Sunday, July 23, 2017

Cara Menghafal Huruf Hangul Bahasa Korea Dengan Mudah Part 8 (LAST)

Posted by with 1 comment
Annnyeong, welcome back to tutorial Cara Menghafal Huruf Hangul Bahasa Korea Dengan Mudah bersama Molzania! Pada tutorial ini, kita sudah memasuki bagian kedelapan. Untuk kalian yang sudah mengikuti dari awal, Molzania harap kalian bisa segera mempraktekkannya. Tapi bagi kalian yang baru bergabung, sebelum membaca part delapan ini, ada baiknya kalian memahami dulu dari bagian pertama.

Cara Menghafal Huruf Hangul
 Bahasa Korea Dengan Mudah Part 8 
Pada materi sebelumnya kita sudah membahas huruf konsonan dan huruf vokal tunggal Bahasa Korea. Kali ini kita akan membahas huruf konsonan kembar dalam Bahasa Korea. Kita akan membahasnya langsung Kenapa disebut kembar? Karena terdiri dari dua konsonan yang sama. Cara membacanya pun dibiarkan menjadi dobel. Tak heran kamu sering mendengar kata-kata yang lumayan bikin bingung telinga kita ketika kita tak sengaja mendengarnya di drama korea.

Seperti apakah huruf-hurufnya? Yuk kita kenalan dengan huruf pertama yaitu huruf (ㅆ). Kalau kalian sudah menyimak materi kita dari awal, pasti akan langsung ngeh ini huruf apa. Yap benar ini adalah dua huruf (ㅅ) yang digabung. Jadi huruf ini dinamakan pula dengan huruf ss. Dibacanya dengan cara mendesis seperti ular jika berada di tengah-tengah kata. Contoh katanya 맛았어요 = masissoyo yang dalam bahasa Korea berarti enak.

Huruf (ㅆ)
Untuk mempersingkat waktu, ada empat lagi huruf konsonan korea kembar yang perlu kamu ketahui. Mereka adalah huruf (ㅃ) yang dibaca menjadi bb/pp. Lalu ada juga huruf (ㄲ) yang dilafalkan menjadi kk. Ketiga yaitu huruf (ㄸ) yang dibaca menjadi dd/tt. Terakhir ialah huruf (ㅉ) yang merupakan huruf j dalam bentuk dobel menjadi jj.

Kesemua huruf kembar Korea dibaca dobel. Jadi kamu tidak perlu bingung lagi menghafal bacaannya. Ketika kamu menemukan bacaan huruf kembar, kamu langsung ingat bahwa cara membacanya didobelkan. Bagaimana sampai disini pasti paham bukan? Molzania berharap kalian bisa memahami setiap penjelasan dari Molzania. ^_^

Huruf Konsonan Kembar Bahasa Korea 
Tidak terasa ya chingu, kita sudah memasuki part terakhir dari tutorial Cara Menghafal Huruf Hangul Bahasa Korea Dengan Mudah. Molzania tunggu ne kritik dan saran dari kalian semua mengenai keseluruhan metode hapalan yang telah Molzania ajarkan. Tapi materi bahasa Korea kita tidak berhenti sampai disini saja. Besok-besok akan Molzania bagikan lebih banyak materi bahasa korea terutama untuk pemula. Jangan lupa bagikan artikel ini dengan teman sesama KLovers ya? Molzania akan lebih semangat untuk mengajar jika banyak temanmu yang mempraktekkan apa yang sudah Molzania tulis. 감사함니다 여러분! 다음에 또봐요 ... (Terima kasih semua! see you next time...)

Thursday, July 20, 2017

Belajar dari Dua Legenda Dua Negara: Putri Hase vs Putri Kandhita

Posted by with No comments
Hari ini Molzania akan menceritakan ilmu yang Molzania dapat dari event Jakarta Foundation beberapa waktu lalu. Untuk cerita lengkapnya baca saja artikel mengenai "Nobar Film The Daughters". Disini, Molzania akan bercerita mengenai kisah Putri Hase dan Putri Kandhita saja, agar kalian lebih memahami isi cerita dari film tersebut.

Legenda Putri Hase dari Jepang
Sumber : Pixabay
Cerita diawali dengan pemaparan legenda Putri Hase dari Jepang. Legenda yang menurut Molzania cukup menguras air mata. Putri Hase merupakan putri bangsawan asal prefektur Nara, Jepang yang baik hati dan cantik jelita. Sebagaimana halnya putri bangsawan, putri Hase dididik dan diperlakukan layaknya putri raja. Meskipun begitu, Putri Hase tumbuh menjadi gadis yang baik hati dan berbakat membuat puisi. Konon puisinya sampai bisa menghentikan bencana di Jepang. Tak hanya itu, Putri Hase juga piawai bermain alat musik tradisional Koto.

Sayangnya, ibu tiri dan saudara-saudaranya iri dengan kehidupan Putri Hase yang bergelimang kasih sayang sang raja yang menjadi ayahnya. Mereka pun bersengkokol untuk mengusir putri dari Istana. Ibu tirinya menghasut putri Hase untuk keluar dari istana. Dia berkata sang ayah merasa risih dengannya dan memintanya untuk meninggalkan istana. Dengan sedih Putri Hase pun pergi dari istana.

Ilustrasi Putri Hase Tersesat
Sumber : Pixabay
Putri Hase mengembara seorang diri. Hari demi hari. Bulan demi bulan. Sampai suatu ketika, Putri Hase merasa sangat lelah dan bersandar di pinggir tebing. Putri Hase jatuh tertidur. Dalam mimpinya ia bermimpi tentang ibu tirinya yang menyuruhnya melompat dari tebing agar bisa kembali mendapatkan kasih sayang sang ayah.

