Wednesday, August 31, 2011

Gampang Banget ya, CERAI???

Posted by with No comments
Cerai semestinya adalah kata-kata yang harus dihindari oleh banyak pihak selaku pasangan yang menikah. Pernikahan itu seharusnya dijalani dengan hati yang ikhlas dan memaklumi. Seharusnya semua permasalahan itu diselesaikan dengan kepala dingin dan hati yang lapang. Bukankah sebelum menjurus kearah pernikahan, dua orang tersebut sepakat untuk saling mengasihi dan mencintai???

Ada kalanya mungkin pasangan yang menikah itu berselisih paham. Sekali dua atau mungkin lebih. Tetapi kalau masih bisa diperbaiki? Kenapa tidak??? Banyak orang yang justru menggampangkan istilah 'cerai'. dikit-dikit cerai, dikit-dikit cerai. Apakah mereka tak memahami dampaknya bagi anggota keluarga lain. Khususnya anak-anak atau bahkan keluarga besar mereka.

Cerai bukanlah perkara gampang dan tidak bisa dipandang sebelah mata. Dalam Islam, kata 'cerai' pun sebuah harga mati. Sekali pihak lelaki mengucapkan kata 'aku ceraikan kamu' kepada Istrinya dalam keadaan sadar, maka jatuhlah talak. Mungkin aku sulit untuk memahami makna dari kata 'perceraian'. Dan seharusnya mereka tahu dan menjelaskan semua itu padaku selaku anak mereka.

Menurutku, para orangtua sungguh keterlaluan jika sampai harus bercerai hanya karena sebuah masalah yang baru didiskusikan sekali. Sekali lagi, cerai adalah harga mati. Masih banyak sekali yang harus dipikirkan dan dilakukan daripada sebuah perceraian. Bahkan di dunia masih terdapat jutaan bahkan milyaran kata-kata yang bisa diucapkan daripada mengucapkan kata 'cerai'.

Dunia ini absurd. Tapi mereka lebih absurd lagi. Dunia orang dewasa memang aneh ya. Dan tak jarang dengan keanehan itu, mereka malah menyusahkan diri mereka sendiri atau bahkan menyakiti orang lain. Anak-anak seharusnya diam. Dan aku sudah melakukannya. Aku Diam dan pura-pura tak mendengar. Bahkan, kata 'cerai' diucapkan delapan kali pagi tadi selama diskusi satu setengah jam di hari raya Idul Fitri. Gampang banget, ya CERAI???

Laki-laki itu pemimpin wanita. Dan kalau seorang lelaki merasa tidak bisa melaksanakan tanggungjawabnya, apa lalu bisa dengan seenaknya meninggalkan Istrinya dengan sebuah perceraian??? Itu tidak adil. Dan bukankah mereka sebelumnya baik-baik saja hingga peristiwa itu datang (Well, ini tidak sepenuhnya benar. Tapi Dad berubah setidaknya dalam sebulan ini). Ini sesungguhnya adalah jeritan hatiku dan aku tidak akan bisa memuntahkan kata-kata ini di depan mereka. Aku sebaiknya diam. Dan memang tidak ada yang bisa kulakukan selain berdoa dan berharap semua itu tidak terjadi. :(
Comments
0 Comments

0 komentar :

Post a Comment

Sharing is caring ! Give your comment here please :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...