Tuesday, December 12, 2017

Cara Melihat Kepribadian Lewat Tulisan Tangan. Ini Lho Ciri-Ciri Psikopat!

Posted by with 2 comments
Sesuai janji Molzania minggu lalu, saatnya Molzania akan membagikan ilmu seputar grafologi. Mungkin kalian bertanya-tanya mengenai apa sih grafologi itu, untuk mengetahui jawabannya silahkan cek pada artikel "Ketika Tulisan Tangan Mampu Berkata-Kata". Jadi pada artikel ini Molzania hanya membahas ilmu yang didapat saja. Lebih tepatnya sharing sih sama sobat bubblelatte. 


Apa yang akan Molzania bahas dibawah ini murni ilmu ya. Sobat semua boleh merasa cocok atau nggak cocok. Jadi buat kalian yang merasa cocok, ya dijalanin aja sarannya. Kalau nggak ya tinggalkan saja. Basic dari ilmu grafologi itu sendiri pada dasarnya mengungkap kepribadian kita dari tiga aspek yaitu fisik, mental dan emosi. Sesuai dengan judul diatas, salah satu bahasannya ialah mengungkap sisi kepribadian psikopat. Apa kalian termasuk salah satunya mari kita buktikan ?? 

Pertama kalian harus menyiapkan terlebih dahulu sebuah kertas kosong ukuran A3. Setelah itu kalian tulis mengenai diri kalian sendiri dengan tulisan tangan. Terserah mau nulis apa yang penting isinya mengenai identitas kalian, semisal nama lengkap, hobi, minat, cita-cita, dsb. Tulisannya nggak perlu bagus, yang penting bisa dibaca aja. Isinya minimal setengah halaman kertas A3 tersebut. Jika sudah mari kita cocokkan keterangannya di bawah:
  • Berdasarkan Margin Kiri
Analisis margin kiri itu dapat mengetahui tentang bagaimana sobat menghandle beban masa lalu. Ambil mistar lalu ukur jarak antara pinggiran kertas bagian kiri dengan awal tulisan sobat. Jika jarak tulisan dengan pinggiran kertasnya kurang dari 1 cm maka sobat memiliki beban masa lalu. Sebaliknya jika cenderung melebar atau lebih dari 1 cm, maka sobat sedang memendam beban masa lalu. Perhatikan contohnya dibawah:


Perhatikan lagi bentuk margin kiri tulisan sobat. Jika semakin ke bawah semakin menyempit, berarti sobat sudah berusaha menyelesaikan beban masa lalu tersebut, tetapi belum clear. Sebaliknya jika semakin ke bawah semakin melebar, berarti sobat memiliki rasa tidak enakan kepada orang-orang yang dekat secara emosional. 


  • Berdasarkan Margin Kanan

Analisis margin kanan untuk menggambarkan hubungan tentang cara pandang sobat tentang masa depan dan kemampuan mengaturnya. Sekarang perhatikan margin kanan tulisan sobat, ukur dengan mistar apakah hasilnya kurang dari 1 cm, lebih dari 1 cm, persis 1 cm atau malah mepet banget dengan ujung kertas. 

Jika dominan lebar atau lebih dari 1 cm, maka sobat kurang yakin atau merasa khawatir tentang masa depannya. Sebaliknya jika mepet banget atau kurang dari 0,5 cm, artinya sobat termasuk orang yang ambisius dan menghalalkan segala cara. Adapun jika dominan berada diantara 0,5 cm - 1 cm berarti sobat sudah yakin dengan masa depannya, dan ada percepatan dalam pencapaiannya. Jika marginnya gak beraturan alias campur-campur, cek saja persentasenya banyakan mana.

  • Berdasarkan Base Line
Analisis base line berarti garis dasar tulisan menunjukkan motivasi sobat. Secara umum ada beberapa tipe tulisan berdasarkan base line, yaitu:


1. Base line normal atau lurus, berarti sobat memiliki motivasi yang stabil.


2. Base line Menanjak, berarti sobat memiliki motivasi yang bersemangat.


3. Base line bergelombang, berarti sobat memiliki motivasi yang cenderung moody.


4. Base line menurun, berarti sobat memiliki motivasi yang menurun alias depresi.


5. Base line cembung, berarti sobat memiliki tingkat motivasi yang semangat di awal.


6. Base line cekung, berarti sobat memiliki tingkat motivasi semangat di akhir.


Hati-hati sobat jika memiliki 4 jenis baseline atau lebih berarti kondisi psikologis sobat cenderung ke arah psikopat. Segera meminta pertolongan kepada psikolog terdekat. Jika kurang dari 4 masih bisa diobati dengan grafoterapi. Sebaiknya nih ini diterapkan jika kita ingin menyeleksi baby sitter, jadi baby sitternya disuruh nulis dulu lalu dicek tulisan tangan berdasarkan metode grafologi. 
  • Berdasarkan Arah Tulisan
Ini dimaksudkan untuk melihat sisi kepribadian sobat. Jika tulisan kalian tegak lurus berarti sobat lebih mengutamakan logika. Adapun tulisan yang condong miring ke kanan berarti sobat termasuk orang yang ekstrovert dan berjiwa sosial tinggi. Sebaliknya bila tulisan sobat miring ke kiri artinya pribadi sobat termasuk introvert alias egois. Sementara itu jika tergolong campuran maka pribadi sobat termasuk mood swing alias perpindahan emosi yang cepat. 