Ada dua ending legenda Putri Hase yang dikisahkan; Putri Hase meninggal bunuh diri lompat dari tebing; kedua putri Hase ditemukan dalam keadaan selamat oleh ayahnya, sang ibu tiri dihukum, dan Putri Hase hidup bahagia. Pada event film "The Daughters" kemarin, ending yang dipilih penulis ialah ending yang kedua.

Bunga Simbol Kesedihan
Sumber : Pixabay
Tak berbeda jauh dengan Putri Hase, kehidupan Putri Kandhita juga bak Cinderella. Sang ibu tiri dan saudara-saudaranya yang lain mencoba untuk menyantetnya. Akibat dari perbuatan itu, Putri Kandhita pun mengalami sakit kulit yang parah. Segala obat yang diminumnya tak ada yang mempan. Hingga akhirnya, ia pun dihasut oleh sang ibu untuk pergi meninggalkan istana karena takut tertular.

Di tengah perjalanan tak tentu arah, putri Kandhita bermimpi bahwa ibunya menyuruhnya untuk melompat ke laut. Ia disuruh untuk melompat ke laut agar terbebas dari penyakit kulit yang dideritanya. Didorong oleh keinginannya untuk sembuh dan kerinduan yang mendalam pada ayahnya, putri menuruti perintah tersebut. Ia pun terbebas dari penyakit, namun tak lagi berwujud manusia. Putri Kandhita menjelma menjadi Nyi Roro Kidul, ratu pantai selatan.

Jelmaan Putri Kandhita : Nyi Roro Kidul
Sumber : zonasejarahkita
Kalau Molzania perhatikan, terdapat dua kesamaan yang terdapat pada cerita tersebut. Sang tokoh karakter utama meninggal bunuh diri. Hal ini lebih dikarenakan mereka berdua mudah merasa putus asa. Tentu saja ini sangat tidak baik. Padahal bisa saja mereka berdua justru memiliki kisah yang berakhir happy ending seperti halnya Cinderella. Walaupun memiliki ibu tiri yang sama-sama jahat, Cinderella tetap sabar hingga akhir. Kesabarannya berbuah manis dengan kehadiran pangeran yang dipersuntingnya.

Kisah ending Putri Hase dan Putri Kandhita tidak layak untuk ditiru. Bagaimanapun bunuh diri bukanlah jalan pintas untuk mengentaskan masalah. Pada hakikatnya, Allah SWT tidak memberikan cobaan diluar batas kesanggupan hamba-hambaNya. Jadi serumit apapun masalah jika kita mencoba untuk menahannya sedikit saja, solusi pun akan datang. Sebagai seorang muslim, kita wajib berikhtiar dan berdoa.

Bunuh Diri bukan Solusi
Sumber : Pixabay
Memang bagi bangsa Jepang yang merupakan penganut agama Shinto, bunuh diri sudah merupakan tradisi. Mereka mengenal berbagai istilah bunuh diri. Baik itu Seppuku, Harakiri, Ningen Gyorai, dll. Menurut harian Liputan6.com, alasan utama yang mendasari seseorang untuk bunuh diri ialah rasa malu. Kalau di masa lalu, setia pada majikan dan malu karena kalah perang, pada era modern rasa malu itu berubah pada perusahaan dan malu jika namanya tercoreng. Tak heran angka bunuh diri di Jepang tertinggi di dunia (sumber: Kompas).

Jepang bukan bangsa muslim jadi wajar saja. Itu sudah merupakan bagian dari tradisi yang tidak bisa dipisahkan. Yang bikin nggak wajar jika ada seorang muslim melakukan hal serupa. Bangsa Indonesia tidak mengenal tradisi bunuh diri karena Indonesia merupakan bangsa pejuang. Segala sesuatu yang kita lakukan untuk mendapat perhatian manusia lain terutama terkait dengan ibadah sebutannya riya'. Semestinya kita meniatkan segala hal yang kita lakukan hanya karena Allah.

Tradisi Bunuh Diri di Jepang
Sumber : Asian Wiki
Ingat kisah "penggembala kambing dengan anaknya"? Awalnya mereka berdua berusaha untuk menuruti apa kata orang. Pada akhirnya mereka kebingungan sendiri karena sampai kapanpun kita tidak akan pernah bisa memenuhi keinginan semua manusia. Hikmah yang bisa diambil ialah segala masukan baik berupa kritikan maupun saran itu sebaiknya difilter terlebih dahulu. Pilih-pilih mana yang membangun; kalau tidak membangun isinya berupa caci maki sebaiknya tinggalkan saja.

Jatuh dan gagal berkali-kali itu hal yang biasa. Masa' maunya berada di atas terus? Emang situ awan? Nggaklah. Manusia itu kadang berada di atas dan juga kadang berada di bawah. Kalau menghadapi masalah, sebaiknya dicoba untuk menghadapinya terlebih dahulu. Dalam kasus putri Hase dan putri Kandhita, mereka berdua seharusnya tak mendengarkan mentah-mentah perkataan ibu tirinya. Semestinya mereka mengonfirmasi langsung dengan sang ayah apakah ucapan ibu tirinya benar atau tidak. Bagaimanapun tidak ada satupun ayah yang tidak sayang dengan putrinya. Namun ternyata, putri Kandhita dan putri Hase lebih memilih jalan pintas yaitu bunuh diri.

