Monday, January 6, 2014

Sarapan Untuk Indonesia Cerdas

Posted by with No comments
“Ayo, Semua. Sarapan duluu...”

            Begitulah pekikan Mama setiap pagi kepada anak-anaknya. Sangat khas Mama. Padahal si anak masih ingin bermalas-malasan beberapa saat lagi di tempat tidur. Kalau sudah begitu, Mama akan memaksa anak-anaknya untuk bangun dengan cara mendatangi kamarnya satu persatu. Terkadang sambil membawa lecutan, sekedar untuk menakut-nakuti agar lekas menuju meja makan. Begitulah kebiasaan mama sejak jaman dahulu kala.

            Masih setengah mengantuk, anak-anak Mama lantas memaksakan diri duduk di kursi makan. Kalau sudah membicarakan soal sarapan, Mama tak pernah main-main. Sarapan merupakan agenda wajib di rumahku. Sudah menjadi rutinitas harian sebelum berangkat ke sekolah atau bekerja. Kalau tak dilakukan pastilah ada yang kurang.

            Kata Mama, sarapan itu penting buat kesehatan. Terutama bagi seorang pelajar. Perut yang dibiarkan terlalu lama kosong akan segera diisi angin. Akhirnya beragam penyakit pun bermunculan. Dari mulai badan lemas, perut mulas, hingga mencret-mencret. Untuk membuktikan keseriusannya, tak jarang Mama menggunting berbagai artikel tentang pentingnya sarapan yang Beliau temui di Koran. Lalu, Mama pun menempelkannya di dinding ruang makan.

            Menu yang wajib ada di meja makan tak lain tak bukan yaitu nasi. Entah nasi putih, nasi beras merah ataupun nasi goreng. Untuk itu, Mama selalu bangun pagi-pagi sekali. Usai shalat tahajud Beliau menanak nasi. Mama juga menyempatkan diri menghangatkan lauk pauk. Semua itu demi anak-anaknya agar bisa mendapat sarapan. Dengan begitu, si anak tak perlu kelaparan di sekolah.

            Di meja makan, Mama sering menasihati kami agar tak pernah melupakan sarapan. Kalau tak sarapan, badan kamu tak akan bertambah tinggi. Tidak sarapan juga bisa memunculkan penyakit yang berbahaya, semisal usus lengket sehingga harus dioperasi. Mendengar kata operasi, nyali kami pun ciut. Kami cepat-cepat menghabiskan sarapan yang tersedia.

            Kadang Aku membandel. Melewatkan sarapan karena lauknya tidak berselera. Kalau sudah seperti itu, Mama akan mendiamkanku. Lalu, Aku pun kelaparan ketilka tiba di sekolah. Menghabiskan banyak uang untuk jajan di kantin. Akhirnya bisa ditebak. Aku jatuh sakit akibat jajanan yang tak higienis.

            Kalau Aku sakit karena kebanyakan jajan. Mama lantas menghukumku. Uang jajanku dihapus selama seminggu. Aku hanya diberi uang seribu rupiah untuk membeli dua gelas air putih. Membuatku terpaksa menghabiskan sarapan di rumah kalau tak mau kelaparan. Mengingat kembali hal tersebut membuatku merasa geli. Mama menyayangiku. Aku tahu itu.

            Seiring dengan perkembangan informasi, Aku sering melihat tayangan di televisi tentang akibat buruk jajan di sekolah. Banyak sekali pedagang nakal di luar sana. Sengaja membubuhkan bahan-bahan berbahaya pada makanan yang dijualnya, semisal boraks dan pewarna tekstil. Sasaran empuknya tentunya anak-anak sekolah karena mereka lebih suka melewatkan sarapan di rumah.

            Membayangkan boraks dan pewarna tekstil masuk ke dalam tubuh membuatku menyadari kata-kata Mama agar tidak melewatkan sarapan benar adanya. Pedagang-pedagang itu sungguh kejam. Aku pun mendadak geram. Demi keuntungan yang tak seberapa, mereka menghalalkan segala cara. Mereka menutup mata atas akibat dari perbuatan tersebut.