Sobat sebaiknya berhati-hati jika tulisan sobat termasuk mood swing karena itu artinya ada indikasi sobat menderita bipolar. Ciri orang bipolar itu mengambil keputusan dengan emosional dan tanpa sadar. Sebentar-sebentar marah, lalu berikutnya mendadak senang.
  • Bentuk Huruf
Ada dua materi yang Molzania pelajari. Pertama mengecek titik diatas huruf i dan j. Jika dominan huruf i dan j sobat memiliki titik, berarti daya ingat sobat termasuk baik. Sebaliknya jika huruf i dan j sobat dominan tidak memiliki titik atau bahkan tidak memiliki titik sama sekali berarti sobat termasuk orang yang pelupa dan ceroboh. Selanjutnya sobat bisa mengecek bentuk huruf g, j, y pada tulisan sobat. Lalu cocokkan bentuk hurufnya dibawah:

  
Saran Molzania sobat bisa mengubah bentuk huruf g, j, y sobat dengan kantung yang normal. Itu bertujuan untuk memperbaiki kepribadian kita agar pandai menyimpan uang. Hehe. Itulah Cara Melihat Kepribadian Lewat Tulisan Tangan. Mudah-mudahan sobat mendapat pengetahuan baru. Jangan lupa share artikel ini ke teman kalian bila menyukainya. Beri komentar kalian dibawah. Terima kasih sudah membaca sampai habis. Salam hangat dari Molzania. ^_^

Sunday, December 10, 2017

Menginspirasi Tak Sekedar Memberi

Posted by with No comments
Tahun 2017 ini genap 60 tahun sudah PT. Astra International berkiprah di Indonesia. Lewat semangat Catur Darma yang diembannya, perusahaan ini senantiasa memberikan yang terbaik. Tidak hanya bagi pelanggan, melainkan juga memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Sebuah filosofi yang dianut oleh pendiri Astra William Soeryadjaja: "Berikan Kail Bukan Ikan", perjalanan yang telah ditempuh selama ini mampu memberikan sumbangsih yang besar bagi anak negeri.


Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA-MDR) adalah salah satunya. Didirikan tahun 2009 sebagai bentuk manifestasi PT Astra International dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. Lewat yayasan ini, perusahaan membina generasi muda Indonesia dan melakukan pelatihan terhadap para guru. Utamanya pelajar dan guru yang berada di daerah-daerah prasejahtera.

Selain bantuan akademis, siswa-siswi dan guru binaan YPA-MDR juga diikutsertakan dalam kegiatan pengembangan karakter. Kegiatan ini tidak hanya dikemas secara edukatif tapi juga menghibur. Salah satu kegiatan yang baru saja dilakukan tahun ini yaitu Kemah Prestasi. Kemah Prestasi sendiri yang telah diadakan pada akhir November lalu, tahun ini mengikutsertakan 200 siswa dari sekolah binaan YPA-MDR. Dalam kegiatan ini, siswa dan guru diajak untuk mengembangkan potensi diri lewat pentas seni dan berbagai lomba.

Kegiatan Kemah Prestasi Astra
Source: Republika
Kemah Prestasi ini merupakan aksi nyata PT Astra Internasional yang diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang unggul dan menjadi kebanggaan bangsa. Hal ini sesuai dengan salah satu butir prinsip Catur Darma nomor satu yaitu "menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara". Dalam Kemah Prestasi tersebut diselenggarakan berbagai lomba, diantaranya yaitu debat bahasa Inggris, pentas seni tari, story telling, dan lomba matematika.

Sementara itu dalam bidang literasi perusahaan membentuk program Sahabat Pena YPA-MDR. Program ini ditujukan bagi siswa-siswi binaan yang terpilih. Para siswa terpilih tersebut akan diberikan pelatihan mengenai jurnalistik secara langsung. Mereka diberi kesempatan untuk mengunjungi perwakilan media cetak untuk sharing ilmu dengan para jurnalis yang bertugas.

Kegiatan Sahabat Pena YPA-MDR
Source: Radar Bogor
Apa yang coba untuk dikemukakan lewat program Sahabat Pena ini akan memberikan pengalaman berkesan bagi siswa dan siswi. Ini akan menjadi bekal kehidupan yang akan mereka arungi di masa depan. Kegiatan-kegiatan yang positif di masa muda tentunya akan memberikan dampak bagi generasi penerus bangsa. 

Saran Molzania PT. Astra International diharapkan mampu memperbanyak kegiatan-kegiatan edukatif semacam ini. Semakin banyak anak-anak yang dilibatkan akan semakin bagus.  Tidak hanya di beberapa daerah terpencil saja, tetapi juga di seluruh Indonesia. Molzania sendiri sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh PT. Astra International. Kiranya pada perjalanan usia yang ke-60 tahun ini, perusahaan dapat memberikan inspirasi yang tak sekedar memberi, namun juga diwujudkan dalam pembuktian yang berkelanjutan. 

*tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Anugerah Pewarta Astra 2017*

Sumber Berita: 
[1] Astra.co.id. Sejarah Astra. https://www.astra.co.id/About-Astra/History-Of-Astra [diakses tanggal 8 Desember 2017]
[2] RadarBogor.id. Siswa Binaan YPA-MDR ke Graha Pena. http://www.radarbogor.id/2017/11/28/siswa-binaan-ypa-mdr-ke-graha-pena/ [diakses tanggal 7 Desember 2017] 
[3] YPAMDR-Astra.com. Bentuk Generasi Muda Unggul : Ratusan Siswa-Siswi Binaan Ikuti Kemah Prestasi YPA-MDR. http://www.ypamdr-astra.com/BERITA/YPA-MDR/YPA-Umum/BENTUK-GENERASI-MUDA-UNGGULRATUSAN-SISWA-SISWI-BINAAN-IKUTI-KEMAH-PRESTASI-YPA-MDR.html [diakses tanggal 9 Desember 2017]

Sumber Gambar :
[1] Madani, Mohamad Amin. 2017. In Picture: 220 Siswa se-Indonesia Ikuti Kemah Prestasi YPA. http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/17/11/25/ozydnd283-220-siswa-seindonesia-ikuti-kemah-prestasi-ypa [diakses tanggal 8 Desember 2017] 
[2] YPAMDR-Astra.com. Bentuk Generasi Muda Unggul : Ratusan Siswa-Siswi Binaan Ikuti Kemah Prestasi YPA-MDR. http://www.ypamdr-astra.com/BERITA/YPA-MDR/YPA-Umum/BENTUK-GENERASI-MUDA-UNGGULRATUSAN-SISWA-SISWI-BINAAN-IKUTI-KEMAH-PRESTASI-YPA-MDR.html [diakses tanggal 9 Desember 2017]

Friday, December 8, 2017

ODHA Ada Bukan Untuk Dijauhi!