Tuesday, July 18, 2017

Nonton Bareng Pemutaran Perdana Film Dokumenter Jepang-Indonesia "The Daughters"

Posted by with 2 comments
Sesuai janji Molzania kemarin, hari ini Molzania akan bercerita mengenai event di The Japan Foundation Jakarta yang baru-baru ini Molzania ikuti. Sedikit cerita di blog yang Molzania posting kemarin, kalau film "The Daughters" ini bukanlah film biasa. Film ini merupakan film yang dibikin oleh anak muda asal Indonesia yaitu Ima Puspita Sari yang juga merupakan penerima beasiswa pertukaran budaya atau fellowship program dari The Japan Foundation tahun 2017.

Nonton Bareng Pemutaran Perdana
Film Dokumenter Jepang-Indonesia "The Daughters"
Ima sendiri bukanlah orang baru dalam industri film, Pengalaman Ima dalam membuat film sebenarnya sudah lumayan banyak. Sejak tahun 2001 Ima mengawali kariernya sebagai fotografer acara-acara pernikahan. Dia lalu bersama teman-temannya menggarap beberapa film dokumenter bertema teroris yang rilis beberapa tahun selanjutnya. Film "The Daughters" sendiri merupakan film dokumenter ketiganya yang berhasil mendapatkan beasiswa fellowship program.

Sebuah Layar Lebar Disiapkan Sebelum Kegiatan Nobar
Fellowship Program sendiri merupakan beasiswa tahunan khusus yang diberikan oleh Japan Foundation yang ditujukan untuk pengembangan budaya dan seni, studi akademis dan intelektual di wilayah Asia. Jadi ini sudah masuk ranah Asia. Pesertanya yang berasal dari Indonesia saja mencapai ribuan. Dan Ima termasuk beruntung bisa mendapatkan beasiswa ini mengalahkan ribuan peserta lain.

Suasana Penonton Film "The Daughters"
Acara yang dihadiri oleh sekitar 50 orang ini digelar di ruangan multi function hall The Japan Foundation pada tanggal 12 Juli 2017. Turut menghadiri Ketua Japanese Foundation Indonesia, Mr Koto-san yang memberikan kata sambutan. Ini kali pertama Molzania melihat secara langsung orang Jepang yang berbicara dalam Bahasa Indonesia. Ternyata lucu juga aksennya Mr. Koto-san ini. 

Kiri : Mr. Koto memberikan sambutan
Kanan : Penonton Bule Tampak Hadir
Film yang bertema dokumenter ini penggarapannya langsung di Jepang loh. Tepatnya di kota Kyoto. Lama waktu pengerjaannya terbilang singkat hanya berkisar 6 bulan. Film "The Daughters" atau dalam bahasa Jepangnya "musumei" ini mengangkat perbandingan hubungan antara ayah dan anak perempuannya. Didalamnya juga terdapat cerita pribadi penulis cerita yaitu Ima sendiri. Kisahnya terinspirasi dua legenda yang berasal dari Jepang dan Indonesia, yaitu Putri Hase dan Putri Kandita.

Film "The Daughters" pun Dimulai
Intinya yang dapat Molzania tangkap dari kisah ini, kehidupan ayah dan anak perempuannya baik di negara Jepang maupun Indonesia tidak begitu berbeda jauh. Kisah Ima dan temannya Sekar Sari yang juga berasal dari Indonesia yang diperbandingkan dengan para wanita di Jepang yang diwawancarai kisahnya di film ini mengandung kemiripan. Ayah mereka sama-sama introvert dan tertutup dengan anak gadisnya. Cenderung over protektif dan berperilaku dominan Walaupun begitu, sebenarnya para ayah sangat bangga dan memuji anak gadisnya. Ini tidak dilakukan secara langsung di hadapan sang anak, melainkan di kalangan orang diluar keluarganya.

Sebagian Cuplikan Film "The Daughters"
Kisah yang sangat menyentuh ini antara dua negara ini tersaji sepanjang 45 menit. Setelah sesi film, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pada sesi tanya jawab, hadir pula Manajer The Japan Foundation asal Indonesia Bu Diana, yang lalu memberikan motivasi untuk anak muda agar selalu inovatif dan kreatif. Beliau sangat bangga atas terpilihnya Ima sebagai wakil Indonesia. Untuk itu, bu Diana berharap agar semakin banyak lagi generasi muda Indonesia di masa depan yang bisa mendapatkan beasiswa dari The Japan Foundation.

Sebagian Cuplikan Film "The Daughters"
Wah, Molzania salut deh dengan mbak Ima yang berprestasi. Semoga di masa depan. Molzania bisa berpetualang ke Jepang karena prestasi Molzania juga. Disini mbak Ima juga menceritakan suka dukanya bersaing dalam merebut beasiswa. Butuh waktu berbulan-bulan untuk mendapatkan ide cerita. Awalnya Ima hanya ingin bercerita tentang hubungan ayah dan anak. Ia pun melakukan riset di internet mencari perbandingan legenda yang tepat. Terpilihlah dua legenda asal Indonesia dan Jepang yaitu Putri Hase dan Putri Kandita yang lebih dikenal dengan sebutan Nyi Roro Kidul.

Bersama Sylvia Mahasiswa UI Jurusan Sastra Jepang
yang Ikut Hadir Nonton Bareng
Tak disangka, proposal ide cerita awal Ima yang disubmit menjelang detik-detik terakhir itu kemudian terpilih. Ima dan salah satu rekannya pun diundang ke Jepang untuk melakukan riset yang lebih mendalam. Setelah sesi riset, Ima pun melakukan syuting dan pasca produksi di Jepang. Untuk mengedit film, Ima dan rekannya menghabiskan waktu 2 minggu tanpa pergi keluar dari tempat ia menginap.

