cara melakukan itu semua tentu saja dimulai dari diri sendiri. Mencoba jadi pribadi yang baik dan taat aturan. Hidup dengan penuh disiplin dan bertanggungjawab. Percuma kalau aturan hanya dibuat, tapi tidak dijalankan. Terakhir, kita mesti bersabar menunggu hasilnya. Mulailah dari sekarang agar hasilnya lebih maksimal.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog, Dino Patti Jalal, www.relawandino.com
Comments
0 Comments

0 komentar :

Post a Comment

Sharing is caring ! Give your comment here please :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...