Posted by with 14 comments
Siapa sih di dunia ini yang ingin sakit? Dalam agama Islam, seseorang yang diberikan cobaan sakit ditujukan untuk menebus dosa-dosa yang telah lalu. Ibaratnya kalau dari ilmu akuntansi, sakit diibaratkan setoran modal untuk menebus "hutang" dosa. Nah sekarang masa iya sih kita lantas menghakimi mereka yang sedang sakit? Apalagi jika kita mengetahui bahwa sakitnya ini tergolong spesial. Tentu saja kita harus membantunya.


Mama : "Adikmu gak usah ikut nobar film bareng ODHA!"
Me      : "Alasannya?"
Mama : "Nanti ada "anak punk" bawa jarum suntik terus ketuleran!"
Me      : "Astaghfirullah!"

Itulah salah satu diskusi Molzania dengan mama apabila berhubungan dengan ODHA. Perspektif yang berkembang di masyarakat bahwa ODHA alias Orang Dengan HIV-AIDS adalah berbahaya. Mereka ibarat monster pendendam dan siap menerkam siapa saja yang mendekatinya. Memang sih tak jarang ODHA justru tertular dari pasangan sahnya. Dan hal itu dianggap akan menimbulkan dendam kesumat, lalu mereka akan mencari korban selanjutnya untuk ditulari penyakit mematikan bernama HIV-AIDS.


Nggak heran meski saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi sudah berkembang, namun masih banyak masyarakat yang takut. Apalagi ditambah dengan banyaknya berita hoax terkait penyakit HIV AIDS membuat masyarakat cenderung menjauhi ODHA. Akibatnya ODHA pun banyak yang merasa kesepian dan terkucilkan dari lingkungannya.

Sedikit banyak itulah hal-hal yang Molzania tangkap dari acara "Workshop Blogger dalam Rangka Hari AIDS Sedunia 2017" beberapa waktu lalu. Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember pada tahun 2017 ini bertema #SayaBeraniSayaSehat. Acaranya sendiri tepatnya digelar pada tanggal 4 Desember 2017. Berlokasi di Hotel Excelton Palembang, Molzania beserta rekan-rekan blogger diundang secara resmi oleh Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes).


Seminar yang digelar dari pagi hingga sore itu penuh dengan kejutan. Selain menghadiri beberapa narasumber yang merupakan tokoh nasional dari Kementerian Kesehatan, disini juga diisi dengan agenda sharing bareng beberapa ODHA berprestasi. Meski berkumpul satu ruangan dengan para ODHA, tidak menjadi ketakutan kami semua. Acaranya malah berlangsung dengan seru dan penuh keramahan. 

Penyakit HIV AIDS di Indonesia pertama kali dikenal pada awal tahun 1990-an. Saat itu penyakit ini belum terlalu dikenal karena di Indonesia masih didominasi oleh penyakit menular yang tergolong biasa. Misalnya saja flu, batuk, dan sebagainya. Akan tetapi pada tahun 2000-an ke atas, skema pun berubah. Indonesia didominasi oleh penyakit tidak menular yang umumnya dipengaruhi oleh gaya hidup tidak sehat. Sebut saja penyakit jantung, kanker, stroke dan lain-lain.


Nah penyakit HIV-AIDS ini merupakan penyakit menular akibat gaya hidup yang tidak sehat. Angka penderitanya setiap tahun cenderung meningkat. Sampai bulan Maret 2017, sudah ditemukan lebih dari 140.000 kasus di Indonesia. Khusus di Sumatera Selatan sendiri, kasus HIV - AIDS saat ini sudah mencapai 2706 kasus. Di Indonesia, virus HIV banyak dialami oleh mereka dengan usia produktif. 

Sebenarnya apa itu HIV-AIDS? 

Dan apa perbedaannya?


HIV sendiri merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh akibat virus Human Immune Deficiency Virus (HIV). Sementara itu AIDS kepanjangan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) yang merupakan kumpulan dari gejala-gejala yang diakibatkan oleh virus HIV. Pada saat seseorang terinfeksi HIV, tidak bisa langsung terlihat gejala-gejalanya sehingga harus dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahuinya. Bisa saja seseorang yang sudah terinfeksi HIV memiliki badan yang terlihat normal layaknya orang sehat. Akan tetapi biasanya akan mulai timbul gejala setelah 5-10 tahun kemudian. 


Virus HIV-AIDS pada awal tahun 1990an banyak ditemukan dari pasangan homoseksual. Sementara pada awal 2000an, virus ini mulai menjangkiti pengguna narkoba yang berbagi jarum suntik. Selanjutnya pada tahun 2010-an keatas, virus HIV tidak hanya menyerang kaum LGBT dan pengguna NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya) tetapi juga pasangan yang memiliki hubungan normal antara wanita dan pria.

“Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika ia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji itu sedang kamu melihat(nya). Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu(mu), bukan mendatangi wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak dapat mengetahui (akibat perbuatanmu).” (An-Naml 27:54-55).


Lantas bagaimana dengan mereka yang bertaubat? 

Akankah Allah SWT mengampuninya? 


Jawabannya YA. Telah disebutkan dalam Al-Qur'an bahwa Allah SWT berfirman: "...Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertobat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar." (Thaha: 82). Seperti apa "pertaubatan" yang diterima oleh Allah SWT? Yaitu taubat yang dijalankan dengan penuh kesungguhan hati dan berjanji tidak akan pernah mengulangi lagi kesalahannya di masa mendatang.

Namun ada kalanya Allah SWT memberikan cobaan sakit sebagai ujian untuk meningkatkan iman dan taqwa. Itulah yang dialami oleh Mbak Ayu Oktariani yang juga seorang blogger asal Bandung ini. Saat ini mbak Ayu aktif dalam komunitas ODHA di Bandung. Riwayat penyakit Mbak Ayu tertular HIV dari suaminya yang ternyata seorang pengguna NAPZA. Ia sama sekali tidak tahu akan penyakitnya sampai suaminya kemudian meninggal pada tahun 2009 karena HIV. Baru pada saat itu, Mbak Ayu menjalani tes HIV dan hasilnya positif.