Sebenarnya sebelum sesi pemutaran film perdana ini, Ima sudah terlebih dahulu melakukan pra tayang. Waktu itu, film "The Daughters" masih berupa file mentah sehingga terdapat banyak kesalahan editing. Setelah itu muncullah ide untuk memasukkan kisah pribadinya sendiri. Ima pun melakukan syuting ulang sehingga jadilah film "The Daughters" yang tayang saat ini.

Berfoto Bersama Mbak Ima dan Bu Diana
Menurut Molzania, film ini cukup menguras emosi. Meski ada beberapa bagian yang mengganggu, seperti misalnya adegan dimana Sekar Sari dan Ima berbicara bersamaan. Molzania merasa hal ini cukup terganggu dikarenakan fokus penonton jadi terpecah. Disatu sisi ingin mendengar cerita tentang Sekar, disisi lain Ima berbicara bersamaan. Selain itu, secara keseluruhan cerita Ima lebih dominan dikisahkan dibanding kisah para wanita Jepang. Terbukti dengan sangat sedikit sekali adegan wanita Jepang yang muncul dalam film.

Monday, July 17, 2017

Jalan-Jalan ke Pusat Kebudayaan Jepang The Japan Foundation di Jakarta

Posted by with 10 comments
Selama ini Jakarta identik dengan gedung-gedung perkantorannya yang tinggi menjulang. Disini Jakarta juga punya  puluhan mall yang tak pernah sepi dari pengunjung. Seolah tak pernah mati gaya, gedung-gedung itu dapat kita temui di seantero kota. Jakarta memang pusatnya segala macam bentuk hiburan. Selama ini tak pernah Molzania terpikir kalau di balik gedung-gedung nan megah itu memiliki tempat wisata kecil penuh dengan nuansa yang mendidik. Disini kamu bisa menemukan berbagai macam bentuk kebudayaan berbagai belahan dunia.

Berfoto di Main Hall The Japan Foundation Jakarta
Pusat Kebudayaan Jepang salah satunya. Nama kerennya The Japan Foundation Jakarta. Sebagaimana yang kalian tahu, Molzania itu die-hardnya negeri sakura itu. Rasanya kurang lengkap jika tidak mengamati secara langsung. Tapi Molzania belum berkesempatan untuk mengunjungi negerinya para ninja. Makanya Molzania berkunjung ke pusat kebudayaan Jepang yang ada di Jakarta dulu.

Japanese Culture Center terletak di Pusat Perkantoran Summit Mas II di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta. Cukup susah untuk menemukan gedung ini dikarenakan di kawasan Jenderal Sudirman merupakan salah satu pusat gedung perkantoran di Jakarta. Abang Gojek aja sempat muter-muter nyasar beberapa kali sebelum akhirnya kita melihat nama "Summit Mas" di pintu gerbang. Saran nih buat pengelola gedung Summit Mas, baiknya papan nama gedungnya dibuat segede mungkin. Jadi pengunjung yang baru pertama kali kesana bisa melihat dengan mudah.

Suasana Gedung Summit Mas
Sumber: ipapa.co.id
Lokasi Japanese Culture Centre yang menempati gedung ini berada di Lantai 2. Saran nih minna-san, sebelum kita kesini ada baiknya untuk tidak lupa membawa KTP atau Kartu Pelajar. Nantinya di front office kartu identitas kita tersebut akan ditukar dengan semacam kartu pengenal khusus milik pengunjung "Summit Mas". Setiap pengunjung wajib membawa kartu identitas berupa KTP atau Kartu Pelajar tersebut tanpa terkecuali.

Ada banyak tempat menarik untuk kalian kunjungi disini. Pertama masuk mungkin kalian nggak bakal ngeh karena suasananya memang sepi banget. Disini ada perpustakaan yang memiliki koleksi buku full Bahasa Jepang yang lengkap. Banyak bacaan menarik yang bisa kalian temui. Kalian yang sedang tertarik untuk mendalami Bahasa Jepang seperti Molzania pasti bakalan heboh. Hanya saja di perpustakaan ini kita tak boleh berisik ya. Jadi cukup teriak-teriak kesenangan saja dalam hati. 

Kumpulan Buku-Buku Berbahasa Jepang
milik The Japan Foundation Jakarta
Menurut Molzania koleksi perpustakaan milik The Japan Foundation sudah lumayan lengkap. Tidak hanya buku-buku dengan topik berat seperti filsafat dan Politik Jepang, disini kalian bisa menemukan kumpulan koleksi komik dan majalah berbahsa Jepang. Bagi para pecinta komik Doraemon, di salah satu sudutnya terdapat kumpulan komik-komik Doraemon berbagai seri. Semuanya boleh dibaca sesuka hati kita.

Di perpustakaan juga tersedia tempat duduk-duduk semacam lounge yang luas dan cozy. Tersedia pula beberapa komputer dengan internet yang bisa diakses oleh pengunjung. Ada pula semacam TV besar yang berisi tayangan televisi berbahasa Jepang. Pokoknya buat kamu yang ingin merasakan atmosfer edukasi ala Jepang disini tempat yang bisa kamu tuju.

Suasana Ruang Baca dan Computer Corner
Perpustakaan The Japan Foundation Jakarta
Molzania sendiri lebih memilih kumpulan buku-buku untuk belajar Bahasa Jepang. Ada beberapa buku yang menurut Molzania lumayan bagus untuk dibaca. Diantaranya buku Genki Second Edition : Integrated Course for Elementary Japanese dan Kanji Look and Learn. Sebenarnya Genki itu semacam buku pelajaran untuk anak SD. Ada 6 buku yang ada disana yang diperuntukkan untuk siswa SD dari kelas 1-6. Namun bagi newbie kaya Molzania, materinya lumayan asyik dan mudah untuk dipelajari.

