Sunday, June 10, 2012

Flash Fiction #SuperJunior Untitled Chapter 6

Posted by with No comments
Behind The Scene:

Absen dua hari gak posting lanjutan ff hihihii... sibuk ngurusin vote kafebrownies, doain aku menang ya... kalo mo tukeran vote juga boleh, nama grupku beautyandthebeast hehehe... Pengennya handelandgretel biar dimiripin sama kafenya aa Yesung tapi gak jadi nyesel.com deh akhirnya #abaikan

Di chapter 6 ini akan ada kejadian tragis yang menimpa Cho Kyuhyun. Terus masa lalu Yesung juga akan terkuak. Simakin aja langsung deh, mian kalo banyak kata2 yg salah ketik, tar kuedit lagi deh kalo pas chapternya berakhir..

Flash Fiction #SuperJunior Untitled Chapter 6


Episode Sebelumnya:
Cho Kyuhyun, Apakah dia tadi melihatku? Kurasa tidak. Semoga. Ya, semoga saja. Dia adalah orang yang paling menyebalkan seantero Korea. Cho Kyuhyun musuh bebuyutanku. Kenapa aku harus bertemu dengannya hari ini? Disaat hari sedang libur pula. Tidak puaskah dia sudah membayangi hari-hariku di tempat kerja? Dasar pegawai kesayangan Manajer Shin, desainnya yang menurutku seperti gambaran anak TK diterima.  Menyusahkan saja, sungutku lagi. Tak hendak mengingatnya lagi, kuputuskan untuk tidur siang ini.

Chapter 6

Cho Kyuhyun POV

                Sebenarnya hari ini aku sedang tidak enak badan, tapi tetap kupaksakan untuk masuk kerja. Mungkin aku kecapekan karena selama beberapa hari ini aku kurang tidur. Aku, Ryeowook, Sungmin, Hyung Soo dan Kibum sepakat mengadakan reuni kecil-kecilan di rumah. Kibum baru saja lulus dari sekolah menengahnya. Reuni tersebut juga sebagai perayaan kelulusan Kibum.

                Hyung Soo menemukanku pagi ini dalam keadaan pucat. “Wajah kakak kenapa?” ujarnya mengkhawatirkanku. Aku menggeleng pelan, lalu berusaha menampilkan diri seperti baik-baik saja. Berusaha menghabiskan sarapan pagiku lebih cepat dari biasanya. Tapi tetap saja Hyung Soo tak bisa kubohongi. Begitu juga eomma yang menyuruhku untuk absen kerja hari ini.

                “Istirahatlah barang sehari,” pinta Hyung Soo. Mimiknya terlihat jelas bahwa ia mengkhawatirkanku. Aku hanya bisa menggeleng lemah. “Tidak Eonni, aku tak boleh absen kerja,” tegasku sekali lagi.

                Pada akhirnya, keduanya pun mengalah setelah melihat kesungguhan hatiku. Aku tiba di kantor tepat waktu. Sekretaris Manajer Shin yang bernama Tae Ri datang membawakanku setumpuk berkas pagi ini. “Seharusnya aku bisa membawanya sendiri,” tolakku halus. Tae Ri menggeleng. Ia berkata sudah seharusnya atasan bertingkah baik ke bawahan. Lagipula, ia juga hanya pesuruh. Tae Ri berkata bahwa aku harus menyelesaikan desain tepat waktu. Aku menyanggupinya.

                Baru beberapa menit setelah kepergian Tae Ri, aku merasakan sesuatu yang buruk menimpaku. Kertas-kertas tugasku berhamburan ke bawah meja. BUG!!! Bunyi itu menghujam telingaku. Aku tersungkur, Kepalaku membentur sudut meja. Belum lagi aku bersuara, sebuah teriakan menggema di seluruh ruangan kantor. Aku berjalan dua langkah terhuyung-huyung, sebelum akhirnya benar-benar terjatuh ke sudut ruangan.

                “ADA APA INI????????!!!!!!!!!!!” Pekik seorang wanita. “Donghae, apa yang kau lakukan?” teriak suara seorang lagi. Hah? Donghae? Benarkah ia? Aku mencoba membuka mata secara perlahan. Tampak seorang pria bertubuh tegap yang tengah memberontak sementara kedua tangannya diapit dua orang satpam. Aku mencoba untuk berdiri namun aku merasakan sesuatu yang basah mengalir di pelipisku. Omo, darah....!!!

Kim Jong Woon aka Yesung POV

                “Mwo, eotteohge doengeoya?" jeritku histeris tatkala melihat Donghae pulang dalam keadaaan yang benar-benar kacau. Bajunya terlihat sangat berantakan dengan tangan yang berdarah seperti habis dicakar. Mukanya kusut, bibirnya manyun. Sebenarnya aku ingin tertawa, tapi lebih baik kutahan karena sekarang bukan waktunya bercanda. Aku menyimpannya dalam hati.