Sesaat setelah menerima hasil tes HIV, hidup mbak Ayu seakan runtuh. Beruntung orangtuanya tetap mendukungnya untuk menjalani pengobatan HIV. Banyak diluar sana, ODHA seperti mbak Ayu justru dikucilkan dari keluarga. Beberapa ada yang dipisahkan dan tidur hanya beralaskan kasur tipis. Padahal ODHA sejatinya harus disupport, bukan malah dijauhi.

Stigma negatif untuk ODHA sering diterima mbak Ayu justru dari orang luar. Namun untuk menghadapinya, mbak Ayu berani untuk mempertahankan diri. Salah satunya pengalaman dengan seorang suster tempat ia melakukan perawatan. Suster tersebut melakukan bullying kepada mbak Ayu soal penyakitnya. Merasa kesal, mbak Ayu kemudian berinisiatif menemui kepala RS dan menceritakan keluh kesahnya. Esoknya ia mendapati suster tersebut dipindahtugaskan.


Pada sesi sharing dengan ODHA tersebut juga menghadirkan kak Antonio Blanco yang sekarang menjadi penulis buku yang sukses. Baru-baru ini kak Antonio berkesempatan untuk jalan-jalan keliling Eropa berkat buku karyanya yang berhasil difilmkan dan memenangi penghargaan disana. Walau dulunya memiliki gaya hidup tak sehat, saat ini kak Antonio Blanco sudah menikah dengan perempuan sesama ODHA. 

Bagaimana Harapan Hidup untuk ODHA? 

Apakah Mereka Bisa Disembuhkan?


Alhamdulillah, berkat kemajuan teknologi dan pertolongan Allah SWT, Angka Harapan Hidup (AHH) bagi pasien ODHA dapat ditingkatkan. Angin segar itu bernama terapi pengobatan Antiretroviral (ARV). Akan tetapi sebagaimana penderita hipertensi, ODHA diharuskan untuk mengonsumsi obat ARV seumur hidup mereka. Sebab sejatinya virus HIV tidak dapat dihilangkan dari dalam darah. Tujuan mengonsumsi obat ARV untuk menekan jumlah virusnya saja. 

Dengan mengonsumsi obat ARV secara rutin dan terus-menerus, virus HIV dalam darah pasien akan ditekan hingga tidak terdeteksi dalam tes HIV. Segera setelah virus HIV berhasil dikendalikan, para ODHA dapat hidup normal selayaknya orang sehat. Mereka dapat menikah dan memiliki keturunan. Pasangan mereka pun tak perlu khawatir tertular. 


Hanya saja untuk memiliki keturunan, ODHA harus melakukan program kehamilan agar anaknya tidak tertular HIV selagi dalam kandungan. Mereka harus sering menjalani pemeriksaan dengan didampingi petugas medis. Banyak pasien ODHA yang berhasil melahirkan bayi yang sehat tanpa HIV. Salah satunya Mbak Ayu sendiri. 

Pemerintah saat ini sudah menggratiskan biaya pengobatan bagi para penderita HIV-AIDS. Obat-obatan ini dapat diperoleh di puskesmas dan pelayanan kesehatan terdekat. Program resmi pemerintah untuk penanggulangan HIV-AIDS digagas oleh Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Program tersebut yaitu Pencegahan Transmisi Menular Seksual (PTMS) dan Temukan-Obati-Pertahankan (TOP). Program ini sendiri merupakan adaptasi dari pedoman internasional yang dimiliki oleh The Joint United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS)


Antara Hoax dan Fakta Penularan HIV-AIDS


Walaupun merupakan penyakit menular, sebenarnya cara penularan HIV-AIDS sangat terbatas. Penularannya yaitu lewat jarum suntik, hubungan suami isteri, transfusi darah dan kehamilan. Namun masalahnya banyak sekali hoax yang isinya menakut-nakuti masyarakat. Tentunya ini akan makin memperburuk citra ODHA yang semestinya dirangkul, malah jadi dijauhi. Beberapa diantaranya yaitu:



Untuk itu mari kita semua mengubah persepsi. Jangan lagi diskriminasi ODHA di sekitar kita. Kalau tidak bisa membantu, setidaknya support mereka dari sisi mental. Ajak mereka untuk bertaubat dan mengenal lebih dekat dengan Allah SWT. Sebarkan cinta dan kasih sayang kepada mereka. Tebarkan aura positif dengan menyebarkan konten yang benar dengan sumber yang valid tentang penyakit HIV-AIDS. Waspada dengan gaya hidup yang kotor dan tidak sehat. Mulai membiasakan diri untuk hidup sehat dan mempelajari perintah agama dengan baik. 

Seminar Hari AIDS Sedunia tahun 2017 yang Molzania ikuti sangat membuka mata Molzania tentang hal-hal yang selama ini Molzania anggap salah. Selama ini Molzania tahunya penyakit HIV-AIDS itu menyeramkan. Penderitanya harus dijauhi karena berisiko tertular. Sekali ketuleran, maka kalian akan langsung modar. Ternyata faktanya tidak seseram itu kok. 


Usai kegiatan seminar dan sharing dalam rangka Hari AIDS Sedunia yang sebenarnya jatuh pada 1 Desember, maka kegiatan berikutnya merupakan sharing khusus untuk blogger. Sesi pertama merupakan pelatihan Jurnalistik bersama Bapak Yudhi F. Oktaviadhi, seorang penulis dan wartawan olahraga senior sekaligus founder dari Syair Untuk Sahabat Foundation (SUSF) yang bergerak di bidang penyuluhan dan dukungan untuk rekan-rekan sesama ODHA.


Sesi terakhir sharing dengan blogger ialah Creative Writing bersama Kang Arul, dosen sekaligus blogger senior pemilik website Dosen Galau. Sesi terakhir ini cukup menghibur khususnya bagi Molzania karena setelah sekian jam otak dipaksa berpikir untuk hal-hal yang serius terkait penyakit HIV-AIDS, maka dalam sesi creative writing ini isinya kebanyakan berupa games edukasi berhadiah dan sharing ilmu terkait blogging.