Sementara itu buku bacaan Kanji Look and Learn itu bentuknya semacam workbook. Cocok buat kamu yang baru pertama kali mengenal Kanji. Sayangnya sih buku-buku ini tidak bisa lantas dibawa ke rumah untuk dipelajari. Hanya yang mempunyai KTP DKI Jakarta saja yang boleh meminjam di perpustakaannya. Wah, sayang banget Molzania bukan holang Jakarta jadinya ga bisa pinjam deh.

Buku Rekomendasi Molzania
untuk Belajar Bahasa Jepang bagi Pemula
Ceki-ceki di Google rata-rata buku untuk belajar bahasa dalam versi cetak itu lumayan mahal. Berkisar mencapai setengah jutaan per buku. Oke deh, mundur teratur. Mending belajar secara otodidak aza deh via youtube dan ebook. Di Palembang mah, mana ada perpustakaan Jepang kaya disini. Perpustakaan Daerah Kota Palembang saja masih memiliki sedikit sekali buku-buku yang terkait belajar bahasa. Paling banter di Palembang mah adanya buku TOEFL saja. Hikz.

Berikutnya disini selain ada perpustakaan, juga ada kantor tourismnya. Disepanjang perjalanan menuju kantor tourism, ada banyak brosur dan tabloid gratis yang wajib kamu ambil. Nah di kantor tourism tersebut, bagi kita yang ingin berkunjung ke Jepang, boleh deh tanya soal apapun terkait pariwisata Jepang. Kata mbak penjaga toshoukan alias perpustakaan disini juga menyediakan informasi mengenai beasiswa Jepang. Wah, makin semangat deh Molzania. ^o^

Acara Nobar Film "The Daughters"
Tak disangka-sangka saban Molzania berkunjung ke sana, bertepatan dengan kegiatan event "Pemutaran Perdana Film The Daughters" yang merupakan bagian dari event Japanese Film Festival 2017. Acaranya digelar di ruangan multi function hall The Japan Foundation Jakarta. The Daughters sendiri merupakan film dokumenter yang berkisah tentang hubungan antara anak perempuan dan ayahnya dalam dua versi yaitu Jepang dan Indonesia. Kisah ini ditulis oleh Ima Puspita Sari yang merupakan salah satu penerima beasiswa ajang pertukaran budaya (fellowship scolarship) Jepang-Indonesianya The Japan Foundation. Nah pasti penasaran dong sobat ingin mengenal lebih jauh tentang film ini? Simakin artikel Molzania selanjutnya ya. ^_^

Tuesday, July 11, 2017

Cara Menghafal Huruf Hangul Bahasa Korea Dengan Mudah Part 7

Posted by with 2 comments
Molzania hari ini mau melanjutkan tutorial cara menghafal huruf hangul bahasa Korea. Selama ini Molzania sudah membaginya dalam enam part. Dua part awal kita membahas huruf hangeul yang tunggal. Part selanjutnya molzania membahas gabungan huruf hangeul yang tunggal. Bagi kalian yang belum sempat membacanya, Molzania sarankan untuk membacanya dari awal. Berikut link yang bisa kalian klik; part 1, part 2, part 3, part 4, part 5, part 6.  

Cara Menghafal Huruf Hangul
 Bahasa Korea Dengan Mudah Part 7
Hari ini kita akan membahas empat huruf konsonan Korea tunggal yang terakhir. Dimulai dari huruf R/L (ㄹ). Cara mengingat huruf ini sangatlah mudah. Tentu sewaktu kecil kalian pernah mendengar kalimat berikut ini ketika belajar mengucapkan huruf R; "Ular melingkar-lingkar di atas pagar". Nah huruf hangeul untuk melafalkan bentuk R ini bentuknya mirip seperti Ular (ㄹ). Coba perhatikan bentuknya hurufnya zigzag menyerupai ular bukan. Maka dari itu ketika kalian menemukan huruf yang berbentuk seperti ini  (ㄹ), maka kalian ingat huruf R dari kata ulaR.

Huruf R (ㄹ) ini terkadang juga bisa dilafalkan sebagai huruf L. Misalnya seperti pada kata 아리랑 yang berarti indah atau cantik. Huruf R (ㄹ) pada kata tersebut dilafalkan sebagai huruf R. Sementara pada kata 멀리 yang berarti jauh, huruf R (ㄹ) pada kata tersebut dilafalkan sebagai huruf L. Tidak masalah bagi pemula untuk pelafalan huruf (ㄹ) menggunakan R atau L. Yang terpenting bagi kalian sekarang ialah mengingat bacaan huruf (ㄹ) dengan baik dan benar.
Huruf R (ㄹ)
Berikutnya Molzania akan mengenalkan kalian dengan huruf S / T (ㅅ). Jika dilihat sekilas mirip seperti huruf CH (ㅊ) dan huruf J (ㅈ) tapi tanpa tambahan garis. Kalau menurut Molzania huruf ini mirip dengan gambar burung yang terbang jauh di atas langit. Dulu sewaktu SD, Molzania suka menggambar senja di kaki gunung. Jadi disana Molzania suka menggambar burung yang sedang terbang di langit. Nah bentuk burungnya mirip dengan huruf S/T (ㅅ) tersebut.