                Setelah kubantu ia duduk di sofa yang empuk, aku melihat Donghae sepertinya ingin bersuara. “Jeongji!” tahanku seraya bergegas ke dapur untuk membawakannya segelas air hangat. Saat aku kembali, Donghae terlihat seperti ingin menangis. Aku mengusap kepalanya pelan.

                “Aa... Aku... Dipecat!” ujar Donghae lirih. Aku shock mendengarnya. “Mwo?” tanyaku sekali lagi. Donghae menggeleng. Aku memaksanya untuk berbicara lebih jauh mengenai masalah yang sebenarnya. “Ini semua gara-gara... CHO KYUHYUN!!!” makinya geram.

                Jgerr!!! Nama itu seperti menghantam kepalaku. Jamkkan man-yo, apa yang dia katakan? Cho Kyuhyun? Aku merasa sangat familiar dengan nama itu. Lalu aku merasakan sesuatu seakan berputar di dalam kepalaku, sebuah nama berbisik pelan namun indah...

                Moon Hyung Soo...
                Moon Hyung Soo...
                Moon Hyung Soo...
                Moon Hyung Soo...

                Flashback Kim Jong Woon aka Yesung POV

                 “Tidakkah kau ingin mengucapkan selamat jalan padaku?” tanyaku pada Hyung Soo yang sedang ngambek di dalam kamarnya. Aku mencoba membuka pintu. Di dalam kamar, tampak sesosok gadis berusia enam tahun tengah duduk sambil melingkarkan tangannya di sudut ruangan. Ia tampak sedih dan tak bersemangat.

                Aku lalu duduk di sebelah Hyung Soo. Kuelus rambutnya yang harum. Kukatakan padanya bahwa semua akan baik-baik saja. Aku akan segera kembali lagi kemari. Hyung Soo mengangkat kepalanya pelan. Mata kami saling bertemu. “Yagsog?” tanyanya seraya mengangkat kelingkingnya yang imut. Aku mengangguk lalu melingkarkan jari kelingkingku ke kelingking Hyung Soo. “I Swear,” ujarku.

                Lima menit kemudian, Hyung Soo kembali seperti biasanya. Ia bersemangat, mengoceh padaku tentang ini itu. Disaat seperti ini, aku hanya bisa mendengarkan suaranya. Mungkin ini untuk yang terakhir kalinya. Besok pagi-pagi sekali, aku sudah melakukan penerbangan ke Jerman.

                “Kuharap kau bisa berkunjung kesini kapan-kapan,” kata Cho Kyuhyun padaku. Cho Kyuhyun itu adalah kakak tiri Hyung Soo. Usianya lebih tua setahun dariku. Ayahnya baru saja melangsungkan pernikahan dua tahun yang lalu dengan ibu Hyung Soo. Mereka merupakan keluarga yang bahagia. Terkadang aku iri melihat keharmonisan keluarga itu, menyadari faktanya bahwa kedua orangtuaku berpisah untuk alasan yang tak jelas.

                “Ya, pasti,” ujarku mantap. Dibalik perkataanku tadi, aku sebenarnya tak tahu apakah aku bisa kembali lagi ke Seoul dalam waktu singkat. Jarak kota Jerman dan Seoul bukanlah jarak yang saling berdekatan. Tapi aku tak mau Kyuhyun tahu apa yang terjadi pada dongsaengnya ini. Kucoba menyembunyikan perasaan gelisah yang melandaku saat ini.

                Pukul tujuh malam, eomma menjemputku walau rumahku hanya berjarak sekian meter dari rumah Kyuhyun. Ingin rasanya aku menginap disini untuk semalam saja. Mengingat waktu perpisahan kami kian dekat. Aku dan Kyuhyun berangkulan teramat erat. Hyung Soo menatapku dari balik punggung Kyuhyun. Aku tersenyum dan segera mengakhiri pelukanku pada Kyuhyun.

                “dalkomhan eonni! Jangan cengeng lagi ya, “ candaku sambil tersenyum manis pada Hyung Soo. Ia tampak gelisah. Kuusap kepalanya pelan seraya merangkulnya dengan kedua tanganku. “Tenang saja, aku pasti kembali,” ujarku lagi tanpa tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

            Flashback Kim Jong Woon aka Yesung END

~to be continued~^^

Note Block:
dalkomhan eonni : adik manis
Yagsog : janji
Jamkkan man-yo : tunggu sebentar
Jeongji! : tunggu
Mwo, eotteohge doengeoya? : Apa, Apa yang terjadi?
Comments
0 Comments

0 komentar :

Post a Comment

Sharing is caring ! Give your comment here please :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...