Acara yang berlangsung lumayan lama itu pun berakhir tanpa terasa. Terima kasih Molzania ucapkan pada Kementerian Kesehatan RI atas pengalamannya yang luar biasa. Semoga acara-acara yang seperti ini dapat terus diselenggarakan guna mengedukasi masyarakat. Kepada sobat bubblelatte yang membaca artikel ini, Molzania berharap kalian dapat menshare artikel ini kepada teman-teman agar konten positif tentang HIV AIDS dapat tersebar dengan lebih luas. Salam hangat dari Molzania. ^_^


*tulisan ini juga diikutsertakan dalam event Collaborative Blog "Komunitas Emak Blogger" Kelompok Dian Sastro dengan trigger post "Pesawat Jet Eksklusif Sebagai Kebutuhan" karya Sri Mulyani #KEBBloggingCollab 

Wednesday, December 6, 2017

Ketika Tulisan Tangan Mampu Berkata-Kata

Posted by with 10 comments
Sebetulnya Molzania ketemu ini secara nggak sengaja. Salah seorang teman membagikan informasi ini melalui WhatsApp Group. Dipikir Molzania ini tuh seru banget, sekaligus menambah pengetahuan. Jadi kenapa nggak coba join saja. Apalagi kelasnya dikasih gratis pula. Molzania jadi makin semangat untuk gabung.


Apa sih yang sedang Molzania bicarakan? Baru-baru ini Molzania mencoba kelas online yang bertema tentang Graphology. Kelas ini dipersembahkan oleh komunitas SisterFillah. Narasumbernya sendiri ialah Kak Fitri Yulia Agustina, seorang grafolog asal Bandung yang saat ini mengelola sebuah Educational Event Management dan berfokus pada training pemberdayaan diri. Dikarenakan kelasnya tidak bertatap muka, jadi kita semua berbincang-bincang melalui WhatsApp Group.

Sebetulnya apa itu Graphology? Secara garis besar, istilah graphology berasal dari dua kata yaitu Graphic yang berarti tulisan dan logos yang artinya keilmuan. Jadi sudah menangkap kan keseruan apa yang ada di kelas tersebut? Yep bener banget, intinya pada kelas ini kita akan mempelajari kepribadian atau karakter seseorang lewat tulisan tangannya.


Beberapa hari sebelum kelas dimulai, kita semua disuruh untuk menulis cerita tentang diri sendiri di sebuah kertas selembar. Kertasnya WAJIB kertas HVS tanpa garis-garis alias putih bersih. Tujuannya tak lain tak bukan untuk mengetahui karakter asli dari tulisan tangan kita. Tulisan tangannya nggak perlu bagus, minimal yang bisa dibaca saja. Ilmu graphology itu bukan bertujuan untuk memperindah tulisan, tapi semata untuk membaca kepribadian lewat tulisan tangan.

Sepakat dong tulisan tangan setiap orang tidaklah sama selayaknya sidik jari? Makanya lewat graphology, tulisan kita nantinya akan diuji berdasarkan bentuk huruf, tekanan, margin kiri/kanan, spasi, baseline dan lain sebagainya. Ilmu Graphology sendiri sebenarnya merupakan salah satu cabang dari psikologi. Jadi yang kita bahas disini betul-betul murni ILMU, bukan semacam mistik dan TIDAK berhubungan dengan jin dan alam ghaib.


Awalnya Molzania sempat khawatir gitu, ini ilmunya bagaimana sih? Aman nggak bagi awam? Apa benar karakter kita bisa diubah lewat tulisan? Ternyata Molzania dapatkan jawabannya melalui kelas ini. Konsep bahwa karakteristik dan individu dapat diubah melalui tulisan tangan dinamakan dengan graphotherapy. 

Sejak pertengahan 1900an telah banyak ilmuwan yang mengembangkan ilmu Graphology ini. Salah satunya Professor Charles Henry. Penelitiannya menunjukkan terdapat korelasi positif antara perubahan tulisan tangan dengan perubahan karakter. Sementara itu menurut Paul de Ste yang merupakan penulis Graphoteurapeutics banyak karakter dalam karakter atau kepribadian seseorang yang diperkuat dan diperlemah lewat tulisan tangan.


Sementara itu Dr. Pierre Menard, dosen dan pakar psikologi meneliti bahwa graphology juga dapat mengubah perilaku anak-anak dengan merubah gaya tulisannya. Jadi ilmu graphology dapat diterapkana oleh semua usia. Baik anak-anak, remaja maupun orang dewasa. 

Untuk yang sedang mencari pekerjaan, ilmu ini juga baik untuk diterapkan lho. Bagian HRD biasanya akan membaca karakter pekerja lewat tulisan tangan. Perusahaan cenderung akan memilih pekerja yang rajin dan giat bekerja ketimbang yang pintar. So, ilmu ini penting banget untuk semua orang. Bahkan ilmu graphology juga banyak diterapkan oleh kepolisian untuk mengungkap karaktet pelaku kriminal yang cenderung psikopat.


Allahu Akbar! Di dunia saja tulisan tangan bisa bikin repot. Apalagi ketika di akhirat nanti dimana tangan kita bisa berbicara. Buat teman-teman yang penasaran dengan ilmu graphology ini, pada artikel berikutnya Molzania akan menulis artikelnya tentang ilmu apa saja yang Molzania pelajari disana. Jangan lupa bagikan artikel ini ke sosial media kalian ya untuk saling berbagi ilmu. Ditungguin kejutan berikutnya dari tulisan ini ya ^^

Sunday, December 3, 2017

Review Wardah Hydrating Toner untuk Kulit Berminyak

Posted by with 2 comments
Hari ini Molzania kembali mau mereview produk kecantikan yang Molzania pake sehari-hari. Produknya termasuk brand lokal yang terkenal sekali di Indonesia. Namanya Wardah Hydrating Toner. Ini merk ketiga yang Molzania review setelah sebelumnya pake produk Oriflame dan Mineral Botanica. Seberapa worth produk yang Molzania gunakan kali ini? Yuk simakin celotehan Molzania.