Menggambar burung di atas langit itu tidak cukup hanya satu. Pasti ada banyak burung yang terbang. Untuk menghafalnya Molzania mengingat kata burung bentuk jamak dalam Bahasa Inggris, yaitu "Birds". So untuk mengingat tulisan (ㅅ) ini dengan baik, Molzania hanya perlu mengingat huruf S pada kata birdS. Jadi hal itu akan mudah Molzania untuk menghafalnya. Ohya, huruf ini (ㅅ) jika berada di awal atau di tengah seperti yang terdapat pada kata 삼 yang berarti tiga dibaca dengan pelafalan huruf S. Akan tetapi jika berada di akhir kata seperti yang terdapat pada kata  것으로 yang berarti benda (thing), maka huruf (ㅅ) tersebut dibaca dengan huruf T.
Huruf S/T (ㅅ)
Setelah sampai disini apakah ada yang masih bingung? Atau kalian malah punya metode sendiri untuk menghafal huruf hangeul dengan mudah. Jangan sungkan untuk menuliskan pengalaman kalian di kolom komentar. Ini untuk memperkaya khasanah ilmu kita semua. Selanjutnya Molzania akan memperkenalkan kalian pada huruf H (ㅎ). Jika kalian mengenali huruf H (ㅎ) ini merupakan gabungan dari huruf O kebawah (ㅗ) dan huruf eung atau ng (ㅇ). Hanya saja hurufnya digabung sehingga bentuknya menjadi lebih kecil jika dimasukkan ke dalam suku kata.

Huruf H (ㅎ) ini murni harus kalian hafal ya sobat. Tenang kok mengingat huruf H (ㅎ) itu mudah. Jika kalian sudah mampu menghafal semua huruf Korea yang sudah kita pelajari, maka untuk mengingat dua huruf terakhir ini relatif akan lebih mudah. Sekarang coba perhatikan kata 감사함니다 yang artinya terima kasih, pasti sampai disini kalian sudah bisa membaca semua hurufnya bukan?
Huruf H (ㅎ)
Huruf terakhir untuk materi hari ini yang harus kalian hafal yaitu huruf T (ㅌ). Huruf ini menyerupai huruf E dalam huruf abjad Indnesia. Ini harus kalian hafal di luar kepala ya chingudeul. Cara lainnya sesuai dengan metode milik Molzania, kalian bisa mengingat huruf kedua dari pelafalan huruf T yaitu E. Maksudnya kalau kalian membaca huruf T itu basically merupakan dua gabungan huruf yaitu huruf T dan E. Jadi huruf T itu dibaca TE. T = Te sebagaimana huruf B dibaca menjadi Be. Huruf keduanya ialah huruf E yang mirip dengan tulisan hangeul korea. Finally huruf ㅌ dalam bahasa Korea dilafalkan dengan huruf T.
Huruf T (ㅌ)
Perhatikan contoh kata berikut ini; 타개 yang berarti pemecahan dalam Bahasa Korea. Dapatkah kalian membaca kata 타개 tersebut? Molzania harap sobat bubblelatte bisa membacanya ya. Oke, sampai disini dulu pelajaran Cara Menghafal Huruf Hangul Bahasa Korea dengan Mudah. Tenang ini belum berakhir kok. Materi berikutnya Molzania akan mengenalkan gabungan dari huruf-huruf konsonan dalam Bahasa Korea. Jangan sungkan untuk terus menyimak ya sobat! :D

Monday, July 10, 2017

Merasakan Langit Lewat Ujung Jari di Gunung Tangkuban Perahu Lembang

Posted by with No comments
Beberapa minggu ini Molzania betul-betul tidak sempat untuk sering-sering update blog. Sebagaimana yang sudah Molzania katakan beberapa minggu lalu, Molzania sedang pergi mudik. Bukan pergi ke kampung halaman, melainkan ke ibukota. Loh kok mudik ke ibukota? Ya, karena ayah Molzania sering orang Jakarta. Tepatnya nenek dan kakek orangtua dari ayah Molzania tinggal di Jakarta.

Merasakan Langit Lewat Ujung Jari
di Gunung Tangkuban Perahu Lembang 
Nah sekitar semingguan ini Molzania berkesempatan untuk jalan-jalan ke Bandung. Tepatnya Molzania pergi ke kota Lembang. Molzania tinggal disana selama kurang lebih lima hari empat malam. Ternyata disana banyak sekali tempat wisata yang menarik. Salah satunya yang paling berkesan itu Tempat Wisata Gunung Tangkuban Perahu.

Molzania baru pertama kali kesana. Alhamdulillah suasana di sana sedang cerah-cerahnya. Awan pun tak banyak terlihat. Pokoknya puas banget menyaksikan kebesaran Allah lewat pemandangan di puncak Gunung Tangkuban Perahu. Disana ternyata ada beberapa kawah, yang paling besar itu kawah Ratu.

Suasana Kawah Ratu yang Tampak Berasap
Tanaman Masih Tumbuh Meski di Area Beracun
Hanya saja masalahnya sewaktu Molzania kesana bau belerang lumayan terasa. Sempat baca di koran kalau beberapa hari belakangan bau belerang bahkan tercium hingga berkilo-kilo meter. Lumayan terasa sesak sih baunya. Takut juga kalau menghirup cairan beracun itu kebanyakan. So far sih Molzania Alhamdulillah nggak merasakan something dangerouslah.

Disana banyak juga orang-orang warga sekitar berjualan. Ada yang jual pernak-pernik batu gunung yang sudah dibuat merchandise berupa gantungan kunci. Paling enak itu disana ada banyak penjual buah-buah khas gunung semacam buah berry. Ada strawberry, raspberry, dan blueberry. Molzania sempat beli beberapa buah-buah asam manis itu. Rasanya lumayan enak dan manis. Kata penjualnya sih buah-buahan itu barusan dipetik dari kebun. Jadi masih segar banget.