            Bahan-bahan berbahaya tidak dapat dicerna oleh tubuh. Mereka mengendap di dalamnya. Lama-lama akan menumpuk, terus menumpuk. Paling parah seseorang akan terkena kanker. Tubuh mereka akan mengering secara perlahan. Semua itu karena melewatkan sarapan dan lebih memilih jajan di sekolah.

            Seringkali Aku mendengar cerita teman-temanku yang di rumahnya melewatkan sarapan. Bukannya mereka tak mau sarapan, hanya saja Mama mereka tidak serajin Mamaku. Kegiatan memasak apalagi di pagi-pagi buta cenderung membuat orang malas sekali melakukannya. Beruntungnya Aku yang memiliki Mama yang hobi memasak. Tak jarang Mama mempersiapkan bahan makanannya pada malam sebelumnya untuk dimasak pada pagi buta. Semua itu dilakukan agar anak-anaknya yang termasuk pemilih makanan mau menghabiskan sarapan mereka.

            Bila Mama melihat anak-anaknya bosan sarapan dengan nasi, maka Mama akan membuatkan sesuatu yang berbeda. Bisa mie goreng sayuran, atau bahkan spageti. Jarang sekali Mama membuatkan mie instan untuk sarapan kecuali kalau Mama sedang malas masak. Kata Mama mie instan tidak boleh terlalu sering dikonsumsi karena lebih banyak merugikan, ketimbang menyehatkan. Di dalam sebungkus mie instan terkandung pengawet dan karbohidrat yang berlebihan. Kalau dimakan terlalu sering akan menyebabkan kegemukan atau bahkan kanker.

            Oleh karena itu, Mama lebih sering membuat mie buatan sendiri. Untuk mewujudkannya, Mama membeli alat pemotong mie. Mama suka membuat mie dari sayuran, seperti wortel atau brokoli. Meskipun susah, tapi hasilnya tentu saja sehat. Racikan bumbunya tentu saja diolah dengan tangan Mama sendiri. Tak jarang agar mie buatan mama bervariasi, Beliau mengunduh resepnya dari internet.

            Melihat anak-anaknya sudah besar-besar, Mama lalu meminta kami untuk membantunya di dapur. Ternyata tidak semudah yang kubayangkan. Mama juga memintaku untuk mulai belajar memasak. Menurutnya penting sekali bagi seorang wanita untuk bisa memasak. Karena kesehatan keluarga berawal dari masakan rumah yang dikonsumsi saat pagi hari sebelum berkegiatan. Agar anak-anakku nanti bisa terus sehat dan tumbuh cerdas.

            Sarapan dengan makanan sehat buatan sendiri lebih menjamin kehidupan yang baik di masa depan. Semua itu dikarenakan karena kita mengolahnya secara langsung dengan tangan kita sendiri. Kalau tangan orang lain, kita tak tahu kandungan apa-apa saja yang dimasukkan ke dalam makanan. Bisa-bisa ada bahan-bahan berbahaya atau membikin alergi saat mengonsumsinya. Kebetulan Aku dan adik termasuk yang tidak tahan dengan penyedap rasa. Memakannya terlalu sering bisa membuat kami jatuh sakit akibat demam dan radang tenggorokan.

            Percaya atau tidak? Sarapan bisa membuat seseorang menjadi langsing. Makanya Mama lebih menginginkan aku sarapan pagi, ketimbang melewatkannya. Sarapan pagi menyimpan energi sehingga pada siang harinya kita tak makan secara berlebihan. Justru bila berlebihan hal itu mengakibatkan kegemukan. Mama lebih suka anak-anaknya untuk tidak makan malam daripada tidak sarapan.

            Aku pernah punya pengalaman terkait masalah itu. Beberapa waktu lalu, Aku melakukan diet OCD. Itu loh dietnya Om Deddy Corbuzier yang beberapa waktu lalu sempat menjadi sensasional... Di OCD itu kita mengenal empat macam puasa: puasa 16 jam, puasa 18 jam, puasa 20 jam hingga puasa 24 jam. Disana kegiatan breakfast alias sarapan diganti pada siang hari. Kita juga harus mematuhi jendela makan.

            Misal kalau kita mau puasa 16 jam. Maka kita boleh makan apa saja asal dibawah 2000 kalori selama delapan jam. Dimulai dari pukul 12 siang, berakhir pukul 8 malam. Selebihnya kita hanya diperbolehkan minum air putih atau air teh.