Dibandingkan kedua produk sebelumnya produknya Wardah yang satu ini tergolong nyaman di kantong. Harganya cuma Rp. 20 ribuan dengan size yang sama. Kedua produk lainnya yang Molzania pakai diatas harganya diatas Rp. 50ribu. Sementara itu keunggulan lainnya ialah produk ini sudah mendapat sertifikasi halal MUI. Jadi untuk yang muslim nggak perlu takut produk ini mengandung alkohol dan semacamnya.

Pertama kali make Wardah Hydrating Toner sudah sekitar dua bulanan yang lalu. Jadi ini merupakan bulan ketiga Molzania menggunakan produk ini. Molzania beli produk ini karena produk ini didesain khusus untuk kulit berminyak. Kemasannya menurut Molzania sih unik mirip kaya botol aladin. Dari segi kandungan produk ini mengandung aloe vera dan Chamomila Recucita Flower yang memberikan efek melembabkan tanpa membuat kulit kering.


Untuk Molzania yang kulitnya berminyak, produk ini lumayan memuaskan. Pada awal pemakaian, ternyata produk ini terasa lebih ringan di wajah. Nggak ada efek dingin-dingin nyess seperti yang Molzania rasakan pada kedua produk sebelumnya. Mungkin semua ini karena produknya Wardah tanpa alkohol kali ya hehee...

Pada awal pemakaian, produk ini juga nggak lengket seperti saat Molzania pakai produknya Viva. Literally pemakaian dua bulanan ini kulit Molzania nggak sekering produk sebelumnya. Mungkin karena dalam pemakaian sehari-hari Molzania juga digabung dengan skincare lain. Jadi pengaruhnya lumayan banyak daripada hanya mengandalkan toner + cream saja seperti dulu. 


Kalau dari hasil pengangkatan kotorannya juga lumayan bisa diandalkan. Apalagi kalau Molzania sehabis berpergian keluar, sisa kotoran yang diangkat banyak. Nggak kalah dari dua produk sebelumnya. Katanya sih produk ini juga bisa untuk mengecilkan pori-pori, tapi di Molzania nggak ada pengaruhnya sama sekali selain hanya untuk membersihkan. Sorry to say..

Satu lagi yang Molzania kurang suka dari produk ini ialah fragrancenya yang menurut Molzania baunya sangat kuat. Produk sebelumnya Molzania agak lupa fragrancenya gimana tapi rasanya agak lebih lembut daripada tonernya Wardah ini. Mungkin lain kali Molzania harus cari produk skincare yang tanpa fragrance.



Kesimpulannya ternyata produk yang murah meriah bukan jaminan produk itu nggak bagus. Meski ada kekurangannya juga seperti yang Molzania sebutkan diatas. Menurut Molzania sih produk Hydrating Tonernya Wardah lebih worthy daripada dua produk yang Molzania gunakan sebelumnya.

Bakalan repurchase? Sepertinya nggak juga. Hihii... Soalnya Molzania nggak bisa setia sama satu produk saja. Nggak lagi kayak dulu. Tapi Molzania akan cobain produk Wardah lainnya. Mudah-mudahan hasilnya cocok juga. Seneng deh dapet skincare yang cocok dengan harga yang nggak bikin kantong bolong. Haha. 

Wednesday, November 29, 2017

Dukung Gerakan Ekonomi Ummat Dengan Belanja di 212 Mart

Posted by with 4 comments
Akhirnya minimarket muslim satu-satunya di Kota Palembang resmi dibuka! Namanya 212 Mart.  Minimarket ini baru hadir di kota Palembang kira-kira sebulanan yang lalu. Di Kota Palembang ini sudah ada beberapa minimarket 212 Mart yang didirikan. Salah satunya berlokasi lumayan dekat dari rumah Molzania. Nah sore tadi Molzania untuk pertama kalinya berkunjung ke minimarket ini. Kira-kira apa sih yang membedakannya dari minimarket biasa? Ada apa aja disana? Penasaran kan? Yuk simakin artikelnya dibawah..


Minimarketnya memang berada di pusat kota, namun untuk mencapai kesini tidaklah mudah. Soalnya rukonya berada di tengah-tengah, jadi kita kudu melihat dengan jeli satu persatu deretan ruko yang ada disana. Menurut Molzania sih, lokasinya kurang strategis untuk sebuah minimarket. Salah satu ciri khas penanda rukonya itu logo berwarna biru dan merahnya. Parkirannya juga gak begitu luas, sebaiknya kalo kesini jangan pake mobil.  

Begitu masuk ke dalam, suasananya sudah berasa islami sekali. Lantunan ayat suci Al-Qur'an dikumandangkan. Surah Ar-Rahman terdengar mendayu di telinga. Begitulah kesan pertama hinggap di pikiran Molzania sewaktu menjejakkan kaki ditempat ini. Minimarket 212 Mart sendirinya hanya menempati area untuk satu ruko, jadi tempatnya tidak begitu luas. 


Mengenai harga, sebenarnya standart aja sih. Standar ala-ala minimarket sebelah. Disini barang-barang kebutuhan yang tersedia tidak begitu banyak variasinya. Paling banyak ya printil-printil seperti makanan ringan dan berbagai kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Mungkin karena masih baru juga. Untuk pengaturan barangnya, kesannya memang sedikit berantakan. Tapi lagi-lagi ya dimaklumi karena masih "baru". 

Satu hal yang menjadi catatan disini belum ada promo-promo dan diskon-diskonan. Dibandingkan dengan minimarket sebelah yang rutin mengadakan promo dan hadiah, disini belum ada sama sekali. Mungkin kedepannya bisa menjadi masukan juga bagi ownernya ke depan. Ini sebagai upaya supaya pelanggan makin banyak yang belanja disini.



Catatan selanjutnya ialah disini barang yang diperjualbelikan masih standart. Belum ada etalase khusus produk-produk lokal UMKM Indonesia. Ini sangat disayangkan karena tujuan awal membangun minimarket ini untuk memperjuangkan ekonomi ummat. Minimal ya merk sendirilah seperti halnya minimarket lain. Molzania pernah berkunjung ke minimarket muslim di kota Bandung. Disana mereka cenderung membuat produk sendiri dan banyak produk dari usaha lokal yang dijual disana juga. 