Buah-buahan yang Dijual di Area Tangkuban Perahu

Icip-Icip Buah Strawberry Segar dan Manis
Tipsnya ialah kita harus pandai menawar agar bisa dapat harga yang masuk akal. Kadang penjualnya suka kasih harga yang berkali-kalI lipat. Mulanya satu kotak buah berry boleh pilih jenis dihargai bisa Rp. 50 ribu. Akhirnya setelah berkali-kali melakukan tawar-menawar Molzania mendapat harga Rp. 50ribu untuk tiga kotak buah berry. Sedangkan harga sepuluh gantungan kunci dihargai Rp. 50 ribu. Kalau nggak ditawar harganya bisa mencapai ratusan ribu.

Tiket masuk Tangkuban Perahu tahun 2017 lumayan murah. Satu orangnya hanya sebesar Rp. 20 ribu. Jadi Molzania sekeluarga hanya membayar Rp. 80 ribu karena berjumlah empat orang. Satu tiket berlaku untuk seharian. Tapi tiket yang murah itu berlaku untuk pribumi alias WNI. Kalau orang asing tiket untuk masuk kawasan Tangkuban Perahu itu mahal banget. Lupa tepatnya berapa kalau nggak salah sih sepuluh kali lipat dari tiket khusus WNI alias dua ratus ribu rupiah.

Suasana Keramaian di Area Gunung Tangkuban Perahu
Berfoto di Tepian Kawah Memakai Kamera Panorama
Puncak Tangkuban Perahu itu dingin banget. Meskipun sinar matahari menyengat kulit, tapi nggak berasa panas. Di kawasan puncak kita nggak bisa internetan karena sama sekali nggak ada sinyal. Molzania itu pakai dua kartu; XL dan Indosat. Begitu masuk kawasan puncak, hanya Indosat yang mampu bertahan. Itupun hanya beberapa menit saja. Sementara sinyal XL sama sekali drop. Entah provider yang lain.

Makanya Molzania baru sempat update Instagram begitu turun gunung. Susah sinyal pun beberapa kali Molzania rasakan saat di Lembang. Ya maklum sih, Lembang kan termasuk wilayah pegunungan. Bahkan di pusat kota Bandung tepatnya di kawasan ITB, telepon bisa mendadak hilang. Padahal sinyal hp penuh. Mungkin saja sinyalnya terhalang pohon. Di area ITB itu masih asri banget lumayan banyak pohonnya.



Di Lembang Molzania menginap di hotel Amoory. Hotelnya berada di Sersan Badjuri yang lokasinya berada di area gunung. Lumayan enak sih hotelnya. Bersih. Nyaman. Untuk mencapai hotel, harus melewati beberapa anak tangga. Hanya saja disana banyak semut hitam besar-besar. Barangkali itu semut-semut gunung kali ya. Soalnya Molzania baru nemu spesies semut hitam raksasa seperti itu. Ndeso banget ya. Haha.

Ternyata langit itu terlihat pendek sewaktu berada di atas gunung. Berasa seperti bisa menyentuhnya lewat ujung jari. Indahnya alam negeriku Indonesia. Benar-benar menakjubkan pesona gunung Tangkuban Perahu. Ingin rasanya tetap memandangnya setiap saat. Apa daya Molzania hanya bisa kesana beberapa jam untuk melanjutkan perjalanan lagi. Dan Molzania percaya bahwa hanya foto yang bisa berbicara. Untuk itulah Molzania membagikan mata yang sudah Molzania gunakan untuk sobat bubblelatte yang belum pernah kesana. Yuk kita menjelajah lagi!

Wednesday, June 28, 2017

Icip-Icip Produk Snack Baru Dua Kelinci Yuk

Posted by with No comments
Snack khas lebaran identik dengan hal-hal yang menggugah selera. Mulai dari kue, bolu, es dan lain-lain. Namun kalau tiap hari makan-makanan yang manis lama-lama bisa bosan. Sesekali Molzania sarankan untuk sesekali mencicipi snack yang kriuk-kriuk gurih. Misalnya snack khas Dua Kelinci yang satu ini 

Gift Snack dari Dua Kelinci 
Lucky banget beberapa waktu lalu Molzania dapet gift pack dari Dua Kelinci. Isinya produk snack terbaru dari Dua Kelinci. Semuanya Molzania suka apalagi varian Sukronya Dua Kelinci. Satu bungkus nggak bakal cukup cemilinnya. Cocok dimakan segala suasana. Baik dirumah, diluar, atau dimana saja. Saat santai atau serius stay calm aja.

Isi produk yang Molzania dapat ada 5 buah. Varian snacknya yaitu Sukro Original,  Sukro Oven, Sukro Kedele, Tictac Mix dan KripKrip Tortilla. Selama ini Molzania lumayan suka mengonsumsi Sukro Original dan snack mini TicTac. Bahkan Molzania sekeluarga termasuk penggemar kedua snack ini. TicTac yang Molzania suka varian Sapi Panggang dan Pedas. Namun baru tahu nih kalau ternyata TicTac punya rasa Mix juga.

Gift Pack Snack dari Dua Kelinci
Kalau soal Sukro Original semua sobat bubblelatte pasti sudah familiar bangetlah ya. Itu snack bola-bola tepung isi kacang. Snack ini favorit ayah Molzania banget. Dimakan kriuk-kriuk kacang tanahnya di lidah. Sementara itu kalau Sukro Kedele itu isinya kacang kedele. Daripada Sukro Original, Molzania lebih suka dengan kacang kedele soalnya selain sehat, kalori yang terdapat pada kacang kedele juga lebih rendah lho daripada kacang tanah. 