            Nah, waktu itu Aku mencoba diet OCD selama 16 jam. Pada pagi hari Aku tidak makan. Pertama kali mencoba biasa-biasa saja. Tapi beberapa hari kemudian, badanku terasa lemas. Mama juga mulai marah-marah. Katanya kalau Aku sakit karena masuk angin, Dia tidak mau bertanggungjawab.

            Alhasil diet OCDku gagal total. Aku yang dari sejak jaman orok udah kebiasaan sarapan pada pagi hari, dipaksakan OCD, malah berakhir dengan perut melilit. Mungkin karena tidak terbiasa kali ya.

            Padahal diet OCD hanya mengubah waktu sarapan menjadi siang hari. Bukan tidak mewajibkan sarapan. Aku tidak tahu kesalahannya dimana. Besok-besoknya Aku kapok menjalani OCD ala Deddy Corbuzier.  Aku melakukan OCD dengan caraku sendiri. Pada pagi hari, Aku menyempatkan diri sarapan salad apel dan segelas susu coklat hangat. Setidaknya ada makanan yang masuk ke perutkulah. Biar tidak masuk angin.

            Ternyata caraku tersebut lebih efektif. Kalau dengan OCD ala Deddy Corbuzier, Aku seminggu turun sekilo. Tapi dengan diet alaku sendiri tiga hari sudah turun sekilo. Tanpa meninggalkan sarapan. Tentu saja semuanya harus ditambah dengan porsi olahraga yang banyak. Setiap hari Aku jalan pagi dan sore satu jam biar cepat langsing. Benar juga kata Mama, yang terpenting itu bukan meninggalkan sarapan tapi perbanyak olahraga. Percuma kalau ikutan diet, naiknya bisa lebih banyak kalau dihentikan. Sarapan penting buat stamina dan daya tahan tubuh.

            Sarapan itu bisa membuat otak makin cerdas juga loh. Sering sekali dulu semasa sekolah Aku mendapati temanku terlihat lemas. Katanya semua itu gara-gara Dia tidak sarapan. Kebanyakan siswa yang pingsan saat upacara berlangsung juga diakibatkan karena tidak sarapan pagi. Ternyata sarapan itu bagus untuk memulai aktivitas. Perut yang keroncongan atau tidak diisi makanan bisa menjadi penghambat dalam beraktivitas.

            Memang banyak sekali kontroversi tentang penting tidaknya sarapan. Ada yang bilang tidak masalah kalau tak sarapan. Untuk orang sepertiku, sarapan penting sekali. Semuanya tergantung kondisi kesehatan kita. Tapi tidak ada salahnya kalau kita membiasakan diri untuk sarapan. Lebih baik mencegah hal-hal yang tidak diinginkan daripada mengobati, Bukan?

            Jika kita sudah mengonsumsi menu sehat untuk sarapan, maka hasilnya tubuh kita akan sehat. Buah-buahan bisa juga dijadikan pengganti nasi yang mengenyangkan. Mengingat kebutuhan harian kalori kita yang tidak lebih dari 2000 kalori, sarapan dengan buah-buahan sangat dianjurkan untuk dikonsumsi. Sepiring salad buah itu hanya sekitar 221 kalori atau sepuluh persen dari jumlah kalori harian.

            Segelas susu non fat hangat juga baik diminum saat sarapan. Susu mengandung protein dan lebih mengenyangkan jika diminum pada pagi hari. Tentunya baik sekali untuk orang yang mau diet. Orang Palembang punya kebiasaan minum teh atau kopi sebagai menu sarapan. Tentunya semua itu tidak masalah.


            Makanya kita mesti bijak dalam memilih menu sarapan yang sehat. Pilihlah makanan rendah kalori yang mengenyangkan saat sarapan agar tak melebihi kebutuhan kalori harian. Dengan selalu mengonsumsi sarapan yang baik, tentunya tubuh kita menjadi sehat. Kalau sudah sehat, kita akan semakin cerdas. Yuk, kita mulai membiasakan diri sarapan sehat agar tercipta generasi Indonesia cerdas di masa depan! 
Comments
0 Comments

0 komentar :

Post a Comment

Sharing is caring ! Give your comment here please :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...