Satu-satunya yang bikin beda dari minimarket lain ialah catatan khusus di pintu 212 Mart. Disini tidak menjual alat kontrasepsi dan hanya menjual produk halal. Jadi kita kaum muslimin dan muslimat merasa aman ketika berbelanja. Dan benar saja, semua barang yang dijual disini sudah berlogo halal MUI. Namanya juga muslim kan ya? Sebenarnya Molzania sedikit berharap kalau 212 Mart juga menjual produk makanan luar negeri (misalnya dari Malaysia, Arab Saudi, Jepang, Korea, dll) yang sudah ada logo halalnya tentu saja. 


Tidak hanya itu, toko ini juga tutup selama 15 menit ketika waktu shalat tiba. Bagi kalian yang mau kesini, sebaiknya jangan pas jam-jam shalat ya karena gak bakalan dilayani. Kasirnya juga mbak-mbak cantik berhijab syar'i. Untuk muslim, minimarket ini sudah lumayanlah ya di tengah menjamurnya minimarket-minimarket berbau kapitalis dan sekularis. Haha. Sok atuh mari dukung gerakan ekonomi ummat dengan berbelanja di 212 Mart! Insya Allah kedepannya akan semakin baik dan bagus minimarketnya. Aamiin :) 

Monday, November 27, 2017

Temu Blogger Palembang dengan Kemenkominfo

Posted by with 16 comments
Beberapa hari yang lalu, Molzania bersama rekan-rekan blogger Palembang diundang oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk menghadiri acara seminar bertajuk "Asian Games 2018 dan Kemajuan Indonesia". Acara ini digelar di Hotel Novotel Palembang. Banyak sekali ilmu yang Molzania dapat disana. Selain mengupas tentang persiapan Asian Games yang akan digelar tahun depan, disini kita juga mendapat ilmu tentang blogging. Tidak hanya itu, di akhir acara juga diadakan lomba flash blogging untuk para blogger yang diundang. Yuk simakin keseruan acaranya...


Jadi sehari sebelum acara utama dimulai, blogger terpilih mendapat undangan untuk menghadiri seminar "Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi Publik" (SAIK) Tahun 2017 oleh Kemenkominfo yang sudah digelar pada tanggal 21-24 November 2017. Acara ini terselenggara berkat kerjasama Pemprov Sumsel dengan Kemenkominfo dalam rangka menyukseskan Asian Games 2018. Istimewanya di hari itu ada pak Menteri Kominfo yang datang langsung untuk meninjau acara yang sedang berlangsung.

Beruntungnya Molzania menjadi salah satu rekan blogger Palembang yang terpilih. Kita para blogger disuruh untuk datang pada akhir acara untuk bertatap muka dengan Bapak Menteri Kominfo Rudiantara. Seumur hidup baru kali ini Molzania bertemu bahkan sempat bersalaman langsung dengan pejabat tinggi sekelas menteri. Dan ini tentu saja menjadi kenangan sekaligus pengalaman berharga tak terlupakan bagi Molzania.



Tak banyak yang dilakukan oleh Molzania selain foto-foto dan dialog singkat. Jangan ditanya rasanya bertemu muka dengan Pak Menteri. Beneran campur aduk antara senang dan speechless. Pak Rudi, sapaan akrab Pak Rudiantara, sangat ramah berdialog dengan blogger Palembang. Namun dikarenakan keterbatasan waktu, kita hanya disediakan waktu 30 menit untuk sarasehan bareng pak Mentri. Setelahnya pak Mentri harus buru-buru balik ke Jakarta lagi. Padahal awalnya kita para blogger dijanjikan untuk makan malam, namun batal. Biarpun begitu tak mengapa, foto-foto kebersamaan kita bakalan menghiasi blog masing-masing. Muehehee...

Selain kehadiran Pak Menteri, disini ternyata banyak sekali tokoh-tokoh nasional yang juga hadir sebagai tamu undangan. Sebut saja Pak Usman Kansong pemred Media Indonesia yang sempat berfoto sama Molzania. Narasumber yang hadir pada hari itu ialah Juru Bicara Presiden, pak Johan Budi. Sayangnya Molzania tidak sempat berfoto dengan beliau karena beliau tampak terburu-buru meninggalkan lokasi acara setelah sesi wawancaranya berakhir.


Keesokan harinya, tibalah agenda untuk para blogger. Acaranya dimulai dari pukul 8 pagi. Untungnya lokasinya lumayan dekat dari rumah, sehingga Molzania bisa tiba tepat waktu. Banyak sekali tokoh nasional yang hadir menjadi narasumber. Jadi awalnya Molzania lumayan sedikit nervous. Ya iyalah siapa yang nggak nervous coba bertemu dengan beberapa orang yang bahkan salah satunya dekat dengan Presiden RI.

Molzania sepertinya datangnya kepagian, jadi begitu sampai ruangannya masih sepi banget. Sempat kebingungan sewaktu tiba karena ternyata lokasi untuk temu blogger tidak diadakan di ballroom. Lokasinya terpisah menjadi area ruang meeting tak jauh dari grand ballroom. Pada saat yang bersamaan, di grand ballroom sedang diadakan acara lanjutan seminar kemenkominfo hari terakhir. Turut menyampaikan sambutan selamat datang Kadiskominfo Sumsel dan Dirjen Kominfo.

Atas: Kadiskominfo Provinsi Sumsel
Bawah: Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik
Kalau kalian sempat membaca artikel Molzania beberapa hari yang lalu berjudul "Peran Blogger dalam Menyukseskan Asian Games 2018", yap bener banget itu sebenarnya sedikit reportase dari Molzania yang diperlombakan dalam lomba Flash Blogging pada saat yang bersamaan. Sesi pertama pada acara tersebut ialah pemaparan mengenai persiapan Asian Games 2018, khususnya di kota Molzania tercinta yaitu Kota Palembang. Narasumber yang dihadirkan yaitu pak Bambang Suprianto  yang menjadi panitia persiapan Asian Games 2018.