Beda lagi dengan Sukro Oven, yang ini kacangnya bukan digoreng, melainkan di oven. Terbuat dari kacang Shanghai dengan bumbu khas Jepang. Selain varian kacang bersalut, Molzania juga mendapat snack KripKrip Tortillaa, tekstur Tortilla renyah berpadu rasa gurih. Pokoknya uenakk tenan.. Terakhir Tic Tac Mix yang merupakan paduan dari TicTac Original, TicTac Pedas, danKripKrip Tortilla. Tiga varian snack Dua Kelinci bercampur jadi satu dalam TicTac Mix.

Suka Semua Snack Dua Kelinci
Untuk kalian yang mau nyobain juga snack Dua Kelinci terbaru ini, kalian bisa mendapatkannya di warung dan minimarket di kota kalian. Dijamin bikin ketagihan karena nggak ada yang tahan dengan sensasi renyah dan gurihnya snack Dua Kelinci. Dari kesemua snack, Molzania prefer TicTac Mix karena benar-benar kaya rasa. Manis, pedas, asin dan gurih berpadu menjadi satu. 

Saturday, June 24, 2017

Review BB Face Mask With Collagen Produk Kecantikan ala Daiso dari Jepang

Posted by with No comments
Menjelang lebaran, sebagai perempuan tentunya Molzania ingin tampil cantik. Nah kemarin mumpung lagi liburan Molzania manfaatkan waktu untuk melakukan "me time". Kali ini Molzania melakukan "me time" spesial dengan salah satu produk kecantikan keluaran negeri sakura. Lagi-lagi produk yang Molzania kenakan itu keluaran Daiso. Kenapa kok seneng banget sama produk-produk Daiso? Soalnya produk kecantikan Daiso itu nggak kalah sama produk-produk kecantikan bermerk asal Jepang lain. Kelebihannya produk ini harganya lumayan terjangkau.

Review BB Face Mask With Collagen
 Produk Kecantikan ala Daiso dari Jepang
Nama produknya itu BB Face Mask with Collagen. Produk keluaran Daiso ini dibandrol dengan harga Rp. 25.000. Tepatnya dalam harga rate Yen Molzania kurang tahu. Soalnya produk ini Molzania beli titip sama teman Facebook yang pulang ke kampung halamannya di Jepang. Seperti biasa teman Molzania ini melakukan PO Beauty Product gitu. Molzania tentunya nggak tahan untuk tidak ketinggalan untuk ikutan order juga. 

Beberapa waktu lalu Molzania sempat review produk masker premium keluaran Shiseido. Namanya Shiseido Phyto & Rose. Perbedaannya dengan masker BB Face Mask with Collagen yang Molzania gunakan saat ini ialah BB Face Mask with Collagen itu more slippery alias lebih banyak cairannya. Mungkin ini dikarenakan BB Face Mask mengandung Collagen yang bermanfaat sebagai pelembab dan anti-aging. Sementara itu Shiseido Phyto & Rose itu bermanfaat sebagai pelembab saja. *sotoy*

Tampak Belakang BB Face Mask with Collagen
Untuk yang tidak mengerti bahasa Japanese, tenang saja di bagian belakang ada petunjuk penggunaan dalam 3 bahasa yaitu English, Japanese, dan Spanyol. Dan setelah Molzania amati ternyata produk ini mengandung parfum dan alkohol. Molzania sendiri kurang paham mengenai penggunaan alkohol untuk kecantikan dalam agama Islam. Tapi sepanjang Molzania menggunakan produk kecantikan, apalagi merk luar, jarang banget yang tidak menggunakan alkohol. Makanya para ulama pun masih memperdebatkannya. (sumber: Republika)

Pertama kali memakainya, sensasi dingin langsung menyentuh kulit. Itu pasti efek dari kandungan alkoholnya. Siap-siap agak gimana gitu ketika memasang maskernya. Soalnya maskernya itu cairannya itu slippery dan sticky banget. Berasa megang cairan dari siput. Rulesnya sih cukup 5-15 menit. Tapi Molzania menggunakan maskernya hingga kering. Lebih kurang memakan waktu selama 1,5 jam. Soalnya kalau cuma 5-15 menit, rasanya sayang banget cairan kolagennya masih banyak. Sembari menunggu maskernya kering sempurna, ya terpaksa mengerjakan hal yang lain.

Saat Menggunakan Masker
Setelah maskernya kering, lumayan lama juga sih. Hasilnya langsung terasa. Kulit Molzania jadi lembab dan lebih halus, Wajah jadi terasa lebih bersih dan cerah. Bekas jerawat agak menghilang. Puas banget sama hasil dari masker ini. Nggak kalah sama produk yang premium ala Shiseido. Meskipun harganya tergolong murah, tapi hasilnya nggak murahan. Ddaebakk pokoknya.

Produk-produk Daiso ini recommended banget untuk sobat yang ingin produk kecantikan asli asal Jepang yang bagus dan terjangkau. Saat ini Molzania sudah mencoba beberapa produk perawatan kecantikan dari Daiso. Sebut saja Peach Masker Peeling Gel yang sudah Molzania review beberapa saat yang lalu. Untuk hasilnya bisa kalian baca artikelnya saja.

Hasil Pemakaian BB Face Mask With Collagen
Sesudah mengenakan masker, Molzania lanjut menggunakan pelembab dan obat jerawat. Agar hasilnya lebih mantap. Lain kali bakalan Molzania review produk pelembab dan obat jerawat yang Molzania gunakan saat ini. Makanya sering-sering mengunjungi blog Molzania ini. Akhir kata, Molzania mau mengucapkan untuk semua sobat bubblelatte yang muslim, "Selamat Merayakan Hari Raya Idul Fitri 1438 H. Taqaballahu Minna wa Minkum. Minal Aidin wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir Batin." ^_^