Secara keseluruhan persiapan Asian Games di Kota Palembang telah mencapai 80 persen. Selain persoalan teknis, panitia juga memikirkan mengenai banyak hal demi kenyamanan atlet. Salah satunya pembangunan apartemen dengan fasilitas bintang lima sesuai standar Internasional. Tidak hanya itu, persoalan yang terkesan remeh temeh sampai fundamentalis seperti masalah spiritual dan hiburan juga menjadi bahan pertimbangan panitia. Pada sesi ini Molzania sempat melontarkan pertanyaan pada kesempatan pertama.


Setelah membahas panjang lebar mengenai Asian Games, acara kemudian dilanjutkan dengan pembahasan dengan tema kenegaraan. Narasumbernya termasuk spesial karena merupakan orang kepercayaan presiden RI, yaitu Bapak Handoko dan Bapak Sunardi Rinakit dari Tim Komunikasi Publik Presiden.

Pada sesi tersebut, kita dijelaskan sedikit pemaparan mengenai kinerja yang telah dilakukan oleh presiden sejak beliau menjabat. Tahun 2017 merupakan tahun ketiga Pak Jokowi menjadi presiden RI. Pada tahun ini, beliau fokus pada pemerataan infrastruktur, utamanya pemerataan pembangunan listrik untuk wilayah Indonesia Bagian Timur. Kita para blogger disuguhkan sebuah film dokumenter tentang kota di Papua yang tadinya tanpa listrik, tetapi pada era Pak Jokowi mereka dibangunkan fasilitas listrik.

Kanan: Bapak Handoko, Kiri: Bapak Sunardi Rinakit
Kebagian Merchandise Resmi Kenegaraan berupa Payumg Cantik
Sungguh merupakan suatu kehormatan bagi Molzania dapat duduk bersama dengan para pejabat penting ini. Tak hanya berbagi ilmu, ternyata mereka juga membagikan sejumlah merchandise resmi kenegaraan untuk para blogger terpilih. Jumlahnya hanya 6 orang, salah satunya yaitu Molzania. :)

Sesi selanjutnya sangatlah spesial. Kenapa? Hal ini dikarenakan kita kedatangan tamu yang sebenarnya sangat dekat dan satu profesi. Dia adalah kak Enda Nasution yang boleh dibilang sebagai "Bapak Blogger Indonesia" karena beliau sudah lumayan lama berkecimpung di dunia blogger. Tepatnya sejak awal 2000an saat kak Enda masih berstatus sebagai mahasiswa.

Kanan: Kak Enda Nasution
Disini kak Enda berbagi ilmu tentang cara menjadi blogger yang baik. Salah satunya ialah menulis sesuai data dan sumber yang jelas. Seorang blogger hendaknya menghindari berita hoax agar persepsi yang dibangun tidak menyalahi aturan. Selain berbagi ilmu, kak Enda juga menceritakan tentang kiat=kiat agar bisa menang lomba blog. Saat ini selain berprofesi sebagai blogger, kak Enda lumayan sering menjadi juri berbagai lomba blog. Jadi kak Enda juga berbagi pengalamannya menjadi seorang juri.

Setelah acara seminarnya selesai, waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang. Perut Molzania sudah keroncongan banget. Akhirnya kita diberi waktu untuk shalat dan makan siang di restoran hotel. Ini nih asyiknya menghadiri acara-acara yang melibatkan orang-orang terkenal. Selain dapat ilmu, kita juga bisa dapat icip-icip makanan gratis. Jarang-jarang kan makan di hotel kayak gini, jadi kudu dimanfaatkan sebisa mungkin. Namun sayangnya waktu yang  diberikan hanya 30 menit. Setelah itu, kita harus bersiap untuk ikut lomba "Flash Blogging".

Berfoto bersama Rekan Blogger di Sela-Sela Acara
Intinya Flash Blogging itu lomba nulis blog dalam waktu yang terbatas. Kemarin Molzania dan teman-teman hanya diberikan waktu kurang lebih 1 jam saja. Isi tulisannya bercerita tentang reportase mengenai kegiatan seminar yang baru saja kita lakukan. Jujur ini merupakan pengalaman pertama Molzania ikutan acara lomba fresh from the oven kayak gini. Molzania hanya bisa memberikan yang terbaik karena saingannya juga cukup berat.

Satu jam pun berlalu, Molzania pasrah soalnya tulisan yang Molzania hasilkan sedikit sekali. Tetapi biarpun sedikit, Molzania berusaha merangkum hal-hal penting yang dikaitkan dengan tema. Hasilnya ialah tulisan singkat tentang "Peran Blogger dalam Menyukseskan Asian Games 2018". Alhamdulillah ternyata Molzania terpilih sebagai Juara 3 Lomba Flash Blogging oleh Kemenkominfo tersebut. Sungguh merupakan hal yang tidak terduga. Molzania awalnya hopeless karena merasa banyak blogger lain yang lebih kece tulisannya dibandingkan Molzania.



Terpilih dari 75 orang blogger yang hadir 4 orang pemenang. Salah satunya ialah Molzania. Hadiahnya berupa piagam plus uang tunai Rp. 750.000. Alhamdulillah, rasanya sangat senang. Mudah-mudahan ini merupakan awal Molzania bersinar di dunia blogger. Aamiin. Doain ya sobat-sobat bubblelatte semua.. ^_^

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore. Gila! Bener-bener gak berasa sama sekali. Setelah sesi foto-foto bersama para pemenang, kita pun pulang ke rumah masing-masing. Terima kasih untuk Kemenkominfo atas waktu dan kesempatan yang diberikan. Semoga di masa depan akan banyak acara-acara yang lebih menarik digelar untuk para blogger.


Tenang bagi sobat bubblelatte yang nggak sempat datang, Molzania akan tulis semua ilmu yang Molzania dapatkan pada hari itu. Tungguin ya artikel-artikel tentang tips blogging dari Molzania. Jangan lupa untuk share dan komentari artikel ini jika sobat menyukainya. Salam hangat dari Molzania. ^_^